Ada mainan baru Agung menjelang perkimpoian; kotak-katik komputer. Saban hari, dari pagi sampai paginya lagi didepan komputer. Membuat program-lah.
Main internet-lah. Chatinglah. Pokoknya tiada hari tanpa komputer.
Lantas seminggu yang lalu menikahlah Agung dengan Siti, wanita idolanya.
Kawan-kawan sepermainan Agung lalu bertanya,"Gung, bagaimana perasaanmu sesudah nikah?"
Agung berucap mantap."Seminggu setelah nikah saya baru tahu bedanya; hardware, software sama under wear!" (baca: under ware).
Agung memang romantis. Setiap pagi menjelang berangkat dan kebetulan Siti belum sempat membuat sarapan, dicium pipi Siti."Ciuman pipi ini cukup buat sarapanku." Lalu bergegas Agung menuju Karimunnya.
Kebetulan siang hari Agung terpaksa balik lagi ke rumah karena ada berkas-berkas kantor yang
tertinggal. "Gung, makan siang dulu," kata Siti manja. "Wahhh, tergesa-gesa nih," lantas di cium bibir Siti,"Bibirmu adalah makan siangku." Kemudian Agung balik lagi ke kantor.
Sore macet luar biasa. Tiba di rumah sudah menjelang malam. Dibuka pintu dan Agung terkejut melihat Siti berdiri sambil membuka rok di atas oven.
"Ngapain kamu, Siti?" tanya Agung.
"Ngangetin makan malam!" Siti menjawab polos.
Main internet-lah. Chatinglah. Pokoknya tiada hari tanpa komputer.
Lantas seminggu yang lalu menikahlah Agung dengan Siti, wanita idolanya.
Kawan-kawan sepermainan Agung lalu bertanya,"Gung, bagaimana perasaanmu sesudah nikah?"
Agung berucap mantap."Seminggu setelah nikah saya baru tahu bedanya; hardware, software sama under wear!" (baca: under ware).
Agung memang romantis. Setiap pagi menjelang berangkat dan kebetulan Siti belum sempat membuat sarapan, dicium pipi Siti."Ciuman pipi ini cukup buat sarapanku." Lalu bergegas Agung menuju Karimunnya.
Kebetulan siang hari Agung terpaksa balik lagi ke rumah karena ada berkas-berkas kantor yang
tertinggal. "Gung, makan siang dulu," kata Siti manja. "Wahhh, tergesa-gesa nih," lantas di cium bibir Siti,"Bibirmu adalah makan siangku." Kemudian Agung balik lagi ke kantor.
Sore macet luar biasa. Tiba di rumah sudah menjelang malam. Dibuka pintu dan Agung terkejut melihat Siti berdiri sambil membuka rok di atas oven.
"Ngapain kamu, Siti?" tanya Agung.
"Ngangetin makan malam!" Siti menjawab polos.

