Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Halo semua, kenalkan gw S***, alias Twisctre, yg kembali masuk kaskus setelah vakum setahunan, & jarang ngepost pasca kuliah. Gw sendiri balik ke kaskus karena iseng buka thread tentang creepy ads.
Dulu kayaknya forum kita tersayang ini dibangga-banggakan di mana-mana. Kayaknya jadi IFers jadi pride tersendiri. Mau yg suka adu bacot di DC/BP. Yang cari cerita cerita di SFTH. Yang curhat kehidupan pribadi, yg nyari solusi ketika putus asa di H2H (dan menurut ane jauh lebih ampuh curhat di H2H dibanding sosmed sekarang)
Tahun lalu gue juga menciptakan thread alasan sepinya kaskus. Sepertinya alasan mendasar forum ini sepi bukanlah masalah internal (momod gak digaji, blackpanda, tukang tipu, spam, junk) toh semua dinamika itu ada di platform lain. Cuma memang forum-forum di seluruh dunia kalah saing dengan produk luar negeri (Meta, Tiktok, FB). Selain itu perilaku konsumsi media juga sangat berubah. Here it is.
1. Generasi Z tidak biasa menulis
Gen Z atau mereka yg lahir antara 1999-2010 lahir di era orang-orang masih sangat awam dengan media sosial, smartphones, & lain-lain. Ini menciptakan banyak gen Z yg mengalami isu dalam menulis sesuatu. (Disclaimer: gak berarti generasi lain tidak ya!) Hal ini kontras dengan generasi milenial & alpha yg nggak segitunya dalam urusan baca tulis. Gen milenial mengalami hari-hari tanpa handphone hingga usia akil baligh, sementara gen Alpha lahir di kala ortunya (kebanyakan gen milenial, tetapi ada juga boomer yg punya anak gen Alpha) sadar bahaya gadget sehingga paparan HP malah kurang bagi beberapa anak-anak bocil ini.
Kalian tahu kan, di media-media viral di tiktok/ig (sebut aja polkatip, viral ini, kebaikan, moodjeketek) "Penulisannya kaya Gini Nih masalah Huruf Besar sama Kecil?". Ini terjadi lintas kelas sosial sehingga anak menengah atas juga gw amati banyak mengalami masalah dalam berbahasa. Mau begitu di kaskus yg ada kena hujat.
2. Forum yg diakses internasional
Alasan utama anak-anak gen-Z aktif di sosmed salah satunya adalah platform tersebut dapat dapat international exposure. Peserta forumnya juga ada dari luar negeri. IG, FB itu forum juga, tetapi lintas negara. Kaskus sendiri terhalang barrier bahasa alias orang luar jadi IFers harus belajar bahasa Indonesia dulu.
Sifat gen Z yg mau apa apa praktis menciptakan mereka gak mau daftar di banyak platform untuk banyak keperluan. Sifat ini tentunya menular ke generasi lain, sehingga user lama Kaskus di gen X/Y juga ikut tergerus. Gambarannya gini, ngapain gw buka Kaskus kalau mau lihat berita dapat lihat di medsos? Nggak cuma kaskus yg terpukul, banyak web berita yg homepage nya jarang dikunjungi orang, & mereka mengejar klik ke situs justru dari media sosial.
Indonesia sbg negara yg daya tawar politiknya lemah susah bersaing di sini. Bisa kita buat gerakan sosmed dalam negeri kayak India, tp rasanya berat.
3. Post gak dapat dihapus sendiri
Ini isu mendasar semua forum di dunia. Jangankan kaskus, sekarang twitter/X aja mulai sepi karena orang tidak dapat menyembunyikan reply dari org yg tidak diharapkan, juga ga dapat tutup komentar (masih ada quote tweet).
Eh sekarang dapat hapus sendiri ya
4. Gen Z lebih suka searching di sosmed, sedikit googling
Percaya apa enggak, ini BENAR. gen Z yg basisnya di X kebanyakan akan cari informasi dari kolom search X. Yang di tiktok cari informasi dari search tiktok. Yang di ig cari informasi dari search ig. Mungkin cuma user FB aja yg harus googling karena kelemahan algoritma search FB. Google paling paling dipakai untuk cari lowongan kerja, jurnal, atau apapun yg web based/pdf based. Makanya sekarang sering jurnal muncul di page one google.
Ini benar benar memukul industri SEO. Dulu ketika awal awal medsos jadi, orang promosi akun sosmed via kaskus atau mulut ke mulut. Skg terbalik, kita nulis di kaskus harus dipromo ke sosmed. Fitur sharing ke sosmed di kaskus sudah ada dari dulu, tetapi gak semasif skg.
5. Short video social media
Seperti gw paparkan di thread tahun 2022, ini alasan mendasar IndoForum sepi. Ketika blackpanda menyerang masih rame. Waktu geger kasus Ahok, masih rame. Waktu mimin dituduh memihak, masi rame.
Ketika tiba era short video socmed (IG reels, Tiktok, Yt Shorts) semua tergerus. Traffic kaskus langsung anjlok ketika mulai rame short video + FYP. Saat kaskus di masa jaya memang sudah ada platform vimeo buat berbagi short video, cuma bukan sistem "scroll scroll" kayak sekarang. Begitu era scrolling tiba, hancurlah Kaskus.
