• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

bahaya gorengan

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Arief
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Arief

IndoForum Beginner A
No. Urut
511
Sejak
13 Apr 2006
Pesan
1.320
Nilai reaksi
19
Poin
38
images


Siapa yang tak kenal jajanan yang satu ini? yah gorengan selalu dapat menjadi teman disaat santai sambil melakukan aktivitas lain seperti membaca, menonton film sampai kegiatan nongkrong di warung-warung kopi bersama rekan-rekan. Namun tahukah anda bahwa mengkonsumsi cemilan yang satu ini secara berlebihan dapat mengganggu kesehatan? Jika belum, coba simak dan mulai saat ini hati-hati apabila makan gorengan.

Kadang kita temui gorengan yang dijual di pinggir-pinggir jalan maupun tempat favorit kita memiliki warna yang hitam tak seperti biasanya, bahkan saat dipegangpun teksturnya keras dan saat itu juga kita bergumam " koq gak kayak kemarin-kemarin ya?". Nah itu adalah tanda-tanda bahwa gorengan yang akan anda beli bermasalah.

Bisa jadi gorengan tersebut adalah sisa dari dagangan kemarin yang tidak habis, dan digoreng lagi oleh penjualnya. Dan tidak disitu saja, warna hitam yang kadang kita temui di gorengan tersebut adalah hasil penggorengan dari minyak yang sudah dipakai berulang kali atau kita lebih akrab menyebutnya dengan minyak jelantah. Lanjut permasalahan juga timbul apabila pembungkus dari gorengan tersebut adalah kertas bekas ataupun kantong plastik berwarna yang sudah terbukti tidak aman untuk dijadikan pembungkus makanan.

Berikut adalah potensi bahaya yang ditimbulkan saat kita mengkonsumsi gorengan menurut Kepala BPOM Palembang M Ali Bata Harahap seperti dikutip okezone.com,

Bahaya Minyak Jelantah.

Kualitas minyak jelantah menurun dari minyak goreng baru. Minyak jelantah mengeluarkan kandungan polimer yang dapat terserap dalam makanan berupa asam lemak trans. Dan dalam minyak jelantah terdapat zat radikal bebas, seperti peroksida dan epioksida yang mutagen dan karsinogen sehingga berisiko terhadap kesehatan manusia. Misalnya saja, gangguan peroksida pada minyak jelantah mengakibatkan pemansana suhu tinggi hingga menggangu kesehatam, terutama yang berhubungan dengan metabolisme kolesterol.

Bahaya Kertas Bekas Pembungkus Makanan.
Kertas bekas seperti koran, majalan atau ketas yang sudah tercampur tinta sangat berbahaya bagi tubuh manusia karena di dalam tinta terdapat timbal yang bersifat racun. " Bila terkena panas atau minyak gorengan, tinta dapat larut dalam makanan" Ungkap M Ali Bata Harahap.

Bahaya Akut Jangka Pendek.

Gorengan yang telah tercemar timbal apabila dimakan dapat menyebaban rasa terbakar pada mulut dan kerongkongan, pengeluaran air liur secara berlebihan, sakit perut disertai rasa mulas yang hebat, muntah, diare dengan tinja berwarna hitam, berdarah, susah buang air besar, merasa kelelahan, gangguan tidur, gelisah, lekas marah, gangguan ginjal, gangguan otak dengan penglihatan, kesemutan, kejang hingga mengalami kelumpuhan. " Kematian dapat terjadi akibat gagal jantung" katanya.

Bahaya Kronis Jangka Penjang.

Bila tertelan, paparan timbal yang dikonsumsi berulang dalam jangka lama meski dalam jumlah sedikit dapat menyebabkan akumulasi dalam jaringan tubuh, yaitu pada tulang gigi, hingga ke otak dan dapat pula menimbulkan efek pada ginjal, hati, darah, saraf, alat reproduksi dan endokrin dari sistem kekebalan tubuh. " Tahap awal dari keracunan timbal ditunjukkan dengan kehilangan nafsu makan dan kehilangan berat badan" tambahnya.


Nah, bahaya-bahaya diatas mudah-mudahan dapat menjadikan saya dan pembaca semua lebih berhati-hati apabila mengkonsumsi gorengan, ada baiknya kita memilih kertas pembungkus seperti kertas minyak yang memang dibuat sebagai tempat atau wadah makanan. Atau apabila di tempat favorit kita tidak menyediakan, alangkah baiknya apabila kita membawanya sendiri dari rumah.

