• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

10 Penyakit Akibat Stress

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Samantha
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Samantha

IndoForum Senior B
No. Urut
43737
Sejak
17 Mei 2008
Pesan
6.450
Nilai reaksi
157
Poin
63
STRESS bukan hanya masalah psikologis, karena dampaknya juga cukup besar terhadap kesehatan fisik. Gejalanya mudah dikenali, namun jarang dilihat sebagai tanda bahwa stres tengah melanda. Setidaknya ada 10 penyakit akibat stres.

Kenyataannya seringkali stres dianggap tidak perlu diobati, terutama jika akibatnya hanya keluhan-keluhan ringan seperti migrain dan perut mulas. Orang tetap berharap penyakitnya akan sembuh setelah stresnya hilang sehingga tidak perlu diobati.

Berikut ini beberapa keluhan kesehatan yang sering dialami saat stres melanda, dikutip dari Prevention, Kamis (20/5/2010).

Sakit kepala serta migrain
Daya tahan tubuh bisa menurun karena stres lalu memicu migrain menurut Todd Schwedt, MD, direktur pusat sakit kepala di Washington University. Untuk menghindarinya, pastikan pola makan dan tidur dalam sepekan selalu terjaga.

Kram yang sangat sakit
Ketidakseimbangan hormon saat stres bisa mengakibatkan kram yang sangat menyakitkan, terutama pada wanita. Saat stres, risiko mengalami kram 2 kali lebih besar karena aktivitas syaraf simpatis lebih tinggi. Olahraga secara teratur dapat mencegahnya.

Sakit di sekitar mulut
Rahang terasa nyeri merupakan tanda bahwa stres tengah melanda. Tanpa disadari, gigi atas dan bawah saling menggeretak saat stres dan memicu tekanan berlebih di pelipis. Gejala ini bisa dicegah dengan memasang pelindung di antara kedua gigi saat tidur malam.

Jarang bermimpi saat tidur
Mimpi terbentuk secara bertahap, sehingga butuh kondisi tidur nyenyak. Ini sulit terjadi saat sedang stres, sebab tidurnya menjadi tidak nyenyak. Jika sering terjaga tengah malam, maka proses terbentuknya mimpi akan terganggu.

Gusi berdarah
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa stres meningkatkan risiko penyakit periodontal (gigi dan mulut) pada seseorang. Meningkatnya hormon kortisol saat stres akan melemahkan sistem imun, dan memudahkan infeksi bakteri ke dalam gusi.

Jerawat dimana-mana
Profesor dermatologi dari Wake Forest University, Gil Yosipovitch, MD mengungkap bahwa stres meningkatkan risiko inflamasi termasuk di wajah. Untuk mencegah munculnya jerawat, oleskan pelembab dan lotion yang mengandung asam salisilat saat stres.

Ingin makan yang manis-manis
Jika wanita menjadi ingin makan cokelat saat akan menstruasi, ini bukan disebabkan hormon progesteron. Penelitian di University of Pennsylvania membuktikan, saat menopause sekalipun wanita tetap mengalami gejala itu. Penelitian tersebut mengungkap, sesungguhnya penyebab ingin makan yang manis-manis adalah stres.

Kulit gatal-gatal
Sebuah penelitian di Jepang mengungkap, orang yang mengalami pruritis (penyakit kulit yang dicirikan oleh gatal-gatal kronis) 2 kali tebih rentan mengalami stres. Namun penelitian tersebut juga mengungkap hal yang sebaliknya, bahwa stres itu sendiri juga bisa mengaktifkan sejumlah serabut syaraf yang memicu sensasi gatal.

Alergi yang lebih parah dari biasanya
Menurut sebuah penelitian di Ohio State University tahun 2008, pikiran gelisah dan tidak tenang dapat memperparah kondisi pada penderita alergi. Hormon stres diyakini memicu produksi imunoglobulin E (IgE), yakni protein dalam darah yang menyebabkan reaksi alergi.

