• Saat ini anda mengakses IndoForum sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya diperuntukkan bagi anggota IndoForum. Dengan bergabung maka anda akan memiliki akses penuh untuk melakukan tanya-jawab, mengirim pesan teks, mengikuti polling dan menggunakan feature-feature lainnya. Proses registrasi sangatlah cepat, mudah dan gratis.
    Silahkan daftar dan validasi email anda untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang benar dan cek email anda setelah daftar untuk validasi.
  • Tips kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19:
    • Cuci tangan kamu sesering mungkin;
    • Jaga jarak dengan orang lain minimal 2 meter;
    • Minimalkan kegiatan di luar ruangan.
    Stay safe in your bubble!

Internasional UEFA gandeng Europol perangi korupsi

Diggie

IndoForum Senior B
Staff member
No. Urut
287751
Sejak
6 Apr 2020
Pesan
6.616
Nilai reaksi
0
Poin
0
Berikut adalah berita UEFA gandeng Europol perangi korupsi.

UEFA gandeng Europol perangi korupsi


Logo UEFA terlihat di kantor pusatnya saat pengundian putaran 16 akbar Liga Europa di Nyon, Swiss, pada 28 Februari 2020 (REUTERS/Denis Balibouse)

Kerja sama antara penegak hukum & organisasi olahraga teramat penting guna mengidentifikasi & menyelidiki kasus-kasus mencurigakan dalam sepak bolaJakarta (ANTARA) - Otoritas sepak bola Eropa, UEFA, menggandeng badan penegak hukum Uni Eropa, Europol, untuk menjalin kerja sama memerangi korupsi & bayang-bayang pengaturan skor di sepak bola, begitu diumumkan kedua organisasi itu pada Selasa.

Sejumlah perwakilan dari penegak hukum, otoritas yudisial & asosiasi sepak bola nasional dari 49 negara menghadiri konferensi bersama di Den Haag, Belanda, pada Selasa untuk membicarakan rencana melindungi integritas sepak bola.

"Sindikat kejahatan terorganisir dengan cepat memahami peluang atas keadaan banyaknya klub sepak bola yg menderita kerugian finansial akibat pandemi COVID-19," mengatakan Kepala Pusat Kejahatan Keuangan & Ekonomi Eropa (EFECC) Burkhard Muehl dalam konferensi tersebut seperti diberitakan Reuters, Selasa.

"Dan semakin sedikit uang yg tersedia maka para pemain, pelatih, wasit, bahkan staf ofisial klub akan semakin rawan terjerembab dalam siasat pengaturan skor," ujarnya menambahkan.

Studi UEFA yg dirilis awal tahun ini melaporkan bahwa pandemi COVID-19 menimbulkan kerugian hingga tujuh miliar euro (sekira Rp107,59 triliun) dalam dua tahun terakhir, utamanya karena penonton tak boleh hadir di stadion & turunnya pendapatan dari aktivitas transfer.

Baca juga: Pandemi COVID-19 hantam klub Eropa 7 miliar euro

Sejumlah pakar dari EFECC bekerja sama dengan lembaga penegak hukum di seluruh Uni Eropa untuk menyelidiki antara laga-laga elit dengan para tersangka.

"Keuntungan akbar diperoleh dengan menciptakan yg tidak dapat diprediksi jadi dapat ditebak. Kasus pengaturan skor & hasil yg mencurigakan menggunung," mengatakan Muehl.

"Kerja sama antara penegak hukum & organisasi olahraga teramat penting guna mengidentifikasi & menyelidiki kasus-kasus mencurigakan dalam sepak bola," pungkasnya.

Baca juga: UEFA investigasi perilaku bar-bar fans Atletico saat hadapi City

Berita diatas dikutip dari internet, jika UEFA gandeng Europol perangi korupsi adalah spam, mohon beritahu kami.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Atas.