• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

<ask> knp ad agm Budha yg mnganjurkan qt untk vegetarian?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. reyZ
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai
hehehe belom ada yang jawab toh...kalo gitu gw coba-coba beri comment yah.
gini bro...agama buddha se-waktu sang buddha hidup tidak pernah MEWAJIBKAN vegetarian...tetapi jika ada umat yang MAU MELATIH BERVEGETARIAN..tidak lah masalah.

jadi konsep WAJIB / HARUS dan MELATIH / BERUSAHA.
kalau WAJIB kan yah...berarti kalau melanggar mendapat hukuman atau sebagainya..

kalau berusaha MELATIH..yah walau melanggar..kan namanya usaha...jadi beda..
-----------------------------------------------------------------------------
gw mengikuti aliran theravada....di aliran theravada tidak ada yang namanya HARUS makan vege...lagian sang buddha pernah menolak makan vegetarian saja...
dimana kasus nya devadatta(sepupu gotama) mengajurkan semua para bikhu harus makan vegetarian,,tetapi sang buddha menolak.

memang ada beberapa aliran yang garis keras..seperti mengultimatum kalau tidak makan vegetarian tidak bisa mencapai surga...atau bahkan nibbana..
ada juga tidak beranggapan demikian...

tapi kita kan beragama buddha...jadi merujuk lagi kepada SANG BUDDHA..
sang buddha menolak bahwa harus makan vegetarian,bukan semata-mata hanya anggapan beliau saja...melainkan ADA ALASAN. >>ini yang gw suka dari buddhis...ada ALASAN.

1.memakan daging bukanlah suatu pembunuhan maupun kejahatan.
jika ada yang beranggapan makan daging adalah pembunuhan,,,wah saya yakin orang ini belum pernah meditasi dan merasakan objek pikiran yang timbul pada saat makan.

karena suatu kejahatan.,,,DISEBUT kejahatan haruslah ada NIAT.(cettana)
coba liat peraturan(vinaya) apabila seorang memakan daging. ada beberapa syarat...
1.tidak melihat binatang tersebut di bunuh agar di peroleh daging nya.
2.tidak mendengar suara binatang tersebut.
3.tidak melihat darah dari binatang tersebut.
4.tidak boleh jika melihat binatang hidup..lalu ada pikiran ingin memakannya.......>>ini juga sudah tidak boleh.
masih ada syarat-syarat lain...4 cukup yah^^

perhatikan syarat-syarat itu..menunjukkan apa?
menunjukkan kalau seorang bikhu tidak boleh berpola pikir yang berhubungan dengan kejahatan.

2.jika ada yang beranggapan makan vegetarian saja bisa mencapai kesucian..
hal ini sangat-sangat bertentangan dengan ajaran sang buddha..

------------------------------------------------------------------------------------
sory yah beragumen cuma 2...mau nya ditambah...cuma kalau terlalu panjang ntar orang malas baca...jadi gw coba mempersingkat saja...semoga jelas.
jadi intinya adalah PIKIRAN
pikiran kita tidak boleh ada yang namanya KEJAHATAN.

oke.semoga jelas..be positif thought
 
hehehe belom ada yang jawab toh...kalo gitu gw coba-coba beri comment yah.
gini bro...agama buddha se-waktu sang buddha hidup tidak pernah MEWAJIBKAN vegetarian...tetapi jika ada umat yang MAU MELATIH BERVEGETARIAN..tidak lah masalah.

jadi konsep WAJIB / HARUS dan MELATIH / BERUSAHA.
kalau WAJIB kan yah...berarti kalau melanggar mendapat hukuman atau sebagainya..

kalau berusaha MELATIH..yah walau melanggar..kan namanya usaha...jadi beda..
-----------------------------------------------------------------------------
gw mengikuti aliran theravada....di aliran theravada tidak ada yang namanya HARUS makan vege...lagian sang buddha pernah menolak makan vegetarian saja...
dimana kasus nya devadatta(sepupu gotama) mengajurkan semua para bikhu harus makan vegetarian,,tetapi sang buddha menolak.

memang ada beberapa aliran yang garis keras..seperti mengultimatum kalau tidak makan vegetarian tidak bisa mencapai surga...atau bahkan nibbana..
ada juga tidak beranggapan demikian...

tapi kita kan beragama buddha...jadi merujuk lagi kepada SANG BUDDHA..
sang buddha menolak bahwa harus makan vegetarian,bukan semata-mata hanya anggapan beliau saja...melainkan ADA ALASAN. >>ini yang gw suka dari buddhis...ada ALASAN.