Mendadak sakit perut
Pada orang stres, risiko mengalami sakit perut meningkat 3 kali lipat dibandingkan saat rileks. Penyebab pastinya belum diketahui, tetapi sebuah teori menyebutkan bahwa jaringan syaraf di otak dan usus saling terhubung. Ketika syaraf otak bereaksi terhadap stres, syaraf di usus menangkap sinyal yang sama dan memberikan respon tertentu misalnya rasa mulas.
 
Nice Inpoh :-bd , pas banget dengan ciri2 tunanganku =))=)) bikin aku ikutan stress =))=))
 
beberaoa poin di atas sering aku alami saat stress.
 
hal seperti itu pernah juga kita alami, nice info.
 
Wah terimakasih atas infonya Bro.

Memang dijakarta ini rata-rata masyarakatnya mengalami stress yang cukup tinggi hal ini dipicu dengan pressing kerja, jalan macet, eknomi, gaya hidup dan lain-lain, maka yang timbul adalah penyakit, kalau sduah sadah sakit butuh biaya yang tidak sedikit, untuk itu kita harus kita lakukan adalah 1. harus pandai memenage stress tersebut 2. Mempersiapkan proteksi terhadap diri sendiri dan keluarga yaitu dengan memanfaatkan asuransi, karena asuransi ini akan sangat bermanfaat pada saat kita sakit. Ini ada artikel yang menurut saya sangat bagus yang saya kutip dari : Xwaru-ku

BAGAIMANA MENABUNG YANG BIJAKSANA ????

MANBUNG adalah menyisihkan sebagian dari pengasilan untuk mempersiapkan kebutuhan di masa yang akan datang. Lalu timbul pertanyaan "BAGAIMANA MENABUNG YANG BIJAKSANA?"


Jawabnya adalah simpanan atau tabungan yang kita lakukan yang nantinya mempunyai manfaat yang dapat mengcover atau menutupi seluruh kebutuhan biaya yang akan timbul.

Dengan jawaban tersebut maka timbul pertanyaan lagi "APAKAH TABUNGAN YANG KITA MILIKI MASUK DALAM KATEGORI DIATAS?" jawaban hanya anda sendiri yang bisa menjawab.

Oks coba kita lihat contoh berikut ini :

REKENING A bunk KONVENSIONAL

Asumsi Pak Ali menabung perbulan Rp. 2.000.000,-

bulan 1 Rp. 2.000.000,-
bulan 2 Rp. 2.000.000,-
bulan 3 Rp. 2.000.000,-

Nah tanpa diduga pada bualan ke 4 Pak Ali kena sakit Stroke, dan membutuhkan biaya untuk pengobatan Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta), pertanyaannya CUKUPKAH TABUNGAN PAK ALI TERSEBUT UNTUK MEMBIAYA SAKITNYA??? Sudah pasti TIDAK CUKUP. Akibatnya tabungannya diambil, jual asset, timbul hutang, minta bantuan saudara, demi untuk biaya pengobtan tersebut.

REKENING B PAA

Asumsi Pak Ali menabung perbulan Rp. 2.000.000,-

bulan 1 Rp. 2.000.000,-
bulan 2 Rp. 2.000.000,-
bulan 3 Rp. 2.000.000,-

Nah tanpa diduga pada bualan ke 4 Pak Ali kena sakit Stroke, dan membutuhkan biaya untuk pengobatan Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta), biaya tersebut akan dibayarkan oleh PAA artinya tabungan tetap utuh, dan untuk tabungan sebesar Rp. 2.000.000,- setiap bulannya bagaimana? tabungan tersebut akan diteruskan oleh PAA samapai dengan umur 65 tahun.

NAH PERTANYAANNYA BAGUS MANAKAH TABUNGAN REKENING A ATAU REKENING B ?

Saya yakin semuanya pasti memilih TABUNGAN REKENING B, kenapa? karena TABUNGAN REKENING B ini yang dimaksud dengan BAGAIMANA MENABUNG YANG BIJAKSANA.

