Constantine
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 64676
- Sejak
- 19 Feb 2009
- Pesan
- 6.946
- Nilai reaksi
- 320
- Poin
- 83
Sebe*narnya dalam artikel bahasa ing*gris*nya, 5 alasan yang diungkap*kan san*gat menarik. Namun saya rasa, itu berto*lak belakang, atau masih kurang “PAS” den*gan kon*disi, sosial, ekonomi, dan budaya yang berkem*bang di Indone*sia saat ini, jadi saya coba mengam*bil kes*im*pu*lan yang berjum*lah 5 itu dari sisi penga*matan saya sendiri. Jadi, kurang lebi*h*nya, mohon dimak*lumi dan diberi saran.
Nah, apa sih sebe*narnya gaya hidup yang beredar sekarang? Dikalan*gan komu*ni*tas net*ter Indone*sia, men*gapa lebih memilih meng*habiskan wak*tunya di depan layar berse*lan*car inter*net? Nah, dari alasan-alasan sim*pang siur itu*lah akhirnya men*jadi satu kesat*uan alasan yang padu dan akhirnya men*jadi gaya hidup baru di budaya Indone*sia saat ini. Lang*sung saja, kelima alasan itu adalah,
1. KEBEBASAN. Yups, kebe*basan, anda bebas untuk mem*u*lai meng*gu*nakan inter*net dari kapan, untuk apa, bagaimana caranya, semua bebas anda lakukan. Mau sekedar brows*ing info di Pakde Google, Nge*Blog, update sta*tus di twi*iter dan face*book, atau bahkan men*cari recehan-recehan dol*lar. Bebas, itu*lah saat anda men*ge*nal inter*net, sehingga gaya hidup baru ini, di Indon*sia telah men*em*bus kalan*gan umur, mau tua, muda, remaja, anak seko*lah, bapak-bapak di kan*tor, ibu-ibu di rumah sam*bil megang black*berry (hehe, hebat nih ibu-ibu) dan masih banyak lagi kebe*basan yang bisa anda curahkan den*gan internet.
2. MEDIA EKSPRESIF. Nah, jika anda menga*mati era tahun 90an, itu sejak saya masih beru*mur anak-anak SD dan SMP, inter*net telah ada, namun gebrakan fasil*i*tas yang ditawarkan san*gat minim. Sehingga cen*derung masyarakat indone*sia meng*go*longkan inter*net adalah “Barang Mahal” yang digu*nakan saat benar-benar butuh saja. Sekarang? San*gat ekspre*sif, bahkan kata-kata lebay dan alay banyak mem*ban*jiri media inter*net, mau di twitter, face*book, ini bukan lagi jaman 90an, dimana hanya artis saja yang lebay mengum*bar pop*u*lar*i*tas dan kita hanya menon*ton, namun kita sendiri bisa men*jadi artis bagi kalan*gan kita sendiri, teman kan*tor, teman kuliah, hehe, san*gat ekspre*sif, coba band*ingkan sendiri.
3. UANG oh UANG. Dulu, media inter*net digu*nakan sebatas bajak mem*ba*jak media kre*atif seperti musik dan film, dan lagi-lagi itu digu*nakan untuk men*du*lang keun*tun*gan satu pihak saja, namun sekarang, semua peng*guna inter*net bisa men*du*lang uang, mis*al*nya, bis*nis PPC (pay per click) cuma butuh modal inter*net, dan web*site penye*dia PPC, anda sudah bisa mengek*lik tiap hari untuk men*du*lang dol*lar. Mudah bukan? Apa? Tidak berke*las? Wah… kalau begitu cobalah bis*nis alter*natif, seperti men*jual Vir*tual Credit Card (VCC), jasa penye*dia domain dan host*ing, men*jual ebook moti*vasi, itu masih men*jadi sarana alter*natif loh, atau sekalian saja jasa make*lar barang di forum-forum belanja seperti ******? Silahkan bereksplorasi.
4. AKSES KEILMUAN. Haha, hayo ngaku… siapa yang lebih cen*derung men*cari ilmu di inter*net ketim*bang di per*pus*takaan? Hm… gaya hidup bukan? Saat tugas apapun, atau info apapun yang ingin dicari, ya pal*ing mudah dicari lewat inter*net. Cukup mengetikkan kata kunci atau frase kali*mat di Google, dan TARA… hehe, muncul ribuan info bahkan jutaan sam*pai yang pal*ing tidak nyam*bung sekalipun ikut muncul. Nah, jika kita meni*lik 10 tahun kebe*lakang, atau 15 tahun sebelum ini, per*pus*takaan tetap men*jadi rujukan pro*fe*sional yang dian*dalkan. Yah, waktu merubah segalanya, bahkan di Indonesia.