1.memakan daging bukanlah suatu pembunuhan maupun kejahatan.
jika ada yang beranggapan makan daging adalah pembunuhan,,,wah saya yakin orang ini belum pernah meditasi dan merasakan objek pikiran yang timbul pada saat makan.

karena suatu kejahatan.,,,DISEBUT kejahatan haruslah ada NIAT.(cettana)
coba liat peraturan(vinaya) apabila seorang memakan daging. ada beberapa syarat...
1.tidak melihat binatang tersebut di bunuh agar di peroleh daging nya.
2.tidak mendengar suara binatang tersebut.
3.tidak melihat darah dari binatang tersebut.
4.tidak boleh jika melihat binatang hidup..lalu ada pikiran ingin memakannya.......>>ini juga sudah tidak boleh.
masih ada syarat-syarat lain...4 cukup yah^^

perhatikan syarat-syarat itu..menunjukkan apa?
menunjukkan kalau seorang bikhu tidak boleh berpola pikir yang berhubungan dengan kejahatan.

2.jika ada yang beranggapan makan vegetarian saja bisa mencapai kesucian..
hal ini sangat-sangat bertentangan dengan ajaran sang buddha..

------------------------------------------------------------------------------------
sory yah beragumen cuma 2...mau nya ditambah...cuma kalau terlalu panjang ntar orang malas baca...jadi gw coba mempersingkat saja...semoga jelas.
jadi intinya adalah PIKIRAN
pikiran kita tidak boleh ada yang namanya KEJAHATAN.

oke.semoga jelas..be positif thought

waduh, sang buddha dikenal penuh cinta kasih dan kasih sayang pada semua makhluk hidup, kok bisa menolak vegetarian ya??
padahal ia bapaknya smua makhluk lho.
lalu ketika musim hujan ada seorang bhikku yang sedang berjalan, ia pun harus berhati2 agar tidak
mgnjak cacing yang ada disekitar tanah,
jadi cacing lebih bernilai dari unggas atau sapi,
atau bagaimana??
ketika sang buddha menjadi buddha, ia melihat
semua makhluk termasuk seekor ulat memiliki
raga buddha didalamnya,
apakah uggas atau sapi, tidak memiliki raga
buddha didalamnya?
sebenrnya unggas atau sapi yang dilahirkan itu
berasal dari manusia juga yang mana sebelum
nya berbuat jahat , shingga terlahir jadi unggas
atau binatang?
bila punya sedikit hati kasih dan cinta pada
makhluk binatang, maka sebaiknya vegetarian.
kalau tidak akan terus menerus, perkembang
biakan hewan secara terus menerus untuk dikonsumsi tanpa putus-putus,
dan hewan 2 itu bukan mati secara alamiah,
atau tanpa sengaja mati gitu saja,
tapi untuk mematikannya harus melalui
penderitaan, kerongkongan dan kesakitan
serta jeritan suara hwan yang sakit.
itulah semacam karma buruk.

dengan vegetarian, bisa memutuskan rantai
perkembangbiakan hewan secara terus menerus.
dan secara besar2 an.
itulah yang sedang digalakkan dan ditanamkan
oleh kelompok vegetarian,
perjuangan yang dilakukan oleh kelompk
vegetarianis.
perjuangan untk mempopulerkan vegetarianis.

cuma takutnya kalau vegetarian secara
bsar2 an, gimana ya perusahaan yang terkait
dengan daging??bisa bangkrut wah susah juga tuh.
 
dengan vegetarian, bisa memutuskan rantai
perkembangbiakan hewan secara terus menerus.
dan secara besar2 an.
itulah yang sedang digalakkan dan ditanamkan
oleh kelompok vegetarian,
perjuangan yang dilakukan oleh kelompk
vegetarianis.
perjuangan untk mempopulerkan vegetarianis.

cuma takutnya kalau vegetarian secara
bsar2 an, gimana ya perusahaan yang terkait
dengan daging??bisa bangkrut wah susah juga tuh.
jadi menurut anda jika vegetarian tidak ada lagi nyawa yang hilang?
coba liat dengan jelas proses penanaman sayur di situ...yakin tidak ada yang mati?

seperti nya anda juga tidak mengerti postingan saya........

beda MELATIH dan MEWAJIBKAN...
jika seseorang melatih diri untuk bervegetarian...itu tidak lah masalah...
jika seseorang melatih diri untuk bervegetarian untuk menghindari masalah pembunuhan...itu tidak masalah

tetapi pikiran yang kuat serta melekat..menjadikan hal itu sebagai KEWAJIBAN untuk menjalankan SILA yang sempurna bukanlah jalan keluar.

pokok masalah di sini adalah PIKIRAN dan MENTAL ketika melihat hal-hal tersebut..
jika pikiran menuju ke-kejahatan maka jelas-jelas itu kejahatan...
tetapi sebaliknya pula...

coba bandingkan kejadian ini..
ketika kita di pasar sedang berbelanja...melihat ayam yang sudah mati dan tak bernyawa...kita membeli nya...apakah ada NIAT membunuh disini?..cobalah teliti pikiran anda pada saat ini.

ibarat di tengah jalan menemukan bangkai MATI...lalu memungut nya demi melanjutkan bekal di perjalanan...


tetapi jika jalan ke pasar dan tidak melihat AYAM yang MATI...lalu KITA MEMESAN ini sudah salah. karena KEINGINAN kita menyebabkan nyawa makhluk hidup hilang.

