• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Dua Jenis Logika

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. arcala
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

arcala

IndoForum Beginner A
No. Urut
89881
Sejak
20 Jan 2010
Pesan
1.120
Nilai reaksi
71
Poin
48
Dua Jenis Logika​

Tulisan berikut merupakan penjabaran sewenang-wenang saya atas buku Dr. Stephen Palmquist "The Tree of Philosophy", pada bab kedua, yang membahas tentang logika. Tulisan beliau mengenai logika tersebut sangat berpengaruh pada cara berpikir saya sampai sekarang. Tulisan ini juga saya tulis karena pengaruhi oleh perdebatan di thread sebelah.

Sekarang saya akan coba menjabarkan disini, siapa tahu bisa merusak memperkaya cara berpikir kita :D

Inilah jenis logika yang paling umum (bersifat identitas dan non-kontradiksi) yang mudah diterima dimana-mana, yaitu logika analitik:

A = A (A adalah A)

B = B (B adalah B)

A ≠ B (A Bukanlah B)

Kemudian inilah jenis "logika gila" (bersifat non-identitas dan kontradiksi) yang dianut oleh orang-orang yang sering dituding gila, yaitu logika sintetik:

A ≠ A (A bukanlah A)

B ≠ B (B bukanlah B)

A = B (A adalah B)

Kalau logika analitik yang umum, gak perlu terlalu dibahaslah, toh itu begitu mudah diterima oleh akal bukan? Saya lebih tertarik untuk membahas jenis logika yang kedua, yaitu logika sintetik. Apakah logika tersebut memang benar-benar logika "gila"???



Sedikit contoh:
Kalau ada yang bilang hitam = putih, mungkin orang ini kurang beres penglihatannya, jelas-jelas kedua warna itu berlawanan banget kok! Yang satu cerah banget, yang lainnya gelap banget. (kontradiksi!)

Terus kalau ada yang bilang bahwa "hitam bukanlah hitam", mungkin dia gak waras kali yee? (non-identitas!)

Apa betul bahwa beberapa contoh penerapan logika sintetik diatas adalah hal-hal yang tak masuk di akal, kecuali di kepala orang-orang gila? :D

/hmm mungkin akan sedikit lebih membantu kalau saya coba ilustrasikan cara kerja logika sintetik ini, dengan dua buah gambar. Yang pertama adalah simbol yin dan yang:

180px-Yin_yang.svg.png

Di gambar tersebut terlihat bahwa hitam bukanlah hitam belaka karena ada putih di dalamnya, dan putih tidaklah "maha suci" karena ada noktah hitam dikandungnya. Tidak ada identitas yang mutlak

Dan mungkin gambar dibawah soal bisa menjelaskan mengenai adanya persamaan di dalam kontradiksi.

ASDQQQ.jpg

Gambar diatas menunjukkan bahwa ternyata hitam dan putih yang berbeda secara permukaan ternyata memiliki persamaan di kedalaman, yaitu sama-sama warna!

Well… jadinya kalo ada orang-orang yang berkoar-koar akan hal-hal nan kontradiktif seperti misalnya: "Semua agama adalah SAMA (padahal udah jelas-jelas berbeda nama, ritual bahkan nama Tuhan-nya)" atau "Aku adalah Tuhan (kok berani-beraninya mahluk menyamakan diri dengan khalik?)", mungkin saja mereka sedang menggunakan logika sintetik. Jadi jangan buru-buru mencap mereka gila atau sesat yah? Gak baek itu…. :D
 
Mungkin kategori persamaan dalam ketidaksamaan, ada hubungan yang memang tidak dapat dipisahkan (dalam hal fakta bukan fiksi).

Ya begitulah maksudnya... :D
 
Well… jadinya kalo ada orang-orang yang berkoar-koar akan hal-hal nan kontradiktif seperti misalnya: "Semua agama adalah SAMA (padahal udah jelas-jelas berbeda nama, ritual bahkan nama Tuhan-nya)" atau "Aku adalah Tuhan (kok berani-beraninya mahluk menyamakan diri dengan khalik?)", mungkin saja mereka sedang menggunakan logika sintetik. Jadi jangan buru-buru mencap mereka gila atau sesat yah? Gak baek itu…. :D

Logika sintetik dapat diterima bila disertai penjelasan, soalnya kalo ga dijelaskan pasti banyak orang2 yg salah paham...

