• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Tahukan anda soal Imam Mahdi

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Founts
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Founts

IndoForum Newbie F
No. Urut
70396
Sejak
10 Mei 2009
Pesan
2
Nilai reaksi
0
Poin
1
Imam mahdi atau al mahdi
akan muncul pada masa kedatangan dajjal .
dia adalah pemimpin umat islam untuk melawan setan
al masih ad-dajjal

apakah ada tambahan buat imam mahdi
 
Imam Mahdi dan Khilafah

Soal:

Keyakinan kaum Muslim akan kembalinya Khilafah ‘ala Minhaj Nubuwwah semakin meningkat. Namun, ada sebagian yang percaya, bahwa Khilafah akan berdiri sendiri, karena sudah merupakan janji Allah. Caranya, dengan menurunkan Imam Mahdi. Pertanyaannya, benarkan Imam Mahdi yang akan mendirikan Khilafah? Ataukah kaum Muslim yang mendirikannya, kemudian lahirlah Imam Mahdi?

Jawab:

1- Kalaupun ada hadits yang menunjukkan Imam Mahdi akan mendirikan, maka hadits tersebut tetap tidak boleh dijadikan alasan untuk menunggu berdirinya Khilafah. Karena berjuang untuk menegakkan Khilafah hukumnya tetap wajib bagi kaum Muslimin, sebagaimana hadits Nabi:

مَنْ خَلَعَ يَدًا مِنْ طَاعَةِ اللهِ لَقِيَ اللهَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَحُجَّةَ لَهُ، وَمَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِيْ عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّةً

“Siapa saja yang melepaskan tangannya dari ketaatan kepada Allah, niscaya dia akan menjumpai Allah pada Hari Kiamat dengan tanpa mempunyai hujah. Dan, siapa saja yang mati sedangkan di atas pundaknya tidak terdapat bai’at, maka dia mati dalam keadaan jahiliyah.” (Hr. Muslim)[1]

Manthuq hadits di atas menyatakan, bahwa “Siapa saja yang mati, ketika Khilafah sudah ada, dan di atas pundaknya tidak ada bai’at, maka dia mati dalam keadaan jahiliyah.” Atau “Siapa yang mati, ketika Khilafah belum ada, dan dia tidak berjuang untuk mewujudkannya, sehingga di atas pundaknya ada bai’at, maka dia pun mati dalam keadaan mati jahiliyah.” Karenanya, kewajiban tersebut tidak akan gugur hanya dengan menunggu datangnya Imam Mahdi.

2- Memang banyak hadits yang menuturkan akan lahirnya Imam Mahdi, namun tidak satupun hadits-hadits tersebut menyatakan, bahwa Imam Mahdilah yang akan mendirikan Khilafah. Hadits-hadits tersebut hanya menyatakan, bahwa Imam Mahdi adalah seorang Khalifah yang saleh, yang akan memerintah dengan adil, dan akan memenuhi bumi dengan keadilan, sebagaimana sebelumnya telah dipenuhi dengan kezaliman dan penyimpangan. Dari Abi Sa’id al-Hudhri ra. berkata, dari Nabi saw. bersabda:

لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تَمْتَلِيءَ الأَرْضُ ظُلْمًا وَعُدْوَانًا، ثُمَّ يَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِيْ أَوْ عِتْرَتِيْ فَيَمْلَؤُهَا قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَعُدْوَانًا

Hari kiamat tidak akan tiba, kecuali setelah bumi ini dipenuhi dengan kezaliman dan permusuhan. Setelah itu, lahirlah seorang lelaki dari kalangan keluargaku (Ahlu al-Bait), atau keturunanku, sehingga dia memenuhi dunia ini dengan keseimbangan dan keadilan, sebagaimana sebelumnya telah dipenuhi dengan kezaliman dan permusuhan. (Hr. Ibn Hibban)[2]

Dalam riwayat lain, dari Abdullah, dari Nabi Rasulullah saw. beliau bersabda:

لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يَمْلِكَ النَّاسَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِىءُ اسْمَهُ اسْمِي وَاسْمَ أَبِيْهِ اسْمُ أَبِيْ فَيَمْلَؤُهَا قِسْطًا وَعَدْلاً

Hari kiamat tidak akan tiba, kecuali setelah manusia ini diperintah oleh seorang lelaki dari kalangan keluargaku (Ahlu al-Bait), yang namanya sama dengan namaku, dan nama bapaknya juga sama dengan nama bapakku. Dia kemudian memenuhi dunia ini dengan keseimbangan dan keadilan. (Hr. Ibn Hibban)[3]

3- Hanya saja, terdapat riwayat yang menyatakan, bahwa Imam Mahdi tersebut lahir setelah berdirinya Khilafah, bukan sebelumnya. Diriwayatkan dari Ummu Salamah, berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda:

يَكُوْنُ اخْتِلاَفٌ عِنْدَ مَوْتِ خَلِيْفَةٍ فَيَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ المَدِيْنَةِ هَارِبًا إِلَى مَكَّةَ فَيَأْتِيْهِ نَاسٌ مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ فَيَخْرُجُوْنَهُ وَهُوَ كاَرِهٌ فَيُبَايِعُوْنَهُ بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْمَقَامِ وَيُبْعَثُ إِلَيْهِ بَعْثٌ مِنَ الشَّامِ فَيُخْسِفَ بِهِمْ بِالبَيْدَاءِ بَيْنَ مَكَّةَ وَالمَدِيْنَةِ فَإِذَا رَأَى النَّاسُ ذَلِكَ أَتَاهُ أَبْدَالُ الشَّامِ وَعَصَائِبُ أهْلِ العِرَاقِ فَيُبَايِعُوْنَهُ، ثُمَّ يَنْشَأُ رَجُلٌ مِنْ الشَّامِ أَخْوَالُهُ كَلْبٌ فَيَبْعَثُ إِلَيْهِمْ بَعْثًا فَيُظْهِرُوْنَ عَلَيْهِمْ وَذَلِكَ بَعْثُ كَلْبٍ وَالْخَيْبَةِ لِمَنْ لَمْ يَشْهَدْ غَنِيْمَةَ كَلْبٍ فَيُقَسِّمُ المَالَ وَيَعْمَلُ فِي النَّاسِ.. وَيُلْقِيَ الإِسْلاَمَ بِجِرَانِهِ فِي الأَرْضِ فَيَلْبَثُ سَبْعَ سِنِيْنَ ثُمَّ يَتَوَفَّى وَيُصَلِّى عَلَيْهِ الُمسْلِمُوْنَ وَفِي رِوَايَةٍ فَيَلْبَثُ تِسْعَ سِنِيْنَ

