• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

2013 Masih Tahun Krisis

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
BoLqD.jpg

kementrian keuangan
Pemerintah berharap Indonesia mendapatkan keberuntungan dalam mengelola anggaran pada tahun ini. Pasalnya pada 2013 bukanlah akhir melainkan bagian dari krisis ekonomi dunia.

Perbaikan kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS) dengan memutuskan kebijakan yang pro menghindari jurang fiskal pada awal tahun ini memang memberi angin segar pada ekonomi dunia saat ini. Namun, belum adanya kebijakan pasti dari kawasan Eropa masih menjadi ancaman yang harus diwaspadai Indonesia ke depannya.

"Eropa tidak lebih jelek, itu saja sudah bagus," ujar Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Bambang Brodjonegoro, di gedung DPR, Jakarta Senin 14 Januari 2013.

Perkiraan melesetnya asumsi yang sudah diungkapkan pemerintah pada akhir tahun kepada DPR menurutnya, merupakan suatu bentuk kehati-hatian pemerintah agar semua pihak ikut menjaga stabilitas ekonomi Indonesia, di tengah krisis saat ini. "Yang coba kita tampilkan supaya pemerintah dan DPR sama-sama paham bahwa tahun 2013 ini bukan tahun yang gampang," katanya.

Dia menegaskan, saat ini, pemerintah khususnya kementerian keuangan hanya berharap, akan ada perbaikan ekonomi dunia. Sehingga tekanannya pada ekonomi Indonesia dapat berkurang dan pembangunan yang sedang dilakukan dapat berjalan lancar. "2013 Ini merupakan bagian dari krisis, tinggal kita lihat trennya membaik atau datar," katanya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pemerintah telah menyatakan beberapa asumsi dalam APBN diperkirakan akan meleset pada tahun ini, salah satunya kuota subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) pada tahun ini.
Jebolnya kuota tersebut dikatakan pemerintah selain karena meningkatnya defisit perdagangan minyak dan gas bumi Indonesia, juga dikarenakan harga minyak dunia trennya meningkat saat ini. Hal tersebut mengakibatkakn asumsi harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) meleset dari yang diasumsikan.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.