• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

16 BUMN Merugi Rp1,49 Triliun pada 2012

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
qSXl6.jpg

Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Wahyu Hidayat, mengatakan, sebanyak 16 perusahaan pelat merah merugi sepanjang 2012. Kerugian yang diderita mencapai Rp1,49 triliun.

Namun, Wahyu tidak menyebutkan secara lengkap BUMN mana saja yang merugi itu. Namun, ada beberapa BUMN yang menjadi perhatian kementeriannya.
"Yang rugi itu di antaranya PT Energy Management Indonesia, PT Industri Sandang Nusantara, PT Industri Soda Indonesia, dan Perum Film Nasional," kata Wahyu di kantornya, Jakarta, Jumat 28 Desember 2012.

Menurut Wahyu, jumlah BUMN yang merugi tahun ini tidak sebanyak tahun lalu. Begitu pula total kerugiannya. Berdasarkan hasil audit tahun lalu, ada 22 BUMN yang mengalami kerugian dengan total senilai Rp3,54 triliun. "Jadi, turun sekitar 42 persen," ujar dia.

Wahyu menambahkan, tidak tercapainya target laba pada 2012, karena sejumlah faktor. Salah satunya disebabkan turunnya harga komoditas akibat krisis ekonomi global.
Faktor itu, menurut dia, memengaruhi bisnis BUMN di bidang komoditas. "Karena, komoditas pertambangan seperti batu bara, CPO (crude palm oil), produksinya tidak turun, namun harga di pasar turun," ungkapnya.

Faktor lain, dia menjelaskan, karena adanya penurunan laba salah satu BUMN raksasa di bidang energi, yaitu PT Perusahaan Listrik Negara tahun ini. Penurunan itu, menurut dia, disebabkan terus melemahnya nilai mata uang rupiah yang memengaruhi biaya produksi perseroan.
Seperti diberitakan sebelumnya, setoran laba PLN ke Kementerian BUMN menurun pada tahun ini. PLN hanya menyetorkan laba sebesar Rp2,9 triliun, jumlah tersebut menurun dari tahun sebelumnya yaitu Rp7,1 triliun.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.