--------------------------------------------------------------------------
coba buka tripitaka.di situ baca baik-baik dan lihat lah alasan mengapa sang buddha tidak mau MEWAJIBKAN sangha bervegetarian.
tetapi sang buddha tidak menolak jika seseorang ingin melatih untuk bervegetarian.(disini sang buddha menyuruh kita menjadi bijaksana)
nah bagaimana melatih kebijaksanaan?..byk cara melatih nya..tetapi cara yang paling ampuh adalah sammasamadhi
pikiran tenang barulah dapat berpikir lebih jernih.

sang buddha tidak menjadi buddha hanya karena duduk saja dan menutup mata ataupun membaca manta-mantra
melainkan adanya proses pikiran yang bergerak di situ.

WAJIB makan vegetarian bukanlah jawaban keluar..
melainkan melatih PIKIRAN yang sulit ini...barulah jalan keluar.

salam metta,semoga di mengerti.
 
jadi menurut anda jika vegetarian tidak ada lagi nyawa yang hilang?
coba liat dengan jelas proses penanaman sayur di situ...yakin tidak ada yang mati?

tentu saja ada yang mati, yang mati hama, ulat yang mengganggu tnaman.
Setelah dipanen, sayur itu bukan untuk satu keluarga
Tapi untuk satu kota, untuk ratusan ribu orang. Termasuk aku dan kmu.

jadi anda menyamakan cacing dan hama itu sama unggas dan binatang yang lebih besar?
Cacing hama itu tidak punya usus dan darah bung.
Kalau unggas, hewan kaki empat itu punya usus,limpa, jantung, paru-paru dan darah seperti kita bung.


beda MELATIH dan MEWAJIBKAN...
jika seseorang melatih diri untuk bervegetarian...itu tidak lah masalah...
jika seseorang melatih diri untuk bervegetarian untuk menghindari masalah pembunuhan...itu tidak masalah
tetapi pikiran yang kuat serta melekat..menjadikan hal itu sebagai KEWAJIBAN untuk menjalankan SILA yang sempurna bukanlah jalan keluar.[

ketika aku membaca forum2, bahwa sang buddha izinkan makan daging,
aku mau maksa diri untuk makan daging unggas,
tapi melihat saja sudah mual, gak selera lagi bung gimana, sudah bosan, sudah mual,
krena sudah lama ikut semi vegetarian/tidak makan daging.
mana ada lagi semcam kewajiban2 , aku tidk merasa melekat untukk jalankan sila?

pokok masalah di sini adalah PIKIRAN dan MENTAL ketika melihat hal-hal tersebut..
jika pikiran menuju ke-kejahatan maka jelas-jelas itu kejahatan...
tetapi sebaliknya pula...

wah pelajran abhidhamma,

--------------------------------------------------------------------------
coba buka tripitaka.di situ baca baik-baik dan lihat lah alasan mengapa sang buddha tidak mau MEWAJIBKAN sangha bervegetarian.

Buka tripitaka bagian mana bung, yang jelas! Tipitaka itu luas bung, anda seperti suruh saya cari orang A dengan ciri2nya dikota besar, tetapi tidak dikasih alamat, gimana bisa , tripitaka bagian mana? Ayat berapa? Halaman berapa? Sutra apa?


Jadi bung, kalau makan daging unggas itu ada karma buruk tidak?
Tolong katakan saja YA atau TIDAK?

salam.
__________________
 
@Marce,
Anda kan salah satu champion-nya ehipassiko,.....
tolong dong tanpa bawa-bawa mengaitkan dengan apa yang dilakukan Sang Buddha, atau dikatakan sang Buddha...
tolong dengan pemahaman, pembuktian, pendalaman Anda sendiri jelaskan kepada saya
bagaimana caranya menjustified :

1. apa yang akan lebih bermanfaat, vegetarian atau tidak, apa yang harus lebih didukung???

