ArRay
IndoForum Senior C
- No. Urut
- 98490
- Sejak
- 1 Jun 2010
- Pesan
- 5.107
- Nilai reaksi
- 142
- Poin
- 63
Hari Senin (25/6) ini, PT Pertamina (Persero) rencananya kembali menaikkan harga jual elpiji kemasan 12 kg, setelah bulan lalu perusahan minyak milik negara ini menaikkan harga gas yang banyak dipergunakan rumah tangga ini. Pertamina juga menaikkan elpiji kemasan 50 kg. Sedangkan untuk kemasan 3 kg tetap tidak dinaikkan.
Menurut Kepala Humas Pertamina Wisnuntoro elpiji kemasan 12 kg naik 9,5 persen dari Rp 5.250 per kg menjadi Rp 5.750 per kg. Sehingga harga per tabung naik dari Rp 63.000 menjadi Rp 69.000. Sedangkan untuk elpiji 50 kg, Pertamina mengurangi diskon dari sebelumnya 15 persen menjadi 10 persen atau dari harga Rp 6.878 per kg menjadi Rp 7.255 per kg. Sehingga, harga elpiji kemasan 50 kg naik dari Rp 343.900 per tabung menjadi Rp 362.750 per tabung.
Menurut Wisnuntoro, kenaikan harga jual elpiji tersebut perlu dilakukan karena Pertamina masih menanggung kerugian dalam bisnis elpiji. "Dengan kenaikan sekarang pun, Pertamina masih rugi dalam penjualan elpiji 12 kg dan 50 kg sebesar Rp 6,5 triliun per tahun," katanya.
Elpiji 12 kg bisa Rp 136 ribu
Pertamina jua berencana akan terus menaikkan harga elpiji 12 kg sebesar Rp 500 per bulan hingga mencapai harga keekonomian pada Rp 11.400 per kg. Nilai tersebut berdasarkan harga rata-rata elpiji di pasar internasional tahun 2008 ini dengan mengacu CP Aramco sebesar 858 dollar AS per metrik ton atau harga keekonomian Rp 11.400 per kg. Bila rencana itu benar-benar dilaksanakan, maka harga elpiji untuk tabung 12 kg akan mencapai sekitar Rp 136.800 per tabung.
Pada 1 Juli 2008 lalu, Pertamina telah menaikkan harga elpiji tabung 12 kg dari Rp 51.000 menjadi Rp 63.000 per tabung atau dari Rp 4.250 menjadi Rp 5.250 per kg.
Tidak tepat
Sementara pengamat energi Pri Agung Rakmanto mengungkapkan, rencana kenaikkan harga elpiji 12 kg menjelang puasa mencerminkan sikap Pertamina yang mementingkan diri sendiri. "Meskipun argumen bahwa harga menuju keekonomian mungkin saja tepat," sebutnya seperti dikutip Antara.
Menurut dia, tindakan Pertamina menaikkan harga elpiji secara berturut-turut serta tanpa sosialisasi terlebih dahulu merupakan hal yang tidak tepat. "Apalagi dilakukan justru ketika kecenderungan harga minyak sedang turun sepert sekarang ini," katanya.
)
cape dah
/swt
