• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Apa itu LAILATUL QADAR ?

ries nandar

IndoForum Newbie E
No. Urut
102781
Sejak
13 Agt 2010
Pesan
62
Nilai reaksi
1
Poin
8
Assalaamu'alaikum !

Banyak orang yang bertanya tentang arti "Lailatul Qadar". Namun tidak sedikit pula jawaban yang bersifat kurang obyektif.

Seumumnya pemahaman Umat Islam kebanyakan adalah bahwa Lailatul Qadar akan jatuh pada malam2 ganjil di sepuluh malam terakhir Bulan Ramadhan, karena memang terdapat sejumlah hadits yang menyatakan demikian. Namun keshahihan hadits itulah yang harus dipersoalkan. Maka seshahih-shahihnya hadits adalah Al Qur-an (Inna ashdaqal hadiitsu Kitaabullaaha... / alhadits). Jadi untuk tahu makna Lailatul Qadar (Malam Qadar), haruslah bisa merujuk ke Al Qur-an itu sendiri.

Dalam QS Al Qadr dijelaskan demikian :
(1). Innaa anzalnaaHU fii lailatil Qadri
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur-an) pada "Malam Qadr)
(2). Wa maa adraaka maa lailatul Qadr ?
"Tahukah kamu apa itu Malam Qadr ?

Pada ayat ke-2 inilah satu bentuk pertanyaan dari Allah yang Allah sendiri punya jawabannya. Maka jawaban dari Apa itu Lalatul Qadr, kita lihat ayat berikutnya yaitu ayat 3,

(3). Lailatul Qadri khairun min alfi syahrin.
"Lailatul Qadr itu adalah malam yang lebih hebat dari 1000 bulan"
(4). Tanazzalul malaa-ikatu war RUUhu fiihaa.... dst
"Yaitu tatkala turunnya Malaikat beserta Ruuh di dalamnya.....dst

Jadi jelas bahwa malam Qadar itu adalah satu malam dimana Allah menurunkan Al Qur-an kepada Nabi Muhammad Saw yaitu pada tanggal 17 Ramadhan. Jika ada yang bertanya, kapankah lailatul qadr, maka harus dijawab : TANGGAL 17 RAMADHAN !!!. Namun sayang.... para ahli tafsir telah menterjemahkan istilah RUH pada ayat (4) sebagai "Malaikat Jibril". Padahal dalam QS Asyuraa : 52 WAKADZAALIKA AUHAINAA ILAIKA RUUHAN MIN AMRINAA.... "Dan demikianlah telah Kami wahyukan kepadamu Al Qur-an (satu RUH) dengan perintah Kami...."
Jadi arti RUH yang dimaksud di sini adalah "Penggerak" kehidupan manusia yaitu Al Qur-an.

Adapun makna dari 1000 bulan adalah satu kurun satu generasi manusia yaitu kurang lebih 83 tahun. artinya ini tantangan dari Allah untuk satu generasi manusia yang ada, adakah yang sanggup membuat Ilmu sehebat Al Qur-an ? Maka Al Qur-an ini adalah lebih indah atau lebih hebat dari 1000 bulan karya orang - orang pintar sekalipun yang hidup saat itu. Lihat juga QS Al Baqarah : 24-25. Bahwa manusia manapun tidak akan sanggup menghasilkan karya semisal Al Qur-an walaupun barang satu ayatpun.

Maka : "LAILATUL QADAR ADALAH SUATU KETIKA DI KALA ALLAH MENURUNKAN SATU BENTUK KONSEP (QADR) HIDUP BAGI MANUSIA KE MUKA BUMI MELALUI MALAIKAT YANG MEMBOYONG AYAT-AYATNYA. LAILATUL QADAR MERUPAKAN SATU KEJADIAN SEJARAH YANG MELIBATKAN NABI MUHAMMAD SAW PADA TANGGAL 17 RAMADHAN DI SAAT USIA BELIAU MENGINJAK 40 TAHUN DI GOA HIRA. YAITU TURUNNYA 5 AYAT PERTAMA (Al Alaq : 1-5) SEKALIGUS SEBAGAI PENGANGKATAN BELIAU SEBAGAI RASUL ALLAH YANG TERAKHIR. INILAH YANG DISEBUT DENGAN ISTILAH "NUZULUL QUR-AN".

