magnum
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 1320
- Sejak
- 27 Mei 2006
- Pesan
- 14.143
- Nilai reaksi
- 417
- Poin
- 83
Gadis Cantik, Ramah atau Pintar?
Percintaan adalah persiapan awal dalam perkawinan. Secara logis, mestinya pacar yang dicintai dan pacar yang dinikahi, adalah orang yang sama. Namun, kenyataannya selalu tidak demikian. Jika seorang laki-laki memiliki 3 orang gadis, cantik, ramah dan pintar yang dapat dipilih secara bersamaan, coba Anda tebak siapa akhirnya yang akan dinikahinya?
Pacar yang dicintai dan pacar yang dilamar laki-laki kadang-kadang adalah dua orang yang berbeda. Mengingat aktivitas utama dalam percintaan adalah berpacaran, bicara tentang angin, bunga, salju dan bulan (kata-kata manis). Sedangkan aktivitas utama dalam perkawinan adalah kebutuhan sehari-hari yang utama, menjalani hidup dan tinggal di rumah, karena itu, buah hati yang ideal, semakin cantik makin baik, semakin romantis makin mengesankan. Kekasih yang ideal, semakin jujur makin baik, paras lumayan itu sudah cukup, terlalu cantik, mudah menimbulkan percekcokan, sehingga tiada ketenangan di dalam rumah tangga. Karena itu, laki-laki kerap memilih gadis ramah atau pintar, sedangkan terhadap gadis cantik acapkali terdapat purbasangka yang besar, “kecantikan dapat menimbulkan bencana” dsb.
Tetapi, pilihan yang “arif” dan “bijaksana” ini, kerap sebatas pada saat si laki-laki itu baru menyadari, atau ketika baru sadar dari mimpinya. Masalahnya, si laki-laki kadang-kadang baru mau melamar pada calon pasangan yang dikaguminya ketika dimabuk dalam keromantisan dan indahnya cinta. Karena itu, di antara gadis cantik, ramah dan pintar, pilihan pertama laki-laki dipastikan adalah gadis cantik. Dengan pandangan terpaku dan terpesona akan memandangi gadis cantik, tidak akan mengalihkan pandangan pada gadis lain walau sekilas pandangan. Kecakapan utama gadis cantik adalah membiarkan laki-laki terpikat, jatuh hati dan terkesima pada pandangan pertama. Laki-laki yang memiliki istri cantik di rumah, kerap setelah merasa teriris sembilu, menarik pelajaran dari pengalaman pahitnya itu dan membulatkan tekad memperbaiki kesalahan masa lalu, baru akan memusatkan perhatiannya pada gadis ramah atau pintar.
Antara gadis pintar dan ramah, sang laki-laki pasti akan memilih gadis ramah. Gadis mulia yang lemah lembut, meskipun bakat sastra dan seni gadis berbudi tidak sebanding dengan bakat sastra dan seni si gadis pintar, namun, bagaimana pun juga ia memiliki pemahaman sastra, pendidikan dan penguasaan diri. Dan biar bagaimana pun juga sikap yang ramah dalam kelembutan, ketenangan, keanggunannya tetap lebih memiliki daya saing, keramahan dan daya tarik alami dibanding gadis intelek yang tidak memiliki ciri karakter sedikitpun.
Seiring dengan pudarnya kecantikan, gadis buruk rupa dan gadis cantik rata-rata semuanya telah menjadi wanita renta yang penuh keriput di wajah, ketika paras wajah telah mencapai kesetaraan yang absolut di hadapan Sang Pencipta, maka disaat demikian, gadis pintar dan berakhlak akan menjadi sebuah pemandangan terbaik yang melegakan. Sebab gadis berbakat dan berbudi memiliki kumpulan syair yang tersimpan untuknya, alam puitis yang dilukiskan dalam sajak akan menjadi harum semerbak sepanjang masa, dan tidak akan tua selamanya.
Percintaan adalah persiapan awal dalam perkawinan. Secara logis, mestinya pacar yang dicintai dan pacar yang dinikahi, adalah orang yang sama. Namun, kenyataannya selalu tidak demikian. Jika seorang laki-laki memiliki 3 orang gadis, cantik, ramah dan pintar yang dapat dipilih secara bersamaan, coba Anda tebak siapa akhirnya yang akan dinikahinya?
Pacar yang dicintai dan pacar yang dilamar laki-laki kadang-kadang adalah dua orang yang berbeda. Mengingat aktivitas utama dalam percintaan adalah berpacaran, bicara tentang angin, bunga, salju dan bulan (kata-kata manis). Sedangkan aktivitas utama dalam perkawinan adalah kebutuhan sehari-hari yang utama, menjalani hidup dan tinggal di rumah, karena itu, buah hati yang ideal, semakin cantik makin baik, semakin romantis makin mengesankan. Kekasih yang ideal, semakin jujur makin baik, paras lumayan itu sudah cukup, terlalu cantik, mudah menimbulkan percekcokan, sehingga tiada ketenangan di dalam rumah tangga. Karena itu, laki-laki kerap memilih gadis ramah atau pintar, sedangkan terhadap gadis cantik acapkali terdapat purbasangka yang besar, “kecantikan dapat menimbulkan bencana” dsb.
Tetapi, pilihan yang “arif” dan “bijaksana” ini, kerap sebatas pada saat si laki-laki itu baru menyadari, atau ketika baru sadar dari mimpinya. Masalahnya, si laki-laki kadang-kadang baru mau melamar pada calon pasangan yang dikaguminya ketika dimabuk dalam keromantisan dan indahnya cinta. Karena itu, di antara gadis cantik, ramah dan pintar, pilihan pertama laki-laki dipastikan adalah gadis cantik. Dengan pandangan terpaku dan terpesona akan memandangi gadis cantik, tidak akan mengalihkan pandangan pada gadis lain walau sekilas pandangan. Kecakapan utama gadis cantik adalah membiarkan laki-laki terpikat, jatuh hati dan terkesima pada pandangan pertama. Laki-laki yang memiliki istri cantik di rumah, kerap setelah merasa teriris sembilu, menarik pelajaran dari pengalaman pahitnya itu dan membulatkan tekad memperbaiki kesalahan masa lalu, baru akan memusatkan perhatiannya pada gadis ramah atau pintar.
Antara gadis pintar dan ramah, sang laki-laki pasti akan memilih gadis ramah. Gadis mulia yang lemah lembut, meskipun bakat sastra dan seni gadis berbudi tidak sebanding dengan bakat sastra dan seni si gadis pintar, namun, bagaimana pun juga ia memiliki pemahaman sastra, pendidikan dan penguasaan diri. Dan biar bagaimana pun juga sikap yang ramah dalam kelembutan, ketenangan, keanggunannya tetap lebih memiliki daya saing, keramahan dan daya tarik alami dibanding gadis intelek yang tidak memiliki ciri karakter sedikitpun.
Seiring dengan pudarnya kecantikan, gadis buruk rupa dan gadis cantik rata-rata semuanya telah menjadi wanita renta yang penuh keriput di wajah, ketika paras wajah telah mencapai kesetaraan yang absolut di hadapan Sang Pencipta, maka disaat demikian, gadis pintar dan berakhlak akan menjadi sebuah pemandangan terbaik yang melegakan. Sebab gadis berbakat dan berbudi memiliki kumpulan syair yang tersimpan untuknya, alam puitis yang dilukiskan dalam sajak akan menjadi harum semerbak sepanjang masa, dan tidak akan tua selamanya.