“Akan muncul pertikaian saat kematian seorang Khalifah. Kemudian seorang lelaki penduduk Madinah melarikan diri ke kota Makkah. Penduduk Makkah pun mendatanginya, seraya memintanya dengan paksa untuk keluar dari rumahnya, sementara dia tidak mau. Lalu, mereka membai’atnya di antara Rukun (Hajar Aswad) dengan Maqam (Ibrahim). Disiapkanlah pasukan dari Syam untuknya, hingga pasukan tersebut meraih kemenangan di Baida’, tempat antara Makkah dan Madinah. Tatkala orang-orang melihatnya, dia pun didatangi oleh para tokoh Syam dan kepala suku dari Irak, dan mereka pun membai’atnya. Kemudian muncul seorang (musuh) dari Syam, yang paman-pamannya dari suku Kalb. Dia pun mengirimkan pasukan untuk menghadapi mereka, hingga Allah memenangkannya atas pasukan dari Syam tersebut, hingga al-Mahdi merebut kembali daerah Syam dari tangan mereka. Itulah suatu hari bagi suku Kalb yang mengalami kekalahan, yaitu bagi orang yang tidak mendapatkan ghanimah Kalb. Al-Mahdi lalu membagi-bagikan harta-harta tersebut dan bekerja di tengah-tengah masyarakat… menyampaikan Islam ke wilayah di sekitarnya. Tidak lama kemudian, selama tujuh atau, dia pun meninggal dunia, dan dishalatkan oleh kaum Muslim. Dalam riwayat lain dinyatakan, tidak lama kemudian, selama sembilan tahun. ” (Hr. At-Thabrani)

Hadits di atas, dengan jelas menyatakan, bahwa akan lahir Khalifah baru setelah meninggalnya Khalifah sebelumnya. Sebagaimana yang dinyatakan dalam lafadz:

يَكُوْنُ اخْتِلاَفٌ عِنْدَ مَوْتِ خَلِيْفَةٍ فَيَخْرُجُ رَجُلٌ

“Akan muncul pertikaian saat kematian seorang Khalifah. Kemudian keluarlah seorang lelaki..” (Hr. At-Thabrani)

Dengan demikian, pandangan yang menyatakan, bahwa Imam Mahdilah yang akan mendirikan Khilafah Rasyidah Kedua jelas merupakan pandangan yang lemah. Demikian juga pandangan yang menyatakan, bahwa tidak perlu berjuang untuk menegakkan Khilafah, karena tugas itu sudah diemban oleh Imam Mahdi, sehingga kaum Muslim sekarang tinggal menunggu kedatangannya, adalah juga pandangan yang tidak berdasar.

Jadi jelas sekali, bahwa Imam Mahdi bukanlah orang yang mendirikan Khilafah, dan dia bukanlah Khalifah yang pertama dalam Khilafah Rasyidah Kedua yang insya Allah akan segera berdiri tidak lama lagi. Karena itulah, tidak ada pilihan lain bagi setiap Muslim yang khawatir akan mati dalam keadaan jahiliyah, selain bangkit dan berjuang bersama-sama para pejuang syariah dan Khilafah hingga syariah dan Khilafah tersebut benar-benar tegak di muka bumi ini. Allah Akbar.
 
Soal:

Keyakinan kaum Muslim akan kembalinya Khilafah ‘ala Minhaj Nubuwwah semakin meningkat. Namun, ada sebagian yang percaya, bahwa Khilafah akan berdiri sendiri, karena sudah merupakan janji Allah. Caranya, dengan menurunkan Imam Mahdi. Pertanyaannya, benarkan Imam Mahdi yang akan mendirikan Khilafah? Ataukah kaum Muslim yang mendirikannya, kemudian lahirlah Imam Mahdi?

Jawab:

1- Kalaupun ada hadits yang menunjukkan Imam Mahdi akan mendirikan, maka hadits tersebut tetap tidak boleh dijadikan alasan untuk menunggu berdirinya Khilafah. Karena berjuang untuk menegakkan Khilafah hukumnya tetap wajib bagi kaum Muslimin, sebagaimana hadits Nabi:

مَنْ خَلَعَ يَدًا مِنْ طَاعَةِ اللهِ لَقِيَ اللهَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَحُجَّةَ لَهُ، وَمَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِيْ عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّةً

“Siapa saja yang melepaskan tangannya dari ketaatan kepada Allah, niscaya dia akan menjumpai Allah pada Hari Kiamat dengan tanpa mempunyai hujah. Dan, siapa saja yang mati sedangkan di atas pundaknya tidak terdapat bai’at, maka dia mati dalam keadaan jahiliyah.” (Hr. Muslim)[1]

Manthuq hadits di atas menyatakan, bahwa “Siapa saja yang mati, ketika Khilafah sudah ada, dan di atas pundaknya tidak ada bai’at, maka dia mati dalam keadaan jahiliyah.” Atau “Siapa yang mati, ketika Khilafah belum ada, dan dia tidak berjuang untuk mewujudkannya, sehingga di atas pundaknya ada bai’at, maka dia pun mati dalam keadaan mati jahiliyah.” Karenanya, kewajiban tersebut tidak akan gugur hanya dengan menunggu datangnya Imam Mahdi.

