• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

21 Buddha

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Phin An
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Phin An

IndoForum Newbie A
No. Urut
45017
Sejak
1 Jun 2008
Pesan
282
Nilai reaksi
1
Poin
18
Saat saya sma dulu koq tidak salah guru agama saya mengatakan
Sang Buddha dengan Mata batin Nya,Sang Buddha mengetahui ada 21 buddha yang telah hidup dan Buddha Gautama adalah Buddha Yang ke 21
jadi saya mau nanya Nama urutan Buddha-Buddha sebelumnya dan kalau boleh tahu lahir di Zaman apa saja Buddha-buddha tsb Waktu itu?
 
wah sebenarnya sudah pernah di post.....
theravada mengenal ada 28 buddha sudah pernah hidup,,dan yg ke-29 adalah metteya /maitreya

1 Tanhankara Maha Perwira
2 Medankara Maha Mulia
3 Saranankara Maha Welas-asih
4 Dipankara Cahaya Cemerlang
5 Kondanna Junjungan Manusia
6 Mangala Yang Maha Agung
7 Sumana Pemberani Yang Berbudi Lemah Lembut
8 Revata Penambah Kegembiraan, Kebahagiaan
9 Sobhita Yang Penuh Kebajikan
10 Anomadassi Manusia Utama
11 Paduma Obor Semesta Alam
12 Narada Pembimbing Yang Tiada Taranya
13 Padumuttara Makhluk Yang Tiada Taranya
14 Sumedha Yang Paling Mulia
15 Sujata Pimpinan Jagad Raya
16 Piyadassi Maha Junjungan Umat Manusia
17 Atthadassi Yang Penuh Kasih-sayang
18 Dhammadassi Penghalau Kegelapan
19 Siddhatta Yang Tiada bandingnya Didunia
20 Tissa Pemberi Karunia Yang Utama
21 Phussa Yang Sempurna Ke Tujuan Akhir
22 Vipassi Yang Tiada Saingannya
23 Sikhi Pahlawan Cinta-kasih Tanpa Batas
24 Vessabhu Penyebar Kebahagiaan Sejati
25 Kakusandha (Krakucchanda) Penunjuk Jalan Para Musafir
26 Konagamana (Kanakamuni) Yang Berusaha Tanpa Akhir
27 Kassapa (Kasyapa) Cahaya Sempurna
28 Gotama (Gautama) Kejayaan dalam Keluarga Gotama (Gautama)
29 Matteya (Maitreya) Yang Penuh Dengan Cinta-kasih

lebih jelas nya boleh baca-baca tripitaka...terjemahan sayadaw...mungkin masih bisa jadi referensi atau coba di samaggi-phala.
semoga bermanfaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa T...^^
 
oh gt Thanks Ya saya pingin tahu nantinya buddha maiterya hidup di Zaman Apa Modren atau hidup di Zaman dulu
 
oh gt Thanks Ya saya pingin tahu nantinya buddha maiterya hidup di Zaman Apa Modren atau hidup di Zaman dulu

Dikatakan bahwa Beliau akan dilahirkan saat kehidupan manusia diperpanjang sampai 84.000 tahun. Tempat kelahiranNya adalah Ketumati di masa pemerintahan Chakkavatti Samkha dimana dia sendiri akan menjadi pengikut Buddha dan melepaskan kehidupan duniawi.

Metteyya akan dilahirkan di sebuah keluarga terpelajar yang terkenal dan namaNya adalah Ajita. Nama sukuNya juga Metteyya. Nama ayahNya adalah Subrahma; dan ibuNya adalah Brahmawati.

Beliau akan menikah dengan Chandamukhi dan akan mempunyai putra Brahmavaddhana. Beliau akan hidup di empat istana selama 8.000 tahun yaitu Sirivaddha, Vaddhamana, Siddhattha dan Chandaka. Selanjutnya Beliau akan melepaskan keduniawian setelah melihat 4 tanda.