MARI KITA TINGGALKAN CARA MENABUNG TRADISIONAL, MARILAH MENABUNG SECARA BIJAKSANA SEHINGGA MEMPUNYAI MANFAAT TIDAK HANYA MEMPEROLEH BUNGA TABUNGAN TETAPI BISA MENGCOVER KEBUTUHAN YANG TIMBUL KEMUDIAN

SALAM
MASASYIQIN
[email protected]
telpon : 0815 141 00 655
 
Wah terimakasih atas infonya Bro.

Memang dijakarta ini rata-rata masyarakatnya mengalami stress yang cukup tinggi hal ini dipicu dengan pressing kerja, jalan macet, eknomi, gaya hidup dan lain-lain, maka yang timbul adalah penyakit, kalau sduah sadah sakit butuh biaya yang tidak sedikit, untuk itu kita harus kita lakukan adalah 1. harus pandai memenage stress tersebut 2. Mempersiapkan proteksi terhadap diri sendiri dan keluarga yaitu dengan memanfaatkan asuransi, karena asuransi ini akan sangat bermanfaat pada saat kita sakit. Ini ada artikel yang menurut saya sangat bagus yang saya kutip dari : Xwaru-ku

BAGAIMANA MENABUNG YANG BIJAKSANA ????

MANBUNG adalah menyisihkan sebagian dari pengasilan untuk mempersiapkan kebutuhan di masa yang akan datang. Lalu timbul pertanyaan "BAGAIMANA MENABUNG YANG BIJAKSANA?"


Jawabnya adalah simpanan atau tabungan yang kita lakukan yang nantinya mempunyai manfaat yang dapat mengcover atau menutupi seluruh kebutuhan biaya yang akan timbul.

Dengan jawaban tersebut maka timbul pertanyaan lagi "APAKAH TABUNGAN YANG KITA MILIKI MASUK DALAM KATEGORI DIATAS?" jawaban hanya anda sendiri yang bisa menjawab.

Oks coba kita lihat contoh berikut ini :

REKENING A bunk KONVENSIONAL

Asumsi Pak Ali menabung perbulan Rp. 2.000.000,-

bulan 1 Rp. 2.000.000,-
bulan 2 Rp. 2.000.000,-
bulan 3 Rp. 2.000.000,-

Nah tanpa diduga pada bualan ke 4 Pak Ali kena sakit Stroke, dan membutuhkan biaya untuk pengobatan Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta), pertanyaannya CUKUPKAH TABUNGAN PAK ALI TERSEBUT UNTUK MEMBIAYA SAKITNYA??? Sudah pasti TIDAK CUKUP. Akibatnya tabungannya diambil, jual asset, timbul hutang, minta bantuan saudara, demi untuk biaya pengobtan tersebut.

REKENING B PAA

Asumsi Pak Ali menabung perbulan Rp. 2.000.000,-

bulan 1 Rp. 2.000.000,-
bulan 2 Rp. 2.000.000,-
bulan 3 Rp. 2.000.000,-

Nah tanpa diduga pada bualan ke 4 Pak Ali kena sakit Stroke, dan membutuhkan biaya untuk pengobatan Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta), biaya tersebut akan dibayarkan oleh PAA artinya tabungan tetap utuh, dan untuk tabungan sebesar Rp. 2.000.000,- setiap bulannya bagaimana? tabungan tersebut akan diteruskan oleh PAA samapai dengan umur 65 tahun.

NAH PERTANYAANNYA BAGUS MANAKAH TABUNGAN REKENING A ATAU REKENING B ?

Saya yakin semuanya pasti memilih TABUNGAN REKENING B, kenapa? karena TABUNGAN REKENING B ini yang dimaksud dengan BAGAIMANA MENABUNG YANG BIJAKSANA.

MARI KITA TINGGALKAN CARA MENABUNG TRADISIONAL, MARILAH MENABUNG SECARA BIJAKSANA SEHINGGA MEMPUNYAI MANFAAT TIDAK HANYA MEMPEROLEH BUNGA TABUNGAN TETAPI BISA MENGCOVER KEBUTUHAN YANG TIMBUL KEMUDIAN

SALAM
MASASYIQIN
[email protected]
telpon : 0815 141 00 655


malah nyepam. so, maaf, tidak bisa saya klik "suka" -_-a
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.