2. Apakah vegetarian adalah signifikan atau tidak signifikan dalam Latihan-mu?

karena suatu kejahatan.,,,DISEBUT kejahatan haruslah ada NIAT.(cettana)
coba liat peraturan(vinaya) apabila seorang memakan daging. ada beberapa syarat...
1.tidak melihat binatang tersebut di bunuh agar di peroleh daging nya.
2.tidak mendengar suara binatang tersebut.
3.tidak melihat darah dari binatang tersebut.
4.tidak boleh jika melihat binatang hidup..lalu ada pikiran ingin memakannya.......>>ini juga sudah tidak boleh.
masih ada syarat-syarat lain...4 cukup yah^^

3. Saya pernah (dan dengan demikian saya berasumsi Anda-pun pernah) melihat secara langsung maupun di media, tentang binatang yang dibunuh untuk diambil dagingnya, darahnya berceceran, dan binatang tersebut mengeluarkan suara yang menunjukkan kesakitan yang amat sangat......
Pertanyaannya adalah:
a. Jika di rumah Mama yang membeli, mengolah dan memasak daging untuk seluruh keluarga, apakah boleh berkata: "Saya tidak berkehendak hal ini terjadi, .... itu urusan Mama."
b. Jika di rumah makan, apakah boleh berkata: "Rendang ini pasti bukan berasal dari sapi yang pernah saya lihat disembelih dulu, yang ini ngak apa-apa, kalo sapi yang satu itu baru ngak boleh."

Trims.
 
skrg qt pikir pk logika aj..


loe di cubit sakit gk?


sakit kan..


klo misalnya, ayam di sembeleh..


sakit gk??


ap km gk kasian??



d dalam agm Budah jg diajarkan reinkarnasi..


klo misalnya kakek loe reinkarnasi jadi ayam..


trus tu ayam km makan..


sm aj toh km makan kakek mu..
 
Tidak ada paksaan bahwa seorang umat Buddha harus vegetarian, bagi yang mau vegetarian silahkan,bagi yang tidak mau vegetarin silahkan.Tidak ada Vinaya yang mengatur tentang itu(baca Jivaka Sutta). sudah pernah dibahas silahkan di search dulu.
 
Sorry double post,

Anda kan salah satu champion-nya ehipassiko,.....
tolong dong tanpa bawa-bawa mengaitkan dengan apa yang dilakukan Sang Buddha, atau dikatakan sang Buddha...
tolong dengan pemahaman, pembuktian, pendalaman Anda sendiri jelaskan kepada saya
bagaimana caranya menjustified :

1. apa yang akan lebih bermanfaat, vegetarian atau tidak, apa yang harus lebih didukung???

2. Apakah vegetarian adalah signifikan atau tidak signifikan dalam Latihan-mu?

karena suatu kejahatan.,,,DISEBUT kejahatan haruslah ada NIAT.(cettana)
coba liat peraturan(vinaya) apabila seorang memakan daging. ada beberapa syarat...
1.tidak melihat binatang tersebut di bunuh agar di peroleh daging nya.
2.tidak mendengar suara binatang tersebut.
3.tidak melihat darah dari binatang tersebut.
4.tidak boleh jika melihat binatang hidup..lalu ada pikiran ingin memakannya.......>>ini juga sudah tidak boleh.
masih ada syarat-syarat lain...4 cukup yah^^

3. Saya pernah (dan dengan demikian saya berasumsi Anda-pun pernah) melihat secara langsung maupun di media, tentang binatang yang dibunuh untuk diambil dagingnya, darahnya berceceran, dan binatang tersebut mengeluarkan suara yang menunjukkan kesakitan yang amat sangat......
Pertanyaannya adalah:
a. Jika di rumah Mama yang membeli, mengolah dan memasak daging untuk seluruh keluarga, apakah boleh berkata: "Saya tidak berkehendak hal ini terjadi, .... itu urusan Mama."
b. Jika di rumah makan, apakah boleh berkata: "Rendang ini pasti bukan berasal dari sapi yang pernah saya lihat disembelih dulu, yang ini ngak apa-apa, kalo sapi yang satu itu baru ngak boleh."

Trims.
 
ketika aku membaca forum2, bahwa sang buddha izinkan makan daging,
aku mau maksa diri untuk makan daging unggas,
tapi melihat saja sudah mual, gak selera lagi bung gimana, sudah bosan, sudah mual,
krena sudah lama ikut semi vegetarian/tidak makan daging.
mana ada lagi semcam kewajiban2 , aku tidk merasa melekat untukk jalankan sila?
kalau alergi makan daging..ga masalah loh...

maksud saya di sini adalah PIKIRAN anda pada saat makan daging tersebut.
kalau ada yang bertujuan makan daging demi mencapai kesucian..ini jelas-jelas kebodohan batin....
sama saja hal nya mencapai kesucian dengan upacara / ritual-ritual...
kita sebagai buddhis menolak hal ini...mengapa?

