Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
Tim gabungan Polisi berhasil mengamankan 14 bom pipa dari lokasi penggerebekan terduga teroris di Bekasi, Jumat 15 Maret 2013. Satu bom diledakkan di tempat, sisanya di bawa ke laboratorium.
"Di sana, bom akan diuraikan. Kami menemukan belasan bom siap ledak," kata Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komjen Sutarman di lokasi. Dia menduga, kelompok ini terkait dengan perampokan toko emas di Tambora, Jakarta Barat.
suara keras ledakan terdengar hingga jarak 100 meter dari TKP penggerebekan. Selain itu, para tersangka yang juga memegang senjata sempat memberikan perlawanan sehingga terjadi baku tembak yang menewaskan tiga orang.
Sutarman menegaskan, polisi tidak semata melihat kasus ini sebagai kasus perampokan. "Tapi juga pendanaan teroris Indonesia," tegasnya.
Polisi saat ini sudah berhasil memutus aliran danang kelompok bersenjata tersebut dari luar negeri. Tapi, kelompok ini diduga mencari uang di dalam negeri dengan cara-cara ilegal seperti merampok toko emas. "danang itu untuk operasional teroris," tegasnya.
Pelaku perampokan toko emas di Tambora, Jakarta Barat, yang ditangkap di Bekasi diduga terkait kelompok teroris. Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Toni Harmanto mengatakan, ada tujuh orang yang telah ditangkap polisi.
"Iya benar, sudah ditangkap. Para pelaku diduga terkait dengan kelompok teroris. Ini masih kami kembangkan," kata Toni, saat dihubungi wartawan, Jumat (15/3/2013).
Toni mengatakan, satu orang terpaksa dilumpuhkan petugas lantaran berusaha kabur. "Awalnya tujuh yang ditangkap, tapi karena satu berusaha melarikan diri maka ditembak oleh petugas," kata Toni.
Informasi yang dihimpun, Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Detasemen Khusus 88 Polri pun sedang melakukan pengembangan di lokasi penangkapan. Sebanyak lima pucuk senjata api berhasil disita beserta 12 bom pipa. Satu orang pelaku yang ditembak dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.