• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

YA ANURUDDHA: Arahat bermata dewa

imhereyahum

IndoForum Beginner C
No. Urut
44294
Sejak
23 Mei 2008
Pesan
827
Nilai reaksi
7
Poin
18
YANG ARIYA ANURUDDHA


Sesaat sebelum mencapai Parinibbana, Sang Buddha menyampaikan kata-kata terakhir Beliau, “O Bhikkhu dengarkanlah baik-baik nasihatku : Segala sesuatu yang terdiri atas paduan unsur-unsur akan hancur kembali. Karena itu berjuanglah dengan sungguh-sungguh”. Setelah itu Sang Buddha memasuki Jhana kesatu, lalu Jhana kedua, ketiga, keempat. Kemudian memasuki keadaan ‘Ruang Tak Terbatas’, kemudian ‘Kesadaran Terbatas’, keadaan ‘Kosong’, keadaan ‘Bukan Pencerapan pun Bukan Pencerapan’ kemudian mencapai ‘Penghentian Pencerapan dan Perasaan’.

Pada saat itulah YA Ananda berkata kepada Anuruddha, “Bhante, Sang Bhagava telah Parinibbana!” Tetapi YA Anuruddha menjawab, “Belum, Avuso Ananda. Sang Bhagava belum Parinibbana. Beliau sekarang berada dalam keadaan ‘Penghentian Pencerapan dan Perasaan’ “.

Kemudian Sang Buddha bangun dari keadaan ‘Penghentian Pencerapan dan Perasaan’ lalu memasuki keadaan yang telah dijalaninya dengan urutan sebaliknya sampai kembali ke Jhana kesatu. Dari Jhana kesatu, Beliau kembali memasuki Jhana kedua, ketiga dan keempat. Keluar dari Jhana keempat Sang Buddha segera mengakhiri hidupnya dan mencapai Parinibbana.

Ketika Sang Buddha mencapai Parinibbana, YA Anuruddha mengucapkan syair berikut,

” Dengan tiada pergerakan napas,
tetapi dengan keteguhan hati,
Bebas dari keinginan dan tenang,
Demikianlah Sang Petapa mengakhiri hidupnya,
Tak gentar menghadapi saat mautnya,
Batinnya memperoleh kebebasan,
Bagaikan api lampu yang padam“.

YA Anuruddha terlahir sebagai saudara sepupu Sang Buddha, putera dari Amitodana. Mempunyai saudara kandung bernama Mahanama dan merupakan saudara satu ayah lain ibu dari Ananda. Wajahnya tampan, alisnya lurus dan bentuk hidungnya bagus, ahli dalam seni bela diri dan olahraga. Orangtuanya amat menyayanginya dan memberinya rumah untuk tiap musim, satu untuk musim panas, satu musim dingin dan satu untuk musim hujan, sebagaimana yang diperoleh Pangeran Siddhattha dari orang tuanya. Di dalam tiap rumah yang dibangun untuk Anuruddha terdapat banyak pelayan yang selalu siap melayaninya.

Kedatangan Sang Buddha ke Kapilavatthu membuat banyak orang tertarik akan ajaran Sang Buddha dan banyak di antara mereka yang meninggalkan hidup keduniawian dan menjadi bhikkhu. Dalam keluarga Anuruddha belum ada yang menjadi bhikkhu. Oleh karena itu Mahanama mengusulkan agar salah satu dari mereka untuk menjadi bhikkhu, karena apabila keduanya menjadi bhikkhu maka tidak ada lagi yang memelihara garis keturunan keluarga.

Anuruddha yang terbiasa hidup dalam kemewahan merasa sulit untuk hidup sebagai bhikkhu, namun Mahanama membujuknya dengan menunjukkan kesukaran kehidupan sebagai perumah tangga, dan pekerjaan dalam pertanian yang tiada habisnya. Anuruddha meminta ijin dari ibunya untuk menjadi bhikkhu. Ibunya yang amat menyayanginya mula-mula menolak memberi ijin, akhirnya memberi ijin dengan syarat sepupunya Bhaddiya, Raja Sakya yang menggantikan Raja Suddhodana yang telah mangkat, juga mengikutinya menjadi bhikkhu. Ibunya berpikir bahwa tidak mungkin Bhaddiya akan meninggalkan tugasnya sebagai raja untuk menjadi bhikkhu.

