nurma
IndoForum Beginner A
- No. Urut
- 170780
- Sejak
- 25 Apr 2012
- Pesan
- 1.296
- Nilai reaksi
- 25
- Poin
- 48
BUMIL sering dihadapkan pada serangan mood swings. Jika Anda salah satu di antaranya, patut menyikmak ulasan berikut ini agar terhindar dari serangan tersebut.
Ada beberapa cara untuk meminimalkan gangguan suasana hati. Febria Indra Hastati, M.Psi, Psikolog dari Brawijaya Women & Children Hospital Kebayoran Baru, Jakarta memberikan ulasannya, seperti diulas Tabloid Mom & Kiddie.
Beberapa gejala/tanda depresi yang patut diwaspadai:
1. Tetap beraktivitas seperti biasa, jangan mengurung diri di kamar atau menuruti kesedihan secara berlebihan.
2. Lakukan olahraga secara rutin, agar tubuh tetap bugar. Pilih olahraga ringan seperti berenang, berjalan santai, atau senam hamil.
3. Menjaga pola makan yang seimbang dan sehat.
4. Cukup tidur di malam hari.
5. Melakukan jeda untuk istirahat setelah kegiatan di siang hari.
6. Jika memungkinkan, tidur siang sejenak.
7. Rekreasi ringan, berjalan-jalan ke taman.
8. Menyalurkan hobi, seperti; nonton, membaca buku, mendengarkan musik, merangkai bunga, melukis, bermain musik, dan sebagainya.
9. Perawatan ke salon, seperti; massage, manicure, pedicure.
10. Melakukan meditasi, rileks, berzikir, berdoa.
11. Mencari pihak yang bisa diajak berbincang, bisa dengan sahabat, keluarga, atau terapis jika dipandang perlu.
12. Ikut dalam komunitas sesama BuMil, agar bisa saling berbagi.
13. Tidak memaksakan tubuh melakukan aktivitas yang berat/melelahkan.
14. Jangan merasa harus melakukan segalanya sendirian. Memang mengasyikkan mengatur dekorasi kamar bayi, mempersiapkan baju bayi, namun jangan paksakan diri untuk mengerjakan semua tanpa bantuan orang lain.
15. Delegasikan beberapa tugas persiapan kelahiran bayi kepada orang yang tepat dan anda percayai, misalnya untuk membeli popok, memindahkan box bayi, memasang semua seprai dan tirai, mintalah bantuan suami, pembantu, kerabat atau keluarga.
16. Jika anda bekerja dan sangat kelelahan atau stres dengan pekerjaan, ambillah cuti, lalu bersantai dan istirahatlah.
17. Jangan mengambil cuti melahirkan terlalu mepet dengan perkiraan waktu persalinan. Lebih baik ajukan cuti melahirkan beberapa pekan sebelum perkiraan waktu persalinan. Tujuannya agar anda memiliki kesempatan untuk men-charge tenaga yang dibutuhkan saat menjalani proses persalinan nantinya.
18. Lakukan hal-hal mengasyikkan bersama pasangan, misalnya memasak atau berkebun bersama, bersantai ke pantai, mendengarkan musik di café, menonton film romantis, berjalan kaki pagi atau sore hari di sekeliling lingkungan rumah, menyanyi karaoke bersama, berfoto bersama, menyiapkan nama anak bersama, dan lain sebagainya.
Kapan Perlu Bantuan Profesional?
Apabila BuMil mengalami kekacauan emosional dan mood swing secara berkepanjangan, memburuk, makin parah, hingga lebih dari 2 minggu dan tidak kunjung membaik, segeralah membuat janji dengan ahli/profesional seperti psikolog, konselor, atau dokter. Karena jika didiamkan atau dipandang sepele, kenyataannya bisa mengarah pada situasi yang makin tidak sehat bagi ibu maupun janinnya. Situasi memburuk tersebut kemudian bisa mengarah pada kondisi depresi, anxiety (gangguan kecemasan berat) hingga gangguan mood yang parah (severemood swings).
