• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

1 dari 15.000 Orang Berkelamin Rancu

roughtorer

IndoForum Senior A
No. Urut
44416
Sejak
24 Mei 2008
Pesan
6.755
Nilai reaksi
175
Poin
63
022558p.jpg


Minggu, 12 Oktober 2008 | 02:18 WIB

SEMARANG, KOMPAS - Kasus pasien kerancuan genital atau kelamin di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Kariadi Semarang cenderung meningkat setiap tahunnya. Sejak tahun 1991 hingga kini sudah ada 463 pasien kerancuan genital yang ditangani Rumah Sakit Dr Kariadi, sekitar 200 pasien di antaranya mendapat penanganan lengkap, mulai dari pengobatan hingga operasi.

”Banyak orang yang kurang peduli terhadap kelainan genital,” kata Ketua Tim Kerancuan Genital RSUP dr Kariadi Semarang Sultana, Jumat (10/10).

Direktur Utama RSUP dr Kariadi Budi Riyanto mengatakan, kerancuan genital (ambiguous genitalia) dan kelamin ganda (hypospadia) termasuk kasus yang sulit, tetapi masih kurang mendapat perhatian masyarakat.

”Kami sudah mulai melakukan operasi penyesuaian kelamin pada 1979, tetapi di masyarakat masalah semacam ini cenderung diabaikan,” kata Budi Riyanto.

Selama ini, menurut Budi, individu yang mengalami kerancuan seksual justru tersisihkan dari masyarakat. Padahal, penderita kerancuan kelamin sangat tertekan dengan kondisinya. Penderita terperangkap dalam tubuh yang tidak sesuai dengan kondisi psikologisnya.

Diperkirakan ada satu penderita kerancuan kelamin di dunia dalam setiap 15.000 orang. Kerancuan kelamin, misalnya, seseorang memiliki kelamin eksternal laki-laki, padahal secara internal memiliki organ seks perempuan, atau sebaliknya. Ada juga kasus hermaprodit, atau berkelamin ganda.

Oleh karena itu, RS dr Kariadi bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) Semarang dan Erasmus Medical Centre Rotterdam, Belanda, akan menyelenggarakan ”Seminar and Workshop Ambiguous Genitalia and Hypospadia” tanggal 17-19 Oktober 2008. (UTI)

Kerancuan kelamin, misalnya, seseorang memiliki kelamin eksternal laki-laki, padahal secara internal memiliki organ seks perempuan, atau sebaliknya. Ada juga kasus hermaprodit, atau berkelamin ganda.

-----------------------

NB. Om Dika sama Tante Alvin, jangan sedih yah.... banyak temen kok... :D:D:D:P
 
Pertamax....

Aneh2 aja yach kejadian sekarang2 ini...
Kira2 pengaruh dari apa yah bisa kayak itu, mungkinkah global warming ato global krisis..?
 
Hayo siapa lg yg rancu? Saya mah racun,bukan rancu =))
 
mutasi namanya kan?.... hal yang wajar terjadi, seperti juga albino... buta warna... hanya karna ini menyangkut sex dan imbasnya ke norma norma... maka dianggap gila.
 
Ini karena apa yah?
Mutasi seperti yang Traktor bilang atau...

soalnya albino dan buta warna itu kayaknya bukan mutasi, itu karena Gennya tidak menyimpan informasi yang bisa membentuk sel kerucut atau pigmen...
intinya faktor keturunan...
 
Ini karena apa yah?
Mutasi seperti yang Traktor bilang atau...

soalnya albino dan buta warna itu kayaknya bukan mutasi, itu karena Gennya tidak menyimpan informasi yang bisa membentuk sel kerucut atau pigmen...
intinya faktor keturunan...

soal yang ini belum ada ketetapan dalam hal ilmu pengetahuan, masih belum ada bukti yang bsisa membuktikan hal ini mutasi gen, unsur bawaan atau pengaruh lingkungan. hanya, karena belum ada bukti, masyarakat kebanyakan mengasumsikan sebaliknya.
 
Siapa ? siapa yang mau dimutasi? (Gubrak!!!!!)
yah kelainan kelainan ini disebabkan oleh mutu makanan yang semakin hari semakin kacau!!! pake melamin lah, formalin lah dll kacau nih dunia
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.