Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
I. Hari Bela Negara RI
Hari Bela Negara diperingati setiap tahun pada 19 Desember 2021. Tahun ini, peringatan Hari Bela Negara jatuh pada hari ini, Minggu (19/12/2021), & jadi peringatan ke-73 sejak perdana kali dilakukan pada 1948. Bagaimana sejarah Hari Bela Negara & apa tema peringatan tahun ini?
Sejarah Hari Bela Negara
Ada sejarah di balik penetapan 19 Desember sebagai Hari Bela Negara. Mengutip laman resmi Kementerian Pertahanan, 19 Desember dipilih sebagai Hari Bela Negara karena mengambil momentum peristiwa Agresi Militer Belanda II pada 1948. Saat itu, 19 Desember 1948, Belanda mengerjakan serangan di Kota Yogyakarta yg merupakan Ibu Kota Indonesia kala itu.
Tak cuma menyerang ibu kota negara, Belanda juga menangkap Presiden Soekarno beserta Wakil Presiden Mohammad Hatta, Perdana Menteri Sutan Syahrir, & beberapa tokoh lainnya. Peristiwa itu menciptakan Ibu Kota negara & pemerintahan kacau, sehingga dibentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Padang, Sumatera Barat. Tampuk kekuasaan didelegasikan kepada Syafruddin Prawiranegara yg saat itu menjabat Menteri Kemakmuran Republik Indonesia. Hal ini dilakukan karena amanat dari Soekarno.
Syafruddin diminta menjalankan pemerintahan dengan membentuk & mendeklarasikan berdirinya PDRI. Terbentuknya PDRI jadi salah satu tonggak sejarah bagi Republik Indonesia. Dengan adanya PDRI, Indonesia berhasil menunjukkan kepada dunia bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia masih ada & berdaulat. NKRI masih berdiri meski ibu kota negara sudah diserang & para pimpinan negara ditangkap oleh Belanda.
Tema Hari Bela Negara 2021
Tahun ini, peringatan Hari Bela Negara mengusung tema "Bela Negaraku, Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh". Berdasarkan amanat Presiden tertanggal 19 Sesember 2021 yg diunggah di laman Kementerian Pertahanan, tema ini diambil sebagai refleksi bahwa seluruh elemen bangsa harus terus mengobarkan & mengimplementasikan sikap rela berkorban demi bangsa & negara. Selain itu, semangat untuk tetap tumbuh bersama-sama menuju Indonesia maju.
Dalam konteks Indonesia yg masih ada di tengah pandemi Covid-19, Presiden mengajak semua pihak menjadikan momentum hari ini sebagai semangat untuk dapat menanng melawan virus corona. Kemenangan itu dalam hal mengendalikan penyebaran virus maupun membangkitkan ekonomi yg sempat tersendat akibat pandemi. "Kita tidak boleh berhenti berkreasi, berinovasi, & berprestasi di tengah pandemi Covid-19. Kita harus buktikan ketangguhan kita," begitu Presiden Joko Widodo dalam amanatnya. "Kita harus menangkan masa depan kita & kita wujudkan cita,-cita para pendiri bangsa dengan semangat bela negara," lanjut Presiden. Jokowi menegaskan, bela negara bukan hany kewajiban anggota TNI & Polri, melainkan tugas setiap warga negara. "Apa pun pendidikan kita, apa pun profesi kita, apa pun pekerjaan kita, semua punya hak, semua punya kewajiban, & semua kewajiban yg sama untuk bela negara," ujar Jokowi.
II. Sejarah Berdirinya Universitas Gadjah Mada 19 Desember 1949
Hari ini 72 tahun yg lalu, atau tepatnya pada 19 Desember 1949, pemerintah meresmikan berdirinya sebuah perguruan tinggi di Yogyakarta. Kampus ini di kemudian hari jadi salah satu perguruan tinggi terbaik & terbesar di Indonesia, yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM). Mengutip laman UGM, kampus ini berdiri dengan nama "Universiteit Negeri Gadjah Mada" & merupakan gabungan dari beberapa sekolah tinggi yg sudah lebih dulu didirikan.
Sekolah tinggi tersebut yaitu Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada, Sekolah Tinggi Teknik, & Akademi Ilmu Politik yg terletak di Yogyakarta, Balai Pendidikan Ahli Hukum di Solo, serta Perguruan Tinggi Kedokteran Bagian Praklinis di Klaten. Penggabungan beberapa sekolah tinggi itu disahkan dengan Peraturan Pemerintah No 23 Tahun 1949 tentang Peraturan Penggabungan Perguruan Tinggi jadi Universiteit.
Arti nama Gadjah Mada
Gadjah Mada dipilih sebagai nama perguruan tinggi ini dengan asa dapat mewarisi semangat serta teladan Mahapatih Gadjah Mada dari Kerajaan Majapahit yg berhasil mempersatukan Nusantara. Teladan ini diterjemahkan ke dalam rumusan jati diri UGM sebagai universitas nasional, universitas perjuangan, universitas Pancasila, universitas kerakyatan & universitas pusat kebudayaan.