"Semua Agama sama", sama2 bertujuan baik, sama2 menyembah "yang maha kuasa", dll

"Aku adalah Tuhan", Karena Aku di pakai oleh Tuhan, perbuatan dan perkataanku mencerminkan perbuatan Tuhan


Gitu kah???
 
wah masih gag mudeng ni, ky nya harus ada nalar nya,,,, menurut ku itu di luar nalar klo begitu cara meng uraikannya, coba yin yang, biar dikata si putih ada nodanya tapi yg penting kan banyak baiknya/besar baiknya, sehingga titik hitam bukanlah sebuah masalah, namun si hitam walau ada putih nya khan cuma dikit atau bisa kita katakan buanyak salahnya/keburukannya.........begitu mungkin???
 
wah masih gag mudeng ni, ky nya harus ada nalar nya,,,, menurut ku itu di luar nalar klo begitu cara meng uraikannya, coba yin yang, biar dikata si putih ada nodanya tapi yg penting kan banyak baiknya/besar baiknya, sehingga titik hitam bukanlah sebuah masalah, namun si hitam walau ada putih nya khan cuma dikit atau bisa kita katakan buanyak salahnya/keburukannya.........begitu mungkin???

Bukan kayaknya, maksudnya mau di bilang hitam tapi ada putih di dalamnya,
mau bilang putih tapi ada hitam di dalammnya, jadi bisa di jawab putih atau hitam, tergantung cara menafsirkan dan pandang...
 
/hmm

saya berikan satu contoh mengenai logika sintetik :

Syekh Siti Jenar, pada awalnya adalah seorang dari anggota wali songo tapi kemudian dia di asingkan dari pergaulan para wali. mengapa?? karena dia berucap "Tuhan ada dalam diriku". lalu para wali menguburkannya hidup - hidup agar dia tidak mengajarkan ajarannya tersebut kepada masyarakat banyak. tapi tahukah anda?? Syekh siti jenar tidak pernah di benci oleh para wali, bahkan dia dianggap orang yang sangat dekat dengan tuhannnya (dalam hal ini Allah SWT). dan pidato Sunan Ampel (sebagai wali yang dianggap tertua) pada saat penguburannya adalah : "Sesungguhnya engkau berdosa di mata manusia, tetapi engkau adalah orang beriman di mata Allah".

kata-kata yang diucapkan oleh Syekh siti jenar termasuk logika sintetik, dimana hanya orang yang sangat² paham dengan akar persoalan suatu masalah yang dapat memahami kata² tersebut. sementara orang awam yang cara pikirnya masih sangat sederhana tidak dapat menangkap atau mencerna kata-kata tersebut dengan baik.

artinya, logika sintetik disini dimaksudkan sebagai "Logika yang hanya bisa diterima oleh orang² tertentu, sementara orang umum akan menganggap itu sebagai sebuah kegilaan". dengan kata lain "Dalam setiap pernyataan selalu ada kebenaran, tergantung dari mana seseorang melihat pernyataan tersebut".
 
^
Artinya cocok dong yg gw bilang di atas2....
 
yup..:D
dengan sedikit penambahan.., "pada umumnya hanya orang yang sangat² paham dengan akar persoalan suatu masalah yang dapat mengerti"..

:D

Sayangnya orang2 bebal yg hanya mempertahankan pendapat dirinya sendiri ga mau mengakui logika sintetik ini, malah di caci maki...
 
hmm..... coba ditilik lagi ini "Logika yang hanya bisa diterima oleh orang² tertentu, sementara orang umum akan menganggap itu sebagai sebuah kegilaan"... apa yg dimaksud dg orang2 tertentu....sedang seperti apa definisi orang umum.....untuk syekh siti jennar itu.... coba perhatikan batasannya...atau sebaiknya jgn dibahas disini...g enak ama yg lain saya...ntar jadi oot....,

manusia bisa mewujudkan apa saja keinginnannya tapi tetap perhatikan batasan diantara keduanya yaitu perbedaan kontras antara hitam dan putih, ada yg hitam, ada yg putih ada yg keduanya sama2 dimiliki dalam satu jiwa manusia....dua2 beda walau dalam satu jiwa...itulah fikiran
 