Yang akan menjadi para pengikutnya yang luar biasa adalah dua saudaraNya Isidatta dan Purana; Jatimitta dan Vijaya diantara pengikut pria ; dan Suddhana, Sanghaa dan Visakhaa diantara pengikut wanita. Yang akan menjadi murid-murid utamaNya diantara para bhikkhu adalah Asoka dan Brahmadeva; dan diantara para bhikkhuni adalah Paduma dan Sumana. Siha akan menjadi pembantu pribadiNya. Beliau akan mencapai pencerahan di bawah pohon Naga.
 
Dikatakan bahwa Beliau akan dilahirkan saat kehidupan manusia diperpanjang sampai 84.000 tahun. Tempat kelahiranNya adalah Ketumati di masa pemerintahan Chakkavatti Samkha dimana dia sendiri akan menjadi pengikut Buddha dan melepaskan kehidupan duniawi.

Metteyya akan dilahirkan di sebuah keluarga terpelajar yang terkenal dan namaNya adalah Ajita. Nama sukuNya juga Metteyya. Nama ayahNya adalah Subrahma; dan ibuNya adalah Brahmawati.

Beliau akan menikah dengan Chandamukhi dan akan mempunyai putra Brahmavaddhana. Beliau akan hidup di empat istana selama 8.000 tahun yaitu Sirivaddha, Vaddhamana, Siddhattha dan Chandaka. Selanjutnya Beliau akan melepaskan keduniawian setelah melihat 4 tanda.

Yang akan menjadi para pengikutnya yang luar biasa adalah dua saudaraNya Isidatta dan Purana; Jatimitta dan Vijaya diantara pengikut pria ; dan Suddhana, Sanghaa dan Visakhaa diantara pengikut wanita. Yang akan menjadi murid-murid utamaNya diantara para bhikkhu adalah Asoka dan Brahmadeva; dan diantara para bhikkhuni adalah Paduma dan Sumana. Siha akan menjadi pembantu pribadiNya. Beliau akan mencapai pencerahan di bawah pohon Naga.

Dari uraian Sdr. Sinthung, saya bold yang mengandung kata 'akan'. Dan, jelaslah bahwa 'akan' berarti belum, tetapi akan berarti di masa yang akan datang. Begitukah?
 
Dari uraian Sdr. Sinthung, saya bold yang mengandung kata 'akan'. Dan, jelaslah bahwa 'akan' berarti belum, tetapi akan berarti di masa yang akan datang. Begitukah?

Bagi kita yang hidup sekarang ini. Tidak ada awal ,Tidak ada akhir.^_^
 
Bagi kita yang hidup sekarang ini. Tidak ada awal ,Tidak ada akhir.^_^

Bagi kita yang hidup sekarang ini.... di dunia ini, pada masa ini, ada dong.... awalnya waktu lahir, akhirnya waktu mati.... tapi lahir kembali begitu terus berulang-ulang.... per periode/masa.

Tp, Sdr Sinthung belum menjawab tentang perihal Buddha Meitreya. Tolong beri penjelasan, bila pandangan saya salah.... Asli ini pertanyaan dari seorang yang baru kenal agama Buddha dan dibingungkan dengan adanya 2 versi yang kasat mata tentang Guru Agung, Sidharta Goutama atau Buddha Meitreya... yang sedang menjadi Buddha sekarang. Klaim yang satu bertolak belakang dengan klaim yang lain. Saya bertanya kepada Sdr. Sinthung karena kelihatannya anda melakukan kutipan dari sumber yang bisa dipercaya.
 
Bagi kita yang hidup sekarang ini.... di dunia ini, pada masa ini, ada dong.... awalnya waktu lahir, akhirnya waktu mati.... tapi lahir kembali begitu terus berulang-ulang.... per periode/masa.

Tp, Sdr Sinthung belum menjawab tentang perihal Buddha Meitreya. Tolong beri penjelasan, bila pandangan saya salah.... Asli ini pertanyaan dari seorang yang baru kenal agama Buddha dan dibingungkan dengan adanya 2 versi yang kasat mata tentang Guru Agung, Sidharta Goutama atau Buddha Meitreya... yang sedang menjadi Buddha sekarang. Klaim yang satu bertolak belakang dengan klaim yang lain. Saya bertanya kepada Sdr. Sinthung karena kelihatannya anda melakukan kutipan dari sumber yang bisa dipercaya.