MAKA "LAILATUL QADAR' ADALAH PERSAMAAN DARI "NUZULUL QUR-AN".

SILAKAN RENUNGKAN KEMBALI SEJUMLAH AYAT-AYAT AL QUR-AN YANG SAYA URAI DI ATAS. MUDAH2AN DAPAT DIFAHAMI SECARA OBYEKTIF.

Tidak menutup kemungkinan jika terdapat pendapat yang berbeda, adalah saya sangat menghormatinya. Dan saya bersedia mempertanggungjawabkan thread saya secara pribadi di hadapan Allah SWT atas Al Qur-an yang terang benderang.

Wassalamu'alaikum !
 
nice post gan... /no1

semoga memicu seluruh umat Muslim untuk lebih mengkaji Al-Qur'an....
 
Mau tanya nih, kenapa ya Al-Quran itu tidak dapat atau tidak boleh diterjemahkan ke bahasa Indonesia atau ke bahasa lain agar mudah dimengerti?

Saya pikir tidak ada salahnya kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia sehingga setiap orang dapat mengerti dan memahaminya secara terang benderang dan tidak berada dalam zona abu-abu atau zona kebingungan, mengingat banyaknya aliran-aliran yang berkembang saat ini.:-/
 
Mau tanya nih, kenapa ya Al-Quran itu tidak dapat atau tidak boleh diterjemahkan ke bahasa Indonesia atau ke bahasa lain agar mudah dimengerti?

Saya pikir tidak ada salahnya kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia sehingga setiap orang dapat mengerti dan memahaminya secara terang benderang dan tidak berada dalam zona abu-abu atau zona kebingungan, mengingat banyaknya aliran-aliran yang berkembang saat ini.:-/

maaf y mas, mas org mana ?
lagian sapa yg bilang Al-Qur'an g boleh d terjemahin.....

bukannya banyak mas Al-Qur'an terjemahan ?

yg g boleh itu ketika solat, kan kita membaca ayat Al-Qur'an, nah g boleh baca terjemahannya....yg kita baca itu harus aslinya...
 
Mau tanya nih, kenapa ya Al-Quran itu tidak dapat atau tidak boleh diterjemahkan ke bahasa Indonesia atau ke bahasa lain agar mudah dimengerti?

Saya pikir tidak ada salahnya kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia sehingga setiap orang dapat mengerti dan memahaminya secara terang benderang dan tidak berada dalam zona abu-abu atau zona kebingungan, mengingat banyaknya aliran-aliran yang berkembang saat ini.:-/
Yang anda temui pada cetakan Al Qur-an saat ini adalah termasuk terjemahan Al Qur-an di dalamnya. Terjemahan adalah hanya bentuk pengalihan bahasa, tapi belum makna. Artinya untuk mempermudah dalam memahami ayat-ayat Al Qur-an. Al Qur-an merupakan jenis bahasa tersendiri dari Allah yang mirip atau serumpun dengan Bahasa Arab, maka segala bentuk penjelasannya adalah harus menurut Allah pula. Ditegaskan dalam hadits, bahwa satu ayat akan ditafsirkan oleh ayat lainnya. Artinya antara ayat satu dengan yang lainnya saling menjelaskan (Al Qur-aanu yufassiru ba'dhuhu ba'dhaa). Maka Al Qur-an seolah-olah tidak butuh juru tafsir lagi (Al Qur-an sdh seindah-indahnya tafsir / Al Furqaan : 33 / "ahsana tafsiiraan).

Al Qur-an pun mengajukan bentuk Bahasa gamblang, juga bentuk bahasa sastra (ungkapan / peribahasa), yang tidak bisa diterjemahkan secara kata -perkata. Sehingga seluruh makna adalah menurut Allah sendiri. Jadi dalam mencari makna dalam Al Qur-an setidaknya ada dua hal yaitu :

1. Mencari penjelasan dalam ayat-ayat yang lain atau di surat lain,
2. Mencari penjelasan dalam hadits yaitu Sunnah Rasul. Karena Sunnah Rasul merupakan bentuk praktikum atau pembuktian oleh Nabi dalam kehidupan.

