Staff
IndoForum Global Moderator
- No. Urut
- 998
- Sejak
- 8 Mei 2006
- Pesan
- 1.351
- Nilai reaksi
- 9
- Poin
- 38
Ekonomi
Kontraktor RI Kalah Bersaing karena Bunga Kredit Tinggi
Inflasi Kembali Normal September
Nasional
KPK Segera Rampungkan Kasus Hambalang
Rakyat Tak Ingin Lagi "Pilih Kucing dalam Karung" ke Senayan
Solo
Uji Materi DIS, Menyangkut Hak Waris Keraton
Jateng & DIY
Pejabat Pemprov Jateng Harus Melek Teknologi & Punya Gadget
Jawa Timur
Pilgub Jatim Masih Menyisakan Banyak Persoalan
Jawa Barat
Gali Tanah di Kantor Kejaksaan, Kuli Bangunan Dapati 83 Peluru
DKI Jakarta
Anda Dapat SMS Menang Undian? Laporkan ke Nomor Ini
Kontraktor RI Kalah Bersaing karena Bunga Kredit Tinggi
Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) menyatakan, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), pelemahan nilai tukar rupiah, dan kenaikan suku bunga telah menekan industri konstruksi di Indonesia. Kondisi itu membuat kontraktor lokal sulit bersaing dengan asing. Ketua AKI, Sudarto, Senin 2 September 2013, mengatakan, pemerintah dinilai tidak cepat tanggap menyikapi kondisi tersebut. "Saat bunga di Indonesia sudah sangat tinggi, ini membuat kami tidak bisa bersaing dengan kontraktor asing," katanya. Lanjut baca....
Inflasi Kembali Normal September
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Difi A Johansyah, Selasa 3 Agustus 2013, mengatakan bahwa inflasi tersebut lebih rendah dari perkiraan Survei Pemantauan Harga (SPH) bunk Indonesia. "Diperkirakan, laju inflasi akan mulai kembali pada pola normalnya mulai September ini," ujar dia dalam keterangan tertulisnya. Lanjut baca....
Nasional
KPK Segera Rampungkan Kasus Hambalang
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Bambang Widjojanto, mengatakan ada beberapa kasus yang menjadi prioritas KPK tahun ini. Selain kasus Simulator SIM, kasus-kasus lain yang segera dirampungkan oleh KPK antara lain kasus anggaran PON Riau, kasus Century, dan kasus Hambalang. Lanjut baca....
Rakyat Tak Ingin Lagi "Pilih Kucing dalam Karung" ke Senayan
Hasil jajak pendapat Kompas di 13 kota dua pekan lalu memperlihatkan publik cenderung menolak tiga jenis profesi untuk menduduki kursi legislatif. Jenis profesi yang paling tidak diinginkan responden untuk masuk ke parlemen adalah sosok yang mengandalkan popularitas semata. Enam dari sepuluh responden menolak memilih sosok populer seperti selebritas untuk menduduki kursi legislatif. Lanjut baca....
Solo
Uji Materi DIS, Menyangkut Hak Waris Keraton
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, secara tegas siap menjalankan apa pun keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) menyangkut proses soal gugatan pengembalian Daerah Istimewa Surakarta (DIS) oleh Keraton Surakarta. Lanjut baca....
Jateng & DIY
Pejabat Pemprov Jateng Harus Melek Teknologi & Punya Gadget
Gebrakan ngirit Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, tidak berhenti begitu saja. Setelah mengganti mobil dinasnya dari sebuah sedan berharga fantastis menjadi minibus, Ganjar mewajibkan pegawai di jajarannya untuk melek teknologi. Ganjar mengatakan, pemanfaatan gadget akan menekan biaya perjalanan dinas pegawai serta waktu untuk melayani masyarakat jadi lebih banyak. Meski dia mengaku, modal awal untuk membeli perangkat terbilang besar. Lanjut baca.....
Jawa Timur
Pilgub Jatim Masih Menyisakan Banyak Persoalan
Dia mengungkapkan, tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan kinerja KPU. Mulai dari sosialisasi yang kurang, hingga distribusi C-6 (undangan memilih). "Banyak pemilih yang tak mendapat C-6. Ini merugikan pemilik hak pilih," tandasnya. Lanjut baca.....
Jawa Barat
Gali Tanah di Kantor Kejaksaan, Kuli Bangunan Dapati 83 Peluru
Puluhan amunisi senjata api dan dua magasin ditemukan sejumlah pekerja bangunan proyek renovasi Kantor Kejaksanaan Negeri Majalengka, Jawa Barat, Senin (2/9/2013) pagi. Ada 83 peluru dan dua magasin yang ditemukan dalam kondisi sudah berkarat. Sebanyak 49 di antaranya berkaliber 9 milimeter dan 34 butir kaliber 3,8 milimeter. Semua peluru tersebut dipastikan masih aktif. Lanjut baca....
DKI Jakarta
Anda Dapat SMS Menang Undian? Laporkan ke Nomor Ini
Para pelaku mencari korbannya secara acak. Caranya adalah dengan mengacak 3 nomer belakang nomor kartu telepon. Begitu ada korban yang terjerat jebakan pelaku, korban akan diminta untuk menebus hadiah dengan cara membayar pajak hadiah sebesar 10-20 persen ke sebuah rekening. Lanjut baca.....