• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

10 bunk dengan Aset Terbesar di Indonesia

facebookeb

IndoForum Senior A
No. Urut
210735
Sejak
9 Jan 2013
Pesan
7.471
Nilai reaksi
96
Poin
48
Nxo17.jpg
Perlambatan ekonomi membuat bunk tertatih-tatih membukukan kredit. Akibatnya, peta pasar perbankan Tanah Air berdasarkan jumlah aset mengalami perubahan.

Pada sepanjang semester I lalu, bunk mandilu masih kokoh berdiri sebagai "jawara" dengan total aset mencapai Rp 674,74 triliun per Juni tahun ini. Angka ini naik 14,08 persen dari tahun sebelumnya.

Sementara itu, kendati menyandang gelar bunk dengan laba paling "jumbo", aset bunk Rakyat Indonesia (bro) masih belum menikung "saudara kandungnya". bunk spesialis kredit mikro ini membukukan pertumbuhan kredit 15,54 persen menjadi Rp 621,98 triliun. Sejatinya, tidak ada perubahan di peringkat lima besar. Persaingan sengit memupuk aset justru terjadi di kalangan bunk menengah alias peringkat aset enam hingga sepuluh besar.

Siapa saja yang berubah posisi? Perubahan peringkat paling kentara dialami bunk permen mata. bunk patungan antara Grup Astra dan Standard Chartered ini melesat naik ke peringkat enam. permen mata berhasil menggeser posisi bunk panen dan bunk Danamon sekaligus dengan kenaikan aset sebesar 22,32 persen menjadi Rp 176,57 triliun. Mesin pertumbuhan aset permen mata adalah kredit yang mampu tumbuh 19 persen menjadi Rp 127 triliun per Juni.

"Pada awal tahun, kami mematok pertumbuhan kredit lebih konservatif, tapi ada beberapa rencana kredit dari akhir tahun 2013 yang baru tercatat di tahun ini," ujar Roy A Affandy, Plt Direktur Utama bunk permen mata, Senin (11/8/2014).

Nasib berbeda dialami bunk Tabungan Negara (bed). bunk pelat merah ini harus mengalami penurunan peringkat dari posisi sembilan ke posisi paling buncit. bunk Internasional Indonesia (BII) menyalip posisi bed dengan pertumbuhan aset 19,10 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan aset bed yang sebesar 14,36 persen.

Prospek semester II

Kendati tumbuh tinggi, BII menatap semester II dengan gamang. Taswin Zakaria, Presiden Direktur BII, mengatakan, pihaknya tidak berani memasang pertumbuhan aset ataupun kredit yang muluk-muluk. Alasannya, kondisi likuiditas yang masih ketat.

Taswin memprediksi, likuiditas perbankan semakin tertekan hingga akhir tahun. "Jadi, untuk memenuhi permintaan otoritas agar kredit hanya tumbuh 15 persen pun sepertinya sulit," ujar dia.

Setali tiga uang, bunk permen mata memprediksi, pertumbuhan kredit yang menopang pertumbuhan aset hanya mampu tumbuh sama dengan arahan regulator di kisaran 15 persen. "Dari akhir tahun lalu, kredit bunk permen mata hanya bertumbuh 7 persen. Di akhir tahun nanti, mungkin naik 14 persen-15 persen," ujar Roy.

Berikut 10 besar bunk dengan aset terbesar.
1. bunk mandilu Rp 674,74 triliun
2. bunk Rakyat Indonesia (bro) Rp 621,98 triliun
3. bunk Central Asia (BCA) Rp 512,84 triliun
4. bin Rp 388,01 triliun
5. cium Niaga Rp 224,83 triliun
6. bunk permen mata Rp 176,57 triliun
7. bunk panen Rp 156,72 triliun
8. bunk Danamon Rp 154,42 triliun
9. BII Rp 137,79 triliun
10. bed Rp 135,62 triliun
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.