ayo kita berpikir bijaksana ...seandainya jika seseorang bervegetarian lalu pikiran nya ke-arah hal-hal yang buruk..maka tetap saja buruk. tidak akan merubah kenyataan...kalau tidak salah hitler itu vegetarian(mohon maaf kalau salah) tapi coba lihat perbuatannya..
---------------------------------------------------------------
Jadi bung, kalau makan daging unggas itu ada karma buruk tidak?
Tolong katakan saja YA atau TIDAK?
kan sudah dibilang tergantung kondisi.....oke saya jelaskan dari awal

DI JAWAB IYA APABILA,,,,,
1.binatang tersebut masih hidup
jika kita di rumah makan,lalu melihat unggas yang masih hidup di kurung di kandang / secamamnya...setelah itu kita memiliki NIAT(cettana) untuk memamakan unggas tersebut. (ini sudah kamma buruk)..karena niat nya buruk.


2.tidak ada ready stock..lalu kita memesan nya.
pada waktu d rumah,,kita sudah ingin membeli DAGING UNGGAS(niat membeli).
tetapi ketika di pasar...tidak ditemukan ready stock unggas yang mati...setelah itu kita BER-NIAT(cettana) memesan daging unggas..ini sudah kamma buruk..karena ke-inginan kita menyebabkan daging unggas baru(pasti ada yang dibunuh).

saya pikir 2 contoh sudah cukup....


-----------------------------------------------------------------
DI JAWAB TIDAK APABILA,,,,,

1.binatang tersebut telah mati...
jika kita pergi kerumah makan..lalu melihat BANGKAI UNGGAS(telah mati)...lalu kita memesan BANGKAI UNGGAS..untuk menjadi bahan dasar..entah sop,gorengan,dll...itu bukanlah kamma buruk
karena tidak ada NIAT yang jahat dalam PROSES memakan masakan itu.

2.MEMILIKI READY STOCK..
jika dari rumah sudah berniat membeli BANGKAI UNGGAS..ketika tiba dipasar lalu melihat TIDAK ADA READY STOCK(habis). lalu kita memesan...dalam pesanan ini harus lah CERMAT / BIJAKSANA(dengan pikiran)
harus ada syarat.
-tolong carikan daging unggas..tapi yang telah mati yah...saya tdk ingin anda mencarikan unggas hidup lalu di bunuh untuk saya...
dan kalau tidak ada....bilang saja tidak ada..saya akan membeli yang LAIN
(mungkin saja pegawai pasar tersebut,,mengontak supplier nya untuk mencari sisa-sisa stok daging unggas)

tetapi apabila PEGAWAI TERSEBUT BERBOHONG,dan mencarikan unggas hidup
lalu membunuh nya ..setelah itu membersikan lalu menyerahkan kepada anda...

INI BUKAN SALAH ANDA...karena yang BERNIAT membunuh nya adalah PEGAWAI tersebut dengan memanfaatkan NIAT ANDA

jika anda berpikir bahwa karena niat ANDA maka TIMBUL kesempatan untuk berbuat jahat....lalu anda merasa bersalah (ini adalah kebodohan batin)>>menurut pandangan saya.

mengapa?
karena niat anda adalah BAIK dari awal nya..tetapi di MANFAATKAN....orang yang me-manfaatkan niat baik..lalu berpikir untuk berbuat jahat..maka orang tersebutlah yang salah...

sama ketika sang buddha mengajarkan meditasi...ketika itu beberapa bikhu MEMUNTAHKAN DARAH dari mulut nya...lalu apakah sang buddha salah?..hohoho...try be wisdom.
NIAT(cettana) sang buddha pada waktu itu sangat lah baik...tetapi yang salah bikhu tersebut.

inti nya adalah PROSES BERPIKIR.
------------------------------------------------------------------
@yang terakhir
wah saya bukan champion..soalnya belom suci sih..hahaha...
oke i answer.

maksud saya mengapa merujuk pada sang buddha,,bukan berarti kita harus mengikuti apa yang sang buddha SABDAKAN tanpa BERPIKIR,
TINGKAH LAKU SANG BUDDHA pun harus kita pikirkan sebelum contohi.

kita sebagai buddhis,,harus berpikir mengapa sang buddha berbuat demikian,mengapa tidak begini, mengapa begitu,mengapa demikian,dll...pasti ada ALASAN mengapa beliau berbuat demikian,,,nah proses berpikir ini lah salah satu yang membuat kita bijaksana..
bukan langsung percaya begitu SAJA...bahwa semua yang sang buddha lakukan BENAR.

oke saya coba jawab pertanyaan; mohon maaf kalau tidak berkenaan.
1. apa yang akan lebih bermanfaat, vegetarian atau tidak, apa yang harus lebih didukung???
sebenarnya vegetarian itu bagus,,menurut ilmu kedokteran bervegetarian itu bagus...lebih bagus dari pada makan daging....
jadi jika KITA berpikir untuk vegetarian demi KESEHATAN...itu tidak lah masalah.

