• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Mengenal Bendera Rasul (ar Roya)

khilafahstuff

IndoForum Newbie F
No. Urut
62466
Sejak
25 Jan 2009
Pesan
8
Nilai reaksi
0
Poin
1
isl-2f.gif

Banyak Hadits dan atsar telah menjelaskan kepada kita tentang raayah (panji) dan bendera (liwaa’) Nabi saw, Di dalamnya juga dijelaskan warna, bentuk, dan karakteristik panji-panji dan bendera Rasulullah saw.

1. Dari Ibnu ‘Abbas ra, ia berkata:

<<kaanat rooyatu rosuuuliLlahi Shallallahu ‘alaihi wa sallam saudaa a, wa liwaa u huu abyadho>>
“Raayahnya (panji) Rasul saw berwarna hitam, sedangkan benderanya (liwa’nya) berwarna putih.”

Takhrij Hadits, Rayah menurut penuturan Ibnu Abbas ini, dikeluarkan dari :

* Imam Tirmidzi dalam kitab Jami’nya: IV/197, no. 1681, dikomentarinya sebagai hadits hasan gharib;
* Imam Ibnu Majah dalam Sunannya: II/941, no. 2818;
* Imam Thabrani dalam Mu’jamul Ausath: I/77, no. 219;
* Mu’jam al-Kabir: XII/207, no. 12909;
* Imam al-Hakim dalam al-Mustadrak: II/115, no. 2506/131, Dikatakan dalam at-Talkhish (Yazid dha’if);
* Imam al-Baihaqi dalam Sunannya: VI/363 (lihat Fath al-Baariy: VI/126);
* Imam Abu Syaikh dalam kitabnya Akhlaq an-Nabi saw, halaman 153, No. 420/421;
* Imam Baghawi dalam Syarh Sunnah: X/404, no. 2664;
* Imam al-Haitsami dalam Majmu’ az-Zawaaid: V/321, dikatakan, Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dan Thabrani, didalamnya terdapat Hibban bin Andullah, Adz-Dzahabi berkomentar, dia adalah majhul sedang para perawi Abu Ya’la lainnya adalah tsiqah;
* Berkata as-Shalihi asy-Syaami dalam sirah Nabi saw (Subulul Huda wa ar-Rasyad) ‘Riwayat Imam Ahmad dan Tirmidzi sanadnya bagus, sedangkan melalui Thabrani perawinya shahih kecuali Hibban bin Ubaidillah dari Baridah dan Ibnu Abbas’: VII/271;
* Dikeluarkan oleh Ibnu Asakir dalam Tarikh kota Damaskus: IV/223 dengan teks berasal dari Ibnu Abbas yang dikatakannya: ‘Rayahnya RasuluLLah saw adalah berwarna hitam, sedangkan liwa’-nya berwarna putih’. Disebutkan pula melalui jalur lain (IV/24), lihat juga Mukhtasharnya: I/352. Berkata Syaikh Syu’aibal Arnauth dalam Hamsysyarh Sunan al-Baghawiy bahwa sanadnya hasan. Tirmidzi juga meng-hasan-kannya;
* Tharh at-Tatsrib Syarh at-Tarqib: VII/220;
* ‘Umdatul Qaari-nya al-‘Aini: XII/47;
* Misykah al-Mashabih-nya Tibriziy: II/1140.

2. Dari Abu Hurairah, ia berkata:

<<Kaanat rooyatu rasuuliLlahi shallahu ‘alaihi wa sallam saudaa a, wa liwaa u huu abyadho>>
“Panji RasuluLlah saw (raayat) berwarna hitam, sedangkan liwa’nya berwarna putih.”