2- Memang banyak hadits yang menuturkan akan lahirnya Imam Mahdi, namun tidak satupun hadits-hadits tersebut menyatakan, bahwa Imam Mahdilah yang akan mendirikan Khilafah. Hadits-hadits tersebut hanya menyatakan, bahwa Imam Mahdi adalah seorang Khalifah yang saleh, yang akan memerintah dengan adil, dan akan memenuhi bumi dengan keadilan, sebagaimana sebelumnya telah dipenuhi dengan kezaliman dan penyimpangan. Dari Abi Sa’id al-Hudhri ra. berkata, dari Nabi saw. bersabda:

لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تَمْتَلِيءَ الأَرْضُ ظُلْمًا وَعُدْوَانًا، ثُمَّ يَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِيْ أَوْ عِتْرَتِيْ فَيَمْلَؤُهَا قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَعُدْوَانًا

Hari kiamat tidak akan tiba, kecuali setelah bumi ini dipenuhi dengan kezaliman dan permusuhan. Setelah itu, lahirlah seorang lelaki dari kalangan keluargaku (Ahlu al-Bait), atau keturunanku, sehingga dia memenuhi dunia ini dengan keseimbangan dan keadilan, sebagaimana sebelumnya telah dipenuhi dengan kezaliman dan permusuhan. (Hr. Ibn Hibban)[2]

Dalam riwayat lain, dari Abdullah, dari Nabi Rasulullah saw. beliau bersabda:

لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يَمْلِكَ النَّاسَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِىءُ اسْمَهُ اسْمِي وَاسْمَ أَبِيْهِ اسْمُ أَبِيْ فَيَمْلَؤُهَا قِسْطًا وَعَدْلاً

Hari kiamat tidak akan tiba, kecuali setelah manusia ini diperintah oleh seorang lelaki dari kalangan keluargaku (Ahlu al-Bait), yang namanya sama dengan namaku, dan nama bapaknya juga sama dengan nama bapakku. Dia kemudian memenuhi dunia ini dengan keseimbangan dan keadilan. (Hr. Ibn Hibban)[3]

3- Hanya saja, terdapat riwayat yang menyatakan, bahwa Imam Mahdi tersebut lahir setelah berdirinya Khilafah, bukan sebelumnya. Diriwayatkan dari Ummu Salamah, berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda:

يَكُوْنُ اخْتِلاَفٌ عِنْدَ مَوْتِ خَلِيْفَةٍ فَيَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ المَدِيْنَةِ هَارِبًا إِلَى مَكَّةَ فَيَأْتِيْهِ نَاسٌ مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ فَيَخْرُجُوْنَهُ وَهُوَ كاَرِهٌ فَيُبَايِعُوْنَهُ بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْمَقَامِ وَيُبْعَثُ إِلَيْهِ بَعْثٌ مِنَ الشَّامِ فَيُخْسِفَ بِهِمْ بِالبَيْدَاءِ بَيْنَ مَكَّةَ وَالمَدِيْنَةِ فَإِذَا رَأَى النَّاسُ ذَلِكَ أَتَاهُ أَبْدَالُ الشَّامِ وَعَصَائِبُ أهْلِ العِرَاقِ فَيُبَايِعُوْنَهُ، ثُمَّ يَنْشَأُ رَجُلٌ مِنْ الشَّامِ أَخْوَالُهُ كَلْبٌ فَيَبْعَثُ إِلَيْهِمْ بَعْثًا فَيُظْهِرُوْنَ عَلَيْهِمْ وَذَلِكَ بَعْثُ كَلْبٍ وَالْخَيْبَةِ لِمَنْ لَمْ يَشْهَدْ غَنِيْمَةَ كَلْبٍ فَيُقَسِّمُ المَالَ وَيَعْمَلُ فِي النَّاسِ.. وَيُلْقِيَ الإِسْلاَمَ بِجِرَانِهِ فِي الأَرْضِ فَيَلْبَثُ سَبْعَ سِنِيْنَ ثُمَّ يَتَوَفَّى وَيُصَلِّى عَلَيْهِ الُمسْلِمُوْنَ وَفِي رِوَايَةٍ فَيَلْبَثُ تِسْعَ سِنِيْنَ

“Akan muncul pertikaian saat kematian seorang Khalifah. Kemudian seorang lelaki penduduk Madinah melarikan diri ke kota Makkah. Penduduk Makkah pun mendatanginya, seraya memintanya dengan paksa untuk keluar dari rumahnya, sementara dia tidak mau. Lalu, mereka membai’atnya di antara Rukun (Hajar Aswad) dengan Maqam (Ibrahim). Disiapkanlah pasukan dari Syam untuknya, hingga pasukan tersebut meraih kemenangan di Baida’, tempat antara Makkah dan Madinah. Tatkala orang-orang melihatnya, dia pun didatangi oleh para tokoh Syam dan kepala suku dari Irak, dan mereka pun membai’atnya. Kemudian muncul seorang (musuh) dari Syam, yang paman-pamannya dari suku Kalb. Dia pun mengirimkan pasukan untuk menghadapi mereka, hingga Allah memenangkannya atas pasukan dari Syam tersebut, hingga al-Mahdi merebut kembali daerah Syam dari tangan mereka. Itulah suatu hari bagi suku Kalb yang mengalami kekalahan, yaitu bagi orang yang tidak mendapatkan ghanimah Kalb. Al-Mahdi lalu membagi-bagikan harta-harta tersebut dan bekerja di tengah-tengah masyarakat… menyampaikan Islam ke wilayah di sekitarnya. Tidak lama kemudian, selama tujuh atau, dia pun meninggal dunia, dan dishalatkan oleh kaum Muslim. Dalam riwayat lain dinyatakan, tidak lama kemudian, selama sembilan tahun. ” (Hr. At-Thabrani)

Hadits di atas, dengan jelas menyatakan, bahwa akan lahir Khalifah baru setelah meninggalnya Khalifah sebelumnya. Sebagaimana yang dinyatakan dalam lafadz:

يَكُوْنُ اخْتِلاَفٌ عِنْدَ مَوْتِ خَلِيْفَةٍ فَيَخْرُجُ رَجُلٌ

“Akan muncul pertikaian saat kematian seorang Khalifah. Kemudian keluarlah seorang lelaki..” (Hr. At-Thabrani)

Dengan demikian, pandangan yang menyatakan, bahwa Imam Mahdilah yang akan mendirikan Khilafah Rasyidah Kedua jelas merupakan pandangan yang lemah. Demikian juga pandangan yang menyatakan, bahwa tidak perlu berjuang untuk menegakkan Khilafah, karena tugas itu sudah diemban oleh Imam Mahdi, sehingga kaum Muslim sekarang tinggal menunggu kedatangannya, adalah juga pandangan yang tidak berdasar.

