• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Mengurangi Garam Mencegah Kanker

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Pola makan tinggi garam bukan hanya memicu hipertensi, penyakit jantung dan stroke, tapi juga menyebabkan kanker. Mengurangi asupan makanan yang mengandung garam tinggi diketahui mengurangi risiko terkena kanker lambung.

Sodium sebenarnya diperlukan tubuh untuk menjalankan fungsinya, tetapi dalam jumlah sedikit. Sodium diketahui penting untuk menjaga keseimbangan cairan, kekuatan otot, serta fungsi saraf.

Menurut the World Cancer Research Fund (WCRF), setiap tahunnya ditemukan 6.000 kasus kanker lambung di Inggris. Diperkirakan 14 persen dari kasus tersebut bisa dicegah jika mereka mau mengurangi asupan garam atau sodium.

Asupan garam yang direkomendasikan adalah enam gram setiap hari atau sekitar satu sendok teh. Namun kebanyakan orang paling sedikit mengonsumsi 8,6 gram garam setiap harinya.

"Kanker lambung sulit diobati dengan tuntas karena kebanyakan kasus baru bisa ditemukan saat stadiumnya lanjut. Karena itu pencegahan penyakit ini menjadi penting," kata Kate Mendoza, kepala informasi WCRF.

Ia menjelaskan, garam yang perlu diwaspadai bukanlah tambahan garam yang dimasukkan dalam makanan, tetapi garam yang sudah ada di dalam makanan. Misalnya saja daging bacon, sosis, makanan kaleng, sereal siap makan, penyedap rasa, hingga saus spageti.
Wm4H.jpg
 
Pola makan tinggi garam bukan hanya memicu hipertensi, penyakit jantung dan stroke, tapi juga menyebabkan kanker. Mengurangi asupan makanan yang mengandung garam tinggi diketahui mengurangi risiko terkena kanker lambung.

Sodium sebenarnya diperlukan tubuh untuk menjalankan fungsinya, tetapi dalam jumlah sedikit. Sodium diketahui penting untuk menjaga keseimbangan cairan, kekuatan otot, serta fungsi saraf.

Menurut the World Cancer Research Fund (WCRF), setiap tahunnya ditemukan 6.000 kasus kanker lambung di Inggris. Diperkirakan 14 persen dari kasus tersebut bisa dicegah jika mereka mau mengurangi asupan garam atau sodium.

Asupan garam yang direkomendasikan adalah enam gram setiap hari atau sekitar satu sendok teh. Namun kebanyakan orang paling sedikit mengonsumsi 8,6 gram garam setiap harinya.

"Kanker lambung sulit diobati dengan tuntas karena kebanyakan kasus baru bisa ditemukan saat stadiumnya lanjut. Karena itu pencegahan penyakit ini menjadi penting," kata Kate Mendoza, kepala informasi WCRF.

Ia menjelaskan, garam yang perlu diwaspadai bukanlah tambahan garam yang dimasukkan dalam makanan, tetapi garam yang sudah ada di dalam makanan. Misalnya saja daging bacon, sosis, makanan kaleng, sereal siap makan, penyedap rasa, hingga saus spageti.
Wm4H.jpg




Dear all,
Maaf sebelumnya kalau posting saya agak panjang, tapi saya merasa perlu untuk memberitahukan beberapa informasi. Saya sedang tidak dalam rangka menjual produk tertentu, hanya ingin sharing sesuai dengan pengalaman yang saya alami.
Berhubungan dengan kanker, sel kanker bertahan di dalam tubuh kurang lebih selama 7 tahun, setelah 7 tahun itu penderita baru akan merasakan gejala-gejala keberadaannya. Gejala bisa berupa sakit, benjolan dll sesuai dengan jenis kankernya.
Penyebab kanker disebabkan oleh dua hal, defisiensi/kekurangan nutrisi dan toxicity/keracunan, maka pengobatannya adalah memenuhi kekurangan nutrisi dan detoksifikasi utk pengeluaran racunnya.

Kanker dan penyakit kronis lainnya seperti diabetes dll tidak dapat ditangani dengan instan(meneguk satu jenis produk kemudian akan sembuh) jika mengharapkan kesembuhan secara total, cured 100%. Saya berpengalaman merawat pasien kanker, tidak banyak tetapi intensif, memang selama ini belum ada pengobatan total, operasi, kemoterapi dll bukanlah cara utk mengobati kanker. Kalaupun gejala berkurang hal itu hanya bersifat sementara, suatu saat akan kembali lagi.
Yang saya tau, semua membutuhkan proses, memang tidak sebentar namun terpuaskan dengan hasil yang sesuai dengan harapan.

Saya mengetahui sebuah klinik yang tidak menjual produk tertentu, tetapi menawarkan sebuah metode untuk siapa saja yang membutuhkan perawatan secara intensif. Memakai metode modifikasi dari Gerson therapy (bisa goggle), sebuah metode yang menyembuhkan penyakit kronis secara total dan Gerson institute sudah berdiri sejak 1977 di San Diego, sudah terbukti sejak lama dan saya heran mengapa di Indonesia banyak yang tidak mengetahui hal ini. Saya rasa metode ini belum dikenal di Indonesia, dan sepengetahuan saya hanya ada 1 klinik di Indonesia yang memakai metode ini, diasuh oleh dr. Hassan Pedersen. Untuk profil klinik selengkapnya bisa merujuk ke link berikut Oasis Clinic | Oasis Clinic for Natural Holistic Health.

Semoga bisa membantu,


dessy ([email protected])
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.