• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Cinta Ibu dalam sebuah Lonceng

aanrusdyie

IndoForum Senior D
No. Urut
65793
Sejak
6 Mar 2009
Pesan
4.828
Nilai reaksi
353
Poin
83
Disebuah desa ada seorang ibu yang sudah tua hidup berdua dengan anak satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena sakit.
Sang ibu seringkali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya. Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk,yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam, dan banyak lagi yang membuat si ibu sering menangis meratapi nasibnya yang malang. Namun begitu, ibu tua selalu berdoa agar anaknya dapat sadar dan bertobat atas perbuatannya.
Suatu hari sang anak kembali mencuri di sebuah rumah penduduk desa. Namun malang nasib anak itu, dia tertangkap oleh penduduk, lalu ia dibawa kepengadilan kerajaan untuk diadili sesuai dengan kebiasaan kerajaan.
Setelah ditimbang berdasarkan sudah seringnya ia mencuri, maka tanpa ampun lagi si anak lelaki tersebut dijatuhi hukuman pancung. Pengumuman hukuman tersebut disebarkan diseluruh desa, hukuman pancung akan dilaksanakan keesokan harinya didepan rakyat desa dan kerajaan tepat pada pada saat lonceng kerajaan berdentang menandakan pukul enam pagi.
Berita hukuman itu sampai ke telinga ibunya. Ia menangis meratapi nasib anak yang sangat dicintainya, sambil berdoa kepada ALLAH SWT. Dengan tertatih-tatih si ibu tersebut mendatangi raja dan memohon agar anaknya dibebaskan, tapi keputusan sudah bulat , si anak tetap harus menjalani hukuman. Dengan hati hancur si ibu kembali kerumah.
Keesokan harinya ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong-bondong untuk menyaksikan hukuman pancung tersebut. Sang algojo sudah siap dengan pancungnya, dan sianak tadi sudah pasrah menantikan saat ajal menjemputnya. Terbayang dimata si anak wajah ibunya yang sudah tua, tanpa terasa dia menangis menyesali perbuatannya.
Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Sampai pada waktu yang ditentukan lonceng kerajaan belum juga berdentang. Suasanamulai berisik . sudah lewat 10 menit dari waktunya. Akhirnya didatangilah petugas yang membunyikan lonceng di kerajaan. Penjaga yang menyembunyikan lonceng tersebut juga mengaku heran, karena sudah sedari tadi dia menarik lonceng, tapi suara dentangnya tidak terdengar.
Ketika mereka sedang terheran-heran,tiba-tiba dari tali yang dipegangnya untuk membunyikan lonceng mengalir darah,darah tersebut datangnya dari atas, berasal dari tempat dimana lonceng itu diikat. Dengan jantung berdebar-debar seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik keatas menyelidiki sumber darah itu. Tahukah apa yang terjadi?ternyata didalam lonceng besar itu ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah. Dia memeluk bandul didalam lonceng yang mengakibatkan lonceng tidak berbunyi, sebagai gantinya kepalanya yang terbentur didinding lonceng.
Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata. Sementara anaknya meraung-raung memeluk tubuh ibunya yan gsudah diturunkan. Dia menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya. Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat keatas dan mengikat dirinya di lonceng tersebut serta memeluk besi didalam lonceng, untuk menghindari hukuman pancung anaknya.

pesannya adalah, begitu besar pengorbanan ibu, dari mengandung, melahirkan, membesarkan, bahkan beliau mampu berkorban sedemikian rupa terhadap anaknya :(

ibu...i love u /sob
 
Jadi terharu pas bacanya /sob, miris amat ceritanya :((.

Tapi memang sih, katanya cinta ibu sedalam lautan ;).
 
wah, ibunya terlalu berlebihan/hmm. Anak macam begitu si, biarin aja dihukum. /no1
 
Memang ibu yang paling mengerti anaknya yah /sob

Gw jadi sedih inget nyokap yg udah pergi /sob
 
turut berduka cita bro /sob

nggak apa2 bang aan... itu semua adalah biasa dalam hidup... kita semua berasal dari Tuhan dan kita semua pasti akan pulang kepada Tuhan >:D<

The most important thing is how that tragedy impact our life... Make it more better or not... :-bd
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.