erica_aur
IndoForum Junior A
- No. Urut
- 5603
- Sejak
- 26 Agt 2006
- Pesan
- 2.937
- Nilai reaksi
- 211
- Poin
- 63
Suatu kali, Perta yang belum lama belajar berburu, pergi kehutan yang jauh dari rumahnya, untuk berburu kijang ber-sama2 temannya Sapei, selain berhobi sama, Sapei diam2 sebenarnya berprofesi sebagai pembunuh bayaran yang jempolan, dia mempunyai senapan istimewa yang tiada duanya, karena seberapapun jauh jaraknya, dengan dibantu 1 teropong langka yang juga dimiliki Sapei, melalui teropong itu Sapei bisa melihat apa2 saja yang ingin dilihatnya, selanjutnya kalau perlu (maksudnya dengan bayaran mahal), Sapei dapat menembakkan peluru khusus dari senapannya keorang yang terlihat diteropongnya itu tanpa pernah meleset sekalipun, wah hebat bukan, namun entah bagaimana, profesinya itu sudah diketahui oleh Perta jauh2 hari, sampai pada hari mereka berdua berburu itu, Perta minta Sapei meminjamkan teropong ajaibnya kepadanya, soalnya sudah beberapa hari dihutan, Perta ingin melihat keadaan isterinya yang cantik itu, tapi...... apa yang dilihatnya membuat darah Perta mendidih, terlihat isterinya sedang berbuat serong dikamar tidur mereka dengan seorang anak muda tampan yang belum pernah dikenal Perta, tak menunggu lama lagi, Perta berkata : "Sapei, ada order dariku, bunuh laki2 muda itu sekarang juga, tembak "burung"nya itu, berapa bayaran yang kau minta ?" "Untuk kamu, sesama teman, tak banyak2, cukup Rp.5 juta untuk setiap peluru yang aku tembakkan", "Aku setuju, tapi aku mau kau menembak juga mulut isteriku, bosan aku setiap hari mendengar omelannya, dengan kecurigaannya aku menyeleweng dengan wanita lain, ehhhhh....., nyata2nya dialah yang sekarang nyata2 teganya berkhianat.....", "Coba kau kemarikan teropong itu, aku mau melihat dulu", "Nih ambil dan segera kerjakan apa yang kuminta tadi", kemudian sesudah beberapa saat lamanya Sapei sipembunuh kawakan itu meneropong, akhirnya dia berujar : " Perta, tak usah kamu membayar Rp.10 juta, cukup Rp.5 juta saja ", "Lho, emangnya kenapa ?" "Aku membantumu dengan berhemat Rp.5 juta, kawan, itu sesuai dengan taripku yaitu Rp.5 juta untuk setiap pelor dari senapanku"!
. Para pembaca, apa yang dilihat Sapei dengan menggunakan teropongnya itu, kiranya para pembaca bisa menebaknya, selamat menebak.
. Para pembaca, apa yang dilihat Sapei dengan menggunakan teropongnya itu, kiranya para pembaca bisa menebaknya, selamat menebak.
