• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

10 Orang Terkaya di Asia

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Majalah bisnis terkemuka, Forbes, melansir 1.426 orang kaya dunia yang memiliki total kekayaan bersih US$5,4 triliun. Carlos Slim Helu, konglomerat dari Meksiko, masih menjadi orang terkaya sejagat. Total kekayaannya mencapai US$73 miliar.

Di belakang Carlos Slim, masih bertengger nama-nama lama seperti Bill Gates dengan kekayaan US$67 miliar, dan Amancio Ortega sebagai pemilik fashion Zara. Kekayaan Ortega tercatat mencapai US$57 miliar.

Selain itu, terdapat nama-nama orang kaya baru dan anak muda dengan kekayaan berlimpah.

Dari daftar orang terkaya versi Forbes itu, terdapat sejumlah nama yang berasal dari Asia, termasuk 25 nama dari berasal dari Indonesia.

Berikut daftar 10 orang terkaya Asia:

1. Li Ka-shing
5BIuJ.jpg
Kekayaan bersih: US$31 miliar
Asal negara: Hong Kong
Peringkat dunia: 8
Li Ka-Shing termasuk salah satu orang terkaya di dunia dengan harta senilai 32 miliar dolar AS. Tidak terbantahkan lagi, kekayaannya tersebut menahbiskan Li sebagai orang paling kaya di Hong Kong. Dialah raja di antara sekitar 40 konglomerat di kota bekas koloni Inggris itu.

Forbes melaporkan, membumbungnya harga-harga properti dan kedekatan dengan ekonomi China menjadi beberapa faktor penyebab mengapa banyak penduduk Hong Kong semakin kaya. Tidak heran jika melihat mobil-mobil mewah semacam Rolls Royce dan Porsche hilir mudik di jalanan Hong Kong.

Penobatan Forbes menjadi sebuah bukti betapa CEO Cheung Kong Holdings dan perusahaan telepon genggam Hutchison Whampoa itu adalah perunding andal dalam transaksi bisnis. Betapa tidak, dengan nalar bisnis Li, Hutchison sukses menyuntikkan saham ke perusahaan telekomunikasi Vodafone dengan muatan danang segar senilai 11 miliar dolar AS. Hal inilah yang membuat Li sukses mengalahkan konglomerat-konglomerat Hong Kong lainnya.

Sebagai orang terkaya, sudah pasti pengaruh Li begitu mengakar di Hong Kong. Li mengaku tidak terbiasa menghabiskan waktu seharian tanpa memperkaya keluarganya yang kini menjalankan perusahaan properti, energi, telekomunikasi, dan bisnis ritel.

Atribut konglomerat yang disandang Li merupakan buah manis dari jerih payahnya. Kesuksesan pengusaha yang meninggalkan China pada 1940 ini bermula dari kepiawaiannya membangun bisnis hiasan bunga plastik menjadi sebuah kerajaan bisnis global, dengan diversifikasi anak perusahaan yang beragam.

Li mengaku, kesuksesannya terletak pada keyakinan yang kuat terhadap sinergitas dan kerja sama."Idealitas masyarakat hanya dapat diperoleh jika setiap anggotanya siap dan mau mengemban tugas masing-masing," katanya suatu saat.

Cheung Kong Limited merupakan gerbong utama Cheung Kong Group yang memiliki operasi bisnis di 55 negara di dunia dan mempekerjakan sekitar 260 ribu staf personalia. Di Hong Kong, grup tersebut mempunyai delapan perusahaan yang terdaftar dengan kapitalisasi pasar gabungan.

Li dilahirkan pada 1928 di Chiu Chow, sebuah kota pantai di sebelah tenggara China.Pada 1940, dia menyeberang ke Hong Kong bersama seluruh keluarganya untuk menjauhi risiko perang. Ayahnya menderita tuberkulosis dan meninggal dunia di Hong Kong.

Sepeninggal ayahnya, tanggung jawab ekonomi dan mata pencaharian keluarga terbebani di pundaknya. Seperti dikutip dari Seputar Indonesia, keinginan kuat untuk menghidupi ibu dan adik-adiknya membuat Li nekat meninggalkan sekolah pada usia 15 tahun demi bekerja. Li berhasil mendapatkan pekerjaan di perusahaan perdagangan plastik tempat dia bekerja selama 16 jam per hari. Berkat kerja keras, ketangguhan mental, dan semangat tinggi, pada 1950 Li memberanikan diri mendirikan perusahaan sendiri dengan bendera Cheung Kong Industries.

