• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Antioksidan Bisa Jadi Bumerang

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. rosa89
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

rosa89

IndoForum Junior A
No. Urut
77770
Sejak
13 Agt 2009
Pesan
2.699
Nilai reaksi
165
Poin
63
Pakar nutrisi mengklaim antioksidan sebagai makanan super atau superfood yang bisa melawan hampir semua penyakit, terutama kanker. Tapi hati-hati, antioksidan yang dikonsumsi overdosis justru memicu senyawa pro-oksidan.

antioksidan-(reuters)-dalam.jpg

Zat anti oksidan
Adalah substansi yang dapat menetralisir atau menghancurkan radikal bebas.

antioxidants_fruit_juice_dr.jpg

Sumber:
Vitamin A (karotenoid)
Karotenoid berinteraksi dengan vitamin C, vitamin E, dan Selenium sebagai zat anti oksidan. Karoten berperan dalam meningkatkan sistem immunitas tubuh melalui efek anti oksidan. Vitamin A juga menjamin perkembangan kulit yang sehat, membran mukosa, kelenjar thymus dan jaringan lymphoid, dan semua hal yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh. Sumber : Wortel, brokoli, sayur hijau, bayam, labu, hati, kentang, telur, aprikot, mangga, susu dan ikan.

Vitamin C
Vitamin C bersama dengan vitamin E dapat melindungi sel dari perlawanan peroksidasi lemak didalam sel. Vitamin C juga dapat berfungsi sebagai pencegah kanker. Sumber : Lada/merica, cabe, peterseli, jambu biji, kiwi, brokoli, taoge, kesemek, pepaya, stroberi, jeruk, lemon, bunga kol, bawang putih, anggur, raspberri, jeruk kepruk, bayam, tomat dan nanas.

Vitamin E

Sebagai anti oksidan yang sangat kuat, Vitamin E bekerja dengan cara mencari, bereaksi, dan merusak rantai reaksi radikal bebas. Beberapa manfaat penggabungan fungsi anti oksidan vitamin E antara lain dapat mencegah kanker, penyakit hati, dan memperbaiki sistem kekebalan tubuh. Sumber : Asparagus, alpukat, buah zaitun, bayam, kacang kacangan, biji bijian, minyak sayur, sereal.

Selenium
Selenium merupakan mineral penting yang berfungsi untuk mempertahankan kesehatan dan mencegah penyakit. Sebagai bagian dari enzim anti oksidan, Selenium berperan dalam sistem pertahanan tubuh. Dalam kapasitas anti oksidannya, selenium bekerja sama dengan vitamin E untuk mencegah terjadinya kerusakan sel tubuh.

Bayi dan balita membutuhkan lebih banyak Selenium pada masa pertumbuhan Kebutuhan akan Selenium bagi bayi usia 0–6 bulan adalah 10 mcg per hari dan 15 mcg per hari untuk anak usia 6–12 bulan. ASI adalah sumber selenium terbaik. X Selenium yang terdapat dalam ASI tergantung pada asupan makan ibu dan tahap menyusuinya. Bahan makanan sumber Selenium antara lain: daging, ikan, dan sereal.

Dua lainnya yang dipercaya sebagai antioksidan adalah karotin dan polipenol.
Karotin : Beta karoten, lutein, likopen, wortel, labu, sayur sayuran hijau, buah buah berwarna merah, tomat, rumput laut.

Polipenol :
Buah berri, teh, bir, anggur, minyak zaitun, cokelat, kopi, buah kenari, kacang, kulit buah, buah delima dan minuman anggur.

Antioksidan membantu menghentikan proses perusakan sel dengan cara memberikan elektron kepada radikal bebas. Antioksidan akan menetralisir radikal bebas sehingga tidak mempunyai kemampuan lagi mencuri elektron dari sel dan DNA. Proses yang terjadi sebenarnya sangat komplek tapi secara sederhana dapat dilukiskan seperti ini.

freeradicals.jpg

Radikal bebas merupakan jenis oksigen yang memiliki tingkat reaktif yang tinggi dan secara alami ada didalam tubuh sebagai hasil dari reaksi biokimia di dalam tubuh. Radikal bebas juga terdapat di lingkungan sekitar kita yang berasal dari polusi udara, asap tembakau, penguapan alkohol yang berlebihan, bahan pengawet dan pupuk, sinar Ultra Violet, X-rays, dan ozon.

