facebookeb
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 210735
- Sejak
- 9 Jan 2013
- Pesan
- 7.471
- Nilai reaksi
- 96
- Poin
- 48
"Waktu salat id, turun hujan pasir. Kira-kira dua hari berlangsung seperti itu, pasirnya terlihat jelas waktu itu. Tetapi, kalau beberapa hari ke belakang sudah tidak terlalu tebal karena langsung tersapu hujan," ujar petugas SAR Kutabawa, Slamet Hardiansyah, saat dihubungi, Kamis (7/8).
Selain hujan pasir, warga Desa Kutabawa juga kerap mendengar dentuman dan sinar api dari arah Gunung Slamet. "Kalau bulan sebelumnya, bunyi dentuman tidak begitu jelas. Tetapi, saat ini sangat jelas. Selain itu, setiap malam jika cuaca terang, sering terlihat adanya sinar api dari arah puncak Slamet dari depan posko (pendakian)," ujarnya.
Meski begitu, jelasnya, warga belum terganggu dengan adanya aktivitas yang terjadi di Gunung Slamet. "Aktivitas warga masih seperti biasa, mereka masih mengolah lahan pertanian," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan Kecamatan Pulosari Pemalang, Sudrajat mengemukakan dentuman dari Gunung Slamet sudah terdengar dalam satu bulan terakhir. "Dalam 24 jam terakhir, tercatat tujuh kali suara dentuman," katanya.
Suara dentuman yang terdengar dalam 24 jam terakhir tersebut, jelasnya, menjadi yang terbanyak dibanding beberapa hari sebelumnya. Selain dentuman, Gunung Slamet juga mengeluarkan letusan abu.
Dari catatan pos pengamatan dalam 24 jam terakhir, teramati 16 kali letusan abu kecokelatan berketinggian 400-600 meter condong ke barat. Selain itu, terjadi empat kali sinar api setinggi antara 50-300 meter. Sementara itu, tercatat 21 kali gempa letusan dan 419 kali gempa embusan.
Ia mengimbau warga untuk tidak beraktivitas dalam area dua kilometer dari puncak. Saat ini, Gunung Slamet yang berketinggian 3.428 diatas permukaan laut ini, masih berstatus waspada.