Modal untuk mendirikan perusahaan didapatkan Li dengan meminjam dari keluarga dan kerabat. Dari pabrik plastik inilah, sayap bisnis Li semakin berkembang, dengan mendirikan anak perusahaan yang bergerak di bidang investasi real estat.

Perusahaannya berhasil tercatat di Hong Kong Stock Exchange pada 1972. Semakin berkibarnya imperium bisnis Cheung Kong membuat Li percaya diri mengakuisisi Hutchison Whampoa pada 1975 dan Hongkong Electric Holdings Limited pada 1985.

Sekarang, bisnis Cheung Kong Group telah merambah berbagai area,di antaranya pengembangan properti dan investasi, agen dan manajemen real estate, perhotelan, telekomunikasi dan e-commerce, keuangan, ritel, kegiatan pelabuhan, energi, proyek infrastruktur dan bahan bangunan, media dan bioteknologi. Seperti kebanyakan pengusaha lainnya yang memiliki kesadaran sosial tinggi, Li juga tidak ingin kesuksesannya dinikmati sendirian.

2. Mukesh Ambani
Pb8Cy.jpg
Kekayaan bersih: US$21,5 miliar
Asal negara: India
Peringkat dunia: 22

Mukesh Ambani Dhirubhai lahir pada tanggal 19 April 1957 di Aden, Aden Colony (sekarang Yaman), adalah raja bisnis India saat ini dia menjabat sebagai ketua dan direktur pengelola Reliance Industries, perusahaan sektor swasta terbesar di India, dan salah satu konglomerat terbesar sektor swasta di dunia. Saham pribadinya di Reliance Industries adalah 48%.

Mukesh Ambani adalah putra tertua dari Dhirubhai Ambani, pendiri akhir Reliance Industries. Dia memiliki saudara, Anil, dan dua saudara perempuan. Pada tahun 2010, ia diangkat antara orang-orang paling kuat di dunia oleh Forbes dalam daftar "68 orang yang paling berpengaruh" Pada Tahun 2011, ia adalah orang terkaya kedua di Asia dan orang terkaya kesembilan di dunia dengan kekayaan pribadi US $ 27 miliar.

Pada tahun 2007, terjadi kenaikan di pasar saham India dan apresiasi rupee India mendorong kapitalisasi pasar perusahaan kelompok Reliance, sehingga membuatnya menjadi orang terkaya di dunia. Menurut perkiraan Majalah Forbes, ia dipredikdi akan mendapatkan kembali gelar orang terkaya di dunia pada tahun 2014. Dia adalah anggota dewan direktur bunk of America Corporation dan anggota dewan penasihat internasional Dewan Hubungan Luar Negeri. Keluarga Ambani tinggal di sebuah apartemen dengan dua kamar tidur di Bhuleshwar, Mumbai sampai 1970-an. sebuah blok di Dhirubhai Ambani kemudian dibelinya dan kemudian dijadikan apartemen 14 lantai yang disebut 'Sea Wind "di Colaba,sampai saat ini, Mukesh dan Anil bersama keluarga mereka tinggal di lantai yang berbeda.

3. L33 Shau Kee
Kekayaan bersih: US$20,3 miliar
Asal negara: Hong Kong
Peringkat dunia: 24
Berada di atas 20 catatan milyarder Forbes 'bukan prestasi kecil, dan menjadi mogul nyata untuk membangun bahwa kekayaan bukan hanya mewarisi itu hanya menakjubkan. Lee Shau Kee, pria terkaya kedua di Asia, bernilai sekitar $ 19000000000 USD . Dia adalah CEO Perusahaan Pengembangan Henderson Land dan Hong Kong dan Cina Perusahaan Gas Terbatas. Dia dijuluki sebagai Buffett Warren Hong Kong.

> Usia: 84

> Sumber Kekayaan: diversifikasi, self-made

> Residence: Hong Kong

> Negara Kewarganegaraan: Hong Kong

> Status Pernikahan: Cerai

HIS FAMILY

Lee Shau Kee memiliki satu Putri, Margaret Lee dan dua putra: Peter Lee Ka-kit. dan Martin Lee Ka-shing. Dia memiliki empat cucu dan dua cucu. Tiga cucu adalah: Lee Chi-shun (b.2010), Lee Chi-yan (b.2010) dan Lee Chi-yung (b.2010). Dan nama yang keempat belum begitu populer. Dua cucu perempuan adalah: Leanna Lee Hei-tung, kelahiran 2007, Hayley Lee Hei-yi, lahir 2009.