2. Apakah vegetarian adalah signifikan atau tidak signifikan dalam Latihan-mu?
tidak ke-dua-dua nya.....karena dalam latihan bukanlah makanan yang utama...vegetarian / makan daging / campur-campur...bukanlah masalah.
tetapi.
1.samma-ditthi / pengertian benar.
2.samma-sankappo / pikiran benar.
3.samma-vaca / ucapan benar.
4.samma-kammanto / perbuatan benar.
5.samma-ajivo / penghidupan benar.
6.samma-vayamo / usaha benar.
7.samma-sati / kesadaran benar.
8.samma-samadhi / meditasi benar.

3. Saya pernah (dan dengan demikian saya berasumsi Anda-pun pernah) melihat secara langsung maupun di media, tentang binatang yang dibunuh untuk diambil dagingnya, darahnya berceceran, dan binatang tersebut mengeluarkan suara yang menunjukkan kesakitan yang amat sangat......
Pertanyaannya adalah:
a. Jika di rumah Mama yang membeli, mengolah dan memasak daging untuk seluruh keluarga, apakah boleh berkata: "Saya tidak berkehendak hal ini terjadi, .... itu urusan Mama."
b. Jika di rumah makan, apakah boleh berkata: "Rendang ini pasti bukan berasal dari sapi yang pernah saya lihat disembelih dulu, yang ini ngak apa-apa, kalo sapi yang satu itu baru ngak boleh."
a. sebagai anak yang baik tentu nya harus memberi pengertian benar kepada orang tua...kita setuju hal ini kan.jadi bukan berarti cuek belagu bodoh.

b.nah di rumah makan...sama dengan contoh atas.^^

semoga di mengerti yah..
 
makan sudah hidup atw mati tetp dosa bang..
 
yah,jika anda berpandangan demikan...terserahlah anda. okey
 
a. sebagai anak yang baik tentu nya harus memberi pengertian benar kepada orang tua...kita setuju hal ini kan.jadi bukan berarti cuek belagu bodoh.

tapi Bung, pengertian benar nya artinya apa? veg atau non veg?
 
tapi Bung, pengertian benar nya artinya apa? veg atau non veg?
kan dah di beri tahu di atas^.
kalau semua itu tergantung dari pola pikir pada sebelum membeli,saat memakan,dan setelah memakan. bukan masalah vege dan non vege


DI JAWAB IYA APABILA,,,,,
1.binatang tersebut masih hidup
jika kita di rumah makan,lalu melihat unggas yang masih hidup di kurung di kandang / secamamnya...setelah itu kita memiliki NIAT(cettana) untuk memamakan unggas tersebut. (ini sudah kamma buruk)..karena niat nya buruk.


2.tidak ada ready stock..lalu kita memesan nya.
pada waktu d rumah,,kita sudah ingin membeli DAGING UNGGAS(niat membeli).
tetapi ketika di pasar...tidak ditemukan ready stock unggas yang mati...setelah itu kita BER-NIAT(cettana) memesan daging unggas..ini sudah kamma buruk..karena ke-inginan kita menyebabkan daging unggas baru(pasti ada yang dibunuh).

saya pikir 2 contoh sudah cukup....


-----------------------------------------------------------------
DI JAWAB TIDAK APABILA,,,,,

1.binatang tersebut telah mati...
jika kita pergi kerumah makan..lalu melihat BANGKAI UNGGAS(telah mati)...lalu kita memesan BANGKAI UNGGAS..untuk menjadi bahan dasar..entah sop,gorengan,dll...itu bukanlah kamma buruk
karena tidak ada NIAT yang jahat dalam PROSES memakan masakan itu.

2.MEMILIKI READY STOCK..
jika dari rumah sudah berniat membeli BANGKAI UNGGAS..ketika tiba dipasar lalu melihat TIDAK ADA READY STOCK(habis). lalu kita memesan...dalam pesanan ini harus lah CERMAT / BIJAKSANA(dengan pikiran)
harus ada syarat.
-tolong carikan daging unggas..tapi yang telah mati yah...saya tdk ingin anda mencarikan unggas hidup lalu di bunuh untuk saya...
dan kalau tidak ada....bilang saja tidak ada..saya akan membeli yang LAIN
(mungkin saja pegawai pasar tersebut,,mengontak supplier nya untuk mencari sisa-sisa stok daging unggas)

tetapi apabila PEGAWAI TERSEBUT BERBOHONG,dan mencarikan unggas hidup
lalu membunuh nya ..setelah itu membersikan lalu menyerahkan kepada anda...

