|
LOUNGE |
TANYA JAWAB |
KESEHATAN |
MUSIC |
MOVIES |
OLAHRAGA |
KULINER |
ANIME |
JOKES
GAMES |
COMPUTER |
OTOMOTIF |
PETS |
PONSEL |
DEBATE |
GALLERY |
YOUTH |
BERITA & POLITIK
CURHAT |
RELIGI |
MISTERI |
GAYA HIDUP |
EDUKASI |
SARAN |
TEST
|
hehehe belom ada yang jawab toh...kalo gitu gw coba-coba beri comment yah.
gini bro...agama buddha se-waktu sang buddha hidup tidak pernah MEWAJIBKAN vegetarian...tetapi jika ada umat yang MAU MELATIH BERVEGETARIAN..tidak lah masalah.
jadi konsep WAJIB / HARUS dan MELATIH / BERUSAHA.
kalau WAJIB kan yah...berarti kalau melanggar mendapat hukuman atau sebagainya..
kalau berusaha MELATIH..yah walau melanggar..kan namanya usaha...jadi beda..
-----------------------------------------------------------------------------
gw mengikuti aliran theravada....di aliran theravada tidak ada yang namanya HARUS makan vege...lagian sang buddha pernah menolak makan vegetarian saja...
dimana kasus nya devadatta(sepupu gotama) mengajurkan semua para bikhu harus makan vegetarian,,tetapi sang buddha menolak.
memang ada beberapa aliran yang garis keras..seperti mengultimatum kalau tidak makan vegetarian tidak bisa mencapai surga...atau bahkan nibbana..
ada juga tidak beranggapan demikian...
tapi kita kan beragama buddha...jadi merujuk lagi kepada SANG BUDDHA..
sang buddha menolak bahwa harus makan vegetarian,bukan semata-mata hanya anggapan beliau saja...melainkan ADA ALASAN. >>ini yang gw suka dari buddhis...ada ALASAN.
1.memakan daging bukanlah suatu pembunuhan maupun kejahatan.
jika ada yang beranggapan makan daging adalah pembunuhan,,,wah saya yakin orang ini belum pernah meditasi dan merasakan objek pikiran yang timbul pada saat makan.
karena suatu kejahatan.,,,DISEBUT kejahatan haruslah ada NIAT.(cettana)
coba liat peraturan(vinaya) apabila seorang memakan daging. ada beberapa syarat...
1.tidak melihat binatang tersebut di bunuh agar di peroleh daging nya.
2.tidak mendengar suara binatang tersebut.
3.tidak melihat darah dari binatang tersebut.
4.tidak boleh jika melihat binatang hidup..lalu ada pikiran ingin memakannya.......>>ini juga sudah tidak boleh.
masih ada syarat-syarat lain...4 cukup yah^^
perhatikan syarat-syarat itu..menunjukkan apa?
menunjukkan kalau seorang bikhu tidak boleh berpola pikir yang berhubungan dengan kejahatan.
2.jika ada yang beranggapan makan vegetarian saja bisa mencapai kesucian..
hal ini sangat-sangat bertentangan dengan ajaran sang buddha..
------------------------------------------------------------------------------------
sory yah beragumen cuma 2...mau nya ditambah...cuma kalau terlalu panjang ntar orang malas baca...jadi gw coba mempersingkat saja...semoga jelas.
jadi intinya adalah PIKIRAN
pikiran kita tidak boleh ada yang namanya KEJAHATAN.
oke.semoga jelas..be positif thought
jadi menurut anda jika vegetarian tidak ada lagi nyawa yang hilang?dengan vegetarian, bisa memutuskan rantai
perkembangbiakan hewan secara terus menerus.
dan secara besar2 an.
itulah yang sedang digalakkan dan ditanamkan
oleh kelompok vegetarian,
perjuangan yang dilakukan oleh kelompk
vegetarianis.
perjuangan untk mempopulerkan vegetarianis.
cuma takutnya kalau vegetarian secara
bsar2 an, gimana ya perusahaan yang terkait
dengan daging??bisa bangkrut wah susah juga tuh.
jadi menurut anda jika vegetarian tidak ada lagi nyawa yang hilang?
coba liat dengan jelas proses penanaman sayur di situ...yakin tidak ada yang mati?
beda MELATIH dan MEWAJIBKAN...
jika seseorang melatih diri untuk bervegetarian...itu tidak lah masalah...
jika seseorang melatih diri untuk bervegetarian untuk menghindari masalah pembunuhan...itu tidak masalah
tetapi pikiran yang kuat serta melekat..menjadikan hal itu sebagai KEWAJIBAN untuk menjalankan SILA yang sempurna bukanlah jalan keluar.[
pokok masalah di sini adalah PIKIRAN dan MENTAL ketika melihat hal-hal tersebut..
jika pikiran menuju ke-kejahatan maka jelas-jelas itu kejahatan...
tetapi sebaliknya pula...
coba buka tripitaka.di situ baca baik-baik dan lihat lah alasan mengapa sang buddha tidak mau MEWAJIBKAN sangha bervegetarian.
karena suatu kejahatan.,,,DISEBUT kejahatan haruslah ada NIAT.(cettana)
coba liat peraturan(vinaya) apabila seorang memakan daging. ada beberapa syarat...