Demikian ya guys
, ane ttp sayang kaskus walau udah ga seramai dulu
Dulu kayaknya forum kita tersayang ini dibangga-banggakan di mana-mana. Kayaknya jadi IFers jadi pride tersendiri. Mau yg suka adu bacot di DC/BP. Yang cari cerita cerita di SFTH. Yang curhat kehidupan pribadi, yg nyari solusi ketika putus asa di H2H (dan menurut ane jauh lebih ampuh curhat di H2H dibanding sosmed sekarang)
Tahun lalu gue juga menciptakan thread alasan sepinya kaskus. Sepertinya alasan mendasar forum ini sepi bukanlah masalah internal (momod gak digaji, blackpanda, tukang tipu, spam, junk) toh semua dinamika itu ada di platform lain. Cuma memang forum-forum di seluruh dunia kalah saing dengan produk luar negeri (Meta, Tiktok, FB). Selain itu perilaku konsumsi media juga sangat berubah. Here it is.
1. Generasi Z tidak biasa menulis
Gen Z atau mereka yg lahir antara 1999-2010 lahir di era orang-orang masih sangat awam dengan media sosial, smartphones, & lain-lain. Ini menciptakan banyak gen Z yg mengalami isu dalam menulis sesuatu. (Disclaimer: gak berarti generasi lain tidak ya!) Hal ini kontras dengan generasi milenial & alpha yg nggak segitunya dalam urusan baca tulis. Gen milenial mengalami hari-hari tanpa handphone hingga usia akil baligh, sementara gen Alpha lahir di kala ortunya (kebanyakan gen milenial, tetapi ada juga boomer yg punya anak gen Alpha) sadar bahaya gadget sehingga paparan HP malah kurang bagi beberapa anak-anak bocil ini.
Kalian tahu kan, di media-media viral di tiktok/ig (sebut aja polkatip, viral ini, kebaikan, moodjeketek) "Penulisannya kaya Gini Nih masalah Huruf Besar sama Kecil?". Ini terjadi lintas kelas sosial sehingga anak menengah atas juga gw amati banyak mengalami masalah dalam berbahasa. Mau begitu di kaskus yg ada kena hujat.
2. Forum yg diakses internasional
Alasan utama anak-anak gen-Z aktif di sosmed salah satunya adalah platform tersebut dapat dapat international exposure. Peserta forumnya juga ada dari luar negeri. IG, FB itu forum juga, tetapi lintas negara. Kaskus sendiri terhalang barrier bahasa alias orang luar jadi IFers harus belajar bahasa Indonesia dulu.
Sifat gen Z yg mau apa apa praktis menciptakan mereka gak mau daftar di banyak platform untuk banyak keperluan. Sifat ini tentunya menular ke generasi lain, sehingga user lama Kaskus di gen X/Y juga ikut tergerus. Gambarannya gini, ngapain gw buka Kaskus kalau mau lihat berita dapat lihat di medsos? Nggak cuma kaskus yg terpukul, banyak web berita yg homepage nya jarang dikunjungi orang, & mereka mengejar klik ke situs justru dari media sosial.
Indonesia sbg negara yg daya tawar politiknya lemah susah bersaing di sini. Bisa kita buat gerakan sosmed dalam negeri kayak India, tp rasanya berat.
3. Post gak dapat dihapus sendiri
Ini isu mendasar semua forum di dunia. Jangankan kaskus, sekarang twitter/X aja mulai sepi karena orang tidak dapat menyembunyikan reply dari org yg tidak diharapkan, juga ga dapat tutup komentar (masih ada quote tweet).
Eh sekarang dapat hapus sendiri ya
4. Gen Z lebih suka searching di sosmed, sedikit googling
Percaya apa enggak, ini BENAR. gen Z yg basisnya di X kebanyakan akan cari informasi dari kolom search X. Yang di tiktok cari informasi dari search tiktok. Yang di ig cari informasi dari search ig. Mungkin cuma user FB aja yg harus googling karena kelemahan algoritma search FB. Google paling paling dipakai untuk cari lowongan kerja, jurnal, atau apapun yg web based/pdf based. Makanya sekarang sering jurnal muncul di page one google.
Ini benar benar memukul industri SEO. Dulu ketika awal awal medsos jadi, orang promosi akun sosmed via kaskus atau mulut ke mulut. Skg terbalik, kita nulis di kaskus harus dipromo ke sosmed. Fitur sharing ke sosmed di kaskus sudah ada dari dulu, tetapi gak semasif skg.
5. Short video social media
Seperti gw paparkan di thread tahun 2022, ini alasan mendasar IndoForum sepi. Ketika blackpanda menyerang masih rame. Waktu geger kasus Ahok, masih rame. Waktu mimin dituduh memihak, masi rame.
Ketika tiba era short video socmed (IG reels, Tiktok, Yt Shorts) semua tergerus. Traffic kaskus langsung anjlok ketika mulai rame short video + FYP. Saat kaskus di masa jaya memang sudah ada platform vimeo buat berbagi short video, cuma bukan sistem "scroll scroll" kayak sekarang. Begitu era scrolling tiba, hancurlah Kaskus.
Demikian ya guys