• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Satelit AS Tabrakan di Orbit Bumi

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Nemesis
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Nemesis

IndoForum Activist E
No. Urut
55724
Sejak
26 Okt 2008
Pesan
9.732
Nilai reaksi
503
Poin
113
Satelit aktif milik AS, satelit komunikasi Iridium 33 yang melayani telepon satelit bertabrakan dengan sampah antariksa yaitu satelit Cosmos 2251 milik Rusia di orbit bumi.

"Kejadiannya pada 11 Februari 2009 pukul 23.55 WIB di atas Siberia," kata pakar antariksa dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin di Bandung, Kamis (12/2).

"Jaringan radar pemantau antariksa milik Departemen Pertahanan AS mengkonfirmasi terjadinya tabrakan itu," imbuhnya.

Tabrakan yang terjadi pada ketinggian sekitar 790 km itu menghasilkan lebih dari 500 keping pecahan satelit. "Tabrakan ini makin menambah padatnya sampah antariksa, sehingga potensi tabrakan akan semakin besar," ujar Djamal.

Tabrakan tersebut disebutkan menyebabkan pecahan angkasa paling buruk sejak pengrusakan satelit pemantau iklim yang sudah tua milik China secara sengaja pada 2007 dan meninggalkan sampai 2.500 pecahan di orbit bumi.

Sampai akhir Maret 2004, urai Djamal, di antariksa masih terdapat 9.236 benda yang mengorbit bumi yang terdeteksi radar pemantau antariksa. Dari jumlah itu 2.988 berupa satelit, baik yang masih berfungsi maupun tidak berfungsi lagi, selebihnya 6.248 adalah sampah, berupa badan roket atau pecahan satelit atau roket.

Jumlah sampah antariksa mendominasi wilayah orbit satelit. Amerika Serikat dan negara-negara bekas Uni Soviet merupakan pemilik terbesar benda antariksa tersebut.

Menurut Djamal, benda antariksa buatan manusia dapat dikelompokkan dalam empat jenis orbit. Terbanyak berada pada orbit rendah (LEO = Low Earth Orbit) dengan ketinggian kurang dari 5.500 km. Satelit eksperimen ilmiah dan satelit penginderaan jauh umumnya berada pada orbit ini.

Terbanyak ke dua berada pada orbit geosinkron (GEO = Geosynchronous Earth Orbit) pada ketinggian 36.000 km di mana satelit telekomunikasi dan pengamat cuaca umumnya berada pada orbit ini.

Orbit menengah (5.500-36.000 km) disebut MEO (Medium Earth Orbit). Sistem satelit navigasi milik Amerika Serikat, GPS (Global Positioning System) dan milik Rusia, GLONASS (Global Navigation Satellite System) menempati orbit menengah ini, juga roket-roket peluncur satelit komunikasi banyak yang masih berada pada orbit ini.



sumber
 
PERTAMAC


ane baru denger beritanya tadi jam 00.00 berarti TS nya begadang neh jagaiin pos ronda
 
Wah lama2 bisa penuh dong, gimana kalo semakin banyak terjadi tabrakan, ada gak cara buat mengambil kembali sampah2 tersebut?
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.