Berita Xinjiang: Kehidupan Etnis Uighur Selama 'Perang Melawan Teror'

Discussion in 'Gossip, Berita & Politik' started by politik, 10 Nov 2018.

  1. politik

    politik IndoForum Beginner D

    No. Urut:
    288509
    Joined:
    14 May 2018
    Messages:
    602
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    16
    Gender:
    Male
    Partai Komunis China telah mengubah warga Muslim Uighur biasa menjadi tentara rakyat, selama apa yang disebut ‘perang melawan teror’. Warga Xinjiang telah dipersiapkan untuk melawan musuh yang belum menampilkan dirinya, tapi disebut-sebut bisa muncul setiap saat. Mulai dari tukang daging, pembuat roti, pembuat lilin di pasar, hingga murid-murid sekolah, diwajibkan untuk mengenakan pakaian tentara dan melakukan pelatihan militer.

    Oleh: Ruth Ingram (The Diplomat)

    Tiupan peluit terdengar keras dan lantang. Tanpa ada waktu untuk menutup toko, dua wanita muda dengan sepatu hak tinggi meraih bayi mereka dengan satu tangan, pemukul dan pelindung bisbol mereka yang besar dengan tangan yang lain, dan mengalungkan tas mereka di leher mereka.

    Helm-helm timah terayun-ayun dan rompi anti-peluru meluncur turun dari pundak mereka, mereka terhuyung-huyung ke arah rekan-rekan mereka di alun-alun dan membentuk lingkaran perisai yang menghadap ke luar di pintu masuk pasar.

    Menunduk di belakang persenjataan dan menunggu semuanya jelas, mereka melihat musuh yang tak terlihat di mata. Itu adalah alarm palsu lainnya.

    Tapi ada kabar buruk. Amina—yang tengah menyusui anaknya ketika alarm berbunyi—terlambat. Dia telah mengecewakan mereka dan mereka harus mengulangi latihan itu, tetapi kali ini di bawah pengawasan mata elang dari para tentara, yang turun hanya untuk mengawasi kejadian-kejadian ini dari dekat. Keadaan tampak buruk untuk batalion kecil ini.

    Perang melawan teror di wilayah barat laut China Xinjiang, telah memiliki permasalahan yang menumpuk secara bertahap sejak Chen Quanguo mengambil alih sebagai Sekretaris Partai Komunis China (CCP) di daerah bermasalah tersebut dua tahun lalu. Hal-hal ini meningkat di musim panas tahun ini di provinsi paling selatan, Hotan.

    Selain setiap tukang daging, pembuat roti, dan pembuat lilin di pasar, yang sekarang harus berpakaian seperti tentara, semua murid sekolah menengah dan atas tiba-tiba diperintahkan untuk bergabung dengan barisan warga yang siap tempur lainnya.

    Dengan awal masa jabatan baru ini, mereka harus mengucapkan selamat tinggal pada jilbab warna-warni dan rok tartan untuk anak perempuan dan baju olahraga untuk anak laki-laki, dan menyambut pakaian kamuflase tentara untuk semua orang. Mulai dari masa jabatan ini dan seterusnya, rok telah bergabung dengan daftar pakaian terlarang untuk siswi sekolah.

    Tidak puas menyerahkan urusan peperangan hanya kepada para profesional, Chen—pejabat yang baru saja ‘lulus’ dari Tibet, di mana dia melakukan upaya serius untuk membubarkan para pembangkang—telah semakin memiliterisasi setiap warga di Xinjiang, mempersiapkan mereka untuk melawan musuh yang belum menampilkan dirinya, tetapi yang dia katakan dengan keras kepala bisa muncul setiap saat.

    Anak-anak sekolah di bagian selatan Xinjiang hanyalah rekrutan terbaru dari kebijakan ini, menyusul perintah dari atas, dengan menempatkan setiap pemilik toko atau penjaga toko dalam kondisi waspada tinggi.

    Baca Artikel Selengkapnya di sini

Share This Page


Pasang iklan disini dapat menyebabkan produk dikenal, omzet naik, keuntungan bertambah, good investment dan brand image. Contact Us untuk memulai.

JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG