• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

14 tahun jasad,kafan baik2 saja

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. byakuya
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

byakuya

IndoForum Activist C
No. Urut
46894
Sejak
25 Jun 2008
Pesan
14.460
Nilai reaksi
288
Poin
83
Warga dusun Kembangsari, Desa Srimartani, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (26/12/2009), dikejutkan dengan temuan sesosok jenazah yang telah meninggal selama 14 tahun, namun kondisi jenazah dan kain kafannya masih utuh.

Jenazah tersebut adalah almarhumah Ny Paerah yang meninggal dan dimakamkan pada tanggal 12 Oktober 1995 silam. Secara tidak sengaja warga menemukan jenazah tersebut, saat warga tengah menggali lahat untuk keluarga Paerah, tepat di samping pusara Paerah.

Saat para penggali mengeruk tanah sedalam kira-kira 1,5 meter, mereka mendapati kain kafan dan jenazah Paerah dalam kondisi masih utuh tak ada cacat sedikit pun.

Meski temuan ini sempat menghebohkan warga sekitar pemakaman dusun setempat, warga langsung menguburkan kembali jenazah Paerah.

“Sebelumnya warga memutuskan menggali makam almarhum Paerah karena yang dimakamkan adalah salah satu saudaranya,” kata Ani, warga setempat.

Karena tidak ingin menimbulkan polemik berkepanjangan, sebab kondisi kafan masih utuh tidak rusak seperti jenazah-jenazah lainnya, lanjut Ani, jenazah almarhum diputuskan untuk diuruk kembali.

Menurut Yani, dari beberapa cerita sesepuh kampung, almarhum Paerah semasa hidupnya memang dikenal sangat baik hati dan tidak segan-segan membantu orang lain yang membutuhkan.
 
...kasus bgitu..tidak wajar... bukannya pertanda bagus saya rasa /hmm
mungkin tanah pekuburannya begitu banyak hawa negatif...

ada baiknya mayat dijemur saja dibawah sinar matahari..
 
ngacau aja,mana mungkin jenazah dijemur dibawah matahari ??????
Subhannallah..Kuasa ILLAHI :)
 
Menurut Yani, dari beberapa cerita sesepuh kampung, almarhum Paerah semasa hidupnya memang dikenal sangat baik hati dan tidak segan-segan membantu orang lain yang membutuhkan.

kata2 ini yg bikin gw salut....................

@ozma
klo kena hawa negatif koq cuma dia sendiri??
 
secara ilmiah itu dapat terjadi karena selama hidupnya si mayit memiliki gaya hidup sehat terutama untuk para vegetarian....kejadian ini pernah terjadi pada jasad seorang Bhiksu yang sudah di keramik selama beberapa tahun namun tubuhnya masih segar.....yup...sempat menghebohkan namun ya...di kembalikan pada tempatnya.....

trus mengenai kasus di atas...bisa jadi itu juga kuasa Illahi...subhanAllah sungguh besar kuasamu...
 
ngacau aja,mana mungkin jenazah dijemur dibawah matahari ??????
Subhannallah..Kuasa ILLAHI :)
jadi mending disimpen di kamar lu ya? /gg
kata2 ini yg bikin gw salut....................

@ozma
klo kena hawa negatif koq cuma dia sendiri??

mm.. mungkin pas aja kali bro..
Dulu juga tuh pernah ada cerita, 1 keluarga yg kena sial terus..

gara2 si kuburan moyangnya di"jahatin" orang..
sehingga keturunannya sial terus..

dan katanya, keberuntungannya mengalir sama si orang yg jahat ini..
entah bener ato ga yah..

mgkin mitos.. :)
secara ilmiah itu dapat terjadi karena selama hidupnya si mayit memiliki gaya hidup sehat terutama untuk para vegetarian....kejadian ini pernah terjadi pada jasad seorang Bhiksu yang sudah di keramik selama beberapa tahun namun tubuhnya masih segar.....yup...sempat menghebohkan namun ya...di kembalikan pada tempatnya.....
... mana ada....
kalau secara alami hidup sehat ( vege ), jadi mayatnya tidak hancur dikubur..
kita ga akan pernah liat tulang belulang jerapah atau sapi donk.../heh

Soal bhikkhu yg dibahas, mgkin dia mencapai tingkat kesucian tertentu..
makanya seluruh tubuhnya berubah jadi relic..
bisa juga... dia berada dalam kondisi meditatif mendalam jhana
atau.. mgkin.. dia... sempet minum pengawet makanan gt biar awet ? /heh
 
khan aku bilang secara ilmiah........bukti paling mendekati ya itu...........tanya aja ma ilmuannya.....tapi khan ga mesti vege kahn???itu cuma salah satu contoh hidup sehat......kokain juga vegge loh...tapi bikin orang cepet mati......hidup sehat tu makan teratur.....tidur teratur.....kesehatan terjaga....olah raga dll-dll.......gitu lengkap nya ce......
 
khan aku bilang secara ilmiah........bukti paling mendekati ya itu...........tanya aja ma ilmuannya.....tapi khan ga mesti vege kahn???itu cuma salah satu contoh hidup sehat......kokain juga vegge loh...tapi bikin orang cepet mati......hidup sehat tu makan teratur.....tidur teratur.....kesehatan terjaga....olah raga dll-dll.......gitu lengkap nya ce......

mm...
saya ga merasa itu ilmiah sih..hehehe..
karena makan vege pun tetap membuat tubuh kita akhirnya membusuk..hehe..

aniwei, kalau dalam pandangan adat masing2..
kalau ada mayat yg tidak habis dimakan tanah itu..

bagaimana pandangannya ?
 