> Pendiri, Ketua, Direktur Utama Pengembangan Henderson Land Perusahaan Terbatas

> Ketua Hong Kong dan Cina Gas Company Limited

> Ketua Miramar Hotel Group

> Wakil Ketua Independen Non-Direktur Eksekutif Sun Hung Kai Properties Limited

> Anggota Direksi Hong Kong Ferry (Holdings) Limited dan The bunk of East Asia Limited

4. Thomas & Raymond Kwok & family
Z9ixt.jpg
Kekayaan bersih: US$20 miliar
Asal negara: Hong Kong
Peringkat dunia: 26
Walter Kwok adalah anggota dewan direksi non eksekutif di SHKP. Walter menduduki kursi chairman SHKP selama hampir dua dekade. Hingga permusuhannya dengan saudara-saudaranya membuat Walter digeser oleh sang ibu, Kwong Siu-hing pada 2008.

Thomas dan Raymond kemudian ditunjuk sebagai joint-chairman dalam rapat umum tahunan perusahaan Desember lalu. Nama Walter juga dicoret dari daftar pewaris keluarga Kwok, namun dia masih terus memperjuangkan hal ini. Keluarga Kwok tercatat sebagai keluarga terkaya nomor 3 di Hong Kong menurut Hong Kong Rich List yang terbit Januari silam dengan nilai mencapai US$15.4 miliar (Rp 141 trilyun).

5. Georgina Rinehart
Kekayaan bersih: US$17 miliar
Asal negara: Australia
Peringkat dunia: 35

Georgina Hope "Gina" Rinehart (lahir 9 Februari 1954) adalah seorang Australia pertambangan taipan . Dia adalah pewaris dari Hancock Prospecting dan putri almarhum Hancock Lang dan Harapan Margaret Nicholas. Pada 2010-an, Rinehart membeli saham di organisasi media, menjadi pemegang saham terbesar di Media Fairfax dan mengambil porsi yang signifikan dalam Sepuluh Holdings Jaringan .

Selama 2011, baik Forbes Asia dan Business Review Weekly melaporkan bahwa Rinehart adalah orang terkaya Australia. Selama 2012, BRW bernama Rinehart sebagai perempuan terkaya di dunia, setelah melampaui Christy Walton , [6] Namun Rinehart dikalahkan oleh L'Oreal ahli waris, Liliane Bettencourt . pada tahun 2013, membuat Reinhart wanita terkaya kedua di dunia

Pada tahun 2011, tiga anak Rinehart dan penerima manfaat, Harapan Rinehart Welker, John Hancock dan Bianca Rinehart, membawa tindakan hukum di New South Wales Supreme Court selama ini Rinehart (sebagai wali amanat tunggal) keterlambatan dugaan tanggal vesting dari Harapan Margaret Hancock Dipercaya


6. Lakshmi Mittal
bNyxO.jpg
Kekayaan bersih: US$16,5 miliar
Asal negara: India
Peringkat dunia: 41
Lakshmi Narayan Mittal atau biasa dikenal sebagai Lakshmi Niwas Mittal lahir 15 Juni 1950 merupakan seorang Pengusaha Baja Terbesar di Dunia, yang mempunyai kekayaan senilai 32 Milyar USD atau sekitar 288 Trilyun Rupiah, yang menempati rumah mewahnya di London senilai Rp. 1 Triliun rupiah, bertetangga dengan orang-orang terkaya di dunia seperti Sultan Hasanal Bolkiah dari Brunei dan Raja Al Fahd dari Arab Saudi. Lakshmi Mittal ini sendiri merupakan orang terkaya di London juga di asia, mengalahkan kekayaan Sri Ratu Inggris, pemimpin negara yang pernah menjajah negaranya Mittal yaitu India. Dan Hebatnya Lagi, Mittal ini memulai kerajaan bisnisnya dari sebuah daerah di Waru yang merupakan lintas Sidoarjo Surabaya, Indonesia.

Lahir dari keluarga miskin di Sidalpur, Churu, Rajashtan India. Saat kecil, ia dan keluarganya tinggal di sebuah rumah yang dihuni oleh 20 orang. Mereka hanya tidur di lantai, yang kadang beralaskan rotan. Untuk memasak, mereka membuat perapian dari tumpukan batubata di belakang rumah yang dibangun oleh kakeknya. Lakshmi Mittal sendiri merupakan anak dari keluarga Mohan. Mohan ayah dari Mittal ini memberikan nama awalan Lakshmi di depan nama anak-anaknya, yang berarti Dewa Kekayaan. Mohan merupakan orang tua yang mementingkan pendidikan buat anak-anaknya, ia sadar bahwa pendidikan merupakan bekal sukses buat anak-anaknya. Untuk itu, Mohan yang tahan kerja keras, berani mengajak keluarganya bermigrasi dari tempat kelahiran mereka di sebelah barat India, ke sebelah timur India, agar anak-anaknya bisa menempuh pendidikan yang lebih baik di wilayah timur India ini.