Takhrij Hadits, Rayah menurut penuturan Abu Hurairah ra ini, dikeluarkan dari :

* Dikeluarkan oleh Abu Syaikh dalam Akhlaq an-Nabi pada halaman 154, no. 421 dan halaman 256, no. 427;
* Dikeluarkan juga oleh Ibnu Asakir dalam Tarikh kota Damaskus dengan teks (Telah menceritakan kepada kami Abu al-Qasim al-Khadlr bin Hussain bin Abdillah bin ‘Abdan, dari Abu Abdullah Muhammad bin Ali bin Ahmad bin Mubarak al-Farra, dari Abu Muhammad Abdullah bin Hussain bin Abdan, dari Abdul Wahhab al-Kilabi, dari Sa’id bin Abdul Aziz al-Halabiy, dari Abu Nu’aim Abid bin Hisyam, dari Khalid bin Umar, dari al-Laits bin Sa’ad, dari Yazid bin Abi Hubaib, dari Abi al-Khair, dari Abu Hurairah, berkata : ‘Rayahnya Nabi saw dari secarik beludru yang ada di tanagn Aisyah, ditanyakan kepadanya (bahwa Aisyah) yang memotongnya, dan liwa beliau berwarna putih..’ (al-hadits).
* Juga melalui jalur lain dikatakan: “Telah menceritakan kepada kami Abu al-Qasim as-Samarqandiy, dari Kahlid bin Amru, dari Laits, dari Yazid bin Abi Hubaib, dari Abi al-Khair Murtsid bin Yazid, dari Abu Hurairah, bunyi haditsnya sama dengan sebelumnya.
* Ibnu Hajar berkata dalam Fath al-Baariy: ‘Telah dikeluarkan oleh Ibnu Adi dari haditsnya Abu Hurairah’: VI/127;
* Juga berita tersebut dalam al-Kamil-nya Ibnu Adi: III/31, yang diterjemahkan oleh Khalid al-Qurasyiy;
* Tharh at-Tatsrib Syarh at-Tarqib: VII/220;
* ‘Umdatul Qaari-nya al-‘Aini: XII/47;

3. Dari ‘Abdullah bin Buraidah dari Bapaknya: Abu Qasim bin ‘Asakir berkata: “telah meriwayatkan kepada kami Abu al-Qasim Zahir bin Thahir asy-Syahaamiy, dan Abu al-Mudzfar bin al-Qasyiiriy, keduanya berkata, “Telah mengabarkan kepada kami, Abu Sa’ad al-Junzuruudiy, telah mengabarkan kepada kami, Abu ‘Amru bin Hamdaan, telah mengabarkan kepada kami Abu Ya’la al-Mushiliy, telah mengabarkan kepada kamiIbrahim bin al-Hujjaj, telah mengabarkan kepada kami Hibban bin ‘Ubaidillah –tambahan dari al-Qasyiiriy- Ibnu Hibban Abu zahiir, telah mengabarkan kepada kami Abu Majliz dari Ibnu ‘Abbas, Hayyan berkata, ‘Telah meriwayatakan kepada kami ‘Abdillah bin Buraidah dari bapaknya:

<<anna rosuulaLlahi shallallahu ‘alaihi wa sallam kaanat rooyatuhuu saudaa a, wa liwaau huu abyadho>>
“Sesungguhnya, panji RasuluLlah saw (rayah) berwarna hitam, sedangkan liwa’nya berwarna putih.”

Takhrij Hadits, Rayah menurut penuturan ‘Abdillah bin Buraidah dari bapaknya ini, dikeluarkan dari :

* Imam Abu Syaikh dalam Akhlaq an-Nabi saw dan Adabnya, halaman 153, no. 420. Aku berkata: ‘Itu jalurnya sama dengan hadits yang sebelumnya, dari Ibnu Abbas, karena kadangkala Ibnu Abbas mengatakannya pada dirinya, kadangkala kepada Abdullah bin Buraidah, dari bapaknya, teksnya adalah: ‘Bahwa rayahnya RasuluLah saw berwarna hitam dan liwanya berwarna putih’.
* Tarikh ad-Dimasysq: IV/224.
* Imam Ibnu Hajar berkata dalam Fath a- Bariy: VI/127, Abi Ya’la dari haditsnya Buraidah;
* Thabrani mengeluarkannya dalam Mu’jamul Kabir: XII/207, no. 12909;
* Majmu’ al-Bahrain, Halaman 870;
* Imam al-Iraqiy berkata dalam Tharh at-Tatsrib Syarh at-Tarqib: VII/220, ‘Itu diriwayatkan oleh Abu Ya’al al-Mausuliy dalam musnadnya, dan Thabrani dalam Mu’jam al-Kabirnya dari hadits Buraidah’.

