sebenrnya hal ini mau diterapin waktu jaman bung karno dulu
tapi ditentang bukan hanya dari nonmuslim aja tapi golongan muslimnya ada jg yang nentang
mungkin karna blom ngerti yah
ato karna kondisi politiknya dulu memang bgitu
hmmmmm
Maaf, gw cuma mau komentarin dulu yang ini....
Pertama, Umat muslim di Indonesia pada waktu itu gw yakin ilmunya pasti lebih tinggi dibanding umat muslim masa kini (Ilmu tentang Quran n Hadist)...dan lagi, umat muslim pada masa itu masih banyak yang cinta damai, dibanding pada masa ini yang banyak sekali mudah termakan oleh provokasi....
Emang pada masa BPUPKI, Indonesia ingin dijadikan negara syariat....Tapi ada cita2 yang lebih besar lagi, yaitu menyatukan seluruh wilayah Nusantara yang telah menjadi korban penjajahan oleh pihak kolonalisme belanda....
Nah, kalo syariat dijalanin, maka Indonesia bagian tengah, dan Timur, pasti gak akan bisa menerima hukum Islam (sebab mayoritas masyarakat bagian timur Indonesia beragama nasrani, dan memiliki kepercayaan lainnya)....
Sedangkan mayoritas yang mengerti tentang prinsip syariah itu hanya di Pulau Sumatera, Jawa, madura, n sulawesi... (sebab mayoritas umat muslim pada masa itu banyak terfokus disini)...
sementara Itu, Soekarno n para petinggi politik di Indonesia sebagian besar pernah diasingkan ke bagian timur Indonesia, dan sebagian besar dari mereka pula mengerti tentang kepercayaan di bagian timur Indonesia, yang mana kalau prinsip syariah dijalankan di Indonesia, pasti mereka tidak akan bergabung.....Atau, walaupun ingin bergabung, nantinya pasti akan menjadi masalah baru bagi negara Indonesia yang masih baru berdiri pada waktu itu...
Begitu sejarah singkatnya mengapa syariah Islam tidak menjadi landasan hukum bagi NKRI....
Gw yakin, mayoritas umat muslim pasti ngerti tentang syariah, tapi apa kalian tidak memikirkan tentang masyarakat lain yang tidak mengerti prinsip Syariah??
Itu pendapat gw.....
Ada yang mau membantah??