Mohan, si ayah memulai usaha di bidang baja, dengan membuat pabrik kecil. Mittal sambil kuliah, membantu ayahnya di bengkel baja. Mittal mewarisi semangat kerja keras ayahnya dan juga ia termasuk anak yang cerdas dan teliti. Sambil kuliah dan bekerja membantu ayahnya di pabrik baja milik ayahnya itu, Mittal berpikir bagaimana cara mengembangkan pabrik itu menjadi lebih besar. Namun, kondisi lingkungan berkata lain. Kondisi negaranya yang mengenakan pajak yang tinggi, hampir 97% dan adanya pembatasan kuota, memaksa Mittal berpikir mencari alternatif lain.

Setelah menamatkan pendidikannya dan berkeluarga dengan anaknya yang baru berumur 1 tahun, Mittal melihat adanya peluang baru berkembang dan kesempatan besar di negara Indonesia. Ia pun memutuskan untuk merantau ke luar dari India menuju Indonesia. Keberanian ayahnya merantau dari sebelah barat ke timur India, membuat

Mittal jauh lebih berani merantau ke luar negaranya.

Dengan membawa istri dan anaknya yang baru berumur 1 tahun, Mittal bermigrasi ke Surabaya, tepatnya di Waru Sidoarjo. Di negara kita ini, ia hanya mempunyai saudara, yaitu saudara perempuannya yang terlebih dahulu sudah datang ke Indonesia menikah dengan warga negara Indonesia keturunan India yang berwirausaha di bidang Tekstil. Dengan segala keterbatasan bahasa, Mittal merekrut Nur Saidah, warga lokal untuk membantunya mendirikan usaha. Mittal waktu itu masih belum bisa berbahasa Indonesia dan bahasa Inggrisnya pun tidaklah sempurna. Ia mendirikan pabrik baja kecil di daerah Waru, perbatasan Sidoarjo-Surabaya (kira-kira, kenapa. Area pabriknya merupakan daerah terpencil, dimana banyak orang menyebutnya sebagai “daerah tempat jin buang anak”.

Ia kemudian menjadi sukses dengan membeli pabrik-pabrik baja yang merugi dan mengubahnya menjadi pabrik-pabrik yang berhasil. Ia diperkirakan mempunyai kekayaan sejumlah AS$25 miliar (Maret 2005). Dia merupakan orang terkaya di Britania menurut Sunday Times Rich List 2005. Dia memegang aset baja di Afrika Selatan, Polandia, Indonesia, dan Kazakhstan. Pada 2002 ia terlibat skandal politik disebut Garbagegate dengan Perdana Menteri Britania Raya Tony Blair ketika dirasakan sumbangan Mittal kepada Partai Buruh (sebesar £ 2 juta atau sekitar Rp. 35 miliar) telah mengakibatkan Blair membuat keputusan yang menguntungkan bagi Mittai dalam sebuah transaksi bisnis. Dia merupakan orang terkaya di asia berkat kerja keras dan ketekunan.


Ia membeli rumah termahal dalam sejarah, Kensington Mansion, senilai US$ 128Juta (1,3 Triliun rupiah) Ia juga menikahkan putrinya, Vanisha, dengan sebuah pesta pernikahan paling mewah abad 20. Konon untuk pesta itu, ia menghabiskan danang US$ 50Juta (500 Milyar).

7. Cheng Yu-tung
nlwmk.jpg
Kekayaan bersih: US$16 miliar
Asal negara: Hong Kong
Peringkat dunia: 44
Cheng Yu-tung GBM adalah Hong Kong miliarder dengan transaksi bisnis yang luas dan kepentingan real estate di kedua Hong Kong dan Makau. Dia memiliki Chow Tai Fook Enterprises, konglomerat yang mengoperasikan hotel Sheraton Marina dan mengendalikan kelompok Dunia publik baru. Dia juga memiliki kepentingan di Shun Tak Holdings, dan Sociedade de Turismo e Diversoes de Macau, yang dimiliki oleh Stanley Ho. Kekayaan Cheng berasal dari bisnis perhiasan nya, Chow Tai Fook. Cucu Cheng, 32 tahun Adrian Cheng Chi-kong, diatur untuk mewarisi bagian dari Chow Tai Fook dan Hong Kong yang terdaftar kelompok Dunia Baru, aktif dalam properti dan infrastruktur. Cheng juga menjabat di dewan Hang Seng bunk, bunk terbesar ketiga di Hong Kong. Dia mewakili Kerajaan Bhutan di Hong Kong, menjabat sebagai konsul kehormatan bagi negara.