Maksudnya saya ,dunia ini tidak ada awal dan tidak ada akhir, berulang-ulang merupakan suatu proses, muncul dan lenyap secara silih berganti tiada henti.

Tentang Boddhisatva Maitreya sebagai calon Buddha, Beliau akan menggantikan Buddha Gautama(Sang Buddha) apabila

1. Di dunia ini ajaran Sang Buddha telah dilupakan orang atau rusak.
2. Sudah tiada ada lagi Sangha di dunia ini.

Bisa baca di sini
https://www.forum.or.id/showthread.php?t=45724
 
wah, tw bahasa mandarinnya gk smua budha2 nya??
 
Maksudnya saya ,dunia ini tidak ada awal dan tidak ada akhir, berulang-ulang merupakan suatu proses, muncul dan lenyap secara silih berganti tiada henti.

Tentang Boddhisatva Maitreya sebagai calon Buddha, Beliau akan menggantikan Buddha Gautama(Sang Buddha) apabila

1. Di dunia ini ajaran Sang Buddha telah dilupakan orang atau rusak.
2. Sudah tiada ada lagi Sangha di dunia ini.

Bisa baca di sini
https://www.forum.or.id/showthread.php?t=45724

Itulah maksud saya, saya sudah baca threat tersebut. Kemudian, saya juga baca threat sdr. Akiong di sini:

Dalam kitab Tri Pitaka tertulis, pada masa Dinasti Nan Pei, Buddha Maitreya terlahir di Tiongkok sebagai Fu Ta Se. Dia dikenal sebagai Fu Shi di Dinasti Selatan ( tahun 497 - 569 ) bernama Siien Feng atau Shan Hui, orang-orang menyebutnya sebagai Fu Ta Se atau Tong Yang Ta Se.

Itulah mengapa saya katakan penjelasan yang satu bertolak belakang dengan penjelasan yang lain. Kemudian ada lagi yang menyatakan bahwa untuk membuktikannya diperlukan upaya meditasi sehingga tercapai kemahatahuan yang mutlak.

Ini membingungkan umat, terutama umat yang baru belajar agama Buddha. Mohon penjelasannya sekali lagi.
 
Itulah maksud saya, saya sudah baca threat tersebut. Kemudian, saya juga baca threat sdr. Akiong di sini:



Itulah mengapa saya katakan penjelasan yang satu bertolak belakang dengan penjelasan yang lain. Kemudian ada lagi yang menyatakan bahwa untuk membuktikannya diperlukan upaya meditasi sehingga tercapai kemahatahuan yang mutlak.

Ini membingungkan umat, terutama umat yang baru belajar agama Buddha. Mohon penjelasannya sekali lagi.

Tidak usah binggung yang penting kita berpatokan bahwa Ajaran Sang Buddha (Gautama) masih relevan atau masih ada serta Sangha masih ada berarti Bodhisatva Metteya belum mencapai Buddha.
 
Tidak usah binggung yang penting kita berpatokan bahwa Ajaran Sang Buddha (Gautama) masih relevan atau masih ada serta Sangha masih ada berarti Bodhisatva Metteya belum mencapai Buddha.

Ok deh.... secara pribadi, saya memang lebih percaya kepada pikiran dan logika saya sendiri, yang kebetulan senada dengan postingan anda. Melakukan Namaskara/penghormatan/sujud kepada calon Buddha/Bodhisatva saya yakin termasuk perbuatan baik yang akan menimbulkan karma baik. Tapi tidak mengerti dengan adanya 2 Buddha yang seakan-akan duet memberikan ajaran di dunia yang sama. Banyak ajaran keagamaan yang muncul di dunia abad ini, semuanya mengklaim yang paling benar dengan argumen masing-masing, akhirnya memang pribadi/pikiran sendiri yang bisa membuktikan mana yang benar dan mana yang tidak benar.

Semoga umat Buddha semakin jeli mencermati keyakinannya.
 