4. Dari Jabir ra (haditsnya marfu’) sampai kepada RasuluLlah saw:

<<annahuu kaana liwa uhuu yauma dakhola makkata abyadho>>
“Bendera Nabi saw (liwaa’) pada saat masuk kota Makkah berwarna putih”

Takhrij Hadits, Rayah menurut penuturan Jabir ra ini, dikeluarkan dari :

* Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya: III/72, no. 2592;
* Al-Mukhtashar: VII/406, no. 2480.
* Teks menurut Tirmidzi: IV/195, no. 1679, berkata: ‘Dari Jabir bin Abdullah, ‘Bahwasanya Nabi saw masuk ke kota Makkah pada saat hari penaklukan dengan liwanya berwarna putih’.
* Imam Ibnu Hibban dalam Shahihnya (al-Ihsan): XI/47, no. 4743, berkata al-Arnauth: ‘Haditsnya hasan dengan dua orang saksi’.
* Imam an-Nasa’i: VI/200, no. 6869 dalam bab Haji, dan no. 106 dalam bab Masuk kota Makkah;
* Imam al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubra-nya: VI/362;
* Imam al-Baghawiy dalam Syarh as-Sunnah: X/403;
* Al-Hakim dalam al-Mustadraknya: IV/115, no. 2505, dikatakannya: ‘Hadits ini shahih dengan syarat muslim meski beliau tidak mengeluarkannya, tetapi dia menyaksikan haditsnya Ibnu Abbas ra’.;
* Imam al-Haitsami dalam Majmu’ az-Zawaaid : V/321, dikatakannya: ‘Diriwayatkan oleh Thabrani dengan tiga orang, terdapat juga dalam Sunan-nya bahwa liwa itu putih’.;
* Lihat juga at-Talkhish al-Hubair-nya Ibnu Hajar: I/98;
* ‘Umdatul Qaari-nya al-‘Aini: XII/47;
* Misykah al-Mashabih-nya Tibriziy: II/1140.

5. Dari ‘Aisyah ra, ia berkata:

<<Kaana liwaa u rosuuliLlahi shallallahu ‘alaihi wa sallam abyadho>>
“Liwaa’nya Nabi saw berwarna putih”

Takhrij Hadits, Rayah menurut penuturan ‘Aisyah ra ini, dikeluarkan dari :

* Imam al-Baghawiy dalam Syarh as-Sunnah: X/404, no. 2665;
* Abu Syaikh dalam Akhlaq an-Nabi wa Adabuhu pada halaman 154, no. 422, Halaman 156, no. 428;
* Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannif-nya: VI/533, no. 336111;
* Imam al-Iraqiy berkata dalam Tharh at-Tatsrib Syarh at-Tarqib: VII/220: ‘Itu diriwayatkan oleh Abu Syaikh bin Hibban dari Haditsnya Aisyah.’

6. Dari Ibnu ‘Umar ra, beliau berkata:

<<anna rosuulaLlahi shallallahu ‘alaihi wa sallam kaana idzaa ‘aqoda liwaa an, ‘aqodahu abyadhu, wa kaana liwaa u rosuuliLlahi shallallahu ‘alaihi wa sallam abyadho>>
“Tatkala Rasulullah saw memasangkan benderanya, beliau memasangkan bendera (liwaa’) yang berwarna putih”

Hadits dari Ibnu ‘Umar ra ini dikeluarkan Abu Syaikh dalam kitab Akhlaq an-Nabi wa Adabuhu, halaman 155, no. 423.