1.tidak melihat binatang tersebut di bunuh agar di peroleh daging nya.
2.tidak mendengar suara binatang tersebut.
3.tidak melihat darah dari binatang tersebut.
4.tidak boleh jika melihat binatang hidup..lalu ada pikiran ingin memakannya.......>>ini juga sudah tidak boleh.
masih ada syarat-syarat lain...4 cukup yah^^
karena suatu kejahatan.,,,DISEBUT kejahatan haruslah ada NIAT.(cettana)
coba liat peraturan(vinaya) apabila seorang memakan daging. ada beberapa syarat...
1.tidak melihat binatang tersebut di bunuh agar di peroleh daging nya.
2.tidak mendengar suara binatang tersebut.
3.tidak melihat darah dari binatang tersebut.
4.tidak boleh jika melihat binatang hidup..lalu ada pikiran ingin memakannya.......>>ini juga sudah tidak boleh.
masih ada syarat-syarat lain...4 cukup yah^^
kalau alergi makan daging..ga masalah loh...ketika aku membaca forum2, bahwa sang buddha izinkan makan daging,
aku mau maksa diri untuk makan daging unggas,
tapi melihat saja sudah mual, gak selera lagi bung gimana, sudah bosan, sudah mual,
krena sudah lama ikut semi vegetarian/tidak makan daging.
mana ada lagi semcam kewajiban2 , aku tidk merasa melekat untukk jalankan sila?
kan sudah dibilang tergantung kondisi.....oke saya jelaskan dari awalJadi bung, kalau makan daging unggas itu ada karma buruk tidak?
Tolong katakan saja YA atau TIDAK?
sebenarnya vegetarian itu bagus,,menurut ilmu kedokteran bervegetarian itu bagus...lebih bagus dari pada makan daging....1. apa yang akan lebih bermanfaat, vegetarian atau tidak, apa yang harus lebih didukung???
tidak ke-dua-dua nya.....karena dalam latihan bukanlah makanan yang utama...vegetarian / makan daging / campur-campur...bukanlah masalah.2. Apakah vegetarian adalah signifikan atau tidak signifikan dalam Latihan-mu?
a. sebagai anak yang baik tentu nya harus memberi pengertian benar kepada orang tua...kita setuju hal ini kan.jadi bukan berarti cuek belagu bodoh.3. Saya pernah (dan dengan demikian saya berasumsi Anda-pun pernah) melihat secara langsung maupun di media, tentang binatang yang dibunuh untuk diambil dagingnya, darahnya berceceran, dan binatang tersebut mengeluarkan suara yang menunjukkan kesakitan yang amat sangat......
Pertanyaannya adalah:
a. Jika di rumah Mama yang membeli, mengolah dan memasak daging untuk seluruh keluarga, apakah boleh berkata: "Saya tidak berkehendak hal ini terjadi, .... itu urusan Mama."
b. Jika di rumah makan, apakah boleh berkata: "Rendang ini pasti bukan berasal dari sapi yang pernah saya lihat disembelih dulu, yang ini ngak apa-apa, kalo sapi yang satu itu baru ngak boleh."
a. sebagai anak yang baik tentu nya harus memberi pengertian benar kepada orang tua...kita setuju hal ini kan.jadi bukan berarti cuek belagu bodoh.
kan dah di beri tahu di atas^.tapi Bung, pengertian benar nya artinya apa? veg atau non veg?
DI JAWAB IYA APABILA,,,,,
1.binatang tersebut masih hidup
jika kita di rumah makan,lalu melihat unggas yang masih hidup di kurung di kandang / secamamnya...setelah itu kita memiliki NIAT(cettana) untuk memamakan unggas tersebut. (ini sudah kamma buruk)..karena niat nya buruk.
2.tidak ada ready stock..lalu kita memesan nya.
pada waktu d rumah,,kita sudah ingin membeli DAGING UNGGAS(niat membeli).
tetapi ketika di pasar...tidak ditemukan ready stock unggas yang mati...setelah itu kita BER-NIAT(cettana) memesan daging unggas..ini sudah kamma buruk..karena ke-inginan kita menyebabkan daging unggas baru(pasti ada yang dibunuh).
saya pikir 2 contoh sudah cukup....