Radikal bebas dapat merusak sel tubuh apabila tubuh kekurangan zat anti oksidan atau saat tubuh kelebihan radikal bebas. Hal ini dapat menyebabkan berkembangnya sel kanker, penyakit hati, arthritis, katarak, dan penyakit degeneratif lainnya, bahkan juga mempercepat proses penuaan.

Radikal bebas dapat merusak membran sel serta merusak dan merubah DNA. Merubah zat kimia dalam tubuh dapat meningkatkan resiko terkena kanker serta merusak dan menonaktifkan protein.

Beberapa penyakit degeneratif berhubungan erat dengan radikal bebas. Diantaranya, kanker, penyakit jantung dan pembuluh darah, pikun, katarak, dan penurunan fungsi kognitif. Proses penuaan dini juga berhubungan dengan radikal bebas. Antioksidan dipercaya mampu untuk mencegah beberapa penyakit ini.

Tapi kini peneliti dari Kansas State University, Amerika membuktikan bahwa antioksidan dalam dosis tinggi bisa menjadi bumerang bagi tubuh.

Antioksidan hanya akan berfungsi ketika ada senyawa pro-oksidan (pemicu proses oksidasi) dalam tubuh. Ketika dosis antioksidan dan pro-oksidan tidak seimbang atau kadar antioksidan tinggi sedangkan pro-oksidan rendah, maka tubuh akan membentuk senyawa pro-oksidan untuk menyeimbangkan kadarnya dengan antioksidan, dan hal ini akan membuat sel-sel radikal bebas tidak bisa diperbaiki lagi.

"Banyak orang percaya bahwa dengan makan antioksidan sebanyak-banyaknya, manfaat untuk tubuh juga akan semakin banyak. Tapi ternyata itu salah, antioksidan dosis tinggi justru menghasilkan fungsi yang bertolak belakang, yaitu menyebabkan otot-otot melemah, nafas pendek, aliran oksigen dalam darah terhambat bahkan mempercepat penuaan," kata si peneliti, Steven Copp seperti dilansir Dailymail, Sabtu (30/1/2010).


Sebuah penelitian ilimiah yang di lakukan para pakar di Amerika Serikat menyebutkan bahwa kopi kemungkinna besar memberikan efek positif bagi kesehatan lebih besar dari pada mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran

coffee.jpg

Para ilmuwan menghitung jumlah kandungan anti-oksidan (zat anti unsur radikal bebas) pada lebih dari 100 jenis makanan termasuk sayur-sayuran, buah-buahan, kacang, aneka bumbu, minyak dan minuman. Hasil penemuan tersebut kemudian dikombinasi dengan data yang ada di Departemen Pertanian AS dan sumbangan dari setiap jenis bagi pola makan rata-rata di Amerika.

Kopi terbukti merupakan sumber anti-oksidan terbesar dari setiap kali dan tingkat konsumsi yang kemudian diikuti teh hitam, pisang, kacang-kacangan kering, dan jagung. Baik kopi berkafein atau bebas kafein keduanya memberikan sumbangan anti-oksidan sama tingkatnya.

--------------------------------------------------------------------------
Source : Dari mana-mana /ho, kalau repost :D mohon dimaafkan /sry.
 
wek....
gw suka minum itu tuh,,, mnuman teh ijo, namanya N* Green Tea... berbahaya ga tuh? tp konsumnya jg paling sminggu skali aato ga pas mau nonton d bioskop...
 
Enggak lah, kecuali kalau Qm makan terlalu banyak makanan antioksidan ;). 1x seminggu itu normal & sehat kok /no1.
 
aik... hubungannya ma stoikiometri :(
 
Antioksidan hanya akan berfungsi ketika ada senyawa pro-oksidan (pemicu proses oksidasi) dalam tubuh. Ketika dosis antioksidan dan pro-oksidan tidak seimbang atau kadar antioksidan tinggi sedangkan pro-oksidan rendah, maka tubuh akan membentuk senyawa pro-oksidan untuk menyeimbangkan kadarnya dengan antioksidan, dan hal ini akan membuat sel-sel radikal bebas tidak bisa diperbaiki lagi.

