Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
Syalom.....
@atas
Memang benar, kita memang masih harus menghormati Bunda Maria. Sayangnya, Gereja Lutheran di Indonesia sudah tidak memperingati lagi perayaan Bunda Maria Bunda Allah tanggal 15 Agustus.
Syalom.....
@atas
Memang benar, kita memang masih harus menghormati Bunda Maria. Sayangnya, Gereja Lutheran di Indonesia sudah tidak memperingati lagi perayaan Bunda Maria Bunda Allah tanggal 15 Agustus.
Bro mau tanya ya, kenapa Gereja Lutheran di Indonesia sudah tidak memperingati lagi? bagaimana dengan Gereja Lutheran yang ada di luar negeri ? apakah masih merayakan ?
Siapa yg punya autoritas untuk menghentikan suatu perayaan atau melanjutkan suatu perayaan ?
Apakah tidak merayakan itu berarti tidak menghormati lagi ?
Syalom...
@atas
Kalau untuk luar negeri, saya tidak tahu, mungkin iya. Tetapi Lutheran di sana masih sangat tradisional. Mereka juga masih mengucapkan Litani Agung, membuat tanda salib, dan saya juga pernah melihat kalender liturgis mereka masih terdapat perayaan Santa/Santo. Coba buka http://www.youtube.com/watch?v=JwQFYu4W6go
Kalau mengapa di Indonesia sudah tidak merayakan lagi, mungkin karena di Indonesia sudah terpengaruh pietisme dan calvinisme.
Oleh otoritas siapa, tolong jangan tanya saya. Tetapi kemungkinan besar kerana hal ini tidak pernah dibahas dalam sinode godang (konsili agung). Jadi bukan dihapuskan, bahkan tidak pernah dimasukkan dalam liturgi gereja Lutheran di Indonesia.
Untuk pertanyaan terakhir, sebenarnya gereja Lutheran dan Anglikan masih menghormati Bunda Maria lebih dari denominasi Protetan lainnya. Namun sepertinya di Indonesia penghormatannya sama seperti gereja Prostestan lainnya.
Ya....
Dia juga bukanlah seorang yg sangat anti-Maria, terbukti dengan penghormatannya terhadap Bunda Maria!
Tetapi sayang, itu tidak cukup sebagai pembenaran akan keseluruhan imannya
Salah satu penghormatan Martin Luther kepada Maria:
Martin Luther:
Kristus, penyelamat kita, adalah buah rahim yang nyata dan alami dari Maria... Ini adalah tanpa campur tangan lelaki, dan dia tetap perawan setelah itu
{Luther's Works, eds. Jaroslav Pelikan (vols. 1-30) & Helmut T. Lehmann (vols. 31-55), St. Louis: Concordia Pub. House (vols. 1-30); Philadelphia: Fortress Press (vols. 31-55), 1955, v.22:23 / Sermons on John, chaps. 1-4 (1539) }
Ini menyatakan bahwa Martin Luther pun percaya bahwa Bunda Maria adalah Perawan yg murni, dilindungi oleh Allah karena Iman dan Pilihan Hidupnya!
Tetapi
Walaupun dia menghormati Bunda Maria, Sang Perawan tiada ternoda, tetap saja atas kesesatan yg lain sehingga dia dinyatakan sesat oleh Gereja (bukan oleh saya!)
Mau tahu?