• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Hemat, Wapres Naik Pesawat Komersial

Constantine

IndoForum Senior A
No. Urut
64676
Sejak
19 Feb 2009
Pesan
6.946
Nilai reaksi
320
Poin
83
Keriuhan soal tudingan penghamburan uang negara oleh kalangan Istana saat Presiden ataupun Wakil Presiden melakukan kunjungan ke luar negeri tampaknya didengar Boediono. Rombongan Wapres yang akan bertolak ke New York, Amerika Serikat, berangkat dengan menggunakan pesawat komersial, Singapore Airlines.

Sayang, Juru Bicara Wapres Yopie Hidayat yang menguraikan hal tersebut tak mau mengungkapkan berapa besar penghematan yang dihasilkan dengan keputusan itu. Ia hanya mengatakan, selain menggunakan pesawat komersial, rombongan Wapres kali ini pun hanya terdiri dari 17 orang.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk Boediono untuk mewakilinya hadir dalam pertemuan AS-ASEAN di New York, 24 September mendatang. Wapres akan bertolak Rabu, 22 September 2010.

"Kami memang akan menghemat anggaran karena itu kami menggunakan pesawat komersial dan jumlah rombongan pun dibatasi, rombongan pejabat besok pun hanya 17 orang, tak ada satu pun menteri yang ikut," kata Yopie.

Ia mengatakan, Wapres hanya membawa istrinya, Herawati Boediono; Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan, sejumlah staf Wapres, dan pasukan pengamanan.

Jumlah rombongan ini jauh lebih ramping jika dibandingkan dengan rombongan yang biasa dibawa Presiden. Seperti yang diungkapkan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi di Istana siang tadi, dalam rombongan Presiden biasanya terdiri dari 70-90 orang.

Sudi mengatakan, jumlah tersebut sudah jauh lebih kecil daripada sebelumnya atau berkurang sekitar 15 persen. Rombongan meliputi anggota DPR dan DPD, wartawan, serta anggota Paspampres.

-kompas
 
nah bener tuh TOP BGT kalau gitu:D
 
Nah...itu baru bagus...ngirit...apa jngn2 cari sensasi ya?
 
Keriuhan soal tudingan penghamburan uang negara oleh kalangan Istana saat Presiden ataupun Wakil Presiden melakukan kunjungan ke luar negeri tampaknya didengar Boediono. Rombongan Wapres yang akan bertolak ke New York, Amerika Serikat, berangkat dengan menggunakan pesawat komersial, Singapore Airlines.

Sayang, Juru Bicara Wapres Yopie Hidayat yang menguraikan hal tersebut tak mau mengungkapkan berapa besar penghematan yang dihasilkan dengan keputusan itu. Ia hanya mengatakan, selain menggunakan pesawat komersial, rombongan Wapres kali ini pun hanya terdiri dari 17 orang.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk Boediono untuk mewakilinya hadir dalam pertemuan AS-ASEAN di New York, 24 September mendatang. Wapres akan bertolak Rabu, 22 September 2010.

"Kami memang akan menghemat anggaran karena itu kami menggunakan pesawat komersial dan jumlah rombongan pun dibatasi, rombongan pejabat besok pun hanya 17 orang, tak ada satu pun menteri yang ikut," kata Yopie.

Ia mengatakan, Wapres hanya membawa istrinya, Herawati Boediono; Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan, sejumlah staf Wapres, dan pasukan pengamanan.

Jumlah rombongan ini jauh lebih ramping jika dibandingkan dengan rombongan yang biasa dibawa Presiden. Seperti yang diungkapkan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi di Istana siang tadi, dalam rombongan Presiden biasanya terdiri dari 70-90 orang.

Sudi mengatakan, jumlah tersebut sudah jauh lebih kecil daripada sebelumnya atau berkurang sekitar 15 persen. Rombongan meliputi anggota DPR dan DPD, wartawan, serta anggota Paspampres.

-kompas

PATUT di contoh
stuju all/?
 
^ setuju dong... tapi memang harus diakui, sebagai salah satu orang penting di Indonesia, resiko keamanan jangan dihitung dengan keuangan.

banyak sekali faktor yang dapat menambah resiko keselamatan, so duit memang berpengaruh namun bukan segalanya dan bukan tolak ukur bukan... :D
 
memang harusnya gitu...jangan kayak DePeEr pengennya yang mahal2 wae.........
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.