Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Salah satu agenda besarChinaadalah menciptakan Belt and Road Initiative (bro) atau yg diketahui dengan Sabuk & Jalan China.
Proyek ini memungkinkan China untuk mengucurukan danang hingga 8 triliun dollar AS dalam proyek infrastruktur di seluruh Eropa, Asia & Afrika.
Namun, proyek ini menimbulkan kekhawatiran padanegara yg didanainya, menurut Center for Global Development.
Studi itu mengevaluasi tingkat hutang dari 68 negara yg jadi tuan rumah proyek bro China.
Ditemukan ada 23 negara yg berisiko mengalami kesulitanutang saat ini.
Bahkan di antara 23 negara tersebut ada 8 negara yg di antaranya dalam kondisi mengkhawatirkan & dapat terancam bangkrut.
Delapan negara ini, berisiko tinggi karena memiliki proporsi utang luar negeri cukup tinggi pada China & bunk di China.
Bahkan kalau terus menerus dilakukan, mereka dapat berakhir dalam jebakan utang China,
Sejumlah negara barat menyebut Chinamemang sengaja menjebak negara miskin dengan utang sehingga tidak sanggup membayar.
Lantas, negara miskin mana saja yg sudah jatuh ke 'perangkap utang' China? Berikut ulasannya :
1.Pakistan
Pakistan, sejauh ininegaraterbesar yg berisiko tinggi, saat ini memproyeksikan tambahanutang sekitar 62 miliar dollar AS, dilaporkan utangChina 80 persen dari itu.
Ditambah proyek-proyek bro yg akbar & suku kembang yg relatif tinggi yg dikenakan oleh China menambah risiko kesulitan utang Pakistan.
2.Tajikistan
Salah satunegaratermiskin di Asia, Tajikistan sudah dinilai oleh IMF & bunk Dunia berada pada "risiko tinggi" dari kesulitanutang.
Meski begitu, pihaknya berencana menambah utang luar negeri untuk membiayai investasi infrastruktur di sektor kelistrikan & transportasi.
Utang ke Cina, adalah kreditor tunggal terbesar Tajikistan, menyumbang hampir 80 persen dari total peningkatan hutang luar negeri Tajikistan selama periode 2007-2016.
3.Kyrgyzstan
Kyrgyzstan adalah negara yg relatif miskin dengan proyek infrastruktur terkait bro yg signifikan, beberapa akbar dibiayai oleh utang luar negeri.
bunk EximChina adalah kreditor tunggal terbesar, dengan pinjaman yg dilaporkan pada akhir 2016 berjumlah1,5 miliar dollar AS, atau sekitar 40 persen dari total utang luar negeri negara.
Meskipun saat ini dianggap memiliki risiko kesulitan utang yg 'sedang', Kyrgyzstan tetap dianggap rentan.
4. Laos
Laos, salah satunegaratermiskin di Asia Tenggara, memiliki beberapa proyek terkait bro.
Proyek terbesarnya adalah, kereta apiChina-Laos senilai 6,7 miliar dollar AS, yg mewakili hampir setengah dari PDB negara itu.
Hal itu menciptakan IMF memperingatkan bahwa proyek tersebut mungkin mengancam kemampuan negara untuk membayar utangnya.
5. Mongolia
Kemakmuran ekonomi Mongolia di masa depan bergantung pada investasi infrastruktur yg besar.
Menyadari keadaan sulit di Mongolia, bunk Exim China setuju pada awal 2017 untuk memberikan pembiayaan di bawah jalur kredit senilai 1 miliar dollar AS dengan tarif lunak untuk proyek pembangkit listrik tenaga air & proyek jalan raya.
Jika laporan tambahan kredit sebesar 30 miliar dollar untuk proyek-proyek terkait bro selama lima hingga sepuluh tahun ke depan benar, maka prospek gagal bayar di Mongolia sangat tinggi, terlepas dari sifat lunak pembiayaannya.
6.Montenegro
bunk Dunia memperkirakan bahwautang publik sebagai bagian dari PDB akan naik hingga 83 persen pada 2018.
Sumber masalahnya adalah satu proyek infrastruktur yg sangat besar, jalan raya yg menghubungkan pelabuhan Bar dengan Serbia yg akan berintegrasi dengan jaringan transportasi Montenegro dengan negara-negara Baltik lainnya.
Otoritas Montenegro menciptakan perjanjian dengan China Exim bunk pada tahun 2014 untuk membiayai 85 persen dari perkiraan biaya 1 miliar dollar AS.
Untuk tahap perdana proyek, dengan tahap kedua & ketiga kemungkinan akbar akan menyebabkan default kalau pembiayaan tidak diberikan dengan persyaratan yg sangat lunak.