INI BUKAN SALAH ANDA...karena yang BERNIAT membunuh nya adalah PEGAWAI tersebut dengan memanfaatkan NIAT ANDA

jika anda berpikir bahwa karena niat ANDA maka TIMBUL kesempatan untuk berbuat jahat....lalu anda merasa bersalah (ini adalah kebodohan batin)>>menurut pandangan saya.

mengapa?
karena niat anda adalah BAIK dari awal nya..tetapi di MANFAATKAN....orang yang me-manfaatkan niat baik..lalu berpikir untuk berbuat jahat..maka orang tersebutlah yang salah...

sama ketika sang buddha mengajarkan meditasi...ketika itu beberapa bikhu MEMUNTAHKAN DARAH dari mulut nya...lalu apakah sang buddha salah?..hohoho...try be wisdom.
NIAT(cettana) sang buddha pada waktu itu sangat lah baik...tetapi yang salah bikhu tersebut.

inti nya adalah PROSES BERPIKIR.

gini gw kasih contoh sekali lagi,,

makan vegetarian tetapi kamma buruk
jika kita ber-niat(cettana) makan sayuran
lalu kita menanam sayuran,kita melihat cacing,semut masih di tanah / lahan itu...
kita ngotot mau mengemburkan dengan cara mencangkul,dll.
(nah dari sini jika orang bijak berpikir..tentu saya bisa menyakiti makhluk ini.)

lalu berselang selanjut nya..tibalah masa panen....kita memakan sayuran tersebut lalu.........lalu berpikir makan sayuran tersebut bebas dari kamma buruk....( ini adalah kebodohan batin )

coba liat..terjadi kamma buruk tsb pada waktu mencangkul..karena sudah melihat..tetapi tetap di lakukan.....
bukan pada waktu memakan sayuran tersebut. sory yah waktu terbatas sekarang..jadi singkat saja..
semoga di mengerti.
 
Sorry triple post, dan untuk yang terakhir....
jawaban belum dipahami.

Anda kan salah satu champion-nya ehipassiko,.....
tolong dong tanpa bawa-bawa mengaitkan dengan apa yang dilakukan Sang Buddha, atau dikatakan sang Buddha...
tolong dengan pemahaman, pembuktian, pendalaman Anda sendiri jelaskan kepada saya
bagaimana caranya menjustified :

1. apa yang akan lebih bermanfaat, vegetarian atau tidak, apa yang harus lebih didukung???

2. Apakah vegetarian adalah signifikan atau tidak signifikan dalam Latihan-mu?

karena suatu kejahatan.,,,DISEBUT kejahatan haruslah ada NIAT.(cettana)
coba liat peraturan(vinaya) apabila seorang memakan daging. ada beberapa syarat...
1.tidak melihat binatang tersebut di bunuh agar di peroleh daging nya.
2.tidak mendengar suara binatang tersebut.
3.tidak melihat darah dari binatang tersebut.
4.tidak boleh jika melihat binatang hidup..lalu ada pikiran ingin memakannya.......>>ini juga sudah tidak boleh.
masih ada syarat-syarat lain...4 cukup yah^^
3. Saya pernah (dan dengan demikian saya berasumsi Anda-pun pernah) melihat secara langsung maupun di media, tentang binatang yang dibunuh untuk diambil dagingnya, darahnya berceceran, dan binatang tersebut mengeluarkan suara yang menunjukkan kesakitan yang amat sangat......
Pertanyaannya adalah:
a. Jika di rumah Mama yang membeli, mengolah dan memasak daging untuk seluruh keluarga, apakah boleh berkata: "Saya tidak berkehendak hal ini terjadi, .... itu urusan Mama."
b. Jika di rumah makan, apakah boleh berkata: "Rendang ini pasti bukan berasal dari sapi yang pernah saya lihat disembelih dulu, yang ini ngak apa-apa, kalo sapi yang satu itu baru ngak boleh."

Pertanyaan keempat.
Bagaimana caranya bisa sambil gigit daging sambil mengatakan kepada diri sendiri "tidak apa-apa, asalkan dengan pengertian yang benar".

Pertanyaan kelima.
Maling hutan yang besar-besaran ngomong, "selama ini kan penduduk sekitar juga sudah ngambilin kayu untuk kayu bakar." dilanjutkan dengan mengatakan kepada diri sendiri "tidak apa-apa, asalkan dengan pengertian yang benar".
 
1,2,3 saya pikir sudah sy jawab...apa masih belom di mengerti?

Pertanyaan keempat.
Bagaimana caranya bisa sambil gigit daging sambil mengatakan kepada diri sendiri "tidak apa-apa, asalkan dengan pengertian yang benar".
astaga..pengertian benar bukan seperti itu bung..hahaha....
kalau seandainya daging tersebut adalah hasil pembunuhan yang anda rencanakan.... lalu memakan nya,setelah itu berpikir dengan pengertian benar "gpp ini ga salah"...wah ini kebodohan batin.....bahkan sangat bodoh menurut saya.