Bhaddiya berkata bahwa ia mau menemani Anuruddha menjadi bhikkhu asalkan Anuruddha mau menunggu tujuh tahun lagi. Atas desakan Anuruddha, masa menunggu itu dipersingkat menjadi enam tahun, lima tahun, empat tahun, sampai satu tahun. Akhirnya Bhaddiya berjanji untuk melaksanakan hal itu tujuh hari lagi setelah ia menyerahkan tugasnya kepada anak dan saudaranya.

Anuruddha kemudian mengajak pula Ananda, Bhagu, Kimbila dan Devadatta untuk menjadi bhikkhu. Agar tidak dicurigai, mereka pergi ke taman seolah-olah akan berolahraga dengan membawa pula tukang cukur mereka yang bernama Upali. Di tengah perjalanan mereka menyuruh para pengiring pulang, dan kemudian melepaskan baju dan perhiasan yang dipakai untuk dibawa pulang oleh Upali. Tetapi Upali yang merasa takut akan kemarahan orang Sakya bila membawa pulang barang-barang itu, akhirnya mengikuti mereka untuk menjadi bhikkhu. Mereka bertemu dengan Sang Buddha di Anupiya dalam perjalanan ke Rajagaha. Mereka memohon kepada Sang Buddha agar Upali ditahbiskan terlebih dahulu agar mereka dapat mengurangi rasa kesombongan mereka karena dengan demikian selanjutnya mereka harus menghormati Upali sebagai bhikkhu yang lebih senior.

Bhaddiya kemudian mencapai tiga pengetahuan dan menjadi Arahat. Ananda mencapai tingkat kesucian Sotapanna. Devadatta memperoleh kesaktian yang dapat dicapai oleh manusia biasa. Bhagu, Kimbila dan Upali pun kemudian mencapai tingkat Arahat.

Anuruddha yang terbiasa hidup nyaman dan dilayani oleh banyak pelayan kini harus mengenakan jubah kasar, berkeliling menerima dana makanan, tidur di alam terbuka dan menjalani aturan yang keras. Dengan tekadnya yang kuat, ia dapat terbiasa dengan kehidupan sebagai bhikkhu namun merasa amat lelah dalam melaksanakan latihan-latihan itu.

Pada suatu kali ketika Anuruddha dan bhikkhu-bhikkhu lainnya sedang berkumpul di vihara Jetavana mendengarkan khotbah Sang Buddha, ia merasa sangat mengantuk dan tertidur. Ia terbangun ketika Sang Buddha menyebut namanya dan menyapanya dengan beberapa perkataan. Setelah khotbah selesai, dengan rasa malu Anuruddha menyampaikan rasa penyesalannya kepada Sang Buddha dan bertekad untuk tidak lagi tertidur pada saat mendengarkan khotbah Sang Buddha. Sejak saat itu Anuddha tidak pernah memejamkan mata walaupun di malam hari.

Dengan latihannya Anuruddha memperoleh mata dewa, yaitu kemampuan untuk melihat timbul lenyapnya makhluk-makhluk di alam semesta ini. Kemudian beliau mencapai tingkat kesucian tertinggi yaitu Arahat. Namun latihan yang keras demikian menyebabkannya gangguan pada matanya sehingga tidak dapat melihat. Ketika diminta oleh Sang Buddha agar beliau tidur untuk memulihkan penglihatan matanya sesuai dengan anjuran dokter, beliau menjawab, “Bhante, dengan bertekad untuk tidak tidur saya dapat mengatasi semua penderitaan. Bagaimana saya dapat melepaskan tekad itu ?”

YA Anuruddha hadir pada saat Sang Buddha mencapai Parinibbana dan berperan pula dalam Sidang Agung Sangha yang diadakan setelah Sang Buddha Parinibbana. Beliau dengan para bhikkhu lainnya mendesak YA Ananda untuk melatih diri dengan sungguh-sungguh sehingga dapat mencapai tingkat Arahat pada Sidang Agung tersebut. YA Anuruddha mencapai Parinibbana (wafat) di desa Veluva dari Vajjian di bawah kerimbunan pohon bambu.
 
jarang ada thread dari Mahayana... thanx untuk sharing....
 
dari sekian banyak murid buddha gotama cuma sudah dapat dipastikan cuma 1 org yang mempunyai kekuatan mata dewa? mungkin sebagian murid2nya pada punya kemampuan mata dewa hanya tidak menunjukkan saja.

