roughtorer
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 44416
- Sejak
- 24 Mei 2008
- Pesan
- 6.755
- Nilai reaksi
- 175
- Poin
- 63
Sabtu, 25 Oktober 2008 | 08:33 WIB
CIPAYUNG, SABTU- Sebuah buku tabungan dengan saldo Rp 800 juta ditemukan di rumah kontrakan Nur Hasani (28), anggota kelompok teroris yang ditangkap beberapa hari lalu. Para tetangga mereka tak menyangka Nur Hasani yang dermawan itu termasuk anggota kelompok teroris.
Rumah kontrakan Nur Hasani terletak di Jalan Lubangbuaya, RT 06/08 Kelurahan Lubangbuaya, Cipayung, Jakarta Timur. Rumah tersebut digeledah polisi pada Kamis (23/10) pagi atau dua hari setelah Nur Hasani diciduk polisi terkait penemuan bahan baku bom di Kelapagading, Jakarta Utara.
Di rumah kontrakan Nur Hasani alias Hasan ditemukan dua KTP dengan alamat Pemalang, Jawa Tengah, dan RT 02/03 Kelurahan Benda, Kota Tangerang. Polisi juga menemukan sebuah buku tabungan dengan saldo Rp 800 juta atas nama warga Benda, Kota Tangerang, yang diperkirakan sebagai tetangga Nur Hasani.
Sebelum polisi menggeledah rumah tersebut, pada Rabu (22/10), seorang pria yang merupakan adik Nur Hasani mendatangi rumah kontrakan tersebut. Kepada H Lahmudin Lubis (65), empunya rumah, pria itu minta izin untuk mengambil barang-barang sang kakak. Namun Lubis tak memberi izin dan menyuruhnya menunggu polisi tiba.
"Digeledahnya sekitar jam sepuluh pagi. Saya ikut menyaksikan penggeledahan rumah itu," ucap Lubis ketika ditemui di toko alat-alat listrik miliknya, sekitar 10 meter dari rumah yang dikontrak Nur Hasani, Jumat (24/10) siang.
Rumah yang ditempati Nur Hasani tersebut dulunya digunakan sebagai toko. Bagian depan bangunan 3 X 8 meter itu berupa pintu gulung (rolling door). Tarif sewa rumah tersebut Rp 450.000/bulan dan Nur Hasani sudah tiga tahun tinggal di sana.
Tahu dari televisi
Lubis menuturkan, Rabu malam lalu istri dan anaknya melihat berita di televisi tentang penangkapan orang-orang yang diduga sebagai pelaku terorisme di Kelapagading, Jakarta Utara. Salah seorang dari mereka dikenali keluarga Lubis sebagai Nur Hasani. Malam itu juga Lubis melapor ke Polisi Pos Lubangbuaya.
Setelah melapor ke polisi, Lubis mendatangi rumah kontrakan Nur Hasani, sekitar 10 meter dari rumahnya. Lubis bertemu tiga lelaki yang datang dengan mobil Suzuki B 8248 PY. Salah satu dari ketiga lelaki itu adik Nur Hasani. Dia minta izin mengambil barang milik kakaknya, karena Nur Hasani sedang berurusan dengan polisi. Beberapa saat kemudian, polisi datang untuk menjaga rumah kontrakan tersebut.
Pada Kamis pagi, Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-Teror dan Bom Polri datang dan menggeledah rumah tersebut. Polisi menemukan VCD, gambar-gambar dan tulisan tentang jihad, dua KTP atas nama Nur Hasani, dan buku tabungan dengan saldo Rp 800 juta.
Kepala Kepolisian Sektor Metro Cipayung Ajun Komisaris Suwandi mengatakan, barang-barang tersebut kemudian dibawa ke Mabes Polri. Penggeledahan selama kurang lebih satu jam itu menyedot perhatian warga setempat.
Dermawan
Warga mengaku kenal Nur Hasani dengan baik. Menurut mereka, bapak tiga anak ini adalah orang yang baik, gampang bergaul, dan dermawan.
Warga mengenal Nur Hasani sebagai pedagang keliling yang menawarkan buku-buku Islam dan minyak wangi. Nur Hasani beristrikan Fitri yang selalu mengenakan cadar dan akrab dengan para tetangga.
Suyatni (48), pemilik salon dekat rumah Nur Hasani, mengaku tidak percaya bahwa tetangganya tersebut terlibat jaringan teroris. "Saya jadi merinding. Saya kenal Hasan sejak dia berusia 20 tahun," katanya. Saat itu, kata Suyatni, Hasan tinggal di rumah kakaknya di Cipayung dan kuliah sambil bekerja sebagai penjaga wartel.
Seminggu sebelum Lebaran, Fitri yang baru melahirkan anak ketiga pulang ke orangtuanya di Tasikmalaya. Sejak itu, Nur Hasani tinggal seorang diri di rumahnya. Ketika Selasa malam Nur Hasani tak pulang, para tetangga khawatir Nur Hasani mendapat musibah.
"Takutnya dia dirampok terus dibunuh. Kan kasihan, anak-anaknya masih kecil-kecil, yang paling besar saja baru tiga tahun. Kami sempat mencari dia tapi nggak ketemu. Kami juga sudah mau lapor polisi," ucap Suyatni. (ded/wid)

