Constantine
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 64676
- Sejak
- 19 Feb 2009
- Pesan
- 6.946
- Nilai reaksi
- 320
- Poin
- 83
PALEMBANG, KOMPAS.com - Polisi masih terus menyelidiki meninggalnya wartawan Sriwijaya Post, Arsep Pajario. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan, termasuk rekan-rekan dekat korban.
Oji, sahabat Arsep pemilik salon di bilangan Jl Kol H Barlian KM 5 Palembang, Sumatera Selatan, mengatakan, ada seorang pria misterius yang beberapa hari ini dekat dengan Arsep.
Pria misterius itu sempat dikenalkan Arsep ke Oji beberapa hari sebelumnya. "Arsep dateng dengan laki-laki itu, badannya tegap, Arsep mengenalkannya sebagai sahabatnya yang kuliah di Kota Medan dan tinggal di Pangkalan Balai, Banyuasin," kata Oji kepada Sriwijaya Post.
Menurut Oji, pada Selasa (14/9/2010) lalu, Arsep sempat bertandang ke Salon Oji sendirian. Saat di salon, tiba-tiba Arsep ditelepon oleh lelaki itu. "Dia ditelepon, katanya laki-laki itu sudah menunggu di rumah Arsep di Citra Dago," kata Oji. Arsep pun bergegas pulang.
Itulah saat terakhir Arsep bertemu dengan Oji. Menurut Oji, baju yang dikenakan Arsep saat ditemukan tak bernyawa masih sama dengan yang dipakai saat datang ke salon Oji pada Selasa itu.
Informasi dari lapangan, diduga Arsep korban perampokan. Sejumlah barang berharganya seperti ponsel, uang dalam dompet dan laptop raib. Hanya saja pelaku masuk ke dalam rumah tidak dengan cara merusak. Diduga pelaku adalah orang dekat korban. Arsep diduga dibunuh dengan cara diracun. Kaleng racun serangga ditemukan di sekitar jenazah Arsep.
Arsep sudah kehilangan kontak dengan keluarganya di Prabumulih sejak tiga hari yang lalu. Keluarga berusaha menghubungi ponsel Arsep tapi tak kunjung diangkat. Hingga akhirnya Jumat siang pihak keluarga mengutus seorang kemanakan Arsep melihat ke rumahnya.
Arsep bujangan dan hidup sendiri di rumah yang sejak dua tahun lalu ditempatinya. Sehari-hari ia meliput di desk kota, kantor Pemerintah Kota Palembang. Arsep dikenal luwes bergaul.
Status Facebook Wartawan Sebelum Dibunuh
JAKARTA, KOMPAS.com — "Ternyata kamu itu jahanam... Dasar tak tahu diri, sudah dibantu malah menikam pula....," begitu status terakhir yang ditulis Arsep Pajario dalam akun Facebook-nya, Selasa (14/9/2010) lalu.
Diberitakan sebelumnya, wartawan senior harian Sriwijaya Post itu ditemukan meninggal dunia di kamar rumahnya, Jalan S Parman, Kompleks Citra Dago Blok D9 Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (17/9/2010) pukul 14.00. Arsep diperkirakan sudah meninggal tiga hari.
Status yang ditulis Arsep itu terkesan umpatan kepada seseorang. Namun, sampai saat ini tak diketahui siapa orang yang dimaksudnya itu.
Sebelum menulis status itu, pada pukul 14.14 di hari yang sama Arsep juga menulis status yang hampir serupa, "Ternyata kamu jahat."
Informasi dari lapangan, Arsep diduga korban perampokan. Sejumlah barang berharganya seperti ponsel, uang dalam dompet, dan laptop raib. Hanya saja, pelaku masuk rumah tidak dengan cara merusak.
Diduga pelaku adalah orang dekat korban. Arsep diduga dibunuh dengan cara diracun. Arsep sudah kehilangan kontak dengan keluarganya di Prabumulih sejak tiga hari yang lalu.
Keluarga berusaha menghubungi ponsel Arsep, tetapi tak kunjung dijawab. Hingga akhirnya pada Jumat siang pihak keluarga mengutus seorang kemenakan Arsep melihat ke rumahnya.
Arsep bujangan dan hidup sendiri di rumah yang sejak dua tahun lalu ditempatinya. Sehari-hari ia meliput di desk kota, Kantor Pemerintah Kota Palembang. Arsep dikenal luwes bergaul.