Jadi jelas sekali, bahwa Imam Mahdi bukanlah orang yang mendirikan Khilafah, dan dia bukanlah Khalifah yang pertama dalam Khilafah Rasyidah Kedua yang insya Allah akan segera berdiri tidak lama lagi. Karena itulah, tidak ada pilihan lain bagi setiap Muslim yang khawatir akan mati dalam keadaan jahiliyah, selain bangkit dan berjuang bersama-sama para pejuang syariah dan Khilafah hingga syariah dan Khilafah tersebut benar-benar tegak di muka bumi ini. Allah Akbar.

benar bang kita perlu khilafah tetapi bukanlah tujuan utama karena berdirinya khilafah adalah buah dari dakwah tauhid, bagaimana mungkin kita memperjuangkan sebuah khilafah sedangkan banyak kaum muslimin sekarang buta or awam terhadap ajaran islam yang murni so dakwah ini dimulai dari seperti apa Rasullullah mulai yaitu dakwah tauhid setelah mereka mengerti akan tauhid tentunya secara otomatis akan tibul keingin membuat wadah agar dakwah ini menyebar kembali keseluruh dunia. Wadah itu adalah khilafah dan orang yang berhak menduduki khilafah adalah orang-orang qurais bukan semua orang satu lagi sebagai info turki usmani bukanlah khilafah tetapi kesultanan sedang khilafahnya tetap ada di makkah walaupun saat itu khalifah tidak memiliki kekuasaan tetapi para sultan diturki diketika dinagkat disahkan oleh khalifah tersebut.
 
@ atas
emang iyah lah khilafah itu tidak wajib, yg wajibnya itu adalah menegakan islam secara kaffah...mau gak mau kan ketika penerapan islam secara kaffah maka khilafah atayu negara islam terbentuk
bahwa negara islam itu tegak dengan dakwah dan jihad... masa diam saja tidak berbuat apa2..

orang quraish itu adalah syarat afdholiyah sebagai seorang kholifah.. bahwa dari jaman muawiyah,abbasiyah,utsmaniyah itu adalah Khilafah islam..

Syarat in’iqad (sahnya) khalifah ada tujuh ; Muslim, laki-laki, baligh, berakal, adil, merdeka, mampu melaksanakan amanah khilafah.
Syarat afdlaliyah (keutamaan) ; mujtahid, pemberani dan politikus, keturunan (Quraisy, Bany Hasyim dll).

khilafah ada di mekkah? khilafah yg mana tuh? saudi arabia?
 
@ atas
emang iyah lah khilafah itu tidak wajib, yg wajibnya itu adalah menegakan islam secara kaffah...mau gak mau kan ketika penerapan islam secara kaffah maka khilafah atayu negara islam terbentuk
bahwa negara islam itu tegak dengan dakwah dan jihad... masa diam saja tidak berbuat apa2..

orang quraish itu adalah syarat afdholiyah sebagai seorang kholifah.. bahwa dari jaman muawiyah,abbasiyah,utsmaniyah itu adalah Khilafah islam..

Syarat in’iqad (sahnya) khalifah ada tujuh ; Muslim, laki-laki, baligh, berakal, adil, merdeka, mampu melaksanakan amanah khilafah.
Syarat afdlaliyah (keutamaan) ; mujtahid, pemberani dan politikus, keturunan (Quraisy, Bany Hasyim dll).

khilafah ada di mekkah? khilafah yg mana tuh? saudi arabia?

maaf koreksi saat itu (masa kesultanan ottoman turki) khilafahnya berkedudukan di Madinah baca sejarah perkembangan islam jilid ??? (ana lupa)
benar mas kita harus berbuat tetapi tentunya dimulai dari apa yang dimulai oleh Rasulllullah yaitu membersihkan keyakinan-keyakinan umat ini yg tidak berasal dari Islam (keyakinan syirik), dimana kesyirikan adalah penyebab utama tidak turunnya pertolongan ALLAH kemudian membersihkan ilmu-ilmu yang bukan berasal dari islam (bidah). Setelah itu baru didakwahkan kepada umat dan yang terakhir adalah ekspansi (emperor) menyebarkan islam ke pelosok dunia dengan pedang (ditawari tunduk or diperangi) dimana yang terakhir ini harus dibelakang seorang khalifah tidak bisa dibawah organisasi-organisasi so terbentuk nya khalifah adalah buah dari dakwah tauhid, memang hal ini akan membutuhkan waktu yang panjang lihat saja bagaimanan generasi awal terbentuknya negara islam (madinah) dibutuhkan waktu 13 tahun itu langsung di motori oleh manusih terkasih, rasul utama Muhammad SAW, sedangkan jaman sekarang tentunya lebih lama lagi dong. yang penting shabar berjalan dijalan dakwah tauhid walaupun sebagian suara-suara sumbang terdengar memang lambat tapi hasilnya sudah pasti. Lihat perkataan rasullah dalam bentuk konteks " bangunan islam ini fondasinya adalah La ilaha illallah (kalimat tauhid), tiangnya sholat dan puncaknya jihad fi sabillillah (perang) ". Pertanyaannya bagaimana bangunan itu punya puncak sedangkan fondasi dan tiangnya rapuh apakah akan terdapt puncaknya?. Kiat sukses berdakwah seperti termaktub dalam alqur'an "sungguh telah ada pada diri Rasullullah suatu contoh teladan yang baik. So kita sebagi umatnya ya harus mencontoh beliau dalam segala hal apatah lagi masalah dakwah adalah termasuk masalh-maslh yang besar.
 
khilafahnya berkedudukan di istambul... coba baca tarikhul khulafah utsmaniyah pustaka al kautsar, atau klo mau enak googling atau ke wikipedia aja..
justru si saudi lah yg menyerang negara islam bersama inggris dengan disusupi agen bernama lawrence of arabia..

Pertanyaannya bagaimana bangunan itu punya puncak sedangkan fondasi dan tiangnya rapuh apakah akan terdapt puncaknya?

liat tulisan gw sebelumnya

bahwa negara islam itu tegak dengan dakwah dan jihad
 
khilafahnya berkedudukan di istambul... coba baca tarikhul khulafah utsmaniyah pustaka al kautsar, atau klo mau enak googling atau ke wikipedia aja..
justru si saudi lah yg menyerang negara islam bersama inggris dengan disusupi agen bernama lawrence of arabia..



