yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Melihat tengkorak di bawah tanah, dalam parit batu atau tambang sepanjang 1,7 km. Yang istimewa adalah tengkorak manusia ini ditata bagaikan dinding berukir, sehingga kita yang berada di dalamnya seolah terhimpit dari awal hingga akhir oleh tulang belulang manusia peninggalan sejak abad kelima.
Catacombes de Paris. Itu nama situs wisatanya. Tempat ini justru sebenarnya pada awalnya sedikit enggan saya kunjungi, seram saja membayangkan berada di bawah tanah, dalam lorong, hanya disajikan pemandangan tengkorak manusia.
Sebenarnya apa sih Catacombes itu? Catacombes de Paris, pada awalnya merupakan sebuah tambang bawah tanah, di mana sejak zaman antik dibuat lorong untuk mengambil bahan kebutuhan pembangunan kota Paris agar tak perlu mengimpor dari negara lainnya. Misalnya batu yang zaman dulu banyak digunakan sebagai bahan utama pembuatan bangunan.
Lorong tersebut berada sekitar 20 hingga 30 meter di bawah permukaan tanah. Dan rupanya di Paris sendiri tersebar sekitar 300 kilometer tambang bawah tanah. Hanya saat ini, baru situs Catacombes ini saja yang dibuka untuk umum.
Awalnya Catacombes ini bukan digunakan sebagai tempat penampungan tengkorak. Begini sejarahnya. Pada abad kelima, dibangun sebuah pemakaman, yaitu Saints-Innocents dengan sebuah gereja berada di dekatnya yaitu Gereja Notre-Dame-des Bois. Pemakaman ini menampung para jenazah untuk daerah di sekitarnya.
Namun menurut keterangan, beberapa tokoh legenda penting juga dimakamkan di pekuburan ini. Dan yang menjadi catatan bersejarah adalah kuburan itu menampung anak-anak Yudea yang dibunuh atas perintah Raja Heroldes. Selama 13 abad, pemakaman ini menampung para jenazah dari daerah sekitarnya, yang rupanya semakin lama menjadi masalah karena terlalu padat. Pemakaman kecil itu berubah menjadi pemakaman nomor satu di Paris!
Hingga pada abad kedelapan, sebuah masalah besar menimpa akibat dari jenazah yang dimakamkan di Saints-Innocents itu. Rupanya pembusukan mayat dalam tanah mencemarkan air sumur. Bahkan sebuah perkebunan anggur tak jauh dari pemakaman itu mengalami masalah karena anggur hasil olahan mereka menjadi rasa cuka, dan tak layak dikonsumasi.
Permasalahan adanya pencemaran itulah yang membuat pemerintah memutuskan untuk menghentikan menguburan jenazah. Tentunya pada awalnya mengalami pertentangan. Pasalnya pada masa itu jenazah wajib dikuburkan dalam tanah secara keagamaan. Tepatnya awal 1780, pemakaman Innocents ditutup.
Pada 1785 Wali Kota Paris memutuskan untuk melakukan sebuah proyek mengambil ide dari proyek di London yang sudah terlaksana dengan sukses. Yaitu menaruh tengkorak yang berada di pemakaman Saints-Innocents untuk ditaruh di dalam lorong bawah tanah (tambang).
Suhu udara dan kemungkinkan lainnya telah dianalisa, agar mayat yang telah berubah menjadi tengkorak bisa bertahan lama. Sebuah lorong di bawah jalan Tombe Issoire, dipilih sebagai tempat pemindahan tengkorak tersebut.
Meskipun dengan pedebatan panjang, akhirnya pada akhir 1785 mulailah pemindahan pertama tulang jenazah dilaksanakan. Tengkorak mayat, dibersihkan dan ditata sebaik mungkin. Bahkan upaca keagamaan pun dilaksanakan agar tengkorak-tengkorak tersebut mendapatkan berkah dari Tuhan di penempatan yang baru.
Proyek itu berjalan dengan sukses selama 15 bulan. Setelah pemakaman Saints-Innocents kosong pemindahan tulang jenazah diberhentikan. Namun rupanya, beberapa pemakaman lainnya, menyambut ide itu sebagai jalan keluar menghentikan kepadatan sebuah pemakaman. Maka beberapa pemakaman di sekitar gereja lainnya turut melakukan pemindahan ke Catacombes di daerah 14 Paris itu.
Korban Revolusi Perancis dan para tahanan perang pun pada 1788 hingga 1792 secara langsung ditempatkan di tempat penaruhan tulang jenazah di Catacombes.
Tengkorak yang bertumpuk bagaikan tembok melingkar, dinding atau ditata berupa sebuah bola raksasa memang unik. Yang membuat saya kagum adalah, penataan seni dari tulang tengkorak tersebut. Karena di tata bukan secara keselurahan badan, namun tiap tengkorak badan dipisahkan lalu dibuat seolah dinding seni atau pilar, maka kesan seram seperti di film horor, tengkorak berjalan mulai terkikis.
Tak heran, jika mengunjung yang datang beberapa anak-anak sekitar lima hingga sepuluh tahun yang saya temukan justru mereka malah dibuat terpesona. Bahkan seorang bocah, dengan kerasnya berseru di depan sebuah bola raksasa terbuat dari potongan tengkorak "Wowwww... c’est trop cool!" (keren banget).
Makanya, bagi mereka yang punya penyakit jantung, maka dilarang keras memasuki tempat wisata ini. Dan anak-anak di bawah 14 tahun harus ditemani oleh orang dewasa. Karena sekali kita masuk, tak ada pintu darurat untuk keluar, begitu yang diterangkan oleh petugas.
Yang jelas, tak ada WC!