Ini yg pernah masuk di tv itu yah??
Katanya gara2 berilmu tinggi. hingga tubuhnya te2p segar, bahkan kain kafannya pun masih te2p komplit. wow.. istimewa bener dah.
 
jadi inget jenglot yg sempat heboh bbrp waktu lalu..
yg kabarnya orang2 sakti itu saat meninggal..tubuhnya tidak hancur..
namun menyusut dan mengeras... /hmm
 
coba kalo ada pictnya pasti lebih bisa dipercaya
 
Misteri dan rahasia alam sana – yang seharusnya memang ada – telah sejak lama dibincangkan. Imajinasi dan kemampuan manusia berolah pikir dan rasa ikut menentukan hasil perbincangan. Ada banyak catatan telah ditulis berkaitan dengan hasil perbincangan itu. Salah satu catatan yang cukup menarik untuk diikuti tentu saja catatan yang dibuat oleh para sastrawan atau para penulis. Seperti diketahui karya sastra paling tidak terdiri dari lima kelompok penting yaitu puisi, prosa, drama, esai, dan biografi. Kelompok ini tentu saja masih dapat terbagi ke dalam sub kelompok tetapi intinya ke dalam kelompok inilah misteri dan rahasia alam sana tergolong paling banyak dibicarakan.

Alam sana juga menarik dibicarakan jika kacamata yang dipakai kacamata agama atau filsafat. Tetapi sesuai dengan sifatnya maka kajian alam sana dari sudut pandang agama – yang dikenal mempunyai sifat absolut – menjadi agak sedikit kaku. Imajinasi tidak dapat menari dengan leluasa kecuali tentu saja di dalam arena yang sudah ditentukan. Sedangkan filsafat – yang dikenal mempunyai sifat spekulatif – memberi ruang gerak yang lebih luas dan fleksibel karena batasan arena dapat ditembus dan diterobos begitu saja tanpa perlu merasa ada sesuatu yang dilanggar.

Alam sana jika dikaji dari sudut pandang ilmu pengetahuan – yang dikenal mempunyai sifat obyektif – menjadi agak sulit karena obyek yang dimaksud tidak kasat mata, tidak dapat ditangkap oleh panca indra sehingga amat sulit jika pengalaman atau pengetahuan seseorang tentang alam sana harus diulang. Bahkan banyak yang mengatakan bahwa situasi dan kondisi alam sana sama sekali tidak mendapat tempat dalam ilmu pengetahuan karena ‘perbedaan paradigma’ yang bukan saja sangat berbeda tetapi bertolak-belakang. Tentu saja ada sejumlah usaha – bahkan cukup banyak – yang konon kabarnya ingin membuktikan berdasarkan kaidah-kaidah ilmu pengetahuan bahwa alam sana itu memang ada dan seperti ini lho kondisinya. Tetapi sejauh ini usaha tersebut tentu saja tidak banyak mendapat sambutan.

Sedangkan karya sastra – yang dikenal mempunyai sifat subyektif – mempunyai peluang yang paling sempurna untuk menjelajahi dan mengeksplorasi dunia alam sana. Berbingkai imajinasi – dalam artian dapat membayangkan apa saja – karya sastra benar-benar menjadi media yang paling pas dan cocok. Segala macam dimensi, mulai dari dimensi dunia nyata, dimensi tiga pojok, dimensi empat pojok, sampai dengan dimensi dunia tidak nyata yang pojoknya mungkin tidak terhingga tetapi diyakini ada, dapat diolah dengan mudah oleh karya sastra. Sepanjang penulisnya mampu dia bisa menjelajah ke mana saja. Hampir-hampir tidak ada batasan yang dapat menghalangi karya sastra kecuali batasan imajinasi penulisnya.

Catatan sastra yang diberi catatan ini ingin menunjukkan hal itu. Betapa imajinasi dapat mengembara dan melangkah ke mana saja. Mereka yang berkenan membaca juga ikut serta diajak dalam pengembaraan ini ditambah satu fasilitas yang juga sangat istimewa. Para pembaca disilahkan untuk ikut berimajinasi membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya, apa yang akan terjadi berikutnya. Bahkan kalau berkenan para pembaca diberi kesempatan untuk melanjutkan kisah ini berdasarkan versi mereka tanpa perlu mengkhawatirkan batasan, kaidah, dan lain sebagainya. Inilah undangan yang diberikan oleh karya sastra dan tidak oleh karya jenis lainnya termasuk karya ilmu pengetahuan, karya kefilsafatan, apalagi karya dalam bidang keagamaan. Selamat menikmati.


http://indonesiangetik.net/Thread-Jangan-Bunuh-Kura-Kura
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.