• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Dunia Akui Aksara Jawa

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. goesdun
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

goesdun

IndoForum Junior A
No. Urut
32661
Sejak
7 Feb 2008
Pesan
3.024
Nilai reaksi
66
Poin
48
1735277p.jpg


Sejak 2 Oktober 2009, dunia telah mengakui Aksara Jawa (ha na ca ra ka), sehingga aksara Jawa kini dapat dipakai untuk komputer seperti aksara Latin, China, Arab, Jepang, dan sebagainya.

"Aksara Jawa sudah diakui UNICODE (lembaga dalam naungan UNESCO yang menangani standar kode aksara pada komputer di dunia)," kata Redaktur Pelaksana Majalah Berbahasa Jawa ’Panyebar Semangat’ Aryo Tumoro di Surabaya, Senin.

Ia mengatakan, aksara Jawa itu didaftarkan Ki Demang Sokowaten (Yogyakarta) pada 9 September 2007, dan diakui UNICODE mulai 2 Oktober 2009 atau bersamaan pengakuan UNESCO terhadap Batik.

"Dengan pengakuan itu, kita dapat meminta kepada ’programer’ komputer untuk memasukkan aksara Jawa ke dalam ’font’ pada komputer kita," katanya ketika ditemui di kantor ’Panyebar Semangat’ di Jln. Bubutan 97, Surabaya.

Selain pengusulan aksara Jawa, katanya, Ki Demang Sokowaten juga meluncurkan situs/laman di dunia maya sejak 6 Januari 2006 dengan alamat: Ki-Demang.com. "Situs berbahasa Jawa itu berisi penanggalan Jawa, Macapat, Gamelan, Pakeliran, Piwulang Kautaman, hingga Kuliner Masakan Jawa," ujarnya mengungkapkan.

Bahkan, katanya, Ki Demang juga menyelipkan Cerita Cekak Jawa (cerita pendek berbahasa Jawa), bahkan ada juga "fitur" tentang tata cara menentukan karakter menurut "Weton". "Yang jelas, laman itu membantu ’nguri-nguri’ (melestarikan) Bahasa Jawa yang penuturnya juga makin menyusut. Ki Demang melakukan terobosan yang cerdas," katanya. *ABI / Antara
 
Maaf bos...... :D
klo bisa tolong dibahas juga tentang bhs. Bali yang asalnya dari bhs. Jawa dengan meninggalkan 2 huruf di Jawa sedangkan yang ke Bali hanya 28 huruf sedangkan yang aslinya di Jawa adalah 30 huruf,

Jadi tertinggal di Jawa 2 huruf makanya huruf di Bali agak sedikit berbeda dengan di Jawa,

Terima kasih,....:)

note: maksudnya relevansi antara bhs. Jawa dengan bhs. Bali bos..... :D
 
mantab, skrg indonesia dah punya font yg diakui UNESCO :-bd
 
Ha na ca ra ka , jadi inget pelajaran jaman SD dulu. >:D<
 
wah.. mantap neh sekarang dunia mengakui aksara jawa..
 
Maaf bos...... :D
klo bisa tolong dibahas juga tentang bhs. Bali yang asalnya dari bhs. Jawa dengan meninggalkan 2 huruf di Jawa sedangkan yang ke Bali hanya 28 huruf sedangkan yang aslinya di Jawa adalah 30 huruf,

Jadi tertinggal di Jawa 2 huruf makanya huruf di Bali agak sedikit berbeda dengan di Jawa,

Terima kasih,....:)

note: maksudnya relevansi antara bhs. Jawa dengan bhs. Bali bos..... :D


HA-NA-CA-RA-KA yang terkait dengan Aksara Bali, terdapat pada thread KELAHIRAN HA-NA-CA-RA-KA : http://indoforum.org/showthread.php?p=245561#post245561

Aji Saka
Pada abad ke-4 Masehi agama Hindu telah berkembang di Indonesia Sistem penanggalan Saka pun telah berkembang pula di Indonesia. Itu dibawa oleh seorang pendeta bangsa Saka yang bergelar Aji Saka dari Kshatrapa Gujarat (India) yang mendarat di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, pada tahun 456 Masehi.

Demikianlah awal mula perkembangan Tahun Saka di Indonesia. Pada zaman Majapahit, Tahun Saka benar-benar telah eksis menjadi kalender kerajaan. Di Kerajaan Majapahit pada setiap bulan Caitra (Maret), Tahun Saka diperingati dengan upacara keagamaan. Di alun-alun Majapahit, berkumpu seluruh kepala desa, prajurit, para sarjana, Pendeta Siwa, Budha dan Sri Baginda Raja. Topik yang dibahas dalam pertemuan itu adalah tentang peningkatan moral masyarakat.