5. REFRESING. Ini cukup rumit sih menu*rut saya. Con*tohnya, seo*rang karyawan yang kebe*tu*lan bek*erja di depan kom*puter yang ter*pasang inter*net, disela-sela ker*janya, tak lupa untuk bermain face*book, refresing bukan? atau seo*rang anak seko*lah, disela-sela guru men*je*laskan, mecoba mem*buka face*book lewat hapenya untuk update sta*tus, refresing bukan? Hehe, masih banyak con*toh lain*nya, yang berarti inter*net tidak dipungkiri seba*gai media refresing instant dari*pada buang-buang duit di mall atau buang-buang bensin wisata alam. Tentu kita singkirkan kurang lebi*h*nya, namun, itu tidak dipungkiri telah men*jadi gaya hidup. Bagaimana?
sumber: bed-boy
Nah, apa sih sebe*narnya gaya hidup yang beredar sekarang? Dikalan*gan komu*ni*tas net*ter Indone*sia, men*gapa lebih memilih meng*habiskan wak*tunya di depan layar berse*lan*car inter*net? Nah, dari alasan-alasan sim*pang siur itu*lah akhirnya men*jadi satu kesat*uan alasan yang padu dan akhirnya men*jadi gaya hidup baru di budaya Indone*sia saat ini. Lang*sung saja, kelima alasan itu adalah,
1. KEBEBASAN. Yups, kebe*basan, anda bebas untuk mem*u*lai meng*gu*nakan inter*net dari kapan, untuk apa, bagaimana caranya, semua bebas anda lakukan. Mau sekedar brows*ing info di Pakde Google, Nge*Blog, update sta*tus di twi*iter dan face*book, atau bahkan men*cari recehan-recehan dol*lar. Bebas, itu*lah saat anda men*ge*nal inter*net, sehingga gaya hidup baru ini, di Indon*sia telah men*em*bus kalan*gan umur, mau tua, muda, remaja, anak seko*lah, bapak-bapak di kan*tor, ibu-ibu di rumah sam*bil megang black*berry (hehe, hebat nih ibu-ibu) dan masih banyak lagi kebe*basan yang bisa anda curahkan den*gan internet.
2. MEDIA EKSPRESIF. Nah, jika anda menga*mati era tahun 90an, itu sejak saya masih beru*mur anak-anak SD dan SMP, inter*net telah ada, namun gebrakan fasil*i*tas yang ditawarkan san*gat minim. Sehingga cen*derung masyarakat indone*sia meng*go*longkan inter*net adalah “Barang Mahal” yang digu*nakan saat benar-benar butuh saja. Sekarang? San*gat ekspre*sif, bahkan kata-kata lebay dan alay banyak mem*ban*jiri media inter*net, mau di twitter, face*book, ini bukan lagi jaman 90an, dimana hanya artis saja yang lebay mengum*bar pop*u*lar*i*tas dan kita hanya menon*ton, namun kita sendiri bisa men*jadi artis bagi kalan*gan kita sendiri, teman kan*tor, teman kuliah, hehe, san*gat ekspre*sif, coba band*ingkan sendiri.
3. UANG oh UANG. Dulu, media inter*net digu*nakan sebatas bajak mem*ba*jak media kre*atif seperti musik dan film, dan lagi-lagi itu digu*nakan untuk men*du*lang keun*tun*gan satu pihak saja, namun sekarang, semua peng*guna inter*net bisa men*du*lang uang, mis*al*nya, bis*nis PPC (pay per click) cuma butuh modal inter*net, dan web*site penye*dia PPC, anda sudah bisa mengek*lik tiap hari untuk men*du*lang dol*lar. Mudah bukan? Apa? Tidak berke*las? Wah… kalau begitu cobalah bis*nis alter*natif, seperti men*jual Vir*tual Credit Card (VCC), jasa penye*dia domain dan host*ing, men*jual ebook moti*vasi, itu masih men*jadi sarana alter*natif loh, atau sekalian saja jasa make*lar barang di forum-forum belanja seperti ******? Silahkan bereksplorasi.
4. AKSES KEILMUAN. Haha, hayo ngaku… siapa yang lebih cen*derung men*cari ilmu di inter*net ketim*bang di per*pus*takaan? Hm… gaya hidup bukan? Saat tugas apapun, atau info apapun yang ingin dicari, ya pal*ing mudah dicari lewat inter*net. Cukup mengetikkan kata kunci atau frase kali*mat di Google, dan TARA… hehe, muncul ribuan info bahkan jutaan sam*pai yang pal*ing tidak nyam*bung sekalipun ikut muncul. Nah, jika kita meni*lik 10 tahun kebe*lakang, atau 15 tahun sebelum ini, per*pus*takaan tetap men*jadi rujukan pro*fe*sional yang dian*dalkan. Yah, waktu merubah segalanya, bahkan di Indonesia.
5. REFRESING. Ini cukup rumit sih menu*rut saya. Con*tohnya, seo*rang karyawan yang kebe*tu*lan bek*erja di depan kom*puter yang ter*pasang inter*net, disela-sela ker*janya, tak lupa untuk bermain face*book, refresing bukan? atau seo*rang anak seko*lah, disela-sela guru men*je*laskan, mecoba mem*buka face*book lewat hapenya untuk update sta*tus, refresing bukan? Hehe, masih banyak con*toh lain*nya, yang berarti inter*net tidak dipungkiri seba*gai media refresing instant dari*pada buang-buang duit di mall atau buang-buang bensin wisata alam. Tentu kita singkirkan kurang lebi*h*nya, namun, itu tidak dipungkiri telah men*jadi gaya hidup. Bagaimana?
sumber: bed-boy

)