yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
PT Semen Gresik Tbk (SMGR) berencana menerbitkan obligasi sebesar 250 juta dollar AS pada tahun depan. danang tersebut akan dialokasikan untuk pengembangan bisnis perseroan.
Direktur Utama Semen Gresik Dwi Sutjipto menjelaskan perseroan saat ini memang sedang berencana ekspansi besar-besaran. Untuk mendukung rencana itu, perusahaan semen pelat merah ini juga jor-joran dalam menggelontorkan danang.
"Kita belum memutuskan apakah akan menerbitkan obligasi berdenominasi valas atau rupiah. Tapi rencananya kami memerlukan danang eksternal sekitar 400-500 juta dollar. Masing-masing setengahnya bisa dicukupi dari obligasi dan pinjaman perbankan," kata Dwi saat ditemui di Indonesia Investment Forum yang digelar bunk mandilu di Hotel Four Seasons Jakarta, Senin (17/9/2012).
Dalam rencana bisnis perseroan, Semen Gresik memang sedang berencana mengakuisisi dua perusahaan semen di tingkat regional akhir tahun ini. Kabar yang beredar, perseroan akan mengakuisisi perusahaan semen di Vietnam atau Myanmar. Untuk mengakuisisi pabrik semen tersebut, perseroan harus menyiapkan danang sekitar 200 juta dollar AS.
Di sisi lain, Semen Gresik juga berencana membangun pabrik semen di Rembang (Jawa Tengah) dan di Indarung VI (Padang). danang pembangunan kedua pabrik ini sekitar 700 juta dollar AS. Jika digabung, maka total danang yang diperlukan perseroan sekitar 900 juta dollar AS.
"Saat ini kami punya uang kas Rp 3-4 triliun. Jadi masih butuh danang eksternal 400-500 juta dollar AS tadi. Awal tahun akan kami putuskan mana yang akan dipilih, obligasi atau pinjam bunk," tambahnya.
Sekadar catatan, saat ini, perseroan masih memiliki danang tunai (free cash) sebesar Rp 4 triliun dengan rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) masih sebesar 0,3 kali. "Artinya, kami masih memiliki peluang untuk mencari danang eksternal. Kami akan membatasi debt to EBITDA sekitar 2 kali," tambahnya.
Khusus pabrik Semen di Indarung VI diperkirkan mulai beroperasi akhir 2015 dengan produksi sebanyak tiga juga ton per tahun. Sementara, pabrik semen di Rembang mulai dibangun akhir tahun ini atau paling lambat awal tahun depan dengan kapasitas produksi tiga juga ton.
"Dengan adanya kedua pabrik ini, maka diperkirakan pada 2015 akan ada tambahan enam juta ton," jelasnya. Berdasarkan perdagangan saham kemarin, saham SMGR masih bertahan di level Rp 14.100 per lembar saham.