Perayaan Tahun Saka pada bulan Caitra ini dijelaskan dalam Kakawin Negara Kertagama oleh Rakawi Prapanca pada Pupuh VIII, XII, LXXXV, LXXXVI - XCII. Di Bali, perayaan Tahun Saka ini dirayakan dengan Hari Raya Nyepi berdasarkan petunjuk Lontar Sundarigama dan Sanghyang Aji Swamandala. Hari Raya Nyepi ini dirayakan pada Sasih Kesanga setiap tahun. Biasanya jatuh pada bulan Maret atau awal bulan April. Beberapa hari sebelum Nyepi, diadakan upacara Melasti atau Melis dan ini dilakukan sebelum upacara Tawur Kesanga. Upacara Tawur Kesanga ini dilangsungkan pada tilem kesanga. Keesokan harinya, pada tanggal apisan sasih kadasa dilaksanakan brata penyepian. Setelah Nyepi, dilangsungkan Ngembak Geni dan kemudian umat melaksanakan Dharma Santi.


Aksara Dasar Hanacaraka Jawa (20 Aksara) :


Aksara Dasar Hanacaraka Bali (18 aksara):


Karena "Dha - Tha" sebagai perlambang kematian, maka pada versi Bali dihilangkan, dengan harapan Bali tidak akan pernah pudar.
 
HA-NA-CA-RA-KA yang terkait dengan Aksara Bali, terdapat pada thread KELAHIRAN HA-NA-CA-RA-KA : http://indoforum.org/showthread.php?p=245561#post245561

Pada abad ke-4 Masehi agama Hindu telah berkembang di Indonesia Sistem penanggalan Saka pun telah berkembang pula di Indonesia. Itu dibawa oleh seorang pendeta bangsa Saka yang bergelar Aji Saka dari Kshatrapa Gujarat (India) yang mendarat di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, pada tahun 456 Masehi.

Demikianlah awal mula perkembangan Tahun Saka di Indonesia. Pada zaman Majapahit, Tahun Saka benar-benar telah eksis menjadi kalender kerajaan. Di Kerajaan Majapahit pada setiap bulan Caitra (Maret), Tahun Saka diperingati dengan upacara keagamaan. Di alun-alun Majapahit, berkumpu seluruh kepala desa, prajurit, para sarjana, Pendeta Siwa, Budha dan Sri Baginda Raja. Topik yang dibahas dalam pertemuan itu adalah tentang peningkatan moral masyarakat.

Perayaan Tahun Saka pada bulan Caitra ini dijelaskan dalam Kakawin Negara Kertagama oleh Rakawi Prapanca pada Pupuh VIII, XII, LXXXV, LXXXVI - XCII. Di Bali, perayaan Tahun Saka ini dirayakan dengan Hari Raya Nyepi berdasarkan petunjuk Lontar Sundarigama dan Sanghyang Aji Swamandala. Hari Raya Nyepi ini dirayakan pada Sasih Kesanga setiap tahun. Biasanya jatuh pada bulan Maret atau awal bulan April. Beberapa hari sebelum Nyepi, diadakan upacara Melasti atau Melis dan ini dilakukan sebelum upacara Tawur Kesanga. Upacara Tawur Kesanga ini dilangsungkan pada tilem kesanga. Keesokan harinya, pada tanggal apisan sasih kadasa dilaksanakan brata penyepian. Setelah Nyepi, dilangsungkan Ngembak Geni dan kemudian umat melaksanakan Dharma Santi.

Aksara Dasar Hanacaraka Jawa (20 Aksara) :


Aksara Dasar Hanacaraka Bali (18 aksara):


Karena "Dha - Tha" sebagai perlambang kematian, maka pada versi Bali dihilangkan, dengan harapan Bali tidak akan pernah pudar.
jika melihat pada link yang bos kasi,
http://indoforum.org/showpost.php?p=245566&postcount=4
apa jika ada huruf yang dihilangkan tidak akan mengurangi maknanya bos, seperti yang di post oleh PI:

Ajaran filsafat hidup berdasarkan aksara Jawa itu sebagai berikut :

Ha-Na-Ca-Ra-Ka berarti ada " utusan " yakni utusan hidup, berupa nafas yang berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasat manusia. Maksudnya ada yang mempercayakan, ada yang dipercaya dan ada yang dipercaya untuk bekerja. Ketiga unsur itu adalah Tuhan, manusia dan kewajiban manusia ( sebagai ciptaan )

Da-Ta-Sa-Wa-La berarti manusia setelah diciptakan sampai dengan data " saatnya ( dipanggil ) " tidak boleh sawala " mengelak " manusia ( dengan segala atributnya ) harus bersedia melaksanakan, menerima dan menjalankan kehendak Tuhan

Pa-Dha-Ja-Ya-Nya berarti menyatunya zat pemberi hidup ( Khalik ) dengan yang diberi hidup ( makhluk ). Maksdunya padha " sama " atau sesuai, jumbuh, cocok " tunggal batin yang tercermin dalam perbuatan berdasarkan keluhuran dan keutamaan. Jaya itu " menang, unggul " sungguh-sungguh dan bukan menang-menangan " sekedar menang " atau menang tidak sportif.

Ma-Ga-Ba-Tha-Nga berarti menerima segala yang diperintahkan dan yang dilarang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Maksudnya manusia harus pasrah, sumarah pada garis kodrat, meskipun manusia diberi hak untuk mewiradat, berusaha untuk menanggulanginya.

Jadi bisa saja makna huruf itu akan berbeda, tolong dijelaskan lagi bos.... :)
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.