Untuk itu antara Al Qur-an dengan Al Hadits tidak bisa dipisahkan. Artinya hadits apapun haruslah dapat dirujuk kepada Al Qur-an. Karena Hadits tidak dapat berdiri sendiri tanpa adanya Al Qur-an sebagai pusat teori.

Namun lain halnya dengan bacaan Shalat. Seluruh bacaan shalat harus dilafalkan dalam bahasa aslinya. Karena seluruh bacaan shalat yang telah dicontohkan Nabi Saw merupakan satu bentuk pola dari Sunnah Rasul (Shaluu kamaa ra'aitumuunii ushallii / Shalatlah kalian sebagaimana melihat aku shalat !) Termasuk dalam bentuk gerakan shalat.

Nah ! Secara keseluruhan, Al Qur-an harus dicarikan makna yang sebenarnya, dan haruslah makna menurut Allah SWT, bukan hasil dari subyektifisme pribadi manusia. Karena Al Qur-an adalah pedoman hidup, yaitu sistem hidup manusia dari semenjak bangun tidur hingga bangun tidur kembali.

Okey sobat.... mudah-mudahan uraian ini dapat difahami dan bermanfaat ! aamiin...
 
Tapi masalahnya bagaimana bisa menjalankan agama jika kitab sucinya saja banyak yang tidak bisa membacanya alias tidak mengerti isi sebenarnya, sehingga yang terjadi banyaknya aliran-aliran yang berkembang saat ini yang menafsirkan sendiri kitab suci tersebut akibat tidak bolehnya diterjemahkan ke dalam bahasa lain yang dapat mudah dimengerti oleh semua orang di masing-masing negara.

Apabila hanya dalam bahasa Arab, berarti hal tersebut memperlihatkan bahwa agama tersebut tidak universal alias hanya milik orang Arab. Bagaimana jika orang di negara lain yang mau mencoba mengerti tentang agama tersebut, namun terhalang oleh permasalahan bahasa.

Coba anda bayangkan jika anda belajar matematika, kimia, biologi, geografi tapi dalam bahasa Arab? Apakah anda bisa mengerti? Saya rasa tidak, kenapa? Karena anda sendiri tidak ngerti bahasa Arab, bagaimana bisa menjadi pintar?

Jika anda berpikir secara logika, lebih mudah mana bagi banyak orang jika kitab suci itu dibuat dalam bahasa Arab atau bahasa Indonesia?

Coba anda sebutkan ayat dalam kitab suci tersebut yang melarang diterjemahkannya kitab suci tersebut dalam bahasa lain?
Kalau anda tidak bisa menjawab, berarti anda beragama hanya berdasarkan omongan orang lain dan tidak mengerti sama sekali tentang agama anda. Cobalah anda renungkan secara mendalam dengan logika anda mengenai semua tulisan ini. Terima kasih.
 
Tapi masalahnya bagaimana bisa menjalankan agama jika kitab sucinya saja banyak yang tidak bisa membacanya alias tidak mengerti isi sebenarnya, sehingga yang terjadi banyaknya aliran-aliran yang berkembang saat ini yang menafsirkan sendiri kitab suci tersebut akibat tidak bolehnya diterjemahkan ke dalam bahasa lain yang dapat mudah dimengerti oleh semua orang di masing-masing negara.

Apabila hanya dalam bahasa Arab, berarti hal tersebut memperlihatkan bahwa agama tersebut tidak universal alias hanya milik orang Arab. Bagaimana jika orang di negara lain yang mau mencoba mengerti tentang agama tersebut, namun terhalang oleh permasalahan bahasa.

Coba anda bayangkan jika anda belajar matematika, kimia, biologi, geografi tapi dalam bahasa Arab? Apakah anda bisa mengerti? Saya rasa tidak, kenapa? Karena anda sendiri tidak ngerti bahasa Arab, bagaimana bisa menjadi pintar?