Radikal bebas=pro-oksidan kan....
Kata2nya koq aneh ya, kan katanya pro-oksidannya kurang...
tapi setelah "seimbang'' koq ada radikal bebasnya lagi/hmm
 
misalkan ada zat A yang mau dinetralisir dengan zat B... yang perbandingan zat dalam reaksi sempurnanay itu 2:3. Jika 2mL zat A sama 3mL zat B bereaksi jadi zat yang baik bagi tubuh. Tetapi jika ada 4mL zat A dan zat B nya 10mL, berarti kelebihan 4mL zat B yang tidak ikut bereaksi dong? nah...
 
misalkan ada zat A yang mau dinetralisir dengan zat B... yang perbandingan zat dalam reaksi sempurnanay itu 2:3. Jika 2mL zat A sama 3mL zat B bereaksi jadi zat yang baik bagi tubuh. Tetapi jika ada 4mL zat A dan zat B nya 10mL, berarti kelebihan 4mL zat B yang tidak ikut bereaksi dong? nah...

Nah karena tersisa 4mL zat B maka tubuh membentuk 2,xx mL zat A' kan?
disitu tertulisnya gitu... trus setelah itu jadi seimbang katanya....
hal yg membahayakan adalah :
karena seimbang ditulis zat A tidak bisa dinetralisir, kalau masih ada zat A yg harus di netralisir kenapa tubuh harus membentuk zat A agar rseimbang?...

sama saja dengan mengatakan setelah A habis masih ada A/hmm
 
ngeri juga ya, kalo gw antioksidan biasa minum vit. E setiap hari x 1 aja tapi yang dosis tinggi (400 IU) :-bd
 
@ tusuk sate
Mungkin karena bahaya radikal bebas ada dimana-mana tanpa Qt sadari ;), setelah radikal bebas yang baru Qt dapat dinetralkan Qt masih memiliki kemungkinan mendapat radikal bebas dari tempat lain.

Tapi bagi beberapa orang tertentu mereka memiliki pola hidup berbeda dan justru jarang terkena radikal bebas, karena kadar pro-oksidan dan anti-oksidan harus seimbang maka tubuh meregenerasi pro-oksidan sendiri. Dengan pembentukan pro-oksidan sendiri, ada kemungkinan pro-oksidan yang baru memiliki kekebalan tertentu dari anti-oksidan karena langsung diciptakan oleh tubuh.

Begitulah penjelasan yang kepikir :D, karena mantan anak IPS jadi enggak bisa menerangkan secara ilmiah deh ;).

Intinya kadar pro-oksidan dan anti-oksidan harus dalam level seimbang, karena kelebihan salah satunya dapat merusak tubuh /no1.
 
@ tusuk sate
Mungkin karena bahaya radikal bebas ada dimana-mana tanpa Qt sadari ;), setelah radikal bebas yang baru Qt dapat dinetralkan Qt masih memiliki kemungkinan mendapat radikal bebas dari tempat lain.

Tapi bagi beberapa orang tertentu mereka memiliki pola hidup berbeda dan justru jarang terkena radikal bebas, karena kadar pro-oksidan dan anti-oksidan harus seimbang maka tubuh meregenerasi pro-oksidan sendiri. Dengan pembentukan pro-oksidan sendiri, ada kemungkinan pro-oksidan yang baru memiliki kekebalan tertentu dari anti-oksidan karena langsung diciptakan oleh tubuh.

Begitulah penjelasan yang kepikir :D, karena mantan anak IPS jadi enggak bisa menerangkan secara ilmiah deh ;).

Intinya kadar pro-oksidan dan anti-oksidan harus dalam level seimbang, karena kelebihan salah satunya dapat merusak tubuh /no1.

Sebenarnya masih ada yg pengen gw pertanyakan, tapi sudah lah/hmm...
mungkin agak susah ngejelasin lewat tulisan2...
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.