-----------------------------------------------------------------
DI JAWAB TIDAK APABILA,,,,,
1.binatang tersebut telah mati...
jika kita pergi kerumah makan..lalu melihat BANGKAI UNGGAS(telah mati)...lalu kita memesan BANGKAI UNGGAS..untuk menjadi bahan dasar..entah sop,gorengan,dll...itu bukanlah kamma buruk
karena tidak ada NIAT yang jahat dalam PROSES memakan masakan itu.
2.MEMILIKI READY STOCK..
jika dari rumah sudah berniat membeli BANGKAI UNGGAS..ketika tiba dipasar lalu melihat TIDAK ADA READY STOCK(habis). lalu kita memesan...dalam pesanan ini harus lah CERMAT / BIJAKSANA(dengan pikiran)
harus ada syarat.
-tolong carikan daging unggas..tapi yang telah mati yah...saya tdk ingin anda mencarikan unggas hidup lalu di bunuh untuk saya...
dan kalau tidak ada....bilang saja tidak ada..saya akan membeli yang LAIN
(mungkin saja pegawai pasar tersebut,,mengontak supplier nya untuk mencari sisa-sisa stok daging unggas)
tetapi apabila PEGAWAI TERSEBUT BERBOHONG,dan mencarikan unggas hidup
lalu membunuh nya ..setelah itu membersikan lalu menyerahkan kepada anda...
INI BUKAN SALAH ANDA...karena yang BERNIAT membunuh nya adalah PEGAWAI tersebut dengan memanfaatkan NIAT ANDA
jika anda berpikir bahwa karena niat ANDA maka TIMBUL kesempatan untuk berbuat jahat....lalu anda merasa bersalah (ini adalah kebodohan batin)>>menurut pandangan saya.
mengapa?
karena niat anda adalah BAIK dari awal nya..tetapi di MANFAATKAN....orang yang me-manfaatkan niat baik..lalu berpikir untuk berbuat jahat..maka orang tersebutlah yang salah...
sama ketika sang buddha mengajarkan meditasi...ketika itu beberapa bikhu MEMUNTAHKAN DARAH dari mulut nya...lalu apakah sang buddha salah?..hohoho...try be wisdom.
NIAT(cettana) sang buddha pada waktu itu sangat lah baik...tetapi yang salah bikhu tersebut.
inti nya adalah PROSES BERPIKIR.
3. Saya pernah (dan dengan demikian saya berasumsi Anda-pun pernah) melihat secara langsung maupun di media, tentang binatang yang dibunuh untuk diambil dagingnya, darahnya berceceran, dan binatang tersebut mengeluarkan suara yang menunjukkan kesakitan yang amat sangat......karena suatu kejahatan.,,,DISEBUT kejahatan haruslah ada NIAT.(cettana)
coba liat peraturan(vinaya) apabila seorang memakan daging. ada beberapa syarat...
1.tidak melihat binatang tersebut di bunuh agar di peroleh daging nya.
2.tidak mendengar suara binatang tersebut.
3.tidak melihat darah dari binatang tersebut.
4.tidak boleh jika melihat binatang hidup..lalu ada pikiran ingin memakannya.......>>ini juga sudah tidak boleh.
masih ada syarat-syarat lain...4 cukup yah^^
astaga..pengertian benar bukan seperti itu bung..hahaha....Pertanyaan keempat.
Bagaimana caranya bisa sambil gigit daging sambil mengatakan kepada diri sendiri "tidak apa-apa, asalkan dengan pengertian yang benar".
jika anda hidup pada zaman dulu(rimba)..mungkin hutan tidak ada yang punya.Pertanyaan kelima.
Maling hutan yang besar-besaran ngomong, "selama ini kan penduduk sekitar juga sudah ngambilin kayu untuk kayu bakar." dilanjutkan dengan mengatakan kepada diri sendiri "tidak apa-apa, asalkan dengan pengertian yang benar".
Pertanyaan keempat.
Bagaimana caranya bisa sambil gigit daging sambil mengatakan kepada diri sendiri "tidak apa-apa, asalkan dengan pengertian yang benar".
Pertanyaan kelima.
Maling hutan yang besar-besaran ngomong, "selama ini kan penduduk sekitar juga sudah ngambilin kayu untuk kayu bakar." dilanjutkan dengan mengatakan kepada diri sendiri "tidak apa-apa, asalkan dengan pengertian yang benar".