ayo2 sharing pendapat ditunggu... ^_^
 
untuk memastikan 100% seseorang memiliki kemampuan tersebut....tidak dapat dipungkiri kita juga harus bisa memiliki-nya.....karena kemampuan ini tidak dapat di lihat tetapi hanya dapat di rasakan.

sama seperti ingin mengetahui tingkat kesucian arahat...setidak nya kita juga harus memiliki tingkat yang sama...

contoh lebih simple lagi...
orang tua dengan gelar professor yang super jenius....
jika kita ingin tahu tingkat kejeniuasan seseorang....setidaknya kita juga harus jenius.
 
@Cingsen, mungkin seperti ini

Y.A. Sariputta adalah murid yang memiliki tertinggi pemahaman tentang dhamma diantara murid2 Sang Buddha

Y.A. Mogallana adalah murid yang memiliki kesaktian yang paling tinggi diantara murid2 sang Buddha Lainnya

Y.A. Ananda adalah murid yang memiliki daya ingat yang terbaik diantara murid2 sang Buddha.

apakah murid2 sang Buddha yang lain (yang telah mencapai arahat) tidak memiliki pemahaman dhamma, kesaktian dan daya ingat? tentunya memiliki

Jadi mungkin Y.A. Anuruddha adalah yang terbaik untuk kemampuan Mata Dewa.

kira2 spt itu kalo pendapat saya.
 
@Cingsen, mungkin seperti ini

Y.A. Sariputta adalah murid yang memiliki tertinggi pemahaman tentang dhamma diantara murid2 Sang Buddha

Y.A. Mogallana adalah murid yang memiliki kesaktian yang paling tinggi diantara murid2 sang Buddha Lainnya

Y.A. Ananda adalah murid yang memiliki daya ingat yang terbaik diantara murid2 sang Buddha.

apakah murid2 sang Buddha yang lain (yang telah mencapai arahat) tidak memiliki pemahaman dhamma, kesaktian dan daya ingat? tentunya memiliki

Jadi mungkin Y.A. Anuruddha adalah yang terbaik untuk kemampuan Mata Dewa.

kira2 spt itu kalo pendapat saya.


sy punya profil riwayat arahat / riwayat agung murid sang Budha. nanti sy post disini..:)>-
 
@imhereyahum, mungkin lebih baik anda posting di thread baru atau thread lain yang berjudul murid2 sang Buddha (kalo ga salah pernah ada deh) trus kita minta di sticky supaya nanti kalo mo baca atau mempelajarinya lagi lebih mudah.

ditunggu posting-nya
 
@imhereyahum, mungkin lebih baik anda posting di thread baru atau thread lain yang berjudul murid2 sang Buddha (kalo ga salah pernah ada deh) trus kita minta di sticky supaya nanti kalo mo baca atau mempelajarinya lagi lebih mudah.

ditunggu posting-nya

boleh juga ;)
oyah, istilah sticky maksudnya aapaan ya :P
hehe..
 
gimana yach ngejelasin sticky...
pada saat kamu masuk ke Buddha - indoforum, ada beberapa artikel kan yang selalu berada di paling atas. nah itu sticky, jadi kita ga perlu cari2 ke halaman2 yang lain, karena berada di halaman pertama. Mungkin @Roughtorer bisa menjelaskan lebih baik.

Mana nih pendapat yang lain... kalo emang setuju n momod setuju juga, saya bisa bantuin dengan ngumpulin artikel2 tentang murid sang Buddha yang sudah pernah dibuat, dan dimasukkan ke dalam 1 thread baru (bila diijinkan oleh momod dan yang posting), tentunya dengan qoute.
 
gimana yach ngejelasin sticky...
pada saat kamu masuk ke Buddha - indoforum, ada beberapa artikel kan yang selalu berada di paling atas. nah itu sticky, jadi kita ga perlu cari2 ke halaman2 yang lain, karena berada di halaman pertama. Mungkin @Roughtorer bisa menjelaskan lebih baik.