Berikut adalah suatu link, yang semoga dapat menjawab keingintahuan Rekan-rekan mengenai Maitreya/Metteya dari sudut pandang Theravada.

http://www.ubakhin.com/uchittin/arimet/INTRODUC.html


Berkaitan dengan Hubungan antara MLDD/IKT dan Maitreya saya sampaikan beberapa pemahaman sebagai berikut:

1 Sudahkah Maitreya "datang"?
Beberapa tokoh yang disampaikan/dijelaskan sebagai "Maitreya" dalam
MLDD/IKT sebenarnya adalah 'emanasi' dari Maitreya, bukan Maitreya sebagai SammaSambuddhasa, yang datang untuk proclaim ajaranNya.

Hal ini adalah tiada beda misalnya dengan 'baik Dalai Lama maupun Karmapa keduanya dianggap adalah Avalokitesvara, lebih tepatnya emanasi dari Avalokitesvara'.

Tentang adanya organisasi lainnya yang menclaim sebagai Metteya/Kalki/Mahdi/Messias, saya tidak kompeten untuk menjawab karena memang tidak mengenalnya dengan cukup dekat untuk dapat memberikan pendapat.

2 Jika memang Maitreya sebagai Sambuddhasa belum datang bagaimana caranya MLDD/IKT mendapatkan ajarannya?
* Ajaran dari Sang Buddha belum sepenuhnya lenyap.
* Tidak semua ajaran/pendekatan(pemahaman)/pembinaan(Latihan) yang diutamakan dalam MLDD/IKT adalah berasal dari ajaran langsung Sang Buddha.
Moral Etika Confusianis dan Kosmologi, penyatuan dengan alam-nya Taoisme juga sangat banyak andil membentuk MLDD/IKT.
* Namun tidak ada ajaran/pendekatan(pemahaman)/pembinaan(Latihan) yang
ditekankan dalam MLDD/IKT secara prinsip adalah bertentangan dengan Buddhisme.
* MLDD selalu dikaitkan dengan figur Maitreya adalah karena MLDD memang menggunakan nama Maitreya, dan pendekatan yang dilakukan juga disebutkan sebagai pembinaan secara "Maitreya" dan juga sangat menekankan "nurani".
Figur Maitreya juga penting dalam IKT, tetapi tidak sekental dalam MLDD.

3 Lalu mengapa dalam kenyataan yang saya amati berbagai hal dalam MLDD/IKT adalah berbeda dengan Buddhisme yang saya praktekkan?
* Buddhisme sangat 'kaya'
* Berkembang ke tempat yang berbeda, pada keadaan regional yang berbeda, dengan tuntutan/penekanan yang berbeda, untuk menjawab situasi zaman yang berbeda, dengan preferensi yang berbeda, Buddhisme kemudian menjadi sedemikian beragam.
* Avatamsaka Sutra menggambarkan dengan sangat indah tentang berbagai perjalanan/latihan untuk mencapai keBuddhaan-nya yang berbeda-beda. Si Kumara Sudhana berguru kepada 52 Bodhisattva/Mahasattva untuk memahami apa yang Terbaik...
* Yang Anda praktekkan, bukan hanya punya berbeda dengan MLDD/IKT, tetapi berbeda dengan semua aliran2 lainnya. Namun tentu saya juga paham bila Anda mengatakan perbedaan dengan MLDD/IKT adalah yang paling menyolok.

4. Sebagai Buddhis kami melakukan meditasi, mengapa MLDD/IKT tidak.
* Tanpa mengatakan meditasi tidak baik, tidak juga semua Buddhis melakukan meditasi.
* Jalan terdiri dari 3 bagian: Sila, Samadhi dan Prajna.
Samadhi terdiri dari tiga: Effort, Mindfulness dan Concentration.

#The Right Mindfulness bagi theravada dipahami sebagai the right Contemplation, juga the right meditation.
Perlu kiranya kita menyadari bahwa berbagai bentuk ajaran Theravada juga melakukan meditasi yang sedikit banyak berbeda bentuknya.
Srilanka tidak melakukan meditasi seintensif Theravada asia tenggara
Vippasana-nya Thailand yang didominasi Forest tradition (Kamathana) adalah berbeda dengan Myanmar yang kuat dalam meditasi untuk householder.
Di Thailand sendiripun ajaran Ajahn Chah tentu tidak perlu sama dengan ajaran Maha Boowa, namun keduanya tentu juga tidak saling bertolak belakang.