7. Rasyid bin Sa’ad telah menceritakan sebuah riwayat dari RasuluLlah saw:

<<kaanat royaatu rasuuliLlahi shallallahu ‘alaihi wa sallam saudaa a wa liwaa uhuu abyadho>>
“Panji (raayah) Nabi saw berwarna hitam, sedangkan liwa’-nya berwarna putih”

Rayah menurut penuturan Rasyid bin Sa’ad ini ada dalam kitab as-Sair al-Kabir karya Imam asy-Syaibani: I/71.

http://khilafahstuff.com
 
I'm the Only One

She was my sister and she was sleeping late. She's a lot older than me and at the time she was about to break into films, directing them, so everybody was indulging her. She was the only girl, too. If something didn't work out in her life and she had to come home for a while, it was a big deal. maple story mesos It mattered more than if I fucked up in one way or another. When Kelly was at home you had to creep around the house and keep your voice down even if it was in the middle of the afternoon. Our mother's Canadian - I don't know why I say that, except maybe it helps explain her opinion about Kel: Smarts Needs Special. It was this crappy little phrase that she had made up and it meant that clever people. People with special talents, need special treatment. Like they have a disease. You have to meet the Canadian side of our family to understand how cute she thinks that phrase is. I remember thinking that it was bullshit when I was fourteen and it still smells bad now. But to my mother, Kelly was this asteroid that had landed in our lives and no one knew how she got there or what size hole she was going to leave. I've never been very good at school, and Pete, our older brother, is the same. wow power leveling Then along comes Kelly. So my mother has us all pussy-footing around like a family mime troupe, waving our hands, taking our shoes off.I'm thinking of a particular morning, I was creeping around trying to make a silent breakfast, opening cupboards quietly, acting like I didn't exist. I'd been doing it for a couple of weeks since Kelly got back. It felt like I'd been doing it my whole life. The situation came about because earlier in the year Kelly had moved in with this guy called Aidan. They bought furniture, the whole works. Then she cheated on him and he left her. Apart from Kelly being back in our house, it was also a shame because Aidan was the only man she ever went out with, before or since, whom I've had any time for whatsoever. Aidan was a top man, a good guy. The thing wow power leveling I like about him was that he was smart, but he didn't need much of this special treatment. He was Irish, from Dublin, and he could be funny, he could talk football and he liked to see other people's mouths open and close besides his own. It was good knowing someone like him. I needed it; what with dad not being around, Pete married and gone; and me in a house full of women. That was the year I was praying for a few more inches on my height and shaving the bare space under my nose hoping that something might turn up. So it was good to know Aidan, archlord gold six foot three and hairy as a bear. He was hairy back and front and Kelly would tease him about it, and he would laugh her off or tell her she could do with losing a few pounds which, between you and me, was nothing but the truth. She was a fat little thing back then. And he went and told her, straight-up; didn't care that she was almost, sort of, famous. He told it how it was. That was the way he loved her. She never appreciated it, though, and then she had this fling with some pretty boy in the film industry. But you could see she realised what she'd lost when he left her because she slunk back home and holed herself up in Pete's old room that I'd been using for weights. She took it over and lay in there all day in the dark curled up in a stinking duvet watching old black-and-white films. I remember asking her, 'Why can't you use your own bedroom?' She had a small bedroom upstairs buy archlord gold that used to be covered wall to wall in her school friends' graffiti until she went off to university and mum whitewashed the whole thing. I asked her again, 'Why can't you use your own bedroom, that's what it's there for.' She said, 'I can't sleep and work in the same room. I need a study.' She said it as if a study is one of those things you can't do without, like clean water. I said, 'But I need to exercise.' She said, 'You're fourteen. Your body isn't even developed. The only thing you need to do is stop beating the bishop before you go blind.' This was classic Kelly. She always knew how to make you feel four inches long in every direction.
 
^

Ni apaan nih.../? /? /?

Om momod tolong dibersihin yah............../thx
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.