Dua Jenis Logika​

Inilah jenis logika yang paling umum (bersifat identitas dan non-kontradiksi) yang mudah diterima dimana-mana, yaitu logika analitik:

A = A (A adalah A)

B = B (B adalah B)

A ≠ B (A Bukanlah B)

Kemudian inilah jenis "logika gila" (bersifat non-identitas dan kontradiksi) yang dianut oleh orang-orang yang sering dituding gila, yaitu logika sintetik:

A ≠ A (A bukanlah A)

B ≠ B (B bukanlah B)

A = B (A adalah B)

Kalau logika analitik yang umum, gak perlu terlalu dibahaslah, toh itu begitu mudah diterima oleh akal bukan? Saya lebih tertarik untuk membahas jenis logika yang kedua, yaitu logika sintetik. Apakah logika tersebut memang benar-benar logika "gila"???

bukannya gila, cuma itu adalah ingkaran, ini bedasarkan "Logical and statement", dasar dari algoritma

kalo pernyataan menurut kebenaran gw kasi contoh

misal p : A = A : Bernilai Benar/True
Nah, bila dingkarkan pastinya menggunakan tanda [~] yg berarti kebalikan dari sebuah pernyataan

misal ~p : A ≠ A : Bernilai Salah/False

nah ini juga berisikan yang mana fakta atau kebohongan, benar dan salah, dan macem2

klo di matematika biner ya ada dua bilangan yaitu 0 dan 1

[ 1 : True ]
[ 0 : False]

semoga mengerti :D
 
wah ini ilmu manteb banget

khusus orang orang open minded nih
 
^
ga juga :D

pokoknya ini mudah kok :)
tu sebenernya ada pelajarannya kok di SMA kelas 1, matematika dasar :D
 
bukannya gila, cuma itu adalah ingkaran, ini bedasarkan "Logical and statement", dasar dari algoritma

kalo pernyataan menurut kebenaran gw kasi contoh

misal p : A = A : Bernilai Benar/True
Nah, bila dingkarkan pastinya menggunakan tanda [~] yg berarti kebalikan dari sebuah pernyataan

misal ~p : A ≠ A : Bernilai Salah/False

nah ini juga berisikan yang mana fakta atau kebohongan, benar dan salah, dan macem2

klo di matematika biner ya ada dua bilangan yaitu 0 dan 1

[ 1 : True ]
[ 0 : False]

semoga mengerti :D

Sepertinya itu hanya contoh, ga ada hubungannya dengan logika matematika... kalau di contohkan dengan ingkaran A=A ga masuk jadinya....
 
^
bukannya ga ada... tapi memang ada... bukan dihubung2kan tapi memang berhubungan
hanya saja dlm berbentuk pernyataan..../hmm

yg ingkaran A=A, ya itu dia kalo di nilai skrg bdsarkan akal sih bernilai salah....
makanya... maksudnya bgt :D
 
^
bukannya ga ada... tapi memang ada... bukan dihubung2kan tapi memang berhubungan
hanya saja dlm berbentuk pernyataan..../hmm

yg ingkaran A=A, ya itu dia kalo di nilai skrg bdsarkan akal sih bernilai salah....
makanya... maksudnya bgt :D

Kalo yg gw tangkap maksudnya sih perbedaan cara pandang...
yg negasi A=A Bernilai salah tapi ada yg seperti itu? gitu maksudnya?
 
logika yang cukup ribet untuk orang yang pikirannya tertutup.../gg

tapi kalo diandaikan seperti contohnya si arcala, masuk akal juga.../hmm
 
hmm klo yg ingkaran aku mudeng spt yg dijelasin sm mas alchemis...........cuma masih ada yg ganjel gitu aja mungkin kah aku punya pikiran yg tak terbuka atu iq ku yg jongkok..........nyoba cari wangsit dlu wkwkwkwkwkwkw
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.