liat tulisan gw sebelumnya

Kelihatannya anda sangat benci negara tersebut sekarang saya tanya pada anda air mana yang paling murni disumberkah or dihulu ? tolong cek lagi kebenara apa yang ditulis pada buku tersebut "tarikhul khulafah utsmaniyah pustaka al kautsar"

sekarang negara mana yang menerapkan hukum islam ya tentunya saudi arabia maaf mas kalau saya tidak keliru jikalau ada syak hati terhadap orang yang beriman tentunya kita perlu mengecek diri kita jangan terpancing berita-berita yang disebarkan oleh orang-orang yang fanatik terhdap golongan ingat mas di saudi ada dua kota haramain yang mana ke-2 kota tersebut didoakan oleh dua manusia kinasih ALLAH makkah didoakan oleh Ibrahamin 'alahisallam dan Madinah di doakan oleh Muhammad SAW.
Tolong mas jangan fanatik berpikir jernih dan jangan lupa jika ada sesautu yang mengganjal tanayakan pada AHLINYA insya ALLAH saya akan mencari sumber rujukan saya yang menyakatan pada psuat pemerintahan islam di turki bukanlah kekhalifahan tetapi kesultanan Ottoman sedangkan khalifahnya tetap di Madinah walaupun tidak punya kekuasaan
 
2jfg6jt.jpg

abdullahbush2.jpg

king-abdulazizUtusan+Inggris.jpg

saud-2.jpg

fahd-4.jpg

abdul-2.jpg

abdul-5.jpg

abdul-8.jpg



iyah? begitu? yah benar gw sangat membenci saudi..kenapa?
negara paling pertama memisahkan diri dari negara Islam dan mendeklarkan paham nasionalisme untuk memisahkan diri dari negara Islam..
membangun pangkalan perang buat Amerika untuk menyerang Iraq..(masya Allah)
kebijakan saudi sangat menguntungkan Amerika..(yah jelas saudi itukan ketiaknya Amerika eh salah tapi selangkangan nya Amerika)
dimana saudi ketika palestina dibantai?
dimana saudi ketika negeri Islam di bantai dan di zolimi?

oh saudi menarapkan negara Islam yah? kok namanya kerajaan yah? kok yg namanya menerapkan hukum Islam membiarkan saudaranya di zolimi yah?
kok yg menerapkan hukum Islam banyak melakukan kerja sama dengan negara penjajah?
kok yg menerapkan hukum islam tidak menerapkan politik luar negerinya untuk dakwah dan jihad?

nih yah jika ada suatu negara menerapkan hukum islam, pastilah namnay negara Islam..
UU nya adalah Islam..tidak seperti Saudi hanya menggunakan kebudayaan Islam.
loe tanay aja sama pemerintahnya saudi.. apakah saudi mengakui negara Islam? pasti tidak?

Tolong mas jangan fanatik berpikir jernih dan jangan lupa jika ada sesautu yang mengganjal tanayakan pada AHLINYA insya ALLAH saya akan mencari sumber rujukan saya yang menyakatan pada psuat pemerintahan islam di turki bukanlah kekhalifahan tetapi kesultanan Ottoman sedangkan khalifahnya tetap di Madinah walaupun tidak punya kekuasaan

coba tanya aja sama ahli nya..

iya gw adalah orang yg fanatik
bila yg disebut FANATIK AGAMA adalah,
mereka yg mencintai Alqur-an dan Assunnah,,
mereka yg mencoba belajar dan mengamalkannya,,
maka, YA gw ADALAH SEORANG FANATIK AGAMA!!

setelah ini mau bilang apa? bahwa semua itu ghibah..silahkan...bilang saja
 
2jfg6jt.jpg

abdullahbush2.jpg

king-abdulazizUtusan+Inggris.jpg

saud-2.jpg

fahd-4.jpg

abdul-2.jpg

abdul-5.jpg

abdul-8.jpg



iyah? begitu? yah benar gw sangat membenci saudi..kenapa?
negara paling pertama memisahkan diri dari negara Islam dan mendeklarkan paham nasionalisme untuk memisahkan diri dari negara Islam..
membangun pangkalan perang buat Amerika untuk menyerang Iraq..(masya Allah)
kebijakan saudi sangat menguntungkan Amerika..(yah jelas saudi itukan ketiaknya Amerika eh salah tapi selangkangan nya Amerika)
dimana saudi ketika palestina dibantai?
dimana saudi ketika negeri Islam di bantai dan di zolimi?

oh saudi menarapkan negara Islam yah? kok namanya kerajaan yah? kok yg namanya menerapkan hukum Islam membiarkan saudaranya di zolimi yah?
kok yg menerapkan hukum Islam banyak melakukan kerja sama dengan negara penjajah?
kok yg menerapkan hukum islam tidak menerapkan politik luar negerinya untuk dakwah dan jihad?

nih yah jika ada suatu negara menerapkan hukum islam, pastilah namnay negara Islam..
UU nya adalah Islam..tidak seperti Saudi hanya menggunakan kebudayaan Islam.
loe tanay aja sama pemerintahnya saudi.. apakah saudi mengakui negara Islam? pasti tidak?



coba tanya aja sama ahli nya..

iya gw adalah orang yg fanatik
bila yg disebut FANATIK AGAMA adalah,
mereka yg mencintai Alqur-an dan Assunnah,,
mereka yg mencoba belajar dan mengamalkannya,,
maka, YA gw ADALAH SEORANG FANATIK AGAMA!!

setelah ini mau bilang apa? bahwa semua itu ghibah..silahkan...bilang saja

Anda tahu darimana dari pernyataan anda dibawah ini
nih yah jika ada suatu negara menerapkan hukum islam, pastilah namnay negara Islam..
UU nya adalah Islam..tidak seperti Saudi hanya menggunakan kebudayaan Islam.
loe tanay aja sama pemerintahnya saudi.. apakah saudi mengakui negara Islam? pasti tidak?

Pernah tinggal disana or qila waqola or dari internet or dari ustad yang benci dakwah salaf or.. or..

iya gw adalah orang yg fanatik
bila yg disebut FANATIK AGAMA adalah,
mereka yg mencintai Alqur-an dan Assunnah,,
mereka yg mencoba belajar dan mengamalkannya,,
maka, YA gw ADALAH SEORANG FANATIK AGAMA!!

semboyan yang bagus tapi ada yang kurang memahami Alqur-an dan Assunnah dengan pemahaman shahabat bukan dengan pemahaman udelnya sendiri


makanya nagaji yang bener timbalah ilmu dari ahlinya bukan dari insinyur, sarjana teknik, S.sos, Phd.
Ilmu dahulu baru amal
 
makanya nagaji yang bener timbalah ilmu dari ahlinya bukan dari insinyur, sarjana teknik, S.sos, Phd.
Ilmu dahulu baru amal
sombong kali..

coba baca sejarah deh. tentang saudi, dan siapa itu pendiri saudi..
dan awal berdirinya saudi..