2. Lakukan olahraga secara rutin, agar tubuh tetap bugar. Pilih olahraga ringan seperti berenang, berjalan santai, atau senam hamil.
3. Menjaga pola makan yang seimbang dan sehat.
4. Cukup tidur di malam hari.
5. Melakukan jeda untuk istirahat setelah kegiatan di siang hari.
6. Jika memungkinkan, tidur siang sejenak.
7. Rekreasi ringan, berjalan-jalan ke taman.
8. Menyalurkan hobi, seperti; nonton, membaca buku, mendengarkan musik, merangkai bunga, melukis, bermain musik, dan sebagainya.
9. Perawatan ke salon, seperti; massage, manicure, pedicure.
10. Melakukan meditasi, rileks, berzikir, berdoa.
11. Mencari pihak yang bisa diajak berbincang, bisa dengan sahabat, keluarga, atau terapis jika dipandang perlu.
12. Ikut dalam komunitas sesama BuMil, agar bisa saling berbagi.
13. Tidak memaksakan tubuh melakukan aktivitas yang berat/melelahkan.
14. Jangan merasa harus melakukan segalanya sendirian. Memang mengasyikkan mengatur dekorasi kamar bayi, mempersiapkan baju bayi, namun jangan paksakan diri untuk mengerjakan semua tanpa bantuan orang lain.
15. Delegasikan beberapa tugas persiapan kelahiran bayi kepada orang yang tepat dan anda percayai, misalnya untuk membeli popok, memindahkan box bayi, memasang semua seprai dan tirai, mintalah bantuan suami, pembantu, kerabat atau keluarga.
16. Jika anda bekerja dan sangat kelelahan atau stres dengan pekerjaan, ambillah cuti, lalu bersantai dan istirahatlah.
17. Jangan mengambil cuti melahirkan terlalu mepet dengan perkiraan waktu persalinan. Lebih baik ajukan cuti melahirkan beberapa pekan sebelum perkiraan waktu persalinan. Tujuannya agar anda memiliki kesempatan untuk men-charge tenaga yang dibutuhkan saat menjalani proses persalinan nantinya.
18. Lakukan hal-hal mengasyikkan bersama pasangan, misalnya memasak atau berkebun bersama, bersantai ke pantai, mendengarkan musik di café, menonton film romantis, berjalan kaki pagi atau sore hari di sekeliling lingkungan rumah, menyanyi karaoke bersama, berfoto bersama, menyiapkan nama anak bersama, dan lain sebagainya.
Kapan Perlu Bantuan Profesional?
Apabila BuMil mengalami kekacauan emosional dan mood swing secara berkepanjangan, memburuk, makin parah, hingga lebih dari 2 minggu dan tidak kunjung membaik, segeralah membuat janji dengan ahli/profesional seperti psikolog, konselor, atau dokter. Karena jika didiamkan atau dipandang sepele, kenyataannya bisa mengarah pada situasi yang makin tidak sehat bagi ibu maupun janinnya. Situasi memburuk tersebut kemudian bisa mengarah pada kondisi depresi, anxiety (gangguan kecemasan berat) hingga gangguan mood yang parah (severemood swings).
Beberapa gejala/tanda depresi yang patut diwaspadai:
- Kecemasan yang terus menerus.
- Rasa mudah terusik yang semakin meningkat.
- Gangguan tidur.
- Perubahan pola makan secara signifikan (kehilangan nafsu makan, atau justru makan sangat berlebih-lebihan di luar kebiasaan).
- Tidak mampu berkonsentrasi pada segala hal dalam jangka panjang.
- Sangat mudah lupa, terutama pada hal-hal yang baru saja diingatnya (short-term memory loss).
- Rasa mudah terusik yang semakin meningkat.
- Gangguan tidur.
- Perubahan pola makan secara signifikan (kehilangan nafsu makan, atau justru makan sangat berlebih-lebihan di luar kebiasaan).
- Tidak mampu berkonsentrasi pada segala hal dalam jangka panjang.
- Sangat mudah lupa, terutama pada hal-hal yang baru saja diingatnya (short-term memory loss).