roughtorer
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 44416
- Sejak
- 24 Mei 2008
- Pesan
- 6.755
- Nilai reaksi
- 175
- Poin
- 63
AKARTA, MINGGU — Harga sejumlah produk elektronik yang hampir semuanya impor melambung sesuai kurs dollar terhadap rupiah yang mencapai level Rp 10.300, Minggu (12/10).
Berdasar pantauan di pusat produk elektronik Harco Glodok, Jalan Gajah Mada, Jakarta, hingga siang ini beberapa toko di lantai 3 belum tampak buka. Menurut Aditya, pemilik toko komputer di salah satu kios, hampir semua kios komputer di blok B lantai 3 bila hari Minggu memang tutup. "Ya kan mereka yang tutup hari ini libur mungkin, tapi mungkin juga karena dollar hari ini mencapai 10 ribu, pasti kan pengaruh juga ke penjualan kalau mencapai level segitu," katanya.
Sedangkan di pusat elektronik di Ambasador Mall, Jakarta, beberapa toko masih buka seperti hari biasa. Tetapi beberapa penjual memang mengeluhkan level nilai tukar dolar hari ini, seperti dituturkan Jamaludin (45) mengatakan laptop merk Presario seri V3906TU yang biasanya digemari pembelinya, sekarang pembeli menanyakan kurs dollar dulu sebelum membeli. "Presario jenis itu kan 669 dollar AS atau senilai Rp 7.200.000 saat kurs dollar mencapai Rp 10 ribu, yah tapi gimana lagi emang dollar yang fluktuatif jadi kita pasrah saja karena dari distributornya segitu harganya," katanya.
Tetapi ia masih memiliki beberapa stok laptop dan desktop yang harganya masih stabil karena membeli produknya masih stok beberapa tahun lalu. "Seperti Dell harganya masih normal, begitu juga Compaq Presario seri B1201VU masih seharga Rp 9,2 juta," kata Jamaludin.
Sedangkan menurut Andre (31), beberapa merek yang dijualnya memang rata-rata terpengaruh dengan depresiasi nilai tukar rupiah. "Lihat saja sekarang NEC, Acer dan Lenovo semakin sepi penjualannya. Apalagi hari ini, pengunjung di toko banyak tetapi semuanya cek harga aja," katanya.
Ia mengaku pasrah dan tidak bisa berbuat banyak dengan nilai rupiah yang semakin terdepresiasi karena krisis global. "Harapannya krisis di AS segera mereda, karena kalau AS aja sekarat, bagaimana negara kita ya," ujarnya.
-------------------------------
Dagangan gw gak laku....










Berdasar pantauan di pusat produk elektronik Harco Glodok, Jalan Gajah Mada, Jakarta, hingga siang ini beberapa toko di lantai 3 belum tampak buka. Menurut Aditya, pemilik toko komputer di salah satu kios, hampir semua kios komputer di blok B lantai 3 bila hari Minggu memang tutup. "Ya kan mereka yang tutup hari ini libur mungkin, tapi mungkin juga karena dollar hari ini mencapai 10 ribu, pasti kan pengaruh juga ke penjualan kalau mencapai level segitu," katanya.
Sedangkan di pusat elektronik di Ambasador Mall, Jakarta, beberapa toko masih buka seperti hari biasa. Tetapi beberapa penjual memang mengeluhkan level nilai tukar dolar hari ini, seperti dituturkan Jamaludin (45) mengatakan laptop merk Presario seri V3906TU yang biasanya digemari pembelinya, sekarang pembeli menanyakan kurs dollar dulu sebelum membeli. "Presario jenis itu kan 669 dollar AS atau senilai Rp 7.200.000 saat kurs dollar mencapai Rp 10 ribu, yah tapi gimana lagi emang dollar yang fluktuatif jadi kita pasrah saja karena dari distributornya segitu harganya," katanya.
Tetapi ia masih memiliki beberapa stok laptop dan desktop yang harganya masih stabil karena membeli produknya masih stok beberapa tahun lalu. "Seperti Dell harganya masih normal, begitu juga Compaq Presario seri B1201VU masih seharga Rp 9,2 juta," kata Jamaludin.
Sedangkan menurut Andre (31), beberapa merek yang dijualnya memang rata-rata terpengaruh dengan depresiasi nilai tukar rupiah. "Lihat saja sekarang NEC, Acer dan Lenovo semakin sepi penjualannya. Apalagi hari ini, pengunjung di toko banyak tetapi semuanya cek harga aja," katanya.
Ia mengaku pasrah dan tidak bisa berbuat banyak dengan nilai rupiah yang semakin terdepresiasi karena krisis global. "Harapannya krisis di AS segera mereda, karena kalau AS aja sekarat, bagaimana negara kita ya," ujarnya.
-------------------------------
Dagangan gw gak laku....