Ternyata banyak pengunjung yang dibuat kebelet pipis karena ketakutan. Makanya dari awal para pengunjung sudah diperingatkan kemungkinan akan mengalami hal-hal yang tidak mengenakkan.
Catacombes de Paris. Itu nama situs wisatanya. Tempat ini justru sebenarnya pada awalnya sedikit enggan saya kunjungi, seram saja membayangkan berada di bawah tanah, dalam lorong, hanya disajikan pemandangan tengkorak manusia.
Sebenarnya apa sih Catacombes itu? Catacombes de Paris, pada awalnya merupakan sebuah tambang bawah tanah, di mana sejak zaman antik dibuat lorong untuk mengambil bahan kebutuhan pembangunan kota Paris agar tak perlu mengimpor dari negara lainnya. Misalnya batu yang zaman dulu banyak digunakan sebagai bahan utama pembuatan bangunan.
Lorong tersebut berada sekitar 20 hingga 30 meter di bawah permukaan tanah. Dan rupanya di Paris sendiri tersebar sekitar 300 kilometer tambang bawah tanah. Hanya saat ini, baru situs Catacombes ini saja yang dibuka untuk umum.
Awalnya Catacombes ini bukan digunakan sebagai tempat penampungan tengkorak. Begini sejarahnya. Pada abad kelima, dibangun sebuah pemakaman, yaitu Saints-Innocents dengan sebuah gereja berada di dekatnya yaitu Gereja Notre-Dame-des Bois. Pemakaman ini menampung para jenazah untuk daerah di sekitarnya.
Namun menurut keterangan, beberapa tokoh legenda penting juga dimakamkan di pekuburan ini. Dan yang menjadi catatan bersejarah adalah kuburan itu menampung anak-anak Yudea yang dibunuh atas perintah Raja Heroldes. Selama 13 abad, pemakaman ini menampung para jenazah dari daerah sekitarnya, yang rupanya semakin lama menjadi masalah karena terlalu padat. Pemakaman kecil itu berubah menjadi pemakaman nomor satu di Paris!
Hingga pada abad kedelapan, sebuah masalah besar menimpa akibat dari jenazah yang dimakamkan di Saints-Innocents itu. Rupanya pembusukan mayat dalam tanah mencemarkan air sumur. Bahkan sebuah perkebunan anggur tak jauh dari pemakaman itu mengalami masalah karena anggur hasil olahan mereka menjadi rasa cuka, dan tak layak dikonsumasi.
Permasalahan adanya pencemaran itulah yang membuat pemerintah memutuskan untuk menghentikan menguburan jenazah. Tentunya pada awalnya mengalami pertentangan. Pasalnya pada masa itu jenazah wajib dikuburkan dalam tanah secara keagamaan. Tepatnya awal 1780, pemakaman Innocents ditutup.
Pada 1785 Wali Kota Paris memutuskan untuk melakukan sebuah proyek mengambil ide dari proyek di London yang sudah terlaksana dengan sukses. Yaitu menaruh tengkorak yang berada di pemakaman Saints-Innocents untuk ditaruh di dalam lorong bawah tanah (tambang).
Suhu udara dan kemungkinkan lainnya telah dianalisa, agar mayat yang telah berubah menjadi tengkorak bisa bertahan lama. Sebuah lorong di bawah jalan Tombe Issoire, dipilih sebagai tempat pemindahan tengkorak tersebut.
Meskipun dengan pedebatan panjang, akhirnya pada akhir 1785 mulailah pemindahan pertama tulang jenazah dilaksanakan. Tengkorak mayat, dibersihkan dan ditata sebaik mungkin. Bahkan upaca keagamaan pun dilaksanakan agar tengkorak-tengkorak tersebut mendapatkan berkah dari Tuhan di penempatan yang baru.
Proyek itu berjalan dengan sukses selama 15 bulan. Setelah pemakaman Saints-Innocents kosong pemindahan tulang jenazah diberhentikan. Namun rupanya, beberapa pemakaman lainnya, menyambut ide itu sebagai jalan keluar menghentikan kepadatan sebuah pemakaman. Maka beberapa pemakaman di sekitar gereja lainnya turut melakukan pemindahan ke Catacombes di daerah 14 Paris itu.
Korban Revolusi Perancis dan para tahanan perang pun pada 1788 hingga 1792 secara langsung ditempatkan di tempat penaruhan tulang jenazah di Catacombes.
Tengkorak yang bertumpuk bagaikan tembok melingkar, dinding atau ditata berupa sebuah bola raksasa memang unik. Yang membuat saya kagum adalah, penataan seni dari tulang tengkorak tersebut. Karena di tata bukan secara keselurahan badan, namun tiap tengkorak badan dipisahkan lalu dibuat seolah dinding seni atau pilar, maka kesan seram seperti di film horor, tengkorak berjalan mulai terkikis.
Tak heran, jika mengunjung yang datang beberapa anak-anak sekitar lima hingga sepuluh tahun yang saya temukan justru mereka malah dibuat terpesona. Bahkan seorang bocah, dengan kerasnya berseru di depan sebuah bola raksasa terbuat dari potongan tengkorak "Wowwww... c’est trop cool!" (keren banget).
Makanya, bagi mereka yang punya penyakit jantung, maka dilarang keras memasuki tempat wisata ini. Dan anak-anak di bawah 14 tahun harus ditemani oleh orang dewasa. Karena sekali kita masuk, tak ada pintu darurat untuk keluar, begitu yang diterangkan oleh petugas.
Yang jelas, tak ada WC!
Ternyata banyak pengunjung yang dibuat kebelet pipis karena ketakutan. Makanya dari awal para pengunjung sudah diperingatkan kemungkinan akan mengalami hal-hal yang tidak mengenakkan.