Sejarah & perkembangan UGM
Pada awal pendiriannya, UGM memiliki 6 fakultas, yaitu Fakultas Kedokteran, Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, Fakultas Sastra & Filsafat, Fakultas Pertanian, serta Fakultas Kedokteran Hewan. Kegiatan perkuliahan masa itu dilakukan di Sitinggil & Pagelaran, dengan memanfaatkan ruangan-ruangan kamar & fasilitas di lingkungan Keraton Yogyakarta. Adapun pembangunan fisik kampus Bulaksumur baru dimulai pada 1951. Memasuki dekade 1960-an UGM sudah memiliki berbagai fasilitas seperti rumah sakit, pemancar radio, serta sarana lain yg mendukung proses pembelajaran bagi mahasiswa juga untuk melayani kepentingan masyarakat. Kini, UGM memiliki 18 Fakultas, satu Sekolah Pascasarjana, serta satu Sekolah Vokasi dengan puluhan program studi.
Peringatan dies natalis ke-72 UGM
Mengutip laman UGM, dalam rangka menyambut dies natalis ke-72, Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) menggelar Nitilaku Perguruan Kebangsaan Virtual pada Sabtu (18/12/2021). Iqbal Tuwasikal selaku Ketua Panitia Nitilaku mengatakan, kegiatan tersebut merupakan pawai budaya yg dimulai dari Keraton Yogyakarta menuju Gedung Pusat UGM. Kegiatan ini rutin diselenggarakan setiap tahun memperingati Dies Natalis UGM.
Namun, sejak tahun lalu, Nitilaku dilaksanakan secara virtual karena pandemi Covid-19. Untuk tahun ini Nitilaku diadakan secara hibrid. Mengingat tahun 2021 masih dalam masa pandemi Covid-19 pelaksanaan Nitilaku dilakukan penyesuaian dengan berpegang teguh pada protokol kesehatan ketat. Karenanya, pelaksanaan Nitilaku mengambil bentuk virtual hibdrid, mengatakan Iqbal, Rabu (15/12/2021).
Rektor UGM Panut Mulyono dalam sambutannya pada acara Nitilaku Virtual Journey menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Kagama Daerah & Komunitas Kagama. Kami mengucapkan selamat datang pada pengurus Kagama dari berbagai daerah dari Sabang hingga Merauke. Saya juga mengucapkan terima kasih & bangga atas kiprah alumni yg sungguh luar biasa dalam bidangnya masing-masing, mengatakan Panut, Sabtu (18/12/2021). Panut mengatakan, Nitilaku merupakan upaya untuk meingat kembali atau napak tilas jejak-jejak UGM dari berdiri hingga sekarang. Kita harap mengenang kembali bagaimana pendirian kampus ini & bagaimana kita sering memberi kemajuan bagi bangsa & negara, ungkap Panut.
III. 19 Desember 1984: Deklarasi Bersama China-Britania, Sepakati Masa Depan Hong Kong
Deklarasi Bersama China-Britania, yg ditandatangani Perdana Menteri Republik Rakyat China & pemerintah Britania Raya, jadi peristiwa penting bagi wilayah Hong Kong. Diteken pada 19 Desember 1984 di Beijing, deklarasi tersebut mulai berlaku dengan pertukaran dokumen ratifikasi pada 27 Mei 1985 & didaftarkan ke PBB pada 12 Juni 1985.
Dilansir berbagai sumber, menurut deklarasi ini, pemerintah China memutuskan melanjutkan kedaulatannya atas Hong Kong, termasuk Pulau Hong Kong, Kowloon, & New Territories. Ini berlaku secara efektif per 1 Juli 1997. Pemerintah Britania Raya menyerahkan Hong Kong kepada China mulai tanggal 1 Juli 1997. Prinsip "satu negara dua distem" disepakati kedua negara.
Sistem sosialis di China tidak akan diterapkan di Hong Kong. Sebaliknya, sistem kapitalis serta gaya hidup di Hong Kong tidak akan diubah selama periode 50 tahun. Kebijakan dasar ini harus dinyatakan dalam Hukum Dasar Hong Kong.
Inggris awalnya alami negosiasi alot dengan China Tapi akhitnya setuju mengembalikan Hong Kong. Ini setelah jaminan bahwa Hong Kong akan "menikmati otonomi tingkat tinggi, kecuali dalam urusan luar negeri & pertahanan".
Sumber :
- https://www.kompas.com/tren/read/202...page=all#page2
- https://www.kompas.com/tren/read/202...page=all#page2
- https://www.ugm.ac.id/en
- https://www.kompas.com/global/read/2...ati-masa-depan Hari ini 20:11