• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Pola Pendidikan Anak yang Tidak Baik

semutsedeng

IndoForum Senior C
No. Urut
69471
Sejak
27 Apr 2009
Pesan
5.596
Nilai reaksi
138
Poin
63
Pola pendidikan anak-anak yang tidak sesuai sejak kecil, bisa mempengaruhi masa depannya atau bahkan seumur hidupnya. Bukan saja tidak bisa membuat anak-anak hidup bahagia, perkembangan terhadap keperibadian fisiknya juga tidak baik. Jika salah satu dari beberapa item berikut ini sesuai dengan pola anda, maka tolong pertimbangkanlah baik-baik bagaimana mengubahnya, jangan sampai mengulangi kesalahan yang sama dan melukai anak-anak.

1.Tipe Perfeksionis
Sifat perfeksionisme, selalu menuntut kesempurnaan atas segala hal yang dikerjakan sang anak, bahkan hampir menuntut yang berlebihan. Menuntut sang anak harus mencapai standar dan permintaan orang tua atas hal apa saja yang dikerjakannya, tidak boleh melakukan kesalahan. Tekanan psikologis anak di bawah pola pendidikan seperti ini sangat berat, kemampuan menanggung beban kegagalan sangat rendah, hubungan antara orang tua dan anak juga akan tegang.

2.Tipe Harapan
Penuh harapan terhadap anak, mengabaikan kemampuan dan hobi sang anak lalu membina dan mendidik anak di semua bidang, rela mengeluarkan biaya yang besar untuk mendidik sang “genius” kesayangan. Pola didik seperti ini bukan saja akan membuat lelah jasmani dan rohani orang tua, juga akan membuat kemampuan belajar anak yang paling dasar bisa hilang. Tidak bergairah dan kehilangan semangat terhadap apa saja, akibatnya tidak ada satu pun usaha yang berhasil.

Memenuhi semua permintaan anak, apa saja menuruti kehendak anak, pantang membiarkan anak mengalami kesulitan, melakukan setiap hal untuknya. Meskipun ia melakukan kesalahan, selalu saja dilindungi, melemparkan tanggung jawab kepada orang lain. Pola didik seperti ini akan melahirkan sebuah “penguasa kecil yang lalim”, kelak akan sulit beradaptasi dengan kehidupan komunitas di masyarakat, akibatnya menjadi seorang yang dibenci.

3.Tipe Khawatir yang Berlebihan
Khawatir yang berlebihan terhadap pergaulan sosial, sandang pangan dan tempat tinggal anak, mengatur dengan matang setiap perencanaan, tidak percaya anak punya kemampuan menyelesaikan setiap hal ihwal; khawatir ada hal-hal kecil terjadi pada anak, setiap saat selalu mencemaskan anak. Pola didik seperti ini hanya akan membuat anak terlalu berlebihan menggantungkan diri, tidak mempunyai kemampuan sedikitpun untuk mengurus diri sendiri, juga akan membuatnya tertular kecemasan orang tua dan tidak bisa tumbuh dalam kebahagiaan, dan bahkan bisa menimbulkan reaksi psikologis yang tidak baik buat anak.

4.Tipe Pengecam, Pemarah dan PemukuL
Biasanya hanya melihat sisi negatif anak, tidak melihat sisi positifnya: mengawasi setiap gerak gerik anak setiap saat, mengorek kebiasaan anak. Jika sedikit terjadi hal-hal sepele langsung marah dan memukul, akibatnya sang anak tumbuh dan hidup dalam ketakutan. Anak yang tumbuh di bawah pendidikan demikian, kemampuan terhadap keyakinan diri sendiri sangat buruk, dan dapat mengakibatkan liku-liku psikologi yang serius, bahkan sangat membenci orang tua.

Pola pendidikan yang tidak sesuai sangat banyak, secara garis besar seperti beberapa point yang disimpulkan tersebut di atas. Setiap anak merupakan harta orang tua, namun, pola didik masing-masing tidak sama. Jika anda menginginkan agar anak bahagia, memiliki kepribadian yang sehat, pintar dan menonjol, maka anda harus mengubah diri, menemukan cara terbaik membimbing mereka, dengan begitu anda baru bisa memperoleh “mustika” yang cemerlang.

Bagaimana tanggapan kalian soaL cara ini ?

erabaru
 
Bener tuh, trus buat org tua jangan sekali2 bilang anaknya "ga bisa ini, ga bisa itu", ntar jadinya malas berusaha...

ntar kaya gw, hahahaha
 
acuan dan landasan teorinya masih gelap neh...he..he..tinggal teory siapa yg dipake
 
^
Sekalipun gelap, thread ini sangat berguna. Coba saja buktikan! Seharusnya setiap orang tua bisa menyeimbangkan perhatian dan disiplin serta teguran dan pujian /no1
 
ga ada orangtua yg sempurna, karena mereka manusia juga...
Kita belajar dari pengalaman pribadi aja, apa yg kira2 orangtua berikan pada kita, yg mana yg baik, yg mana harus dirubah nantinya...
 
@atas iy thu mmg pengalaman thu adl guru yg plg de best d..
 
Memang tekadang orang tua menerapkan poLa pendidikan yang tidak tepat pada anaknya. Tapi yang perLu jadi perhatian adalah kehendak orang tua seperti itu hanya demi kebaikan sang anak, bukan untuk orang tua, mungkin haL ini yang perLu di pahami lagi oLeh sang anak..
 
aduh gw kejebak tuh diantara bokap gw yg perfeksionis tapi khawatiran, sama nyokap yang tipe harapan =))
gw ngga perfect amat sih tapi klo disuru berusaha ya gw berusaha :)
 
^
Sekalipun gelap, thread ini sangat berguna. Coba saja buktikan! Seharusnya setiap orang tua bisa menyeimbangkan perhatian dan disiplin serta teguran dan pujian /no1

maksud ane kita juga harus tahu pendekatan teoritisnya dari mana..karena anak itu adalah manusia:D

perlakuan manusia (anak) pada satu perlakuan , biasakan belum tentu akan sama pasti hasilnya terhadap manusia (anak) lainnya walaupun perlakuannya sama . Namana juga manusia. :D
 
Iya nih bos, susah juga antara memberi tapi tidak memanjakan, tegas dan disipilin namun toleran... mungkin seiring waktu berjalan serta pengalaman dan pembelajaran konsep orang lain yang sudah terlebih dahulu mendidik dan membesarkan anak, kita jadi lebih memahami dan menjadi orang tua yang lebih baik lagi.... Amin.
 
maksud ane kita juga harus tahu pendekatan teoritisnya dari mana..karena anak itu adalah manusia:D

perlakuan manusia (anak) pada satu perlakuan , biasakan belum tentu akan sama pasti hasilnya terhadap manusia (anak) lainnya walaupun perlakuannya sama . Namana juga manusia. :D

Ya, yang dikatan oLeh bang jud ada benarnya, karena sikap dan poLa pikir anak-anak itu beragam..
Lalu, menuruT bang jud sendiri, konsep atau teori seperti apa yang baik untuk di terapkan ?
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.