Jika anda berpikir secara logika, lebih mudah mana bagi banyak orang jika kitab suci itu dibuat dalam bahasa Arab atau bahasa Indonesia?

Coba anda sebutkan ayat dalam kitab suci tersebut yang melarang diterjemahkannya kitab suci tersebut dalam bahasa lain?
Kalau anda tidak bisa menjawab, berarti anda beragama hanya berdasarkan omongan orang lain dan tidak mengerti sama sekali tentang agama anda. Cobalah anda renungkan secara mendalam dengan logika anda mengenai semua tulisan ini. Terima kasih.
kita harus bedakan dulu, mana terjemahan dan mana makna. Kalimat Bhs Indonesia yang ada dalam Al Qur-an sekarang ini merupakan terjemahan, tapi belum dikatakan makna. Tidak ada larangan dalam Al Qur-an mengenai pengalihan bahasa menjadi terjemahan. Tetapi jika Al Qur-an adalah pedoman hidup umat Islam untuk diaplikasikan menjadi gerak hidup, maka yang harus dipakai adalah maknanya, bukan terjemahan. Adapun terjemahan hanya langkah untuk mempermudah dalam mendapatkan makna yang terkandung. Karena persoalannya Al Qur-an turun di tanah Arab. Saya yakin jika Al Qur-an turun di Ambon, saya yakin, akan banyak juga orang yang mempelajari bahasa Ambon.

Jika Al Qur-an turun dalam bahasa yang mirip dengan Bhs Arab, maka tidak ada cara lain kitapun harus belajar juga Bahasa Arab, dan ini bisa dilakukan. Dari nada pertanyaan anda, seolah-olah seseorang tidak mampu untuk mempelajari bahasa asing. dan pertanyaan anda ini membingungkan, seolah-olah tidak ada hubungannya dengan thread saya. Justru Al Qur-an ini harus dapat diterjemahkan dulu, karena kita ini bukan Arab. Tapi dalam menentukan makna tidak boleh berdasarkan subyektifisme pribadi. Melainkan Allah memberikan penjelasan bagi satu ayat dengan ayat lainnya. Sehingga Al Qur-an akan bertindak sebagai juru tafsir untuk dirinya sendiri. Kenyataan banyaknya aliran dalam Islam, justru karena banyak orang yang mentafsirkan ayat2 Al Qur-an menurut subyektivisme pribadi mereka sendiri. Mestinya dalam mentafsirkan suatu ayat haruslah dirujuk ke ayat lainnya. Disitulah Al Qur-an sudah dalam bentuk yang sistematis.

Jadi kenapa terjemahan ini dikatakan belum mencakup makna, karena Al Qur-an-pun mengajukan bentuk bahasa kiasan, bahasa sandi, bahasa ungkapan atau pribahasa, yang tidak dapat diterjemahkan kata demi kata. Seperti contoh : "KURA KURA DALAM PERAHU". Jika anda menterjemahkannya kata perkata, maka akan muncul makna sebenarnya yaitu seekor kura-kura yang berada si atas perahu. Padahal makna sebenarnya adalah "PURA-PURA TIDAK TAHU". Jadi Hewan yang namanya kura2 akan hilang dalam kalimat berikutnya yang sudah menjadi makna.

Sekarang giliran saya bertanya kpd anda : "APAKAH ANDA SEORANG MUSLIM ?". Karena bentuk kalimat yg anda lontarkan sepertinya anda adalah seorang non muslim yang tidak tahu sama sekali atau belum mengenal Al Qur-an sama sekali. Tapi jika ternyata anda seorang Muslim, maka saya sarankan untuk mulai mempelajari Al Qur-an lebih dalam lagi. Atau jika perlu, anda baca kembali maksud thread saya.

Maaf, ini diskusi dan bukan FA. Jadi setajam apapun kalimat saya, adalah untuk menghasilkan satu kesimpulan yang obyektif, bukan sekedar apa kata orang, seperti apa yang anda ucapkan.

Terima kasih.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.