8. Dhanin Chearavanont & family
LPTs3.jpg
Kekayaan bersih: US$14,3 miliar
Asal negara: Thailand
Peringkat dunia: 58
Dhanin Chearavanont, patriark 73 tahun dari kelompok Charoen Pokphand, mengatakan pertemuan bisnis di Bangkok beberapa bulan yang lalu waktu yang tepat bagi perusahaan Thailand untuk pergi berbelanja ke luar negeri. Pada hari Rabu, Dhanin menaruh uangnya di mana mulutnya, menyegel kesepakatan $ 9.4bn untuk membeli seluruh 15,6 persen saham HSBC di kedua terbesar perusahaan asuransi China, Ping An .

Tapi langkah oleh CP Group, payung terdaftar untuk jaringan yang luas dari anak perusahaan CP dan afiliasinya, investor terkejut - tidak hanya sebagai keberangkatan dari fokus pada agribisnis, ritel dan telekomunikasi, tetapi juga untuk ukuran besar dari kesepakatan.

Little ekspansi China yang akan menyarankan bunga di sektor asuransi.
Dhanin jarang berbicara di depan umum, tetapi dalam dua penampilan terakhir di pertemuan bisnis di Bangkok, ia memperkirakan "lompatan besar ke depan" di Cina dan mendesak perusahaan Thailand untuk berinvestasi di negeri ini. Dia menyoroti properti yang berhubungan dengan industri, jasa dan pertanian sebagai salah sektor Cina yang paling menarik bagi investor.

Dia juga mengatakan perusahaan Thailand harus melihat lebih jauh ke Eropa dan Amerika Serikat di mana harga saham dari banyak perusahaan telah jatuh ke "tingkat yang sangat menarik" bagi investor luar.
Seperti Dhanin diamati, perusahaan Thailand berada dalam modus pertumbuhan. Dan Ping An posisi yang kuat dalam industri asuransi berkembang pesat China terlihat semakin menarik, sebagai kelas menengah penuaan negara itu berusaha untuk berinvestasi dalam pensiun dan pensiun.

Sejak menjadi perusahaan multinasional pertama yang berinvestasi di agribisnis Cina pada tahun 1979, kelompok ini telah mengembangkan kepentingan besar di Cina, yang kini menyumbang lebih dari setengah keuntungan agribisnis yang ditambah pendapatan substansial dari supermarket nya Lotus dan berbagai usaha lainnya .
Di Cina, CP Group dikenal sebagai Chia Tai Group (Zheng Da Ji Tuan). Melalui lebih dari 100 anak perusahaan dan afiliasi beroperasi agribisnis terintegrasi di 29 dari 31 provinsi China, mengelola lebih dari 75 CP supermarket Lotus dan melakukan bisnis di, farmasi, perbankan pengembangan properti otomotif, dan sektor keuangan.

Dhanin telah membangun hubungan yang dekat dengan kepemimpinan Partai Komunis negara itu, yang telah memberikan CP Grup peran yang menguntungkan dalam mendorong untuk memodernisasi sektor pertanian nya. Akibatnya, CP telah menjadi penyewa asing terbesar tanah di Cina, mengamankan sewa jangka panjang pada lebih dari 200,00 hektar lahan untuk produksi pakan ternak, tanaman dan unggas.

Media Thailand mengutip seorang pejabat CP mengatakan bahwa sementara Dhanin sempat ingin keluar dari bisnis asuransi di Thailand, ia mungkin telah "mengadopsi pandangan bisnis yang berbeda" di Cina, di mana pindah ke asuransi datang samping upaya lain untuk diversifikasi dan memperluas.
Ada juga tanda yang jelas dari dukungan negara Cina untuk Ping CP kesepakatan An: BUMN China Development bunk untuk membiayai akuisisi membantu kelompok Thailand dari saham HSBC, menurut pernyataan oleh bunk Inggris.

