Constantine
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 64676
- Sejak
- 19 Feb 2009
- Pesan
- 6.946
- Nilai reaksi
- 320
- Poin
- 83
Bagi kalian penggemar mie ayam, mie goreng, ato mungkin makanan Jepang dan China, sumpit bukanlah benda yang asing. Kalo makan mie ga pake sumpit rasana kurang puas juga....hehehe....dibalik kesederhanaan dua batang penjepit yang membantu makan kita, ternata ada kisah yang cukup menarik loh ^^
Sumpit adalah bagian dari kebudayaan Tionghoa yang sudah ada sejak 5000 tahun lalu. Dahulu, alat bantu untuk makan ini disebut sebagai "zhu". Namun menurut penghuni perahu selatan, kata "zhu" ini dianggap sebagai sesuatu yang tak menguntungkan karena "zhu" terdengar seperti "berhenti" -- yang menyarankan agar kapal-kapal tak bergerak. Karena hal inilah akhirnya "zhu" diganti dengan pengucapan "kuai zi". "Kuai" sendiri memiliki bunyi yang sama dengan kuai (cepat) yang berarti kapal yang berlayar cepat.
Bentuk sumpit dahulu masih berupa batang bambu dan ranting kayu yang digunakan untuk memungut makanan. Memasuki abad ke-8 masehi, sumpit sudah menjadi peralatan makan yang umum bagi suku Uigur yang tinggal di wilayah Stepa, Mongolia. Setelah abad ke-14, di masa Dinasti Ming dan Qing, sumpit sudah menjadi barang terkenal melebihi sendok.
Konon, asal mula ditemukannya sumpit sendiri berasal dari seorang kakek bernama Jiang Zi Ya yang hidup bersama istrinya dalam kemiskinan. Sang istri menaruh dendam pada suaminya karena dia harus terseret dalam kehidupan sulit dan serba kekurangan. Singkat cerita, si istri kemudian berniat meracuni suaminya melalui makanan. Saat si kakek akan memakannya, seekor burung tiba-tiba mematuk tangannya dan menuntunnya ke hutan bambu. Di hutan bambu itulah si burung berbicara pada si kakek, "Jangan pakai tanganmu untuk mengambil makanan. Gunakanlah tumbuhan ini."
Setelah itu, si kakek kemudian mengambil makanan beracun itu dengan batang bambu. Saat menyentuh makanan tersebut, batang bambu itu mengeluarkan asap hijau. Sejak saat itulah Jing Ji Ya mengerti bahwa batang bambu bisa menguji racun dan memanfaatkannya sebagai alat bantu makannya. Para tetangganya kemudian juga mengikuti contoh tersebut hingga kebiasaan ini terus turun temurun dari generasi ke generasi.
Selain sebagai alat bantu makan, di Tiongkok sumpit juga memiliki arti yang lebih. Sumpit bisa menunjukan status sosial seseorang. Orang-orang kaya pada zaman dulu memakai sumpit dari gading dan emas. Keluarga kerajaan menggunakn sumpit dari perak yang bisa mendeteksi racun pada makanan untuk mencegah pembunuhan.
Di masa pemerintahan Kaisar Xuan Zong di Dinasti Tang, Perdana Menteri Song Jing selalu menghadiakan sepasang sumpit pada pegawainya agar karakter pegawai tersebut lurus seperti sepasang sumpit.
Penggunaan sumpit sebagai peralatan makan utama, khususnya masakan Timur, semakin populer dari abad ke abad. Tak menjadi heran jika akhirnya semakin banyak sumpit bernilai seni yang dibuat. Sumpit-sumpit inibiasanya dihiasi dengan lukisan bunga, burung, serangga, ikan, naga, phoenix, unicorn, dan kepala singa. Kadang logam mulia atau batu berharga seperti giok dan mutiara juga digunakan untuk menghiasi sumpit tersebut.
Ternata yah....ada makna tersendiri dibalik sumpit. ^^
========
thank's = GRP
repost = close
salah tempat = pindah
========
Sumpit adalah bagian dari kebudayaan Tionghoa yang sudah ada sejak 5000 tahun lalu. Dahulu, alat bantu untuk makan ini disebut sebagai "zhu". Namun menurut penghuni perahu selatan, kata "zhu" ini dianggap sebagai sesuatu yang tak menguntungkan karena "zhu" terdengar seperti "berhenti" -- yang menyarankan agar kapal-kapal tak bergerak. Karena hal inilah akhirnya "zhu" diganti dengan pengucapan "kuai zi". "Kuai" sendiri memiliki bunyi yang sama dengan kuai (cepat) yang berarti kapal yang berlayar cepat.
Bentuk sumpit dahulu masih berupa batang bambu dan ranting kayu yang digunakan untuk memungut makanan. Memasuki abad ke-8 masehi, sumpit sudah menjadi peralatan makan yang umum bagi suku Uigur yang tinggal di wilayah Stepa, Mongolia. Setelah abad ke-14, di masa Dinasti Ming dan Qing, sumpit sudah menjadi barang terkenal melebihi sendok.
Konon, asal mula ditemukannya sumpit sendiri berasal dari seorang kakek bernama Jiang Zi Ya yang hidup bersama istrinya dalam kemiskinan. Sang istri menaruh dendam pada suaminya karena dia harus terseret dalam kehidupan sulit dan serba kekurangan. Singkat cerita, si istri kemudian berniat meracuni suaminya melalui makanan. Saat si kakek akan memakannya, seekor burung tiba-tiba mematuk tangannya dan menuntunnya ke hutan bambu. Di hutan bambu itulah si burung berbicara pada si kakek, "Jangan pakai tanganmu untuk mengambil makanan. Gunakanlah tumbuhan ini."
Setelah itu, si kakek kemudian mengambil makanan beracun itu dengan batang bambu. Saat menyentuh makanan tersebut, batang bambu itu mengeluarkan asap hijau. Sejak saat itulah Jing Ji Ya mengerti bahwa batang bambu bisa menguji racun dan memanfaatkannya sebagai alat bantu makannya. Para tetangganya kemudian juga mengikuti contoh tersebut hingga kebiasaan ini terus turun temurun dari generasi ke generasi.
Selain sebagai alat bantu makan, di Tiongkok sumpit juga memiliki arti yang lebih. Sumpit bisa menunjukan status sosial seseorang. Orang-orang kaya pada zaman dulu memakai sumpit dari gading dan emas. Keluarga kerajaan menggunakn sumpit dari perak yang bisa mendeteksi racun pada makanan untuk mencegah pembunuhan.
Di masa pemerintahan Kaisar Xuan Zong di Dinasti Tang, Perdana Menteri Song Jing selalu menghadiakan sepasang sumpit pada pegawainya agar karakter pegawai tersebut lurus seperti sepasang sumpit.
Penggunaan sumpit sebagai peralatan makan utama, khususnya masakan Timur, semakin populer dari abad ke abad. Tak menjadi heran jika akhirnya semakin banyak sumpit bernilai seni yang dibuat. Sumpit-sumpit inibiasanya dihiasi dengan lukisan bunga, burung, serangga, ikan, naga, phoenix, unicorn, dan kepala singa. Kadang logam mulia atau batu berharga seperti giok dan mutiara juga digunakan untuk menghiasi sumpit tersebut.
Ternata yah....ada makna tersendiri dibalik sumpit. ^^
========
thank's = GRP
repost = close
salah tempat = pindah
========