Pernah tinggal disana or qila waqola or dari internet or dari ustad yang benci dakwah salaf or.. or..
Sesungguhnya Imam/Khalifah itu laksana perisai, tempat
orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung
kepadanya. (HR Muslim).
Jika ada suatu wilayah yg ingin dterapkan syariah scr kaffah tp tdk memenuhi syarat dtegakkan negara islam. yah namanya bukan negara islam..
yg namanya negara islam dan menggunakan UU islam secara kaffah. pastinya akan melindungi muslim

seprti sabda RAsul Muslim bagaikan satu tubuh, jika satu bagiian tubuh sakit, maka yg lain pun akan ikut merasakan sakit

seorang muslim adalah saudara bagi muslim yg lain, ia tidak akan menzoliminya, menghianati atau menyerahkan (kepada yg menzoliminya)

mana saudi?
yg ada bangun pangklan perang buat Amerika, untuk membantai umat islam...
yg jelas2 di bela.. malah ngomong "emangnya udah pernah kesana?"

yg ada bekerja sama dengan amerika, dengan minyaknya.. dan itu sangat skali menguntungkan Amerika dalam bidang ekonominya

Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui. (QS Al-Munafiqun [63]:8)
 
ada kitab menarik buat dibaca "ali saud min ayna ila ayna". SIlakan dibaca yang edisi arabnya.
 
tetapi kenapa ya....?sampe sekarang aja di saudi ga ada satupun gereja yang di bangun di sana?btw.....tentang kekalifahan kahir zaman....meskipun zaman sekarang kita berusaha mewujudkannya...kayaknya agak mustahil...mengingat sekarang kita aja di indonesia merupakan negara yang multikultural, dan juga para pemikir islam moderat pasti menentang sistem pemerintahan kalifah tersebut....kenapa kita nggak mengamalkan apa yang ada di al-qur'an dan hadist aja...bukankah masih banyak hal-hal lain yang juga lebih penting?kalau ada yang bilang dirinya cinta al-qur'an dan al-hadist....maka seharusnya anda juga mencintai saudara sendiri....
 
tetapi kenapa ya....?sampe sekarang aja di saudi ga ada satupun gereja yang di bangun di sana?btw.....tentang kekalifahan kahir zaman....meskipun zaman sekarang kita berusaha mewujudkannya...kayaknya agak mustahil...mengingat sekarang kita aja di indonesia merupakan negara yang multikultural, dan juga para pemikir islam moderat pasti menentang sistem pemerintahan kalifah tersebut....kenapa kita nggak mengamalkan apa yang ada di al-qur'an dan hadist aja...bukankah masih banyak hal-hal lain yang juga lebih penting?kalau ada yang bilang dirinya cinta al-qur'an dan al-hadist....maka seharusnya anda juga mencintai saudara sendiri....

mustahil itu bagi orang orang yg gak percaya akan janji Allah...

‘Dan Sesungguhnya telah tetap janji kami kepada hamba-hamba kami yang menjadi rosul, (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan.Dan sesungguhnya tentara kami itulah yang pasti menang.’(QS.As Shaffat:171-173)

Dalam kisah yang lain diceritakan oleh Imam Ahmad No 17680 tentang Hadist Hudzaifah ra,bahwa Rosulullah saw bersabda:
‘Sesungguhnya awal dari agama kalian adalah kenabian dan rahmat. Maka nanti akan ada kenabian dan rahmat itu sesuai dengan apa yang menjadi kehendak Allah pada kalian. Kemudian Allah Ynag Maha Mulia mencabut kenabian itu. Lalu akan ada mulkan adhudhon. Kemudian akan ada penguasa diktator. Maka terjadilah sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah pada kalian. Allah kemudian melenyapkan semuanya, lalu menggantinya dengan kekhilafahan yang mengikuti tuntunan kenabian.Dia memerintah berdasarkaan sunnah nabi. Dengan itu Islam akan berjaya di muka bumi ini maka penghuni langit dan bumipun meridhoinya hingga tak ada bagian langitpun tersisa selain diturunkan kepadanya. Juga kenikmatan dan tanaman bumipun tidak tersisa selain dikeluarkan untuknya.

hal yg lebih penting adalah terapkanlah islam secara kaffah
 
@atas..

makanya itu...dengan seiring berjalannya waktu....kekhalifahan pasti bangkit kembali...tapi yang saya yakini...nanti yang membangkitkan kekhalifahan adalah imam mahdi....sedangkan untuk sekarang...agak sulit untuk mewujudkan itu..mengingat umat islam yang masih terpecah-pecah....
 
sulit bukan berarti tidak bisa... para sahabat tidak pernah ngomong ke Rasul SAW bahwa negara islam itu sulit...pengikut Rasul pada saat itupun sedikit kurang dari 100.tapi mereka optimis dan percaya oleh janji Allah

dulu beberapa orang yg ingin menghancurkan soviet, tapi orang yg ga mau berusaha/pesimis pada ngomong "ini sulit"..tapi akhirnya soviet hancur juga

dulu banyak orang yg menginginkan jerman barat dan jerman timur bersatu, tapi orang2 yg gak mau berusaha/pesimis pada ngomong "ini sulit, bagaimana mungkin" tapi akhirnya tembok berlin hancur dan jerman bersatu.

dulu gagasan/ide menyatukan eropa banyak sekali orang2 pesimis mengatakan ini sulit.. tapi kita lihat saja, akhirnya eropa bersatu dalam uni eropa.

sebagai muslim itu harus nya optimis dan selalu berusaha..ingatlah bahwa Allah akan memenuhi janjinya

berdirinya negara islam hanya permasalahan waktu, tinggal kita nya saja mau jadi penonton atau jadi pemain?

nanti yang membangkitkan kekhalifahan adalah imam mahdi

Soal:

Keyakinan kaum Muslim akan kembalinya Khilafah ‘ala Minhaj Nubuwwah semakin meningkat. Namun, ada sebagian yang percaya, bahwa Khilafah akan berdiri sendiri, karena sudah merupakan janji Allah. Caranya, dengan menurunkan Imam Mahdi. Pertanyaannya, benarkan Imam Mahdi yang akan mendirikan Khilafah? Ataukah kaum Muslim yang mendirikannya, kemudian lahirlah Imam Mahdi?