#Samadhi bagi Pureland Buddhism dilaksanakan dengan Buddha recitation samadhi (jpn:Nembutsu). Berupaya dengan tekun, terus menerus, mengulang-ulang menyebut nama Buddha dengan visualisasi kepada Amitabha.
# Nichiren dengan "Namo Myoho renge kyo"-nya juga mempunyai pendekatan yang berbeda.
#Chan/Zen mempunyai bentuk samadhinya sendiri, ada yang menggunakan Koan, tetapi pada bentuk yang lebih lanjut Chan/Zen juga melakukan Buddha recitation.
#Tibetan Buddhism juga mempunyai 'pendekatan' yang sangat luas:
Nyingma menekankan rituil, pada tingkatan yang tertinggi mereka melatih dzogchen
Ada yang menjalankan Tonglen (mind training)
Ada juga yang melatih mahamudra.
# Dalam MLDD/IKT, yang dilakukan adalah khouthou. the right effortnya adalah sama seperti semua yang lain, the right mindfulnessnya adalah pada saat melakukan satu demi satu kali juraan dan khousou.
The right concentration adalah kepada: Repentance, Gratitute dan semua Karakteristik dan kesempurnaan dari Maitreya.

4b. Apa betul sama? kayanya khousou spt itu hanya bikin saya encok?
* Kalau Anda encok karena khousou, dikhawatirkan anda tertidur jika melakukan meditasi, atau menjadi linglung saat Nembutsu.
* Namun tidak dapat dipungkiri masing-masing pendekatan mempunyai "audience"-nya masing-masing, mempunyai kecocokannya sendiri-sendiri. Namun adalah naif untuk mengatakan khouthou hanya akan berakhir dengan encok.
sama naifnya dengan mengatakan meditasi pasti akan berakhir dengan kerasukan.
 
Setahu saya di ajaran Theravada tidak ada avalokithesvara....

Kemudian, untungnya saya tidak ragu lagi dengan komentar orang lain tentang Buddha yang masih eksis sampai saat ini, saya lebih percaya postingan Sinthung, dari pertama gabung hingga sekarang:
Tidak usah binggung yang penting kita berpatokan bahwa Ajaran Sang Buddha (Gautama) masih relevan atau masih ada serta Sangha masih ada berarti Bodhisatva Metteya belum mencapai Buddha.

Ajaran Sang Buddha Gautama masih relevan atau masih dan serta Sangha masih ada. Paling tidak, sudah ada manfaat akan 'sadda' yang saya dapat dari IF....
 
dan beruntunglah saya karena tidak semua Buddhis perlu selalu sependapat.

Beruntunglah Anda yang telah menemukan Jalan.
Lebih beruntung lagi Anda yang tidak selalu ingin menjadi "kakak" untuk nabokin "adik"nya.
 
terima kasih untuk doanya..... saya lebih percaya pada yang benar bagi saya. Ada banyak cara menabok adik, seperti banyak jalan menuju roma, kali ini jalan yang di pilih mungkin biar saja adik menabokin dirinya sendiri. salam....

theravada mengenal ada 28 buddha sudah pernah hidup,,dan yg ke-29 adalah metteya /maitreya