Kesepakatan bernilai sedikit lebih dari kekayaan bersih $ 9 milyar dari Dhanin sendiri, baru-baru ini diperkirakan oleh majalah Forbes, dan sejauh - serta hal - dari setiap danang Cina akan menentukan apakah kekhawatiran analis tentang pilihan pendanaan CP dibenarkan.

Motivasi utama di balik Ping An kesepakatan, kata beberapa analis, adalah kombinasi dari keinginan pribadi Dhanin untuk lebih memperkuat hubungan dengan Beijing, Beijing dan dorongan untuk CP untuk mengambil alih saham HSBC.

Dhanin lahir di Thailand pada tahun 1938, tetapi link dengan China kembali ke akar Cina di provinsi Guangdong. Ayah Dhanin itu, Ek Chor, beremigrasi ke Thailand dengan saudaranya, Siew Whooy, dan mendirikan CP pada tahun 1921 sebagai sebuah toko benih pertanian.

Pasangan ini membangun bisnis secara agresif, bercabang ke produksi pakan ternak dan kemudian, setelah Dhanin bergabung penatua, peternakan, pemasaran dan distribusi. Pada tahun 1970 perusahaan telah membangun sebuah monopoli pada produksi unggas dan telur di Thailand dan bercabang dari sana, pindah ke Indonesia, Jepang dan Singapura melalui tahun 1970-an.

Kelompok ini terus diversifikasi dan memperluas, menambahkan peternakan, pengolahan makanan dan operasi, kemudian, sebuah rantai restoran. Pada awal 2000-an itu pindah ke bisnis yang lebih beragam, termasuk telekomunikasi dan ritel melalui 7-Eleven franchise, di mana ia beroperasi hampir 6.500 toko di Thailand.
Dalam budaya bisnis didominasi oleh Thailand-Cina keluarga, Dhanin telah menjadi tokoh terkemuka di masyarakat etnis Cina. Itu bukan garis lurus ke atas, namun. Krisis keuangan Asia pada tahun 1997 dan terjun baht Thailand menimbulkan kerugian besar pada Dhanin dan CP Group. Ironisnya, itu adalah HSBC, memanggil $ 400 senilai pinjaman pada tahun 1998, yang ditimbulkan hit terbesar.

Dhanin menjual balutan bisnis non-inti dan memangkas biaya. "Aku sudah siap untuk menggunakan segala cara untuk memastikan kelangsungan hidup kita," katanya kepada majalah Time pada tahun 2004. "Rasanya buruk, tapi aku selalu percaya kami akan mendapatkannya kembali besok."

9. Tadashi Yanai & family
W4gL.jpg
Kekayaan bersih: US$13,3 miliar
Asal negara: Jepang
Peringkat dunia: 66
Pendiri dan CEO dari perusahaan pakaian terbesar di Asia, Fast Retailing, dikenal karena toko-toko pakaian kasual Uniqlo nya, Tadashi Yanai terus memperluas merek luar Jepang. Keberhasilannya dalam mengkonversi pelanggan telah membantu meningkatkan harga saham perusahaan 50% selama tahun lalu. Yanai baru ini mengumumkan ia akan pensiun dalam dua tahun, ia berencana untuk menyerahkan mantel kepada dua putranya yang bekerja untuk perusahaan Fast Retailing tenis ace disewa Novak Djokovic untuk melayani sebagai duta merek global.

10. Henry Sy & family
tWMS3.jpg
Kekayaan bersih: US$13,2 miliar
Asal negara: Philipina
Peringkat dunia: 68
Henry Sy, yang dikenal sebagai "Bapak Ritel Filipina" dan orang Filipina # 1 'terkaya, lahir 25 Oktober 1924 di desa Ankhue, di daerah Jinjiang (sekarang kota) dari provinsi Fujian, Cina selatan.

Kita akan melihat ke dalam kisah sukses bisnis seorang pengusaha Filipina, Henry Sy, dalam artikel ini oleh Wilson Lee Flores, majalah pengusaha.