Ini adalah kisah nyata, dan seseorang juga menceritakan hal itu kepada saya, yang terjadi padanya di Kedah Tunjang. Saya kira itu juga terjadi pada kita juga. Di Perlis (area pasar malam, dimana mereka selalu menjual PISANG GORENG pada sore hari). Pamanku melihat mereka menggoreng PISANG GORENG, mereka menambahkan sedotan plastik ke dalam minyak goreng panas (sedotan=yang biasanya kita gunakan untuk minum), sedotan dilelehkan/dicairkan (melted) ke dalam minyak goreng panas sebelum menggoreng, itulah sebabnya PISANG GORENG, UBI GORENG, dll selalu tetap crispy=renyah selama beberapa jam. Pamanku tidak dapat menjelaskan kenapa. Kemudian dia bertanya kepada mereka, namun mereka tetap
diam, kemudian pamanku mengatakannya pada ibuku, kemudian kami
mempraktekkannya dan cara inilah yang membuat makanan tetap renyah.
Kemudian ibuku berkata, hati-hati pada makanan Thailand juga, seperti ikan bilis, bawang goreng, meskipun kita meletakkan nya pada udara terbuka selama beberapa jam, makanan tetap renyah (tidak melempem).

Saya pernah ke dataran tinggi Kamerun dengan keluarga saya, sekitar pukul 3 sore kami berjalan-jalan disekitar pasar, kami melihat banyak penjaja kios melakukan usaha mereka, tiba-tiba sesuatu menarik perhartian saya… di salah satu kios, ada sebuah wajan besar minyak goreng yang didalam nya ada botol plastik kosong (ukuran 5 1/2 liter), botol itu pelan-pelan mencair di minyak goreng yang panas dan saya terkejut.
Saya kira itu suatu kesalahan yang dilakukan oleh anak kecil, tetapi ketika saya melihat lebih dekat, saya melihat ada beberapa sedotan plastik (chopstick) didalam botol plastik tersebut, segera meminta keluarga saya untuk datang dan memeriksanya, pada saat itu orang tua anak kecil tadi datang, mereka memandang kami dengan garang, … mereka menggunakan cairan plastik untuk menggoreng makanan, alasannya agar makanan yang digoreng tidak melempem.

Kami mempraktek kannya seperti ini,
Minyak goreng tanpa plastik, makanan agak melempem setelah beberapa lama.
Kemudian ditambahkan plastik, kemudian menggoreng lagi … makanan menjadi
renyah, lebih renyah dari KFC

Temenku punya pengalaman juga, waktu beli pecel lele di daerah Jakarta selatan, ternyata abangnya tidak menuangkan minyak goreng yang masih diplastik ke penggorengan. Tapi malah meletakkan minyak goreng yang masih dalam plastik ke dalam penggorengan panas. Sehingga plastiknya meleleh larut dalam minyak panas, baru pecel lelenya digoreng dan hasilnya pecel lelenya crispy! (crispy= renyah) serem yaaaaaaaaaa
 
Aku kadang dengar issu diatas tapi masih gak percaya,kita makan campuran plastik,dari banyak cerita pengalaman diatas jadi yakin deh! klau cara berbahaya itu memang dilakukan.
 
sbnrnya itu kasus dah lama trjdi gan... jmn skrng orang pada nyari untung gede ja..
 
tahu bahayanya sih...tp ketagihan karena enak he5
 
Waduh bro... kalo bahaya gorengan ane dah sedikit tau dari kalangan orang2 kesehatan. Cuman kalo goreng pecel lele pake minyak ame plastik2nye. Ane baru denger tuh... Soal nya pengalaman ane nee bro,,, ane juga pernah ikut dagang jualan pecel lele... Tapi gak gitu2 amat tuh,,,, ampe plastik2nye ikut digoreng biar crispy... Dapet resep darimana tuh orang ye..? Mungkin ga pernah belajar kesehatan kali tuh orang...! Apalagi buat para pelanggan,,, gak takut pada kabur kali pelanggannye...?
 
pak de gue sakit jantung gara2 makan gorengan ampir tiap hari..

padahal dia makanya dalam kurun waktu 1 bulan..

bahaya banget kan tuh../omg
 
pak de gue sakit jantung gara2 makan gorengan ampir tiap hari..

padahal dia makanya dalam kurun waktu 1 bulan..

bahaya banget kan tuh../omg

waduh ngeri jg ya... nek pngen mending bkin gorengan sndiri aja..terjamin kesehatannya..
 
ngeri bgt. hidup makin susah, apapun dihalalkan. ckckckckc
 
Iya neh jaman sekarang yg beginian dah gampang banget cara2nya...moga2 di kuatin iman2nya..
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.