1 Tanhankara Maha Perwira
2 Medankara Maha Mulia
3 Saranankara Maha Welas-asih
4 Dipankara Cahaya Cemerlang
5 Kondanna Junjungan Manusia
6 Mangala Yang Maha Agung
7 Sumana Pemberani Yang Berbudi Lemah Lembut
8 Revata Penambah Kegembiraan, Kebahagiaan
9 Sobhita Yang Penuh Kebajikan
10 Anomadassi Manusia Utama
11 Paduma Obor Semesta Alam
12 Narada Pembimbing Yang Tiada Taranya
13 Padumuttara Makhluk Yang Tiada Taranya
14 Sumedha Yang Paling Mulia
15 Sujata Pimpinan Jagad Raya
16 Piyadassi Maha Junjungan Umat Manusia
17 Atthadassi Yang Penuh Kasih-sayang
18 Dhammadassi Penghalau Kegelapan
19 Siddhatta Yang Tiada bandingnya Didunia
20 Tissa Pemberi Karunia Yang Utama
21 Phussa Yang Sempurna Ke Tujuan Akhir
22 Vipassi Yang Tiada Saingannya
23 Sikhi Pahlawan Cinta-kasih Tanpa Batas
24 Vessabhu Penyebar Kebahagiaan Sejati
25 Kakusandha (Krakucchanda) Penunjuk Jalan Para Musafir
26 Konagamana (Kanakamuni) Yang Berusaha Tanpa Akhir
27 Kassapa (Kasyapa) Cahaya Sempurna
28 Gotama (Gautama) Kejayaan dalam Keluarga Gotama (Gautama)
29 Matteya (Maitreya) Yang Penuh Dengan Cinta-kasih
 
Salam juga.
baguslah anda berubah. Menjilat ludah kembali juga tidak buruk kok.
tapi Adik tidak ada alasan untuk menabok diri sendiri.
 
Bukankah menaklukkan diri sendiri lebih hebat dari pada menaklukkan ribuan/selaksa musuh?.... Bukankah musuh paling beart untuk ditaklukkan itu adalah diri sendiri? itu yang terkandung dalam frase 'adik menaboki diri sendiri'... seperti juga 'abang menjilat ludah sendiri' tidak ada yang memalukan untuk kemajuan diri.

Soal berubah... jangan sembarang nuduh... tak sekalipun aku berubah keyakinan dari ajaran Buddha Gautama, satu satunya Buddha di masa ini.

Tidak usah binggung yang penting kita berpatokan bahwa Ajaran Sang Buddha (Gautama) masih relevan atau masih ada serta Sangha masih ada berarti Bodhisatva Metteya belum mencapai Buddha.
 
halak kita bang

Anda punya masalah tentang saya yang orang Batak dan kenyataan saya mempercayai ajaran Buddha? Rasanya tidak satupun postingan pada threat ini yang membahas tentang etnis Batak. Juga marga Lubis sebagai marganya orang Batak, tak jauh beda dengan Lim, Tan, Liu sdsb, sebagai marga dalam etnis China. Dan, dalam Threat ini Sdr. Phin An, mempertanyakan tentang 21 Buddha, yang dalam kesempatan berbahagia ini saya sebagai pemeluk yang tidak malu mengakui bahwa saya masih bodoh dalam memperlajari agama Buddha merasa mendapat sedikit pengetahuan tentang Buddha-Buddha yang terus terang sempat membingungkan saya.

Saya rasa pemahaman saya terhadap Buddha ini seperti yang sudah diuraikan sdr Marcedes dan ditegaskan oleh Sdr Sinthung semakin memaku kepala saya pada dinding keyakinan tentang Buddha Gautama sebagai Buddha satu-satunya pada masa ini. Apakah ada yang salah dengan itu?

Atau dalam ajaran Buddha orang Batak tidak mendapat tempat yang sama? Dari pelajaran yang saya dapat dari postingan sangat bermanfaat di threat ini dan threat threat yang lain, agama Buddha terbuka untuk etnis apa saja. Termasuk Batak. Mohon penjelasannya, mengapa saya justru disudutkan dengan Bataknya saya, marga Lubis saya, dan "Halak KITA BANG" Maaf, anda salah, yang benar "Halak hita uda..." Kemudian, saya jelaskan kepada anda, bahwa dalam etnis China ada suku Hokkian, Tio Ciu dsb, di Batak juga ada, ada Batak Mandailing (LUBIS diantaranya), Batak Toba(Simanjuntak), Batak Karo (Surbakti), Batak Simalungun dll. Lebih jauh lagi, Lubis sendiri adalah termasuk induk dari marga marga Lubis, Harahap, Pasaribu, yang dibawanya ada Malau, Sagala, Damanik dsb. (sori nglantur).