Mana nih pendapat yang lain... kalo emang setuju n momod setuju juga, saya bisa bantuin dengan ngumpulin artikel2 tentang murid sang Buddha yang sudah pernah dibuat, dan dimasukkan ke dalam 1 thread baru (bila diijinkan oleh momod dan yang posting), tentunya dengan qoute.


setahu saya kan murid utama sang budha ada 10 yah?
lalu apa hubungannya dengan 18 arahat yang terkenal itu? bukankah Ananda, Mogalana dcs juga termasuk dalam 18 arahat tersebut?

bisa dijelaskan?
 
boleh juga ;)
oyah, istilah sticky maksudnya aapaan ya :P
hehe..

gimana yach ngejelasin sticky...
pada saat kamu masuk ke Buddha - indoforum, ada beberapa artikel kan yang selalu berada di paling atas. nah itu sticky, jadi kita ga perlu cari2 ke halaman2 yang lain, karena berada di halaman pertama. Mungkin @Roughtorer bisa menjelaskan lebih baik.

Mana nih pendapat yang lain... kalo emang setuju n momod setuju juga, saya bisa bantuin dengan ngumpulin artikel2 tentang murid sang Buddha yang sudah pernah dibuat, dan dimasukkan ke dalam 1 thread baru (bila diijinkan oleh momod dan yang posting), tentunya dengan qoute.

Sticky maksudnya, bahwa ada artikel artikel atau thread thread yang dianggap bagus oleh kebanyakan member dan dimohon oleh member sendiri kepada moderator yang bertugas agar di sticky. Thread yang di Sticky tidak akan tenggelam, walau bermunculan thread baru, seperti layaknya sbeuah thread.

Thread akan tersundul ke atas, setiap ada post dari member pada thread tersebut. Nah, pada thread yang di sticky, maka thread tersticky tersebut tetap di posisi puncak (antara sesama thread yang disticky). Walaupun tidak atau belum ada yang post disana.

Coba perhatikan, thread Berita/Info Buddhis, kemudian thread Meditasi, renungan Harian, dll.... itu semua thread yang di sticky, maka posisinya tetap berada di posisi paling atas. Hanya bergerak di antara yang tersticky saja.

Saya justru punya gagasan, bagaimana bila dibuat sebuah thread yang disticky untuk membahas permasalahan sehari-hari pemeluk Buddha. untuk itu perlu adanya kerjasama dari sesama member. Ini bersifat universal, semua aliran. Misal. Kaya yang ditanyakan Ding Ting dulu, soal malu ke Vihara. Kemudian, masalah-masalah dalam ritual kebaktian, atau percintaan remaja..... jadi semacam konsultasi yang berbeda dengan thread Tanya Jawab.

Untuk itu, mungkin bro bro senior di FR Buddha ini bisa memberikan masukan. Karena saya melihat, thread seperti ini jarang di FR Buddha. Kebanyakan kita membahas permasalahan teori di sini. Pelaksanaan, masalah dalam pelaksanaan, hambatan dalam melaksanakan teori teori yang sudah kita dapat, agak sedikit ketinggalan di FR BUddha.

Kalau, setuju mari kita mulai. semoga ini bisa menjadi ajang saling bantu antara sesama siswa/siswi sang Buddha di sini.

Jadi ingat thread yang dulu dari Imhereyahum tentang meditasi dengan baca mantra yang seru banget dibahas oleh teman-teman termasuk bro Dragon Hung.... nah.. yang kaya gitu itu maksud saya dikhususkan di satu thread. Jadi, kasus menjelaskan dan menanyakan hal-hal dari segi praktisi seperti itu tidak lagi bersifat accidential.... tidak hanya ada bila ada kebetulan. rasanya member lain juga ingin tahu,, bagaimana pengalaman kita dalam melaksanakan ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari. Gitu juga pas thread saya dulu yang menanyakan 'kentut saat kebaktian/puja bhakti' yang sudah diclosed cro Coolguys. Kalau berdiri sendiri, memang gimana yah... agak kurang berwibawa, tapi kalau ada wadahnya.... saya rasa pertanyaan begitu sangat alamiah. Sangat manusiawi. Sama dengan pertanyaan tentang 'menstruasi pada wanita', dll. Semoga, kita bisa menepis perasaan enggan dan malu untuk bertanya atau menjawab permasalahan hidup sebagai umat Buddha, untuk kebaikan semua juga. :):):)
 
@roughtorer

klw saya si setuju aja. tapi klw begitu apa dong bedannya sama forum yg disticky lain. kyk "renungan harian" ama "forum Budha the lounge"

bukannya sama saja?didalamnya jg berisi tentang obrolan-obrolan ringan, joke, curhatan dsb gitu.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.