sone
IndoForum Junior A
- No. Urut
- 354
- Sejak
- 8 Apr 2006
- Pesan
- 3.404
- Nilai reaksi
- 155
- Poin
- 63
Mengapa tidak perlu merayakan Valentine…?
Valentine adalah salah satu event yang sedang marak dirayakan oleh banyak orang, hari ini. Pastinya banyak laki – laki yang memberikan coklat pada kekasih yang disukainya (Dan itu adalah suatu hal yang bodoh, harusnya itu dilakukan saat White Day…). Tapi, menurutku, tidak seharusnya orang merayakan valentine (Minimal tidak perlu, bukannya tidak boleh…), mengapa hal itu saya katakan ?
Mengapa harus 14 Februari…?
Bukankah kita bisa memberikan kasih sayang pada orang – orang setiap harinya…Masih banyak orang – orang yang menunggu untuk diberikan kasih sayang. Contoh kasarnya adalah penderita – penderita tumor atau kanker ganas yang sekarang belum bisa ke Rumah Sakit karena kekurangan biaya, atau orang miskin yang terus miskin akibat dililit utang ataupun dikekang pungli yang dilakukan oknum - oknum keparat setiap harinya (Wadehel, salah tidak…?), apapun alasannya, masih banyak orang yang bisa disayang setiap harinya. Lebih, malah.
Love is Lust (sering, bukan kadang – kadang)
Cinta adalah (sebagian besar) nafsu. Hampir 90% cinta yang disanjung – sanjung adalah nafsu kelamin belaka, termasuk dalam tiga nafsu dunia, nafsu harta, nafsu kekuasaan, dan nafsu birahi. Meskipun banyak dari ‘mereka’ mengatakan cinta mereka suci, putih, apapun, terkadang statement iut tidak selamanya benar, kebanyakan cinta tersebut berakar dari nafsu dalam jiwa.
Cinta merupakan ekspresi dan sublimasi, pengalihan hasrat seksual, dan tidak mengakui seksualitas sebagai manifestasi kebutuhan akan cinta. Sebagian besar manusia terperangkap dalam pengertian cinta sebagai nafsu, meskipun di luar mereka berkata bahwa cinta itu suci, jauh didalam lubuk hatinya berkata bahwa nafsu adalah cinta, dan cinta adalah nafsu.
Hati harusnya miris sedikit…..
Tidakkah kalian sadar, ketika orang – orang Indonesia sibuk mengumandangkan dan membuat lagu – lagu cinta, ‘disebelahnya’, masih marak kasus pembunuhan, perampokan. Bahkan kasus pemerkosaan pun masih menjadi barang hangat bagi penjahat akhir – akhir ini. Terlalu ironis….
Valentine adalah salah satu event yang sedang marak dirayakan oleh banyak orang, hari ini. Pastinya banyak laki – laki yang memberikan coklat pada kekasih yang disukainya (Dan itu adalah suatu hal yang bodoh, harusnya itu dilakukan saat White Day…). Tapi, menurutku, tidak seharusnya orang merayakan valentine (Minimal tidak perlu, bukannya tidak boleh…), mengapa hal itu saya katakan ?
Mengapa harus 14 Februari…?
Bukankah kita bisa memberikan kasih sayang pada orang – orang setiap harinya…Masih banyak orang – orang yang menunggu untuk diberikan kasih sayang. Contoh kasarnya adalah penderita – penderita tumor atau kanker ganas yang sekarang belum bisa ke Rumah Sakit karena kekurangan biaya, atau orang miskin yang terus miskin akibat dililit utang ataupun dikekang pungli yang dilakukan oknum - oknum keparat setiap harinya (Wadehel, salah tidak…?), apapun alasannya, masih banyak orang yang bisa disayang setiap harinya. Lebih, malah.
Love is Lust (sering, bukan kadang – kadang)
Cinta adalah (sebagian besar) nafsu. Hampir 90% cinta yang disanjung – sanjung adalah nafsu kelamin belaka, termasuk dalam tiga nafsu dunia, nafsu harta, nafsu kekuasaan, dan nafsu birahi. Meskipun banyak dari ‘mereka’ mengatakan cinta mereka suci, putih, apapun, terkadang statement iut tidak selamanya benar, kebanyakan cinta tersebut berakar dari nafsu dalam jiwa.
Cinta merupakan ekspresi dan sublimasi, pengalihan hasrat seksual, dan tidak mengakui seksualitas sebagai manifestasi kebutuhan akan cinta. Sebagian besar manusia terperangkap dalam pengertian cinta sebagai nafsu, meskipun di luar mereka berkata bahwa cinta itu suci, jauh didalam lubuk hatinya berkata bahwa nafsu adalah cinta, dan cinta adalah nafsu.
Hati harusnya miris sedikit…..
Tidakkah kalian sadar, ketika orang – orang Indonesia sibuk mengumandangkan dan membuat lagu – lagu cinta, ‘disebelahnya’, masih marak kasus pembunuhan, perampokan. Bahkan kasus pemerkosaan pun masih menjadi barang hangat bagi penjahat akhir – akhir ini. Terlalu ironis….