Cina imigran Henry Sy selamat kehilangan dua ayahnya sari-sari toko di akhir Perang Dunia II akhirnya menginstal dirinya sebagai raja mal Asia perbelanjaan. Dia selamat krisis lain juga: deklarasi mendiang diktator Ferdinand Marcos 'darurat militer (1972), pembunuhan oposisi kekacauan pemimpin berikut Benigno Aquino Jr (1983), kudeta militer terhadap pemerintahan Aquino (1987 - 89), dan Asia Krisis keuangan (mulai 1997). "Saya tidak mudah menyerah," kata Sy, 85,, "saya mencari solusi untuk masalah. Saya ingin membuat sesuatu terjadi. "

Dan terjadi mereka lakukan. Pada 17 Maret 2003 masalah, AS majalah bisnis Forbes terdaftar Henry Sy kalangan miliuner dunia, dengan kekayaan bersih diperkirakan sebesar $ 1,2 miliar dan melebihi nasib Prancis Michellin, klan pembuat ban, Citigroup bos Sanford Weill, taipan penerbitan William Hearst III, Richard Marriott dari jaringan hotel terkenal di dunia, dan televisi Oprah Winfrey. Pada tahun 1999, Asosiasi Manajemen Filipina bernama Henry Sy sebagai "Man of the Year Manajemen." Pada tahun 2005, Asosiasi Ritel Filipina diberikan kepadanya gelar, "Bapa Ritel Filipina," dan Hong Kong Shanghai Banking Corporation menghormatinya sebagai salah satu dari empat Greats Bisnis.

Keberhasilan Sy telah hanya meningkatkan ketenaran dan pengaruh. Pada tahun 2002 ia terkejut sebagian besar analis ketika ia menepuk miliarder terkaya di Asia, Hong Kong Li Ka-Shing, untuk berinvestasi di Filipina melalui usaha patungan antara kelompok SM dan Li rantai ritel Watson.

Mall of Asia

Bisnisnya ritel dan lain selain, Sy adalah kekuatan di balik Banco de Oro Universal bunk dan China 85-tahun Banking Corp, yang kelompoknya mengambil alih pada awal tahun 2005. Ia menjadi kekuatan utama dalam mempromosikan pariwisata Filipina setelah mengambil kendali Tagaytay Highlands, properti utama dan salah satu proyek Highlands perdana Inc (lengan real estate Sumber Daya Belle emiten), di mana Sy dan anak Henry Jr dan Hans duduk sebagai anggota dewan. Tagaytay Highlands adalah pelengkap strategis untuk proyek serupa di Baguio dan Cebu, dan itu memberi Filipina Ketika "Mall of Asia," proyek mimpinya, selesai di daerah Teluk Manila reklamasi "komunitas resor kelas dunia.", Maka akan duduk di 90 hektar dan diharapkan menjadi mal tujuan premier di kawasan Asia Pasifik.

Memang itu adalah dalam bisnis mal yang Sy telah nyata membedakan dirinya. Sy Group of Companies SM, salah satu konglomerat Filipina 'terbesar, dimulai sebagai sebuah toko sepatu-ritel pada Carriedo Street di Quiapo, Manila. (Perusahaan holding grup, SM Investments Corp, didirikan pada tahun 1960. SMIC menjadi publik pada awal tahun 2005, meningkatkan hampir P25 miliar uang baru yang banyak diyakini keluarga Sy akan digunakan untuk memperluas portofolio investasi dan akuisisi). Pada tahun 2001, majalah yang berbasis di London Euromoney bernama jaringan ritel Sy sebagai Pengecer terbaik di Asia. Shoemart Inc, rantai Filipina 'terbesar dari department store, merupakan anchor tenant di semua mal SM. Supervalue Inc menangani bisnis supermarket kelompok, termasuk Klub Warehouse. Jaringan ritel kelompok ini termasuk bintang Pusat Appliance serta toko berurusan dalam produk perangkat keras, peralatan, mainan, rumah dan produk gaya hidup, produk kesehatan dan kecantikan, ekspor-overrun pakaian dan aksesoris fashion. SM juga mengoperasikan rantai Filipina terbesar bioskop. Its rantai ritel Makro adalah kemitraan dengan Grup Ayala perusahaan, raksasa lain Filipina.

