• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Maukah kamu disamakan dengan monyet ?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. one
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

one

IndoForum Junior D
No. Urut
7570
Sejak
4 Okt 2006
Pesan
1.813
Nilai reaksi
276
Poin
83
Menarik untuk merenungkan kembali apa yang disampaikan Eric Butterworth dalam bukunya The Universe is Calling.

Salah satu ilustrasinya, metode unik yang dipakai orang Amerika Serikat dalam menangkap monyet di hutan Afrika untuk dikirim ke berbagai kebun binatang di AS.
Dengan cara amat manusiawi, para pemburu menggunakan sebuah botol besar dengan leher yang sempit sebagai perangkap.

Umpannya berupa kacang-kacangan dan buah-buahan. Umpan itu ditaruh di dalam botol. Tujuannya, agar monyet bias ditangkap hidup-hidup tanpa terluka.

Pagi hari botol-botol itu ditaruh di hutan, lalu esoknya para pemburu dating lagi untuk mengecek monyet yang terperangkap.

Bagaimana kaum monyet itu diperdaya? Begini, karena tertarik oleh warna dan aroma buah yang menyengat, para monyet mendatangi botol-botol itu.

Mereka lalu mencoba meraih kacang atau buah itu dengan memasukkan tangannya ke dalam botol.

Kalau sudah begini, mereka tak akan bisa menarik tangannya keluar botol selama tangannya menggenggam kacang atau buah.

Mereka juga tak mampu membawa lari botol itu karena berat. Padahal mereka bisa selamat kalo mau melepas genggaman kacangnya.

Barangkali kita akan menertawakan betapa tololnya monyet- monyet itu.
Padahal, tanpa sadar kita sering berperilaku seperti mereka, memegang erat-erat problem hidup yang kita hadapi. Ibaratnya, menenteng-nenteng 'botol problem' Kemana-mana.
Artinya, kita membiarkan diri kita terperangkap dalam botol problem itu.

Mengasihani diri, seolah merasa sebagai manusia yang paling menderita, paling sengsara, paling miskin, dan sebagainya.
Kesana kemari pasang muka memelas, minta belas kasihan orang lain, berdoa siang-malam memohon pertolongan-Nya.

Padahal kita tahu, Tuhan tak akan memberi beban yang tak bisa kita tanggung.

Dari sini bisa ditarik kesimpulan atas pesan yang disampaikan Butterworth. Salah satunya, praying is listening. Bukan melulu minta agar sesuatu menjadi baik, tapi melihat sesuatu dengan sebaik-baiknya.

Mengamati sesuatu dari tempat yang lebih tinggi, agar mampu melihat 'lebih dari sekedar yang tampak'. Dengan begitu kita akan bisa menemukan jalan keluar. Tidak perlu harus terperangkap dengan tangan dalam botol. Dengan begitu kita bisa bersyukur.
 
segera lepasin problem yang ada jangan biarkan hidup mu terbelenggu oleh beban beban tersebut /no1

nic eposting /no1
 
nice bngt nih..
bener juga, hidup itu jangan bawa2x masalah, nti hidup malah jadi berat :D
 
gw stuju bgt nie,hidup tu cm sekali,jdi jgn di buat susah

we must enjoy Our Life >:D<
 
Perumpamaan yg bagus banget tuh :), mungkin kita gak sadar akan hal tsb :)
 
@pepi
Eh ketemu lagi. Udah lama ga nongol2.

@habibiDXXX
Thanks brow.
 
Wah qta monyet ya? Gak mau lah di sebutin kyk gt..
 
makanya itu jangan pernah rakus ato klo ga segera lepaskan beban yang ada /no1
 
Ngak mau lah, makanya gw kurang sreg sama teori darwin, kalo yg lain emangnya ada yg mau disamakan dengan nyet2?
 
Ya Nggak Lah....
TSnya Aja Pasti Gak Akan Mau Disamakan sama Monyed...
Emg Ada Yg Mau....?
 
Iya lah, Darwin satu2 manusia yg mau disamakan dengan monyet...
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.