Jawab:

1- Kalaupun ada hadits yang menunjukkan Imam Mahdi akan mendirikan, maka hadits tersebut tetap tidak boleh dijadikan alasan untuk menunggu berdirinya Khilafah. Karena berjuang untuk menegakkan Khilafah hukumnya tetap wajib bagi kaum Muslimin, sebagaimana hadits Nabi:

مَنْ خَلَعَ يَدًا مِنْ طَاعَةِ اللهِ لَقِيَ اللهَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَحُجَّةَ لَهُ، وَمَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِيْ عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّةً

“Siapa saja yang melepaskan tangannya dari ketaatan kepada Allah, niscaya dia akan menjumpai Allah pada Hari Kiamat dengan tanpa mempunyai hujah. Dan, siapa saja yang mati sedangkan di atas pundaknya tidak terdapat bai’at, maka dia mati dalam keadaan jahiliyah.” (Hr. Muslim)[1]

Manthuq hadits di atas menyatakan, bahwa “Siapa saja yang mati, ketika Khilafah sudah ada, dan di atas pundaknya tidak ada bai’at, maka dia mati dalam keadaan jahiliyah.” Atau “Siapa yang mati, ketika Khilafah belum ada, dan dia tidak berjuang untuk mewujudkannya, sehingga di atas pundaknya ada bai’at, maka dia pun mati dalam keadaan mati jahiliyah.” Karenanya, kewajiban tersebut tidak akan gugur hanya dengan menunggu datangnya Imam Mahdi.

2- Memang banyak hadits yang menuturkan akan lahirnya Imam Mahdi, namun tidak satupun hadits-hadits tersebut menyatakan, bahwa Imam Mahdilah yang akan mendirikan Khilafah. Hadits-hadits tersebut hanya menyatakan, bahwa Imam Mahdi adalah seorang Khalifah yang saleh, yang akan memerintah dengan adil, dan akan memenuhi bumi dengan keadilan, sebagaimana sebelumnya telah dipenuhi dengan kezaliman dan penyimpangan. Dari Abi Sa’id al-Hudhri ra. berkata, dari Nabi saw. bersabda:

لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تَمْتَلِيءَ الأَرْضُ ظُلْمًا وَعُدْوَانًا، ثُمَّ يَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِيْ أَوْ عِتْرَتِيْ فَيَمْلَؤُهَا قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَعُدْوَانًا

Hari kiamat tidak akan tiba, kecuali setelah bumi ini dipenuhi dengan kezaliman dan permusuhan. Setelah itu, lahirlah seorang lelaki dari kalangan keluargaku (Ahlu al-Bait), atau keturunanku, sehingga dia memenuhi dunia ini dengan keseimbangan dan keadilan, sebagaimana sebelumnya telah dipenuhi dengan kezaliman dan permusuhan. (Hr. Ibn Hibban)[2]

Dalam riwayat lain, dari Abdullah, dari Nabi Rasulullah saw. beliau bersabda:

لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يَمْلِكَ النَّاسَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِىءُ اسْمَهُ اسْمِي وَاسْمَ أَبِيْهِ اسْمُ أَبِيْ فَيَمْلَؤُهَا قِسْطًا وَعَدْلاً

Hari kiamat tidak akan tiba, kecuali setelah manusia ini diperintah oleh seorang lelaki dari kalangan keluargaku (Ahlu al-Bait), yang namanya sama dengan namaku, dan nama bapaknya juga sama dengan nama bapakku. Dia kemudian memenuhi dunia ini dengan keseimbangan dan keadilan. (Hr. Ibn Hibban)[3]

3- Hanya saja, terdapat riwayat yang menyatakan, bahwa Imam Mahdi tersebut lahir setelah berdirinya Khilafah, bukan sebelumnya. Diriwayatkan dari Ummu Salamah, berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda:

يَكُوْنُ اخْتِلاَفٌ عِنْدَ مَوْتِ خَلِيْفَةٍ فَيَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ المَدِيْنَةِ هَارِبًا إِلَى مَكَّةَ فَيَأْتِيْهِ نَاسٌ مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ فَيَخْرُجُوْنَهُ وَهُوَ كاَرِهٌ فَيُبَايِعُوْنَهُ بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْمَقَامِ وَيُبْعَثُ إِلَيْهِ بَعْثٌ مِنَ الشَّامِ فَيُخْسِفَ بِهِمْ بِالبَيْدَاءِ بَيْنَ مَكَّةَ وَالمَدِيْنَةِ فَإِذَا رَأَى النَّاسُ ذَلِكَ أَتَاهُ أَبْدَالُ الشَّامِ وَعَصَائِبُ أهْلِ العِرَاقِ فَيُبَايِعُوْنَهُ، ثُمَّ يَنْشَأُ رَجُلٌ مِنْ الشَّامِ أَخْوَالُهُ كَلْبٌ فَيَبْعَثُ إِلَيْهِمْ بَعْثًا فَيُظْهِرُوْنَ عَلَيْهِمْ وَذَلِكَ بَعْثُ كَلْبٍ وَالْخَيْبَةِ لِمَنْ لَمْ يَشْهَدْ غَنِيْمَةَ كَلْبٍ فَيُقَسِّمُ المَالَ وَيَعْمَلُ فِي النَّاسِ.. وَيُلْقِيَ الإِسْلاَمَ بِجِرَانِهِ فِي الأَرْضِ فَيَلْبَثُ سَبْعَ سِنِيْنَ ثُمَّ يَتَوَفَّى وَيُصَلِّى عَلَيْهِ الُمسْلِمُوْنَ وَفِي رِوَايَةٍ فَيَلْبَثُ تِسْعَ سِنِيْنَ