Kelompok Pemimpin
Henry Sy lahir di desa Ankhue, di daerah Jinjiang (sekarang kota), provinsi Fujian, Cina selatan. Pada tahun 1936, ketika ia berusia 12, ia dan ayahnya pindah ke Manila dan di sini belajar dasar-dasar ritel dan layanin pelanggan yang baik dalam sari-sari toko ayahnya. (Salah satu kenangan terindah era pra-perang bergabung dengan kerumunan penonton pada peresmian Quezon Bridge di Quiapo, Manila, dengan tamu kehormatan, Presiden flamboyan Manuel L. Quezon, mengenakan topi terkenal safari. The anak tidak pernah membayangkan bahwa dia akan bisa bertemu dan tahu semua Presiden Filipina dalam perjalanan karier bisnisnya). Putus asa untuk belajar dan belajar bahasa Inggris, Sy meminta izin dari ayahnya untuk kembali ke sekolah. Dia sudah 12, namun ia harus mulai dari kelas satu ketika ia mendaftarkan diri di Sekolah Anglo-Chinese Quiapo Tinggi, di mana teman-teman sekelasnya yang lebih muda dan lebih kecil. Pada mencapai kelas 4, Sy bertanya kepada guru jika ia bisa dipercepat, dan gurunya setuju asalkan ia mencapai nilai rata-rata minimal 90 persen. Dia akhirnya menyelesaikan sekolah pascasarjana dalam lima tahun. "Saya menggunakan buku bekas dan membeli hanya beberapa potong kertas pad pada suatu waktu," kata Sy. "Saya tidak ingin meminta uang lebih banyak dari ayah saya, yang bekerja begitu keras. Saya cukup senang untuk belajar. Saya tidak pertama di akademisi, tapi aku pemimpin kelompok. "

Menjelang akhir perang, salah satu toko yang Sy tetua itu dibakar dan dijarah lainnya dalam kekacauan. "Kami kehilangan segalanya," kata Sy. "Ayah saya memutuskan untuk kembali ke China dan meminta saya untuk bergabung dengannya, tapi itu kesempatan saya untuk memulai bisnis, saya memutuskan untuk tinggal di belakang. Ayah saya adalah sedih oleh kesulitan, tapi aku tidak pernah kehilangan harapan. "

Setelah perang, barang berada di pasokan putus asa, sehingga Henry muda bergabung dengan booming buy-dan-menjual bisnis dan disimpan cukup uang untuk usaha masa depan. Dia kembali ke sekolah pada awal 1950-an, mendaftar di Universitas Timur Jauh di Manila, dengan harapan mengamankan gelar dalam perdagangan. Dia hanya berlangsung selama dua tahun sebagai akibat dari tekanan dari bisnisnya berkembang. Lebih dari 40 tahun kemudian, pada tanggal 30 Januari 1999, De La Salle University diberikan kepadanya gelar doktor kehormatan dalam manajemen bisnis. Itu bersulang untuk setengah abad kewirausahaan brilian. Hal ini telah menjadi klise, tapi sukses datang ke Sy hanya sebagai hasil dari kerja keras, keuletan, berhemat, disiplin diri, nilai-nilai Konfusian, dan haus abadi pembelajaran.
 
waw...bisa buat berapa turunan tuh kekayaan nya..
 
Hong Kong paling banyak nyumbang yaa.. \:D/

Wah saya tertarik juga sama kisahnya Lakshmi Mittal yang sampai ke Indonesia :-bd

Ironisnya, Indonesia ga nyumbang satu pun, hanya dipakai sama Lakshmi Mittal :))

Nih tambahan kisahnya:
q2Jbe.jpg


Lakshmi Narayan Mittal (juga dikenal dengan Lakshmi Niwas Mittal; lahir 15 Juni 1950; umur 62 tahun) adalah seorang miliarder industrialis India yang tinggal di London. Dia adalah pemimpin dari Mittal Steel Company NV, yang merupakan produsen baja terbesar di dunia. Pada 2005, majalah Forbes menulisnya sebagai orang terkaya ketiga di dunia.

Kecewa dengan birokrasi yang sulit dalam membangun usaha di India, ia tiba di Indonesia pada tahun 1976 dan mendirikan perusahaan baja bernama PT. Ispat Indo di Waru, Jawa Timur. Ia kemudian menjadi sukses dengan membeli pabrik-pabrik baja yang merugi dan mengubahnya menjadi pabrik-pabrik yang berhasil.

Ia diperkirakan mempunyai kekayaan sejumlah AS$25 miliar (Maret 2005). Dia merupakan orang terkaya di Britania menurut Sunday Times Rich List 2005. Dia memegang aset baja di Afrika Selatan, Polandia, Indonesia, dan Kazakhstan.

Pada 2002 ia terlibat skandal politik disebut Garbagegate dengan Perdana Menteri Britania Raya Tony Blair ketika dirasakan sumbangan Mittal kepada Partai Buruh (sebesar £ 2 juta atau sekitar Rp. 35 miliar) telah mengakibatkan Blair membuat keputusan yang menguntungkan bagi Mittai dalam sebuah transaksi bisnis.

Dia merupakan orang terkaya di dunia yang bukan merupakan warga Amerika Serikat.

src://id.wikipedia.org/wiki/Lakshmi_Mittal
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.