Ajido-Marujido
IndoForum VIP: The Special One
- No. Urut
- 10016
- Sejak
- 31 Des 2006
- Pesan
- 4.815
- Nilai reaksi
- 147
- Poin
- 63
JAKARTA (SINDO) – Pemerintah bertekad menghentikan impor beras pada 2008. Karena itu, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengimbau kepada seluruh pihak agar memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan produktivitas padi yang lebih baik.
”Pemerintah bertekad, tahun depan tidak ada lagi impor beras. Semua harus dengan pengetahuan, nilai tambah dari lahan yang ada di negeri ini,”ujar Wapres saat memberikan pengarahan dalam acara pembukaan Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional (KIPNAS) IX 2007 di Jakarta,kemarin.
Menurut Kalla, munculnya perdebatan tentang impor beras menunjukkan masih adanya sesuatu yang salah. Di sisi lain, jumlah lahan persawahan tidak bisa ditambah lagi. ”Apabila kita perluas sawah, kita berarti kita terpaksa menebang lagi pohon-pohon kita, kita menebang lagi hutan,” tutur Kalla.
Wapres menjelaskan, Indonesia bisa menghentikan impor beras karena produksi padi saat ini meningkat hingga menjadi 1,8 juta ton. ”Syaratnya asal kebijakan yang sudah ditetapkan pemerintah berjalan,mulai dari penyaluran bibit unggul dan perluasan lahan itu,”terangnya.
Di tempat terpisah, Sekjen Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Rachmat Pambudy mengatakan, HKTI menyambut positif tekad pemerintah untuk tidak mengimpor beras pada 2008.Kendati demikian, menurutnya, realisasi komitmen itu perlu diperhatikan.
”Ya, alhamdulillah kalau itu benar, tetapi itu kapan dilakukan, awal 2008, pertengahan, atau akhir,”katanya. Dia mengatakan, dengan tidak mengimpor beras, berarti pemerintah memperhatikan kondisi petani dalam negeri.Menurut dia, komitmen itu perlu didukung dengan pemberian berbagai fasilitas yang menunjang produktivitas petani. (maya sofia/chamad)
sumber: http://www.seputar-indonesia.com/ed...s/2008-pemerintah-hentikan-impor-beras-2.html
”Pemerintah bertekad, tahun depan tidak ada lagi impor beras. Semua harus dengan pengetahuan, nilai tambah dari lahan yang ada di negeri ini,”ujar Wapres saat memberikan pengarahan dalam acara pembukaan Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional (KIPNAS) IX 2007 di Jakarta,kemarin.
Menurut Kalla, munculnya perdebatan tentang impor beras menunjukkan masih adanya sesuatu yang salah. Di sisi lain, jumlah lahan persawahan tidak bisa ditambah lagi. ”Apabila kita perluas sawah, kita berarti kita terpaksa menebang lagi pohon-pohon kita, kita menebang lagi hutan,” tutur Kalla.
Wapres menjelaskan, Indonesia bisa menghentikan impor beras karena produksi padi saat ini meningkat hingga menjadi 1,8 juta ton. ”Syaratnya asal kebijakan yang sudah ditetapkan pemerintah berjalan,mulai dari penyaluran bibit unggul dan perluasan lahan itu,”terangnya.
Di tempat terpisah, Sekjen Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Rachmat Pambudy mengatakan, HKTI menyambut positif tekad pemerintah untuk tidak mengimpor beras pada 2008.Kendati demikian, menurutnya, realisasi komitmen itu perlu diperhatikan.
”Ya, alhamdulillah kalau itu benar, tetapi itu kapan dilakukan, awal 2008, pertengahan, atau akhir,”katanya. Dia mengatakan, dengan tidak mengimpor beras, berarti pemerintah memperhatikan kondisi petani dalam negeri.Menurut dia, komitmen itu perlu didukung dengan pemberian berbagai fasilitas yang menunjang produktivitas petani. (maya sofia/chamad)
sumber: http://www.seputar-indonesia.com/ed...s/2008-pemerintah-hentikan-impor-beras-2.html