“Akan muncul pertikaian saat kematian seorang Khalifah. Kemudian seorang lelaki penduduk Madinah melarikan diri ke kota Makkah. Penduduk Makkah pun mendatanginya, seraya memintanya dengan paksa untuk keluar dari rumahnya, sementara dia tidak mau. Lalu, mereka membai’atnya di antara Rukun (Hajar Aswad) dengan Maqam (Ibrahim). Disiapkanlah pasukan dari Syam untuknya, hingga pasukan tersebut meraih kemenangan di Baida’, tempat antara Makkah dan Madinah. Tatkala orang-orang melihatnya, dia pun didatangi oleh para tokoh Syam dan kepala suku dari Irak, dan mereka pun membai’atnya. Kemudian muncul seorang (musuh) dari Syam, yang paman-pamannya dari suku Kalb. Dia pun mengirimkan pasukan untuk menghadapi mereka, hingga Allah memenangkannya atas pasukan dari Syam tersebut, hingga al-Mahdi merebut kembali daerah Syam dari tangan mereka. Itulah suatu hari bagi suku Kalb yang mengalami kekalahan, yaitu bagi orang yang tidak mendapatkan ghanimah Kalb. Al-Mahdi lalu membagi-bagikan harta-harta tersebut dan bekerja di tengah-tengah masyarakat… menyampaikan Islam ke wilayah di sekitarnya. Tidak lama kemudian, selama tujuh atau, dia pun meninggal dunia, dan dishalatkan oleh kaum Muslim. Dalam riwayat lain dinyatakan, tidak lama kemudian, selama sembilan tahun. ” (Hr. At-Thabrani)

Hadits di atas, dengan jelas menyatakan, bahwa akan lahir Khalifah baru setelah meninggalnya Khalifah sebelumnya. Sebagaimana yang dinyatakan dalam lafadz:

يَكُوْنُ اخْتِلاَفٌ عِنْدَ مَوْتِ خَلِيْفَةٍ فَيَخْرُجُ رَجُلٌ

“Akan muncul pertikaian saat kematian seorang Khalifah. Kemudian keluarlah seorang lelaki..” (Hr. At-Thabrani)

Dengan demikian, pandangan yang menyatakan, bahwa Imam Mahdilah yang akan mendirikan Khilafah Rasyidah Kedua jelas merupakan pandangan yang lemah. Demikian juga pandangan yang menyatakan, bahwa tidak perlu berjuang untuk menegakkan Khilafah, karena tugas itu sudah diemban oleh Imam Mahdi, sehingga kaum Muslim sekarang tinggal menunggu kedatangannya, adalah juga pandangan yang tidak berdasar.

Jadi jelas sekali, bahwa Imam Mahdi bukanlah orang yang mendirikan Khilafah, dan dia bukanlah Khalifah yang pertama dalam Khilafah Rasyidah Kedua yang insya Allah akan segera berdiri tidak lama lagi. Karena itulah, tidak ada pilihan lain bagi setiap Muslim yang khawatir akan mati dalam keadaan jahiliyah, selain bangkit dan berjuang bersama-sama para pejuang syariah dan Khilafah hingga syariah dan Khilafah tersebut benar-benar tegak di muka bumi ini. Allah Akbar.
 
yah...tapi selain itu....permasalahan yang lebih selain menyatukan islam, bukankah lebih baik kita memperbaiki solat kita masing-masing dulu? daripada jauh-jauh memikirkan yang lain? Zaman kita berbeda dengan zaman Rosul....yang di mana Rosul ada ditengah-tengah mereka, tetapi kita sekarang yang bisa dibilang "tanpa pemimpin", bagaimana? Kita hanya bisa mengamalkan apa yang beliau sabdakan...sedangkan saya sendiri kadang-kadang tidak bisa membedakan hadist beliau yang sohih dan dhoif....
 
Imam mahdi atau al mahdi
akan muncul pada masa kedatangan dajjal .
dia adalah pemimpin umat islam untuk melawan setan
al masih ad-dajjal

apakah ada tambahan buat imam mahdi

katanya sih memang begitu, tapi bagaimana kah cara imam mahdi melawan setan tersebut?
bukankah setan itu tidak bisa dilihat oleh mata?
seperti apakah setan itu?
yang pasti bukan pocong kan?
 
bukankah lebih baik kita memperbaiki solat kita masing-masing dulu? daripada jauh-jauh memikirkan yang lain?

lihat jawaban gw, annairsyad, youthmuslim, don'tload di http://indoforum.org/showthread.php?t=62777 klo pun kamu konsisten, ngapain juga kamu mikirin ini?

gak usah pesimis gitu walaupun beda zaman yg membedakan hanyalah sarana dan prasana..

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa. Dan janganlah kamu mati kecuali sebagai seorang muslim.”

masalah hadist shahih sama dhaif bisa kok kita belajar dan mencari tahu....
 
yaa....tapi tetep saja...menurut saya...daripada masih jauh2 mikirin itu...lebih baik memperbaiki akhlak diri sendiri dulu...baru mengurusi yang lain...saya ngga yakin kita bisa memperbaiki akhlak dengan cepat...perlu waktu....
 
ini nasehat buat kamu dari teman2 IF
yg mengatakan
memperbaiki akhlak diri sendiri dulu...baru mengurusi yang lain

tul bro jangan lihat "siapa" yang berbicara, tapi lihat "isi" pembicaraannya,
karena yang benar pasti datangnya dari Allah.

Kalo kata ane ndag apa2 akhi, kan bisa sekalian memperbaiki diri sendiri

nggak sepenuhnya setuju kayak gini, klo kita menunggu sampai diri kita bener, nggak akan kesampaian, apa salahnya klo kita punya ilmu walupun sedikit tp mencoba berbagi, gw juga bingung, makin lama semuanya kayak terbalik, yang benar bisa jadi salah begitu juga sebaliknya!!!!

akhalq tuh di islam paling akhir...yg penting aqidah...isalam tuh teridiri dari aqidah - ibadah - muamalah - akhalaq

dan Islam tuh bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain.
isalm tu mengatur individu dengan Allah, mengatur individu dengan individu lainya, mengatur individu dengan dirinya.

ketika aqidah dah bener akhlaq akan terbentuk dengan sendirinya....

.daripada masih jauh2 mikirin itu...lebih baik memperbaiki akhlak diri sendiri dulu...baru mengurusi yang lain...saya ngga yakin kita bisa memperbaiki akhlak dengan cepat...perlu waktu....

dan klo kamu orangnya konsisten, ngapain juga kamu ngurusin ini? urusin aja akhlaq kamu dulu........

tapi kan gw gak seperti kayak gitu (kamu)

..karena setiap muslim bagaikan satu tubuh, jika tubuh yg satu sakit maka yg lain ikut sakit..
jadi harus ada saling menasehati dan saling mengingakan..

klo kata iwan fals..di lagu setengah dewa"urus saja akhlaqmu, urus saja moralmu, biar kami cari sendiri, kami butuh aturan"

nah begitulah aturan itu bagaikan aqidah. ketika aqidah kita mantab, maka akhlaq akan terbentuk dengan sendirinya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.