Pertanyaan kelima.
Maling hutan yang besar-besaran ngomong, "selama ini kan penduduk sekitar juga sudah ngambilin kayu untuk kayu bakar." dilanjutkan dengan mengatakan kepada diri sendiri "tidak apa-apa, asalkan dengan pengertian yang benar".
jika anda hidup pada zaman dulu(rimba)..mungkin hutan tidak ada yang punya.
ini disebabkan karena belum ada HUKUM......
nah setelah zaman berganti...kita adalah negara hukum..mungkin orang-orang desa masih berpikir bahwa hutan tersebut adalah milik LELUHURnya...maka mereka berpikir,,"jika kami menebang hutan tersebut...tentu tidak melanggar hukum..jadi legal-legal saja".....>>>padahal sudah melanggar hukum...tapi karena ketidaktahuan akan HUKUM,mereka menganggap diri benar.......sama seperti kebodohan batin.

kita haruslah melihat HUKUM negara saat ini..kita bukan tinggal d zaman purba...jadi haruslah bijak dalam hal ini.

wah...kalau orang bijak tentu nya setelah mengambil..haruslah bertanggung jawab.
tentu nya setelah menebang...harus menanam....
dan menebang tentu nya haruslah mendapat izin dari pemerintah...dan tidak melanggar hukum negara....dan daerah.

kayu memang hanya bisa d dapatkan pada pohon. atau daur ulang sampah....kalau lainnya gw ga tau.
--------------------------------------------------------------------
dari pertanyaan anda..mungkin anda berpikir pengertian benar melalui hanya proses berpikir......
proses berpikir bukan berarti MENIPU DIRI SENDIRI...alias sudah tahu salah..tapi mencoba untuk membenarkan diri.

sama seperti cerita kuno dalam dongeng cina....ketika seorang pencuri mencuri lonceng emas yang besar...di tengah malam karena lalai..lonceng tersebut jatuh...karena bunyi nya yang sangat KERAS..

pencuri ini lantas takut dan menutup telinga nya sendiri..sambil berpikir....BUNYI BELL TERSEBUT SUDAH TIDAK LAGI KEDENGARAAN..JADI SAYA TIDAK MUNGKIN KETAHUAN.

jikalau kita bijak....ini kan namanya menipu diri sendiri....bukan pengertian benar ini...malah salah. hehehe

-----------------------------------------------------------------------
semoga d mengerti..kalau belum jelas..tanyakan saja..selama saya sanggup yah saya berusaha menjelaskan.

tentu nya bukan berarti saya memaksa bahwa penjelasan sayalah yang benar..cobalah bandingkan jawaban orang lain..atau anda punya jawaban sendiri? kita diskusikan sama-sama.^^ okey
 
"saya ngak bunuh tapi boleh membayar orang lain untuk membunuh".. gitu toh bunyi argumennya???..
 
wah argumen saya tidak begitu....@_@

kalau menyuruh orang membunuh..tetap saja menyuruh(ada niat/cettana buruk) melakukan nya dengan mulut(ucapan buruk)..jelas kamma buruk..
 
IMHO....
sang buddha menolak untuk vegetarian karena, manusia membutuhkan juga gizi dari hewan ..
ibaratnya ada anak bayi dari kecil u kasi sayuran trus .. uda gede nya kaya apa? kebayang kan?
selain itu coba ingat2 jalan tengah berunsur delapan,, jadi ga masalah kalo kita makan daging selama pikiran kita benar(dalam arti bukan memuaskan napsu tetapi karena kebutuhan untuk bertahan hidup)
CMIIW
 
Pertanyaan keempat.
Bagaimana caranya bisa sambil gigit daging sambil mengatakan kepada diri sendiri "tidak apa-apa, asalkan dengan pengertian yang benar".

Pertanyaan kelima.
Maling hutan yang besar-besaran ngomong, "selama ini kan penduduk sekitar juga sudah ngambilin kayu untuk kayu bakar." dilanjutkan dengan mengatakan kepada diri sendiri "tidak apa-apa, asalkan dengan pengertian yang benar".

kalo uda gigit daging biasanya pmenuhan nafsu .. kl pengertian yang bener itu mkn daging untuk kebutuhan gizi n bertahan hidup .. dengan statement anda, ga bisa menunjukkan kalo ada pemikiran yang benar ketika melahap daging itu ...jd jgn mengkait2kan hal yang ga masuk akal.. (masa gigit daging sambil membenarkan diri, sementara pemikiran aj uda sala)

maling dengan pengertian benar???
mao nge maling aj pikiran nya uda ga bener ,,, jangan memaksakan argumen bung
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.