Dan saya rasa tidak ada yang membahas kesana dalam threat ini. Saya diterima dengan baik di sini, di Vihara tempat saya sekarang mendalami Dhamma juga (Vihara Buddha Jayanti). Sudah terlalu banyak rintangan yang saya hadapi dalam pilihan saya terhadap agama ini, saya tidak menyangka kali ini justru datangnya dari anda yang mengaku umat Buddha juga.

Sekian saja. Semoga penjelasan ini bermanfaat, dan mudah-mudahan saya tidak tergoda mara dalam menjalani hidup sebagai umat Buddha yang sesungguhnya.

Dhamma Ratanà​
Dhamma Ratanà terdiri dari sembilan Dhamma-Lokuttara―yaitu Empat Magga, Empat Phala, dan Nibbàna―dan Pariyatti―yaitu semua ajaran Buddha dalam bentuk Tipiñaka atau Kitab Suci Buddhis, beserta praktik Dhamma Pañipatti seperti yang tertulis dalam kitab-kitab. Juga menjelaskan tentang kemuliaan Tiga permen mata. Kita akan memulai bab ini dengan sebuah diskusi tentang kemuliaan Tiga permen mata secara tidak terlalu singkat juga tidak terlalu panjang-lebar, namun mencakup seluruh ciri dan kemuliaan yang penting.

Sembilan Kemuliaan Agung Buddha

Buddha memiliki kualitas mulia yang tidak terbatas. Tetapi, yang penting diingat oleh para umat manusia, dewa dan brahmà, hanya sembilan kemuliaan yang dimulai dengan Arahaÿ, yang diajarkan oleh Bhagavà secara khusus dalam berbagai khotbah-Nya. (Hal yang sama berlaku pada Dhamma, yaitu enam Kemuliaan Agung Dhamma dan sembilan Kemuliaan Agung Sangha).
 
Terima kasih sudah mengingatkan,

Lanjut..................

wah sebenarnya sudah pernah di post.....
theravada mengenal ada 28 buddha sudah pernah hidup,,dan yg ke-29 adalah metteya /maitreya

1 Tanhankara Maha Perwira
2 Medankara Maha Mulia
3 Saranankara Maha Welas-asih
4 Dipankara Cahaya Cemerlang
5 Kondanna Junjungan Manusia
6 Mangala Yang Maha Agung
7 Sumana Pemberani Yang Berbudi Lemah Lembut
8 Revata Penambah Kegembiraan, Kebahagiaan
9 Sobhita Yang Penuh Kebajikan
10 Anomadassi Manusia Utama
11 Paduma Obor Semesta Alam
12 Narada Pembimbing Yang Tiada Taranya
13 Padumuttara Makhluk Yang Tiada Taranya
14 Sumedha Yang Paling Mulia
15 Sujata Pimpinan Jagad Raya
16 Piyadassi Maha Junjungan Umat Manusia
17 Atthadassi Yang Penuh Kasih-sayang
18 Dhammadassi Penghalau Kegelapan
19 Siddhatta Yang Tiada bandingnya Didunia
20 Tissa Pemberi Karunia Yang Utama
21 Phussa Yang Sempurna Ke Tujuan Akhir
22 Vipassi Yang Tiada Saingannya
23 Sikhi Pahlawan Cinta-kasih Tanpa Batas
24 Vessabhu Penyebar Kebahagiaan Sejati
25 Kakusandha (Krakucchanda) Penunjuk Jalan Para Musafir
26 Konagamana (Kanakamuni) Yang Berusaha Tanpa Akhir
27 Kassapa (Kasyapa) Cahaya Sempurna
28 Gotama (Gautama) Kejayaan dalam Keluarga Gotama (Gautama)
29 Matteya (Maitreya) Yang Penuh Dengan Cinta-kasih

lebih jelas nya boleh baca-baca tripitaka...terjemahan sayadaw...mungkin masih bisa jadi referensi atau coba di samaggi-phala.
semoga bermanfaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa T...^^

versi Mahayana-nya ada gak? dimana bisa gw lihat?
terus, Tri Pitaka terjemahan kk ada dimana?

Terima kasih
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.