• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Internasional 2 Hari Setelah Bom Boston, Tersangka Pesta Bersama Teman

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
N4v1.jpg

Dua hari setelah peledakan bom, salah satu tersangka teror bom Boston diketahui berpesta dengan teman kampusnya. Dzhokhar A Tsarnaev (19) salah satu tersangka yang ikut berpesta itu masih tercatat sebagai mahasiswa di University of Massachusetts (UMass).

Dikutip dari laman Boston Globe, seorang mahasiswi yang tak mau disebut namanya mengungkapkan, Tsarnaev terlihat hadir dalam sebuah pesta, Rabu malam 17 April 2013. Pesta ini pun dihadiri teman-teman Tsarnaev dari tim sepak bola. "Dia tampak santai," kata mahasiswi tersebut.

Tsarnaev diketahui menjalani hari yang normal di hari Rabu itu, beberapa jam sebelum diburu FBI dan polisi. Di tahun keduanya, Tsarnaev tetap berolahraga di pusat kebugaran dan tidur malam itu di asrama kampus.
Pejabat kampus menilai Tsarnaev merupakan mahasiswa yang baik dan gemar sepakbola. Namun, pihak kampus tidak bisa memastikan apakah Tsarnaev ada di kampus, awal minggu tersebut.

Kawan Tsarnaev, Pamala Rolon (22) mengaku syok saat polisi dan FBI memburu Tsarnaev terkait kasus bom Boston. "Dia rajin belajar. Dia juga suka nongkrong dengan saya dan teman lainnya," kata dia.

Saat FBI merilis foto dan video tersangka bom Boston, Rolon dan kawan lainnya sempat berkelakar, Kamis malam, karena salah satu tersangka mirip Dzhokhar.

"Dia bisa saja Dzhokhar. Tapi kami pikir, itu tak mungkin dia. Itu tidak pernah mungkin,” kata Rolon. Dia mengakui, Dzhokhar tak terlihat di kampus dalam dua minggu terakhir, tapi Rolon mengaku tak terlalu memperhatikan. Apalagi, semua mahasiswa sedang disibukkan dengan belajar dan ujian.

Menurut Rolon, Dzhokhar tak mungkin terlibat dalam jaringan kelompok agama atau politik yang keras. "Dia itu anak muda perkotaan yang normal," jelasnya.

Rolon mengungkapkan, Tsarnaev merupakan etnik Chechen yang datang ke Amerika Serikat dengan keluarganya dari Kyrgyzstan, bekas pecahan Soviet. Meski begitu, menurutnya, Dzhokhar tak pernah menyebut soal Rusia atau politik internasional lainnya. "Dia tak pernah menyebut soal Rusia versus Amerika."

Tsarnaev ditangkap dalam kondisi luka parah akibat tembakan di di belakang sebuah rumah di Watertown, Jumat 19 April waktu setempat. Sementara kakaknya, Tamerlan Tsarnaev (26) tewas tertembak dalam baku tembak dengan polisi.

Di sekolah menengah atas, nilai akademik Dzhokhar Tsarnaev sangat baik. Tapi, The New York Times melaporkan, dia gagal dalam beberapa mata kuliah di UMass Dartmouth. The Times menyebut, transkrip nilai menunjukkan Tsarnaev gagal di tujuh mata kuliah dalam dua semester di 2012 dan 2013.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.