• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Uji Coba Pesawat Nirawak LAPAN Pernah Gagal

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
nXKaj.jpg

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) gencar mengembangkan pesawat pengamatan untuk memperkuat sistem navigasi modern.

Sebelum mengembangkan pesawat pengamatan jenis LSA (Lapan Surveillance Aircraft), badan antariksa nasional ini telah melahirkan pesawat pengamatan tanpa awak atau Lapan Surveillance Unmanned Aerial Vehicle (LSU). Ukuran LSU lebih kecil dibanding LSA.

Pesawat LSU dapat memonitor pertanian, kawasan bencana, tata kota sampai titik kebakaran di wilayah Indonesia, tanpa kendali awak. Sebelum terbang, LSU di-setting untuk melewati beberapa titik koordinat sesuai kebutuhan.

Meski tergolong canggih, uji coba pesawat LSU tak lepas dari kegagalan. Kepala LAPAN, Bambang S Tejakusuma, 22 April 2013, berbagi kisah kegagalan LSU. Bambang menyebut LSU dengan istilah Merpati.

"Pernah Merpati kami terbangkan untuk meneliti dan dokumentasi uji rudal TNI AL serta memantau kapal yang jadi sasaran," ujar Bambang.

Namun, ketika itu, Merpati mengalami perubahan skenario dan pesawat ini kesulitan. "Merpati akhirnya nyebur ke laut, tapi ketemu lagi. Untungnya, hasil potretnya berhasil," lanjutnya.

Kegagalan lain juga pernah terjadi, yaitu saat uji coba pengamatan di atas daratan. Di kawasan dekat dengan jalur penerbangan.

"Saat dicoba di Bandara Muara Kamal, Jakarta Utara, tersedot turbulensi pesawat. Tapi untungnya, pesawat nyangkut di pohon," katanya.

Pengembangan Teknologi

Kegagalan bukan akhir segalanya. Belajar dari pengalaman itu, LAPAN terus mengembangkan teknologi serta menjalin kerja sama dengan institusi lain, termasuk Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, yang merupakan otoritas penerbangan di Indonesia.

"Kami dibantu oleh Kemenhub untuk pengembangan, perawatan, operasi sampai sertifikasi pesawat," tambah Bambang. Dari sisi teknologi, pesawat pengamatan berikutnya akan diberikan sensor yang lebih baik.

Ia mengatakan, pesawat LSU merupakan sarana awal dalam pengembangan sistem navigasi modern dalam pengamatan lingkungan.

Hingga kini, LAPAN telah membuat dua jenis pesawat tanpa awak, LSU 01 sebanyak enam pesawat dan LSU 02 sejumlah empat pesawat. "Keduanya sudah terbang autopilot selama 2,5 jam," tambah Rika Andiarti, Kepala Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN.

Untuk performa terbang LSU akan dikembangkan menjadi enam jam dengan muatan 10 kg. "Ke depan LSU lebih besar payload (muatan)-nya. Target uji terbang autopilot 10 kg dengan desain berat 25 Kg," katanya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.