lah ini kan tentang peperangan demi agar muslim bisa berhaji ke makkah
singkat cerita, setelah mengalami serangkaian peperangan, kaum muslim dan kaum musyrik mengadakan perjanjian perdamaian
salah satu pointnya adalah muslim diperbolehkan mengadakan ibadah haji di makkah
namun perjanjian ini dilanggar (read ayat 4) jika mereka tidak melanggar tidak akan diperangi
baca baik2 dunk ayatnya
malah kaum musuh dikasih tahu kalo mereka mau diserang
agar mereka bisa mempersenjatai diri dan bagi yg tidak ingin berperang dikasih kesempatan untuk pergi dari makkah (ayat 2)
baca dunk ayatnya, liat betapa baiknya Islam walaupun dalam berperang:
-memberi tahu sebelum menyerang (malah ini 4 bulan sebelum invasi)
-musuh dipersilahkan pergi bagi yg tidak ingin perang (ayat 2)
-musuh dipersilahkan bertobat (ayat 3 dan 5)
-mereka tidak akan diinvasi jika menepati janji (ayat 4 dan 7)
-bagi yang menyerah akan dibebaskan di tempat yg aman agar punya waktu untuk bertobat (ayat 6)
-Muslim tidak akan melanggar perjanjian, selama musuh menepati perjanjian
QS AT TAUBAH
1. (Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan RasulNya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka).
2. Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di muka bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat melemahkan Allah, dan sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir
3. Dan (inilah) suatu permakluman daripada Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar[628] bahwa sesungguhnya Allah dan RasulNya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, maka bertaubat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.
4. kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun (dari isi perjanjian)mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya[629]. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa.
5. Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu[630], maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan[631]. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.
6. Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.
7. Bagaimana bisa ada perjanjian (aman) dari sisi Allah dan RasulNya dengan orang-orang musyrikin, kecuali orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidil haraam[632]? maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.
singkat cerita, setelah mengalami serangkaian peperangan, kaum muslim dan kaum musyrik mengadakan perjanjian perdamaian
salah satu pointnya adalah muslim diperbolehkan mengadakan ibadah haji di makkah
namun perjanjian ini dilanggar (read ayat 4) jika mereka tidak melanggar tidak akan diperangi
baca baik2 dunk ayatnya
malah kaum musuh dikasih tahu kalo mereka mau diserang
agar mereka bisa mempersenjatai diri dan bagi yg tidak ingin berperang dikasih kesempatan untuk pergi dari makkah (ayat 2)
baca dunk ayatnya, liat betapa baiknya Islam walaupun dalam berperang:
-memberi tahu sebelum menyerang (malah ini 4 bulan sebelum invasi)
-musuh dipersilahkan pergi bagi yg tidak ingin perang (ayat 2)
-musuh dipersilahkan bertobat (ayat 3 dan 5)
-mereka tidak akan diinvasi jika menepati janji (ayat 4 dan 7)
-bagi yang menyerah akan dibebaskan di tempat yg aman agar punya waktu untuk bertobat (ayat 6)
-Muslim tidak akan melanggar perjanjian, selama musuh menepati perjanjian
QS AT TAUBAH
1. (Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan RasulNya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka).
2. Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di muka bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat melemahkan Allah, dan sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir
3. Dan (inilah) suatu permakluman daripada Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar[628] bahwa sesungguhnya Allah dan RasulNya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, maka bertaubat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.
4. kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun (dari isi perjanjian)mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya[629]. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa.
5. Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu[630], maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan[631]. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.
6. Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.
7. Bagaimana bisa ada perjanjian (aman) dari sisi Allah dan RasulNya dengan orang-orang musyrikin, kecuali orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidil haraam[632]? maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.