7.Djibouti
Menurut IMF terbaru negara ini memiliki risiko pinjaman dari China.
Mencatat bahwa cuma dalam dua tahun, utang luar negeri publik sudah meningkat dari 50 jadi 85 persen dari PDB, yg tertinggi di antara negara berpenghasilan rendah.
Sebagian akbar utang terdiri dari utang perusahaan publik yg dijamin pemerintah & berhutang kepada China Exim bunk.
8.Maladewa
Cina sangat terlibat dalam tiga proyek investasi paling menonjol di Maladewa.
Seperti peningkatan bandara internasional yg menelan biaya sekitar 830 juta dollar AS.
Pengembangan pusat populasi baru & jembatan dekat bandara yg menelan biaya sekitar 400 juta dollar AS, & relokasi bandara pelabuhan utama (tanpa perkiraan biaya).
Negara ini dianggap oleh bunk Dunia & IMF berisiko tinggi mengalami kesulitan utang & saat ini sedang dilanda gejolak politik dalam negeri.
9.Zimbabwe
Zimbabwe dikabarkan memiliki utang senilai US$4 juta atau setara Rp57,3 miliar. Utang dipakai untuk melawan pemberontakan di negara tetangga, Uganda & Rwanda.
Presiden Zimbabwe Laurent Kabali mengpakaidana utang itu untuk mengirim punggawa hingga membeli peralatan bersenjataguna memberangus pemberontak.
Namun sayang, akibat utang itu, Zimbabwe harus mengikuti perjanjian China untuk menerima yuan sebagai mata uang di Zimbabwe pada Januari 2016. Ini merupakan konsekuensi atas gagal bayar utang Zimbabwe kepada China.
Diketahui, Zimbabwe memiliki 9 mata uang sebagai alat perdagangan yg sah yakni dolar AS, dolar Australia, rand Afrika Selatan, pula Botswana, euro Eropa, poundsterling Inggris, yen Jepang, yuan China, & rupee India.
10.Sri Langka
Sri Lanka harus kehilangan dua infrastruktur kebanggannya yakni bandara & pelabuhan karena harus menyerahkannya ke tangan China.
Nasib nahas itu terjadi pada 2017. SriLanka harus melepas pelabuhannya kepada China karena tidak sanggup membayar utang ke China. Sebagai pengingat, China memang menggelontorkan utang US$1,5 miliar ke Sri Lanka pada 2010 lalu untuk membangun Pelabuhan Hambantota.
Pada tahun yg sama, China menggelontorkan danang sebesar US$200 juta untuk pembangunan bandara internasional kedua di negeri tersebut. Setelah gagal bayar, akhirnya Sri Lankaharus menyerahkan pelabuhan tersebut dengan kontrak untuk melayani perusahaan China selama 99 tahun.
Selain jerat utang itu, China juga masih memiliki piutang ke Sri Lankasebesar US$272 juta. Piutang dipakai untuk pembangunan jalur kereta api pada 2013. China juga memiliki piutang lebih dari US$1 miliar untuk pembangunan Colombo Port City project.
11.Nigeria
Nigeria, negara di Teluk Guinea, memiliki sejumlah utang kepada China. Utang dihimpun untuk pembangunan infrastruktur.Utang tersebut dikabarkan membelenggu Nigeria.
Pasalnya, pemerintah China mensyaratkan pembangunan infrastruktur di negeri tersebut harus mengpakai bahan baku & buruh kasar asal China.
Padahal, Nigeria merupakan negara produsen minyak bumi terbesar di benua Afrika. Energi fosil tersebut bahkan memberikan 60 persen pemasukan kepada negara & menopang 90 persen pertukaran mata uang asing di negara tersebut.
12.Uganda
China dikabarkan sudah mengakuisisi kepemilikan Bandara Internasional Entebbe di Uganda. Perjanjian utang Uganda sendiri tidak pernah diumumkan kepada publik, sehingga sulit untuk diketahui.
Walau begitu, pejabat hukum Joel Ssenyonyi sebagai komite penyelidikan parlemen Uganda mengatakan utang tersebut memberikan hak kepada Exim bunk, bunk pemberi pinjaman, untuk mengatur anggaran tahunan bandara tersebut.
Namun demikian, Kedutaan Besar China di Uganda membantah tuduhan tersebut sebagai tindakan jahat untuk merusak hubungan baik antar kedua negara.
Kedutaan pun mengakui pihaknya tidak pernah mengambil satupun proyek di Afrika sebagai ganti akibat gagal bayar utang.
Uganda sendiri dikabarkan akan menegosiasikan ulang pinjamannya melalui Menteri Keuangan Uganda Matia Kasaija.
Always Make China Strong~