Kepolisian belum memberikan pernyataan resmi soal peristiwa ini. Mayat Arsep saat ini pun masih diotopsi di RSMH Palembang. (Prawira Maulana)
Oji, sahabat Arsep pemilik salon di bilangan Jl Kol H Barlian KM 5 Palembang, Sumatera Selatan, mengatakan, ada seorang pria misterius yang beberapa hari ini dekat dengan Arsep.
Pria misterius itu sempat dikenalkan Arsep ke Oji beberapa hari sebelumnya. "Arsep dateng dengan laki-laki itu, badannya tegap, Arsep mengenalkannya sebagai sahabatnya yang kuliah di Kota Medan dan tinggal di Pangkalan Balai, Banyuasin," kata Oji kepada Sriwijaya Post.
Menurut Oji, pada Selasa (14/9/2010) lalu, Arsep sempat bertandang ke Salon Oji sendirian. Saat di salon, tiba-tiba Arsep ditelepon oleh lelaki itu. "Dia ditelepon, katanya laki-laki itu sudah menunggu di rumah Arsep di Citra Dago," kata Oji. Arsep pun bergegas pulang.
Itulah saat terakhir Arsep bertemu dengan Oji. Menurut Oji, baju yang dikenakan Arsep saat ditemukan tak bernyawa masih sama dengan yang dipakai saat datang ke salon Oji pada Selasa itu.
Informasi dari lapangan, diduga Arsep korban perampokan. Sejumlah barang berharganya seperti ponsel, uang dalam dompet dan laptop raib. Hanya saja pelaku masuk ke dalam rumah tidak dengan cara merusak. Diduga pelaku adalah orang dekat korban. Arsep diduga dibunuh dengan cara diracun. Kaleng racun serangga ditemukan di sekitar jenazah Arsep.
Arsep sudah kehilangan kontak dengan keluarganya di Prabumulih sejak tiga hari yang lalu. Keluarga berusaha menghubungi ponsel Arsep tapi tak kunjung diangkat. Hingga akhirnya Jumat siang pihak keluarga mengutus seorang kemanakan Arsep melihat ke rumahnya.
Arsep bujangan dan hidup sendiri di rumah yang sejak dua tahun lalu ditempatinya. Sehari-hari ia meliput di desk kota, kantor Pemerintah Kota Palembang. Arsep dikenal luwes bergaul.
Status Facebook Wartawan Sebelum Dibunuh
JAKARTA, KOMPAS.com — "Ternyata kamu itu jahanam... Dasar tak tahu diri, sudah dibantu malah menikam pula....," begitu status terakhir yang ditulis Arsep Pajario dalam akun Facebook-nya, Selasa (14/9/2010) lalu.
Diberitakan sebelumnya, wartawan senior harian Sriwijaya Post itu ditemukan meninggal dunia di kamar rumahnya, Jalan S Parman, Kompleks Citra Dago Blok D9 Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (17/9/2010) pukul 14.00. Arsep diperkirakan sudah meninggal tiga hari.
Status yang ditulis Arsep itu terkesan umpatan kepada seseorang. Namun, sampai saat ini tak diketahui siapa orang yang dimaksudnya itu.
Sebelum menulis status itu, pada pukul 14.14 di hari yang sama Arsep juga menulis status yang hampir serupa, "Ternyata kamu jahat."
Informasi dari lapangan, Arsep diduga korban perampokan. Sejumlah barang berharganya seperti ponsel, uang dalam dompet, dan laptop raib. Hanya saja, pelaku masuk rumah tidak dengan cara merusak.
Diduga pelaku adalah orang dekat korban. Arsep diduga dibunuh dengan cara diracun. Arsep sudah kehilangan kontak dengan keluarganya di Prabumulih sejak tiga hari yang lalu.
Keluarga berusaha menghubungi ponsel Arsep, tetapi tak kunjung dijawab. Hingga akhirnya pada Jumat siang pihak keluarga mengutus seorang kemenakan Arsep melihat ke rumahnya.
Arsep bujangan dan hidup sendiri di rumah yang sejak dua tahun lalu ditempatinya. Sehari-hari ia meliput di desk kota, Kantor Pemerintah Kota Palembang. Arsep dikenal luwes bergaul.
Kepolisian belum memberikan pernyataan resmi soal peristiwa ini. Mayat Arsep saat ini pun masih diotopsi di RSMH Palembang. (Prawira Maulana)